
🌹🌹🌹
Reva mulai terbiasa hidup satu atap dengan Bayu, Reva juga mulai belajar memasak, sudah beberapa menu dia kuasai, Reva yg dulu manja sedikit-sedikit mulai berubah menjadi Reva yg mandiri.
Bayu biasa berangkat kerja jam 07.00 dan pulang pada pulul 17.00, setiap pagi Reva menyiapkan sarapan buat Bayu, setelah Bayu pergi, Reva mulai membersihkan rumah, mencuci, dan semua pekerjaan rumah lainnya, meski perutnya sudah membuncit tapi Reva tidak lantas berdiam diri, Reva tidak ingin membebani Bayu karna keberadaan dirinya, sudah cukup Bayu membantunya selama ini.
Hari ini Reva sengaja masak banyak untuk makan malam, Reva ingin Bayu mencicipi resep masakan yg didapatnya dari youtobe tadi. Tapi sayang, jam dirumah sudah menunjukkan pukul 20.00, Bayu belum juga pulang, berkali-kali panggilan ponselnya tidak diangkat. Sampai akhirnya Reva ketiduran di sofa.
🌹🌹
Bayu menemukan Reva tidur di Sofa, Clara yg berdiri disampingnya menepuk tangan Bayu.
"Kasihan dia Bay". ucap Clara.
Bayu mendekati Reva, ragu untuk membangunkannya, mengerti dengan kondisi Bayu, Clara menghampiri Reva, mengusap lembut jarinya.
"Ehm Mas Bayu sudah pulang? maaf aku ketiduran". Reva bangun, terkejut ada Clara disampingnya.
"Tidurlah dikamarmu". Bayu duduk di sofa, melepas baju dinasnya, menyisakan kaos putih di badannya.
"Mas Bayu mau makan? biar aku panasin sayurnya". Tawar Reva.
"Kami sudah makan Reva, ini baru pulang dari pesta temannya Bayu". Sahut Clara.
Reva hanya melongo, dia berbalik meninggalkan mereka, ada sedikit kecewa karna Bayu tak memberitahunya kalau dia akan ke pesta, kalau saja Bayu memberitahu, mungkin Reva takkan susah payah masak sebanyak itu.
Samar, Reva masih mendengar Bayu berbincang dengan Clara, sesekali terdengar suara Clara tertawa, Clara memang gadis yg ceria, cantik dan baik, bahkan setelah Bayu menceritakan keadaannya dengan Reva beberapa waktu lalu, Clara tetap bersedia menunggu Bayu sampai Reva melahirkan, Clara memang gadis yg sangat pantas buat Bayu.
Drrrtt...drrttt... getar ponsel Reva membuyarkan lamunannya.
Nama ibu terpampang di layar.
"Assalamualaikum Nak, kamu belum tidur?". Bu Nurul tampak di layar ponsel Reva.
"Waalaikumsalam ibu, ini Reva sudah di kamar, tapi belum tidur, ibu sehat? bagaimana kondisi Deka sekarang bu?".
"Ibu sehat Nak, Papamu banyak membantu ibu mengurus Deka. Hari ini Deka membuka mata sayang, Deka juga menggerakkan jari tangannya, tapi tidak lama, Deka tidak sadar lagi".
"Benarkah Bu? Lalu apa kata Dokter Bu?".
"Dokter bilang Deka sadar lebih cepat dari perkiraan Dokter, ini semacam mukjizat Nak, dan semoga Deka selalu mendapat mukjizat, Deka akan segera sembuh". Ibu terlihat mengusap air mata, mungkin ibu terharu.
"Alhamdulillah bu, Reva juga ingin Deka cepat sembuh".
"Bayu sudah tidur Va?" Tanya ibu kemudian.
"Ehm..belum bu, masih nonton tv di bawah, mau Reva panggilkan?".
"Nggak usah Nak, besok ibu telpon Bayu sendiri, sekarang kamu tidur, jangan malam-malam, jaga cucu ibu ya". Reva mengangguk.
__ADS_1
"Assalamualaikum Reva".
"Waalaikumsalam ibu, titip Deka ya bu". Ibu mengangguk lalu mematikan sambungan telpon.
"kenapa nggak panggil aku kalau ibu telpon". Bayu sudah berdiri di pintu, tubuhnya bersandar di pintu.
"Clara sudah pulang Mas? maaf aku takut ganggu kamu sama Clara".
"Ibu bilang apa?".
"Deka tadi sempat sadar, dia juga sudah menggerakkan jari-jarinya". kata Reva sambil merapikan tempat tidurnya.
"Syukurlah". sahut Bayu singkat.
"Iya Mas, semakin cepat semakin baik, jadi aku tidak terlalu lama merasa bersalah denganmu dan Clara".
Bayu tak menjawab, Bayu menutup pintu kamar Reva lalu meninggalkannya. Reva hanya menghela nafas panjang, menghadapi sikap Bayu yg berubah-ubah.
Bayu langsung ke dapur untuk mengambil minum, matanya menangkap tutup makanan di meja, Bayu membukanya, ada beberapa menu disana.
"Apakah Reva yg memasaknya?".
🌹🌹
( Bayu part )
Aku tidak sengaja menguping pembicaraan ibu dan Reva lewat video call, aku tahu Deka membaik, syukurlah, berarti tanggung jawabku terhadap gadis itu tidak akan lama lagi.
Sampai di dapur aku melihat banyak makanan.
"Apakah Reva yg memasaknya?". dengan beberapa menu yg disiapkannya hari ini, aku bahkan tidak menyentuhnya, apakah dia kecewa? harusnya tadi aku menanyakannya sudah makan atau belum, dan sekarang aku yakin dia belum makan, haaaaaahhhhh, apa yg harus aku lakukan? aku tidak mungkin mengajaknya makan setelah tadi menolaknya, tapi bagaimana dengan anak yg dikandungnya kalau dia tidak makan? apakah dia tahu aku khawatir?
🌹🌹
Bayu meraup wajah dengan kedua tangannya, dia masih duduk di dapur, dalam pikirannya saat ini hanya Reva, perasaan khawatir yg berlebihan sebenarnya, mengingat Bayu tidak mencintai Reva, Bayu mencintai Clara, dan Bayu terus berusaha meyakini itu.
Tapi gerak tubuh terkadang mengingkari keinginan hati, otak lebih mendominasi gerakannya.
Bayu mengambil beberapa Roti, memanggangnya, lalu menatanya di baki, secangkir teh hangat mendampingi Roti panggang yg siap di santap.
Bayu kembali naik ke atas, mengetuk pintu beberapa kali lalu masuk ke dalam kamar Reva, sementara Reva masih tampak sibuk membaca sebuah buku di tepi ranjangnya.
"Makanlah, kamu pasti belum makan". Bayu menaruh Baki di atas meja di sisi ranjang.
"Aku sudah makan kok Mas".
"Kamu makan apa haaah, makanan di meja masih utuh, jangan membohongiku". Reva diam, karna memang semua yg dikatakan Bayu benar.
"Maaf tidak memberimu kabar kalau aku pulang telat, aku benar-benar lupa".
__ADS_1
"Nggak papa Mas, lagian aku juga bukan siapa-siapa Mas Bayu, jadi Mas Bayu nggak perlu khawatir, Mas Bayu nggak salah, aku yg salah, jadi beban buatmu Mas".
"Kamu istriku Reva, dan aku berhak mengkhawatirkanmu".
"Tapi aku hanya istri Mas Danu diatas kertas, kita bukan suami istri sungguhan, jadi Mas Bayu jangan terlalu merasa bersalah gitu". Reva menundukkan muka, karna tatapan Bayu tajam mengarah tepat ke retinanya, Reva takut.
"Aku memang suamimu di atas kertas, aku tidak berhak atas tubuhmu, tapi aku bertanggungjawab atas kamu dan bayimu, selama kamu jadi istriku, jangan coba menyiksa dirimu dan bayimu". Bayu keluar, menutup pintu dengan sedikit keras, Reva hanya bisa mengusap dadanya berkali-kali, menutupi rasa takutnya pada Bayu.
Reva melahap dua potong roti panggang, perutnya memang lapar, niatnya makan bersama Bayu justru berakhir seperti ini. Tanpa Reva sadari, setetes air mata jatuh membasahi pipi.
🌹
Pagi masih terasa sepi, karna matahari masih betah bersembunyi. Reva menggeliat, perutnya sudah kembali terasa melilit, 2 potong roti semalam ternyata tak cukup mengenyangkan dirinya dan anaknya. Reva berjalan menuju dapur, dia melihat Bayu masih meringkuk di sofa, selimutnya sudah jatuh ke lantai.
Masih jam 4, udara yg terasa dingin membuat Reva memberanikan diri untuk mengambil selimut Bayu yg terjatuh, merapatkannya lagi ditubuh Bayu, tapi saat hendak berbalik, Bayu menarik tangan Reva tanpa mengubah posisi tidurnya.
"Maass Bayu sudah bangun?" Lirih Reva bertanya.
"Hmm, bahkan aku belum tidur".
"Maasss".
"Maafkan aku soal semalam". Bayu melepaskan tangan Reva. Reva hanya mengangguk lalu berjalan meninggalkan Bayu.
Deg...
Jantung Reva berdetak cepat, sangat cepat, saat tubuhnya tiba-tiba dipeluk oleh Bayu dari belakang.
"Biarkan seperti ini sebentar Va, kamu membuatku tidak tidur semalaman". Bayu menyandarkan kepalanya di bahu Reva, matanya terpejam, tapi tidak dengan perasaannya.
Reva yg mematung merasa dirinya ingin roboh seketika, perlakuan Bayu yg tiba-tiba membuat jantungnya ingin melompat dari tempatnya. Pria yg saat ini memeluknya, suaminya, benarkah hanya sekedar suami sementaranya?.
Bayu melepaskan pelukannya, berjalan menjauhi Reva.
"Jangan lagi membuatku khawatir, dan jangan mendekatiku saat aku tidur, aku bisa gila".
Bayu merebahkan tubuhnya ke sofa, menutupi tubuhnya dengan selimut, membiarkan Reva yg semakin kacau dengan perasaannya.
🌹
🌹
🌹
(bersambung)
mohon sabar untuk menunggu up ya, saya harus membagi waktu untuk anak-anak yg masih belajar di rumah.
Happy reading all
__ADS_1
😘😘😘