Mawar Untuk Deka

Mawar Untuk Deka
Part.11 (Deka)


__ADS_3

🌹🌹🌹


Udara masih terasa dingin, Reva yg hendak ke kamar mandi untuk buang air kecil masih merasakan berat menindih pinggangnya. Tangan Bayu masih memeluknya, hembusan nafas yg teratur masih menyentuh bulu kuduknya.


Reva tidak menyangka, kalau malam ini Bayu akan tidur disampingnya, meskipun Bayu adalah suami sahnya, tapi selama hampir 7 bulan menikah, baru kali ini Reva dan Bayu tidur dalam satu ranjang, meskipun itu hanya sebatas pelukan, namun sukses membuat semua organ di dalam tubuh Reva bergetar hebat. Tidak sama dengan yg dia rasakan bersama Deka.


"Jadi yg mana yg rasanya Cinta? apakah saat aku merasakan bahagia bersama Deka, atau ketika seluruh tubuhku bergetar saat dalam pelukan Bayu?". Reva bergumam dalam hati.


Reva menggeliat, dia mengangkat tangan tangan Bayu yg masih erat memeluknya, tapi seakan menyadari, Bayu justru makin mempererat pelukannya.


"Maaasss". Reva tahu Bayu sudah bangun, melihat reaksi tangan Bayu saat diangkatnya tadi.


"Sebentar lagi, masih dingin". Ucap Bayu perlahan, matanya masih terpejam, dia merapatkan kepala ke rambut Reva.


"Aku mau ke kamar mandi Mas".


"Mau apa?". Bayu seperti setengah sadar dengan pertanyaannya.


"Mau pipislah, masak mau belanja". Bayu tersenyum mendengar jawaban Reva, dia melepaskan pelukannya, lalu menengkurapkan tubuhnya.


Reva yg masih menormalkan detak jantungnya bersandar lama di pintu kamar mandi. Pantulan wajahnya dicermin menunjukkan kantung matanya yg membesar, bukan karna menangis, tapi mungkin karna kurang tidur.


Reva keluar dari kamar mandi, Reva melihat Bayu sudah menyandarkan badannya di kepala ranjang.


"Duduk sini Va". Bayu menepuk ranjang disampingnya yg kosong. Reva menurut duduk disamping Bayu.


"Boleh aku tanya sekali lagi ke kamu?" Bayu mencoba melihat retina Reva yg menunduk, melihat tangannya yg memainkan ujung selimut. Reva mengangguk.


"Kamu sungguh mencintai Deka?".


Reva mengangguk


"Lalu bagaimana perasaanmu setelah menghabiskan malam dalam pelukanku".


Reva menoleh memandang Bayu, Reva hanya ingin memastikan kalau tadi malam Bayu pulang dan tidur bersamanya dalam keadaan normal.


"Apa kamu sama sekali tidak memiliki perasaan sedikitpun untukku?". Bayu mendekatkan jarak wajahnya dengan Reva.

__ADS_1


"cup". Bayu mengecup kening Reva, lalu kedua pipinya. Bayu memeluk Reva yg masih mematung tak percaya. Semua kejutan yg di lakukan Bayu dari semalam sungguh di luar dugaan Reva.


Bayu melepas pelukan, menuruni ranjang, berjalan ke kamar mandi.


"Kalau perasaan Mas Bayu bagaimana?". Pertanyaan Reva sontak membuat Bayu menghentikan langkahnya, Bayu berbalik menghadap Reva.


"Kalau kamu menyukaiku, aku akan memperjuangkanmu untuk terus disisiku, tapi kalau tidak, maka akan ku selasaikan tanggung jawabku sampai anakmu lahir". Bayu meninggalkan Reva, tidak lagi masuk ke kamar mandi, tapi keluar kamar turun ke lantai bawah.


🌹🌹


"Assalamualaikum Bu". Bayu menghubungi Bu Nurul.


"Waalaikumsalam Bayu, kabar kamu gimana Nak?".


"Bayu sehat, Reva dan bayinya juga sehat, ibu sehat kan? Bagaimana kondisi Deka bu?".


"Alhamdulillah ibu sehat Nak, Deka sudah sadar, tapi karna terlalu lama koma, sebagian organ didalam tubuh Deka tidak bekerja dengan baik, kata dokter akan memakan waktu yg cukup lama untuk memulihkannya".


"Ibu yg sabar ya bu, yg penting ibu jangan lupa jaga kesehatan, Deka pasti akan segera sembuh". ucap Bayu.


"Oya Bayu, kemarin saat Deka sadar sempat menanyakan Reva". ibu diam sejenak.


"Ibu bilang Reva sedang cuti kuliah dan ikut papanya ke luar negeri, maaf Bayu, ibu belum bisa menceritakan pernikahan kalian dengan Deka, kondisi Deka belum memungkinkan untuk mendengar kabar semacam itu, ibu takut Deka salah paham, dan kejadian yg dulu terulang lagi".


"Bayu ngerti Bu, suatu saat nanti biar Bayu sendiri yg bicara denga Deka. Oya Bu, kemungkinan dalam bulan ini Reva melahirkan, tolong doakan yg terbaik buat Reva dan bayinya ya bu".


"Tentu Bayu, ibu selalu mendoakan yg terbaik buat kalian".


"Sudah dulu ya Bu, Bayu harus berangkat kerja, Kalau ada apa-apa segera hubungi Bayu".


"Iya Nak, kamu juga jaga kesehatan, jaga Reva, ibu sayang kamu Bayu, Assalmualaikum". Bu Nurul memutuskan sambungan telponnya.


"Waalaikumsalam". Bayu meletakkan ponselnya, Bayu tidak tahu kalau Reva sudah berdiri di belakangnya.


"Deka sudah sadar Mas?".


"Hhmm, kamu senang? Sepertinya mimpimu untuk secepatnya bersama Deka akan segera terwujud". Ucap Bayu sambil merapikan baju kerjanya, berdiri, lalu berjalan meninggalkan Reva.

__ADS_1


Langkah Bayu terhenti saat Reva memeluknya dari belakang.


"Aku sayang Mas Bayu". Sejenak mereka terpaku, tanpa ada yg memulai membuka suara, mereka sibuk menikmati setiap ketukan jantung yg membuat getaran asing, saling merasakan hangat yg tiba-tiba mengalir.


5 menit, Bayu melepaskan tangan Reva, berbalik, lalu mengecup keningnya, hanya itu, tanpa bicara, baginya pelukan dan ucapan sayang Reva tadi adalah sebuah deklarasi untuk perang, perang melawan perasaannya, Bayu mungkin akan terus berjuang untuk mempertahankan Reva, atau harus kembali mengalah untuk Deka.


🌹🌹


( Deka part )


Aku seperti tidur panjang, melihat senyummu setiap hari, setiap malam, kamu dan seorang bayi mungil di tanganmu.


"Dia anak kita sayang". setiap kali bibirmu yg menggemaskan selalu mengatakan kalau bayi itu anakku, seolah takut aku lupa bahwa anak itu hasil buah cinta kita.


"Aku tidak amnesia sayang, aku bahkan ingat bau parfum white lily yg melekat di tubuhmu, aku bahkan masih ingat ada tahi lalat besar di punggungmu, dan aku masih sangat ingat ketika tiba-tiba kamu mencium pipiku di dalam taksi".


"Saat aku membuka mata, pertama kali yg ingin aku lihat kamu Va, tapi bahkan aroma tubuhmu sama sekali tak membekas ditempat ini, mungkinkah kamu meninggalkanku Va? Setelah sekian lama aku menjadi mayat hidup, mayat hidup yg bahkan di dalam tidur panjangku, aku begitu merindukanmu".


"Apa kabar anakku? Dia anakku Va... perutmu sudah pasti sangat besar sekarang, aku ingin sekali mengusapnya, merasakan anakku hidup dalam tubuhmu, kalau perempuan, dia pasti akan cantik sepertimu, jangan bawa dia pergi Va, jangan buat dia tidak mengenalku, aku ayahnya, aku yg mengalirkan darah dalam hidupnya, aku merindukannya.


🌹


Deka menatap sekeliling kamar, kamar yg masih sama yg dia tempati berbulan-bulan lamanya, dia bahkan belum bisa menggerakkan kakinya secara sempurna, apalagi mengangkat tubuhnya. Tapi ingatan Deka tentang Reva, tak ada satupun yg terlupa.


"Aku akan mencarimu Va, bahkan jika dunia menyembunyikanmu ke dasar buminya, aku pasti akan menemukanmu, menemukan anak kita, tunggu aku Va, tunggu aku sebentar lagi".


🌹


🌹


🌹


minta maaf banget untuk part ini nggak bisa panjang, karna banyak sekali kerjaan yg harus diselesaikan hari ini...


semoga besok bisa up lagi..


tetap tinggalkan like dan komennya ya, untuk yg tetap setia dengan saya😘😘😘

__ADS_1


💞💞💞


__ADS_2