
🌹🌹🌹
Pagi seolah bergumam sendiri, nyatanya suara ayam jantan yg setia menjadi birama di setiap harinya tidak mampu membangunkan Sekar dari Lelap tidurnya.
Deka kembali tersenyum, dengan matanya yg masih terpejam Deka sudah terbangun, masih mendekap Sekar yg terlelap, Suara Iqomah bahkan tak membuat Sekar bergerak, biasanya Sekar yg akan lebih dulu membangunkan Mawar dan dirinya untuk melaksanakan sholat 2 rakaat, tapi pagi ini luar biasa, Sekar dan Deka baru tertidur jam 2 dini hari, apa yg mereka lakukan? Deka dan Sekar saling membalas untuk setiap perasaan yg mereka simpan sendiri selama ini, mencurahkan semua hasrat yg terpendam dalam diam. Mereka sudah seutuhnya saling memiliki, tanpa paksaan, tanpa berpikir itu hak dan kewajiban, tapi atas dasar saling membutuhkan.
Deka mencium kening Sekar, dengan perlahan melepaskan pelukannya, menaikkan selimut hingga leher Sekar.
Deka bergegas ke kamar mandi, mandi dan mensucikan dirinya, dengan rambut yg masih agak basah Deka kembali menghampiri Sekar.
"Bangun Sayaaang". Sekar terkejut, air yg jatuh dari rambut Deka menetes di wajahnya.
Sekar menaikan selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya, Sekar malu, Sekar tahu tubuhnya saat ini sungguh sangat memalukan. Dan itu justru membuat Deka tertawa.
"Kenapa...?". Deka menarik selimut sampai batas wajah Sekar, karna Sekar sengaja menahannya dengan kuat. Sekar hanya menggeleng, wajahnya bersemu merah.
"Mandi sana, biar aku yg bangunkan Mawar, kita sholat dikamar Mawar". Deka belum beranjak, Sekar pun masih bergeming.
"Udah cepetan, keburu habis subuhnya". Deka menarik tubuh Sekar sampai terduduk, satu tangan Sekar masih memegang selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Iya, tapi Mas Deka keluar dulu, aku malu". Deka terkekeh, mencubit gemas pipi Sekar yg memerah.
"Ya sudah, aku tunggu di kamar Mawar". Deka beranjak, Sekarpun ikut menggeser dirinya dengan menyeret selimut untuk menutupi tubuhnya, saat Deka sudah terlihat keluar kamar barulah Sekar meraih bathrob yg di bawakan Deka tadi.
Tapi tiba-tiba pintu kembali terbuka, dan Deka muncul di sana.
"Mas Dekaaaaaa....." Refleks Sekar melempar Deka dengan bantal di sampingnya, sayangnya gerakan Deka menutup pintu lebih cepat dari pendaratan bantal yg dilempar Sekar, yg tertinggal hanyalah suara tawa Deka yg membuat Sekar semakin malu dan kesal.
🌹🌹
"Bangun Sayang". Deka mengusap pipi Mawar, yg langsung menggeliat pelan.
"Pagi Ayah, kok tumben ayah yg bangunin, ibu mana Yah?".
"Dari semalam Ibu bantuin Ayah kerja, sampai ketiduran di kamar Ayah, sekarang ibu sedang mandi, bentar lagi kesini".
"Berarti semalam Mawar tidur sendiri ya Yah?".
"Iya sayang, Mawar hebat, Mawar sudah berani tidur sendiri sekarang". Ucap Deka sambil mengusap rambut Mawar..
"Horeee, Mawar sudah besar sekarang, mulai nanti malam Mawar mau tidur sendiri, biar Ibu bisa bantuin Ayah kerja". Mawar bersorak senang, apalagi Deka, seandainya Deka seumuran Mawar, pasti Deka akan melakukan hal yg sama.
Sekar sudah berdiri di sana, Sekar mencubit lengan Deka yg masih saja tersenyum menggodanya.
Mereka sholat berjamaah, Deka sekarang sudah fasih menjadi imam.
__ADS_1
Deka yg tak henti bersyukur kepada Tuhan yg telah mengirimkan Sekar dan Mawar, mereka berdua sungguh seperti bunga, harum, dan memberi keindahan dalam hidup Deka. Selalu dalam setiap doanya Deka memohon untuk diberikan umur yg panjang agar bisa hidup lama bersama mereka, membahagiakan mereka dan memiliki banyak anak dari Sekar.
🌹🌹
Monterey Park... Los Angeles
jika di Indonesia baru pukul 5 pagi, di Monterey sudah menunjukkan pukul 19.00 malam.
Bayu dan Reva menikmati makan malamnya, sementara Nesya sedang bermain dengan mbak Siti, Asisten Rumah Tangga yg dikirim Papa Reva beberapa bulan yg lalu. Pak Hadi yg tidak tega jika harus melihat putrinya mengurus rumah dan cucunya seorang diri akhirnya mengirimkan seorang Asisten Rumah tangga yg sudah bekerja cukup lama dirumahnya. Pak Hadi bahkan pernah menawarkan Bayu untuk membeli sebuah apartemen yg lebih besar dari rumahnya, tapi Bayu menolak. Bayu tidak ingin Rumah tangganya selalu berada di bawah bayang-bayang Pak Hadi, Papanya Reva.
Reva menatap Bayu, ada keraguan untuk mulai mengatakan keinginannya, tapi Pak Hadi sudah berkali-kali mendesaknya.
"Maasss, Reva boleh ngomong?".
"Hmmm, tentu Va".
"Reva mau nglanjutin kuliah, Papa sudah mendaftarkan Reva kuliah, disini juga kok, Papa mau aku belajar, karna aku satu-satunya anak Papa yg akan meneruskan bisnis Papa". Reva berhenti, kini Bayu tengah menatapnya, Bayu menaruh sendoknya, menyandarkan bahunya di kursi.
"Bagaimana dengan Nesya?".
"Kan ada Bik Siti, Nesya juga sudah hampir 2 tahun, aku..."
"Kamu mulai berubah Va". Bayu meninggalkan Reva, Reva bergegas menyusul Bayu yg masuk ke dalam kamarnya.
"Mas...aku mohon...Mas Bayu harus ngerti keadaanku". Reva menghampiri Bayu yg mulai membuka Laptopnya.
"Tapi dulu sebelum menikah, Mas Bayu mengijinkan aku sekolah lagi setelah anakku lahir, dan sekarang sudah 2 tahun Mas". Reva masih mencoba mencari sejuta alasan agar Bayu mengijinkannya sekolah lagi.
Bayu mendekati Reva, memegang rahang wajahnya, menatap mata Reva dengan sangat tajam.
"Itu sebelum aku mencintai kamu dan Nesya Va". Bayu menekan sedikit rahang wajah Reva Reva sedikit merasakan sakit.
"Sakit Mas". Bayu belum melepaskan rahang Reva, hanya sedikit mengendorkannya.
"Aku tahu, bukan hanya itu tujuanmu?".
"Maksud Mas Bayu?". Reva tidak mengerti perkataan Bayu.
"Aku mendengarmu saat di Bandara". Sontak Reva terkejut, Bayu melepaskannya, Bayu kembali meninggalkan Reva yg kali ini memegang dadanya, merasakan nyalinya yg mulai melayang, terbawa rasa takutnya pada Bayu suaminya.
🌹🌹
(Bayu part)
"Jika cinta pernah salah, maka maafkan aku, jika aku pernah menyakiti seseorang karna cinta, maka sembuhkanlah lukanya, karna sekarang aku tahu bagaimana rasanya sakit itu, jika masih ada kesempatan untukku mengulang waktu, maka aku lebih memilih untuk tidak jatuh cinta".
__ADS_1
Berkali-kali Bayu merutuki dirinya, mengunci dirinya di dalam ruang kerjanya yg sangat kecil, setiap kata yg diucapkan Reva saat di bandara masih sangat jelas dalam ingatannya.
Andai saat itu tak ada Ibu, sudah pasti dia tidak akan bisa mengendalikan emosinya, dan juga Deka yg baru saja memaafkannya, Sekar, Mawar dan Nesya, semua menjadi berharga bagi Bayu, mengalahkan emosi yg membakar dadanya.
Ingin Bayu tidak mempercayai apa yg didengarnya, tapi mulut Reva sendirilah yg mengatakannya.
Ingin Bayu mencoba untuk pura-pura tidak mendengarnya, kembali ke LA dan hidup seperti semula, tapi permintaan Reva untuk bersekolah kembali entah kenapa bisa menyulut emosi Bayu, Bayu yg susah payah menahan semua akhirnya kelepasan juga.
Pantas selama ini Reva takut kembali ke indonesia dan bertemu Deka. Bayu menyadari, setiap perasaan akan terlalu sulit untuk begitu saja dilupakan, seperti halnya Deka yg terlalu dalam terluka karna dirinya dan Reva, begitu juga dengan perasaan Reva terhadap Deka.
Bayu melewatkan malamnya dalam ruangan sempit itu, mengingat setiap kejadian yg dilaluinya dan membuatnya terisak.
Bayu merebahkan tubuhnya disofa, menutup mata dengan sebelah tangannya, saat inilah, Bayu menangis tanpa suara.
🌹🌹
Sementara di Indonesia....
Deka dan Sekar tengah mereguk nikmatnya menjadi sepasang suami istri, sepasang kekasih halal yg sesungguhnya.
Inilah hidup, dimana rodanya selalu berputar, dimana setiap aktor dan aktrisnya hidup dengan perannya masing-masing.
Jika Deka pernah jatuh, terluka, dan terjerumus dalam dunia haramnya, maka ibarat pohon, kini Deka sedang kembali tumbuh, menjadi sebatang pohon Mawar yg tumbuh dengan bunganya yg indah, Deka bahagia, Deka sedang menerima buah dari keiklasannya mengasuh janda miskin dan anak yatim.
Deka menghembuskan asap rokoknya diteras rumah, sudah lama Deka tidak menghisap rokok, tapi entah kenapa malam ini Deka menginginkannya.
Deka teringat ucapan Reva di bandara, perempuan itu kakak iparnya kini, setiap rasa sakit yg ditorehkannya bahkan belum sepenuhnya hilang, tapi perkataannya seminggu lalu, seoalah menantangnya untuk kembali berperang.
Dan orang yg paling Deka khawatirkan adalah Bayu, Bayu salah mencintai Reva, Bayu salah pernah menyelamatkan dirinya dan Reva...
Deka tersadar dari lamunannya saat Sekar menggelayutkan tangannya.
"Tumben ngrokok lagi?".
"Cuma pengen aja". Bohong Deka.
"Ya udah kalau pengennya cuma sama rokok, malam ini aku tidur sama Mawar". Ucap Sekar yg serupa ancaman bagi Deka.
Sekar meninggalkan Deka, yg sesegera mungkin langsung menyusulnya.
"Maaf sayaaang, jangan tidur di kamar Mawar dong, aku pengennya kamu, cuma kamu". Ucap Deka yg tanpa persetujuan Sekar langsung membopong tubuh Sekar memasuki kamarnya, menutup pintu dengan sebelah kakinya, dan apa yg terjadi selanjutnya? hanya cicak didinding yg menyaksikannya...
🌹
🌹
__ADS_1
🌹
(bersambung)