Mawar Untuk Deka

Mawar Untuk Deka
part.6 (Los Angeles)


__ADS_3

🌹🌹🌹


Bayu menerima tawaran Pak Hadi mengajak Reva ke LA, dengan syarat Pak Hadi menjamin kesembuhan Deka. Reva yg awalnya menolak, akhirnya setuju dengan Papanya, semua demi Deka dan mereka.


Setelah mengurus semua administrasi, Bayu dan Reva bersiap berangkat ke LA, namun sebelum berangkat, mereka mampir ke rumah sakit.


Reva memeluk Deka cukup lama, ada air mata yg berderai, Reva memegang tangan Deka, lalu mengusapkan ke perutnya.


"Bangun Kaa, dia merindukan Papanya". Reva tersedu, Bu Nurul yg mencoba menguatkan Reva akhirnya ikut menangis, sementara Bayu yg melihat mereka dari sofa hanya bisa memandang nanar, "Kalian pasti akan berakhir bahagia". gumam Bayu.


🌹🌹


Setelah menempuh penerbangan lebih dari 18 jam, Reva sampai di Los Angeles, kota yg asing bagi Reva, tapi tidak bagi Bayu, Bayu sudah dinas di sini lebih dari 2 tahun, setiap 6 bulan Bayu mengambil jatah cutinya untuk pulang ke Indonesia menemui Bu Nurul, tante sekaligus ibu baginya.


Bayu tinggal di sebuah rumah di Monterey park, sebuah kota di bagian timur Los Angeles, di lembah San Gabriel, banyak penduduk Asia yg tinggal disana, meski bukan kawasan china town, tapi banyak restoran china berjajar, vietnam, malaysia dan juga Indonesia.


Rumah Bayu tidak begitu besar, tapi terdiri dari dua lantai, Bayu menempati rumah ini baru setahun yg lalu, sebelumnya Bayu tinggal di rumah dinas, di Pasadena, sebuah kota yg rutin menyelenggarakan festival bunga setiap tahunnya, tapi sejak melihat Monterey Park, Bayu jatuh hati dengan kota ini, dan membeli sebuah rumah disini, meskipun itu kecil.


Bayu membeli beberapa soft drink dan makanan ringan di sebuah minimarket di jalan dekat rumahnya, menyuruh Reva membeli perlengkapan yg Reva perlukan agar Reva tidak perlu bolak-balik keluar rumah, mengingat Bayu tidak bisa menjaganya 24 jam setelah Bayu mulai kerja nanti.


Setelah semua yg dibutuhkan terbeli, Bayu mengajak Reva ke rumahnya, Reva sedikit terkagum dengan kemadirian Bayu, dia bisa mencukupi kebutuhannya sendiri, bahkan mencukupi ibunya. Tapi kenapa Bayu belum menikah? diusianya yg sudah 29 tahun?


Rumah Bayu hanya memiliki satu kamar tidur, dia menyuruh Reva menempatinya.


"Kalau aku tidur disini, Mas Bayu gimana? biar Reva yg tidur di sofa". Reva duduk di tepi ranjang, melihat Bayu merapikan baju-bajunya.


"Biar aku yg disofa, aku cuma nitip baju, lemari pakaian ada 2, kamu pake yg sebelah sana, aku yg sini, kamu pake kamar mandi di sini, aku yg dibawah". instruksi Bayu ke Reva.


Reva mulai membantu Bayu membereskan rumah yg hampir sebulan ditinggal Bayu pulang ke Indonesia, sesekali Reva bersin karna debu yg dikibaskannya dari alat pembersih ruangan, terlihat sekali Reva tidak pernah mengerjakan perkerjaan rumah tangga.


"Disini nggak ada pembantu, semua harus kamu kerjakan sendiri, aku juga tidak pernah memakai jasa laundri, jadi kamu cuci pakaianmu sendiri, tapi jangan khawatir, ada mesin cuci di kamar mandi bawah, kamu bisa memakainya".


"Lalu setiap hari, Mas Bayu makannya gimana?" Pertanyaan yg membuat Bayu tersenyum.

__ADS_1


"Memangnya kamu sama sekali nggak bisa masak?". Reva menggeleng lalu menunduk. Bayu menghela nafas.


"Aku akan mengajarimu pelan-pelan".


"Emang Mas Bayu bisa?"


"Semua prajurit bisa masak, bahkan seorang jendral pun mereka bisa masak". Bayu membersihkan perkakas dapur, dia mengambil pisau lalu menyerahkannya ke Reva.


"Mau apa Mas?". Bayu terkekeh.


"Masaklah, emang mau ngapain, kalau mau bunuh kamu, ngapain harus jauh-jauh bawa kamu ke LA". Bayu lalu menyerahkan beberapa sayuran untuk dikupas Reva, sementara Bayu menyiapkan bumbunya.


Bayu begitu mahir memasak, siapa sangka pria yg jutek dan kasar ini bisa lihai memainkan sodet dan wajan di dapur.


Reva melongo, menyangga kepala dengan dua tangannya di meja makan.


Bayu yg merasa diperhatikan Reva segera menghentikan aksinya.


"Jangan cuma ngliatin, sini, bawa sayur ini ke meja". Reva tergagap karna tertangkap menatap lekat suaminya.


🌹🌹


Reva membolak-balikan badannya di ranjang, matanya enggan terpejam, Reva masih mendengar suara televisi di bawah. Bayu memang masih terjaga, diapun sulit memejamkan mata meski letih menyerang tubuhnya.


Reva berjalan menuruni tangga, mengambil segelas air putih, lalu duduk di sofa seberang tempat Bayu duduk.


"Kok belum tidur Mas, bukannya besok sudah mulai kerja?".


"Besok aku masih libur sehari". jawab Bayu tanpa mengalihkan matanya dari televisi.


"Kalau aku mau jalan-jalan Mas Bayu mau nganter, tapi kalau Mas Bayu nggak sibuk".


"Kamu pengen kemana?".

__ADS_1


"Aku pengen liat Hollywood" Lanjut Reva.


"Dasar, anak konglomerat yg papanya hobi keluar negeri tapi kok anaknya belum pernah liat hollywood". Bayu sedikit mencibir.


"Mas Bayu cukup jawab mau apa enggak, nggak usah ngejek gitu".


"Kan emang gitu, papa kamu hobi banget keliling dunia tapi kamunya kayak belum pernah keluar negeri saja".


Reva diam, tapi wajahnya mulai mendung, pilihannya turun ke bawah untuk mencari teman ngobrol ternyata salah, Bayu tetaplah orang yg menyebalkan.


Reva hendak beranjak, tapi Bayu menarik tangannya.


"Besok aku ajak kamu ke tempat yg lebih indah dari Hollywood". Bayu menatap Reva.


"Benarkah?" wajah Reva seketika berubah saat Bayu menganggukan kepala untuk membalas pertanyannya. Refleks, Reva memeluk Bayu erat.


Bayu yg menyadari gerakkan didalam dadanya yg hampir diluar kendali, segera melepaskan Reva dari tubuhnya. Reva pun langsung menyadari dan menarik tubuhnya.


"Makasih Mas Bayu yg baiiiiiik". Reva membalikkan badan, melangkahkan kakinya menaiki tangga, tapi baru beberapa tingkat, Reva kembali, mencium pipi Bayu dengan tiba-tiba lalu berlari meninggalkan Bayu sambil berteriak.


"Terimakasih untuk semuanya suamiku".


Bayu membekap mukanya dengan bantal.


"Dia membuatku gila". Ujar Bayu.


Bayu semakin membekap mukanya, untuk menghilangkan bekas ciuman Reva yg sepertinya sia-sia.


🌹


🌹


🌹

__ADS_1


mohon maaf nggak bisa panjang dan sengaja dibuat yg ringan2 dulu, author sedang tidak enak badan, tapi karna janji upload tiap hari jadi tetap diusahakan,,minta doanya biar cepet sembuh ya...🙏🙏🙏😘😘😘


__ADS_2