Mawar Untuk Deka

Mawar Untuk Deka
part.14( terungkap )


__ADS_3

🌹🌹🌹


Cinta tak pernah salah, cinta datang karna terbiasa, cinta bisa datang bahkan pada saat tidak di butuhkan, cinta adalah perasaan hati yg dikendalikan oleh otak, untuk membuatnya bergetar, membuatnya berdebar, kapanpun, dimanapun, tidak tahu kepada siapa dan mengapa. Jawabnya hanya..."aku ingin dia".


🌹🌹🌹


Deka sudah sampai di Los Angeles International Airport, yang biasa di sebut LAX. Deka sudah melihat Bayu menunggu disana.


Bayu tertegun melihat Deka, dia berhasil bangun dari koma yg cukup lama, wajahnya tetap tampan, hanya badannya lebih kurus, tidak se atletis dulu.


"Hei Mas". Deka memeluk kakaknya, kakak yg selalu menyelamatkannya dari masalah ketika jaman SMA dulu, kakaknya yg juga selalu membuatnya cemburu karna Bayu sangat penurut, pintar, dan bisa menjadi kebanggaan Bapak Ibu.


"Hei berandal kecil". Bayu tertawa menepuk pundak Deka, Deka juga ikut tertawa, Deka tidak percaya bisa sebegitu akrabnya dengan Bayu.


Mobil Bayu berjalan menyusuri kota Los Angeles, Deka terpana, disinikah Reva dan putrinya hidup selama ini, membiarkannya setengah mati merindu, hampir setahun, tapi terasa belasan tahun bagi Deka.


Mobil Bayu memasuki halaman, Bayu membantu Deka membawa kopernya.


Seorang perempuan cantik, menggendong anak bayi, keluar dari pintu menyambut kedatangan mereka.


"Reva". Deka berhambur memeluknya, mencium keningnya, mencium putri kecilnya, Deka menangis, Reva pun turut tersedu.


Bayu mengambil Nesya dari gendongan Reva, memberikan waktu untuk Deka dan Reva melepas rindu, meski hati Bayu sangat sakit, tapi Bayu tidak boleh egois, Reva milik Deka sebelumnya, dan bisa dikatakan Bayu merebutnya dari Deka.


Deka duduk disamping Reva, Bayu masih menggendong Nesya, sesekali mengajaknya bicara.


"Kabar kamu selama ini gimana Va?" Deka mulai bersuara.


"Aku baik Kaa, maaf nggak bisa temeni kamu di rumah sakit, Papa menyuruhku ke Luar Negeri dan ingin aku melahirkan di sini, Papa nggak mau rekan bisnisnya tahu, aku hamil di luar nikah.


"Maafkan aku Va, aku nggak bisa dampingi kamu di masa sulit kamu, aku benar-benar minta maaf". Deka meraih tangan Reva.


Bayu meliriknya sekilas, lalu menidurkan Nesya dalam kereta doronganya.


"Semua sudah takdir Ka, untung ada Mas Bayu yg jagain aku sampai lahiran".


"Kok Mas Bayu? kata ibu selama ini kamu sama Papa kamu, dan setahuku kamu pindah ke rumah Mas Bayu baru setelah melahirkan, itupun karna Papa kamu harus balik ke Indonesia". Deka memicingkan matanya.


"Sebenarnya..." Suara Reva terputus, Bayu duduk di sofa depannya, mengisyaratkan Reva untuk berhenti bicara.


"Ada yg mau aku ceritakan ke kamu Deka". Bayu mulai bicara, Bayu pikir harus secepatnya Deka tahu.


Deka menatap Bayu...sangat tajam.


"Aku dan Reva sudah menikah".


"Apaaaaa, apaa maksud kamu Mas? ini nggak benar kan Vaa?" Suara Deka meninggi.


"Aku bisa jelasin ke kamu Deka". Reva menggengam tangan Deka, Deka mulai tersulut emosi.

__ADS_1


"Saat kita kecelakaan dan kamu koma, Papa ingin menikahkan aku dengan orang lain, dan aku menolaknya, tapi Papa ngotot, kamu tahu papa kaya apa, Papa bisa saja membunuhmu, atau membunuhku saat itu juga, tapi anak didalam perutku nggak berdosa Deka, aku nggak mau dia ikut mati. Lalu Mas Bayu menawarkan diri untuk menikahiku, setidaknya sampai kamu sembuh, agar aku dan anak kita tidak jadi milik orang lain". Reva mulai berkaca-kaca.


"Laluuu? Kalian menutupi semuanya, bahkan ketika aku sadar beberapa waktu lalu?".


"Aku hanya menunggu waktu yg tepat untuk memberitahumi Deka". Bayu menghela nafas panjang.


"Baik, sekarang aku sudah sembuh, apa yg akan kalian lakukan?".


Mereka diam cukup lama, tangan Deka mulai mengepal, dia mulai memikirkan kemungkinan yg telah terjadi diantara mereka.


"Jangan bilang kalian benar-benar menghianatiku". Deka mendekati Bayu.


"Bukan begitu Deka". Reva menarik tangan Deka, Reva takut Deka lepas kontrol, karna sudah terlihat dari nada bicaranya yg semakin meninggi.


"Reva tidak menghianatimu, aku yg menghianatimu Deka".


"Buugghh...buuhghh". Berkali-kali Deka mengarahkan bogemnya ke wajah Bayu, bahkan saat Bayu sudah tersungkur, Deka masih terus menghajarnya.


"Cukup Deka...ku mohon". Reva berteriak histeris, mencoba menghentikan Deka.


Nesya yg tengah tertidur, menangis karna terkejut. Reva segera merengkuhnya dalam gendongan, mencoba mendiamkannya.


Deka berhenti setelah puas melihat Bayu terkapar, mukanya membiru bekas pukulan, ada darah mengalir dari hidung dan sudut bibirnya. Bayu roboh di lantai, sementara Deka meraup kasar mukanya, menjambak rambutnya sendiri. Deka menjatuhkan diri di tembok disamping Bayu roboh.


Deka terus berteriak, memaki Bayu, merutuki dirinya, dia menangis, dia tergugu, jiwanya terguncang, rasa rindunya terbalaskan dengan sebuah pernyataan penghianatan.


"Hhhhaaaaaahhhh". Deka masih terus berteriak. Bayu yg masih terbaring di lantai meraih kaki Deka.


"Pukul aku sepuasmu Deka, bunuh aku jika kamu mau, tapi jangan sakiti Reva dan Nesya, mereka tidak bersalah".


Deka kembali meraih kaos Bayu, kepalan tangan Deka berayun sekali lagi ke wajah Bayu, membuat darah segar mengalir dari mulutnya. Reva yg melihat itu sudah tidak tahan lagi, Reva berlari meraih Bayu, dia menutupi Bayu dengan tubuhnya.


"Kalau kamu mau bunuh Mas Bayu, bunuh aku juga Deka". Deka tidak menyangka Reva melakukan hal itu bahkan dengan membawa Nesya dalam pelukannya.


Deka semakin frustasi, Deka memukul tembok di belakangnya, Deka berjalan sempoyongan, meraih kopornya, mengambil kunci mobil Bayu, lalu berlalu dari rumah itu.


Deka tidak mau mendengar lagi apapun penjelasan mereka, semua yg dia lihat sudah cukup membuatnya tahu Reva pun telah menghianatinya.


🌹🌹


(Deka part)


"Hanya sampai disitukah perasaanmu ke aku Vaa, setelah bertahun-tahun disisiku, kini kamu menghianatiku dengan kakakku sendiri, bahkan disaat aku sedang berjuang menghadapi kematianku, disaat aku berjuang untuk menjadi baik dimatamu, dan saat aku berjuang menjadi layak disisimu".


Deka terus menjalankan mobilnya, tanpa arah, tanpa tujuan, tanpa tahu dimana dia sekarang, luka hatinya terlalu dalam, bahkan untuk seorang berandal sepertinya, penghianatan itu terlalu menyakitkan.


Bayu, lagi-lagi mengambil apa yg menjadi miliknya. Bayu terlalu serakah.


🌹🌹

__ADS_1


Reva mengobati luka di wajah Bayu, mengompres bekas lebam hampir diseluruh wajahnya.


Bayu meringis, perih pasti, tapi sesekali dia tersenyum, dia senang Reva mengkhawatirkannya, wajahnya semakin imut jika dilihat dalam jarak sedekat itu.


"Makasih Vaa".


"Untuk apa? Mas Bayu sudah banyak membantuku sebelumnya, jadi aku harus melakukan ini untuk membalas kebaikan Mas Bayu".


"Cuma untuk membalas kebaikanku?".


Reva terdiam, dia masih takut membayangkan kejadian tadi, saat Deka menghajar Bayu.


"Aku khawatir dengan Deka, dia kemana?".


"Tenanglah, Deka akan baik-baik saja, dia akan baik setelah memukulku, selalu seperti itu dari dulu".


"Tapi dia baru sembuh Mas".


"Kamu tahu? yg paling aku takutkan justru kamu Vaa..." Bayu menarik Reva dalam pelukannya.


"Aku takut kamu tadi memilih pergi bersama Deka, aku takut kamu dan Nesya pergi bersamanya". Bayu mengecup puncak kepala Reva.


"Tapi kita bersalah Mas, apa yg kita lakukan salah".


"Aku tahu Vaa, aku akan memperbaikinya, aku akan menebus semua salahku ke Deka, aku akan minta maaf ke ibu".


"Aku benar-benar takut Mas". Reva melingkarkan tangannya, menyambut pelukan Bayu, untuk pertama kalinya, dengan tulus Reva membalas pelukan suaminya.


"Tenanglah, aku akan bersamamu, kita akan berjuang sama-sama, demi Nesya, dan percayalah, Deka akan baik-baik saja".


🌹


Jika cinta itu rumit, maka permudahlah, karna semua yg sulit akan selalu menemukan jalannya untuk keluar.


Jika harus ada yg sakit untuk bahagia, maka biarkanlah, lalu obatilah, karna dengan rasa sakit kita belajar untuk menemukan kebahagian yg sesungguhnya.


🌹


🌹


🌹


akhirnyaaaa...selesai juga part ini, setelah seharian bingung bagaimana nanti kalau mereka bertiga ketemu.


terimakasih untuk yg terus menunggu up, semoga part ini tidak mengecewakan.


🙏🙏🙏


💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2