
🌹🌹🌹
Sepanjang perjalanan pulang, Deka dan Reva sibuk dengan pikiran masing-masing, Reva sedikit takut bagaimana harus menghadapi papa nanti, sedang Deka sibuk memikirkan bagaimana dia nanti setelah menikah.
Mobil Deka melaju dengan kecepatan sedang, tapi tiba-tiba sebuah mobil sport merah menyalip dengan kecepatan tinggi, padahal, di depannya sebuah truk bermuatan pasir tengah melaju dengan pelan, sementara dari arah yg berlawanan, sebuah bus malam melaju dengan kecepatan yg cukup kencang, akhirnya kecelakaan tak bisa dihindari, mobil merah tadi menghantam bus dari arah berlawanan, lalu terpental menghantam mobil yg dikendarai Deka.
Terakhir, Deka mendengar Reva memekik keras, darah yg menutupi wajahnya membuat pandangannya kabur dan seketika gelap.
🌹
Reva menatap sekeliling ruangan, Papa duduk di sofa putih, disampingnya ibu Deka dan Mas Bayu. "Dimana Deka?". Mata Reva menjelajahi seluruh ruangan, dia tahu sekarang sedang terbaring di rumah sakit.
"Paaa..." Suara lirih Reva sontak membuat ketiga orang diruangan itu kaget, mereka tidak menyadari kalau Reva sudah sadar.
"Biar saya panggil Dokter Om". Bayu meninggalkan ruangan.
Pak Hadi Wijaya, yg tak lain Papa Reva mendekati Reva.
"Masih pusing Va?". Reva menggeleng.
Tak berapa lama Dokter datang. Memeriksa dengan teliti kondisi Reva.
"Tidak ada yg bahaya dengan kondisi Nona Reva Pak, beruntung juga janinnya bisa dipertahankan, dia sangat kuat, nanti setiap 3 jam perawat akan memeriksa kondisi Nona Reva, saya permisi".
Pak Hadi tahu Reva hamil dari dokter yg menanganinya di UGD, marah pasti, tapi mau marah dengan siapa? Untung Pak Hadi hanya 2 hari di luar negeri, kalau seminggu? Berapa lama lagi Reva akan menutupi kebohongan ini?".
"Reva minta maaf Pa". Reva menggengam tangan Pak Hadi.
Pak Hadi menghela nafas, dia tak akan pernah bisa marah dengan kondisi Reva yg seperti ini.
Ibu Deka yg dari tadi diam di sofa mendekat.
"Saya minta maaf atas nama anak saya Pak, saya akan bertanggungjawab". Ibu Deka ikut mendekat.
"Tanggung jawab?" Pak Hadi menatap ibu Deka tajam.
__ADS_1
"Iya keluarga kita akan bertanggung jawab, seperti yg saya ceritakan kepada Bapak sebelum Reva sadar". Bayu berdiri disamping ibu, mengusap bahunya.
"Dengan sopir taksi itu? Tidak !!!, bahkan dia sekarang koma, bagaimana dia akan bertanggung jawab atas Reva?".
"Anak saya pasti akan sadar Pak". Ibu meyakinkan.
"Berapa lama? kalian tahu sekarang Reva hamil 3 bulan, harus berapa lama menunggu anak kamu yg brengsek itu sadar heeh, sampai perut Reva membesar?" Nada tinggi Pak Hadi membuat Reva terisak, dia juga baru tahu kalau Deka koma.
"Aku akan menikahkan Reva dengan orang lain". Lanjut Pak Hadi
"Reva nggak mau Pa". Reva makin terisak.
"Kamu mau bikin Papa malu karna kamu hamil tanpa suami haaah".
Reva meremas seprei rumah sakit.
"Bagaimana kalau kita tunggu Deka sadar, beri Deka setidaknya satu bulan, saya mohon Pak". Bayu mulai berani angkat bicara
"2 minggu, saya persiapkan pernikahan Reva dalam 2 minggu, kalau adik kamu tidak sadar, aku akan menikahkan Reva dengan orang lain".
Bayu menghela nafas, semoga ada mukjizat setelah ini.
🌹
Ibu memandang Deka dari balik kaca, dia belum juga sadar, bahkan sampai hari ini Reva sudah diperbolehkan pulang, Deka masih terlelap dalam komanya. Waktu yg diberikan Pak hadi tinggal 10 hari.
"Bangun Nak...kasihan anak kamu yg ada di perut Reva". Ibu mengelap ujung matanya yg basah.
Ibu Deka teringat beberapa tahun lalu sebelum Deka memutuskan pergi meninggalkan rumah.
Saat itu untuk kesekian kali Ibu Nurul ( ibu Deka ) harus berurusan dengan polisi, kalau biasanya karna tawuran atau perkelahian kali ini karna kasus narkoba. Deka tertangkap membawa sabu-sabu di cafe tempat biasanya dia tongkrong, saat itu harusnya Deka mulai masuk kuliah, tapi dia malah mendekam di penjara, saat itu Bayu sedang dinas di Australia, jadi tidak bisa langsung pulang untuk membantu Bu Nurul.
Satu bulan Deka dipenjara, sampai pembebasan bersyarat yg Bayu ajukan di setujui.
Sampai dirumah Deka di pukuli oleh Bayu, seperti terakhir kemarin sebelum Bayu kecelakaan, Ibu Nurul sudah tidak bisa lagi membela Deka, tingkah laku Deka selama ini sudah benar-benar kelewatan.
__ADS_1
Hingga saat tengah malam, saat Ibu dan kakaknya terlelap Deka pergi meninggalkan rumah, Deka pergi jauh tanpa membawa nama atau memanfaatkan kakaknya lagi.
🌹🌹
Bayu menyentuh pundak Ibu yg masih berdiri di depan kaca ruang ICU.
"Ibu makan dulu, biar Bayu yg jaga Deka".
"Kamu sudah makan Yu". Bayu mengangguk, menjatuhkan diri di kursi panjang ruangan itu. Ibu ikut duduk di sebelahnya.
"Kalau sampai batas waktu Deka belum bangun gimana Yu?" Kata ibu sedikit gusar.
"Aku yg akan menikahi Reva". Ibu kaget, sontak ibu menarik kedua bahu Bayu, menatapnya lekat.
"Maksud kamu apa Yu, Ibu nggak ngerti".
"Bayu sudah pikirkan Bu, kita tidak akan pernah tahu kapan Deka sadar, sebulan lagi aku sudah harus berangkat ke LA, jatah cutiku hampir habis bu, aku nggak mau anak Deka jadi anak orang lain, nanti kalau Deka bangun dari komanya, aku akan ceraikan Reva, dan dia bisa kembali pada Deka".
"Tidak akan semudah itu Yu, Pak Hadi belum tentu setuju, dan bagaimana dengan Reva? dia juga pasti menolak, jangan gegabah Yu". Ibu mencoba menasehati.
"Hari ini aku akan coba bicara dengan Reva, jika Reva setuju, aku akan langsung bicara ke Pak Hadi".
"Maafkan Deka Yu, dia selalu merepotkan kamu". Ibu memeluk Bayu.
"Justru Bayu yg harusnya terima kasih ke ibu yg sudah sayang dan tulus merawat Bayu selama ini, mungkin inilah saatnya Bayu harus membalas kebaikan ibu".
Ibu semakin terisak, anak yg dia besarkan dengan kasih sayang tumbuh dengan sangat membanggakan, meskipun Bayu tidak lahir dari rahimnya.
🌹
🌹
🌹
Siapa Bayu sebenarnya???
__ADS_1
dibantu like dan komen ya biar up terus
🙏🙏🙏