
🌹🌹🌹
Reva sudah sehat, Reva sudah bisa melakukan aktivitas seperti biasanya, dia sudah bisa mengurus Nesya sendiri. Bayu juga sudah mulai bekerja. Dia hanya mendapat cuti satu minggu untuk mengurus kelahiran Nesya, tapi karna cuti 6 bulannya tidak diambil, jadi dia bisa menemani Reva lebih lama.
Bayu merasa kalau Nesya adalah darah dagingnya, saat dikantor, bayangan Nesya yg menggemaskan membuat Bayu ingin segera pulang, menggendongnya, menciumnya, dan tentu saja membuatnya tertidur dalam pelukannya. Bayu bukan hanya menyukai Reva, tapi Bayu sungguh sudah jatuh hati pada Nesya. Bagaimana jika Deka mengambilnya?
Seolah tahu Bayu memikirkannya, sambungan telpon dari Deka membuat Ponselnya berdering.
"Halo Mas".
"Ya Deka".
"Maaf baru bisa menghubungimu, aku baru menyelesaikan operasi terakhirku, sekarang aku benar-benar sembuh".
"Syukurlah, ibu sudah pasti sangat senang".
"Pekan depan aku usahakan ke LA, aku ingin bertemu Reva dan putriku, Mas Bayu bisa menjemputku?".
"Tentu Deka, tapi apa kamu yakin mau melakukan perjalanan jauh sampai kesini dengan kondisi kamu yg baru saja sembuh". Bayu mencoba meyakinkan.
"Iya Mas, aku sangat merindukan Reva".
Deg...
Ada yg mencubit hati Bayu, Deka sudah kembali, Deka mungkin akan segera mengambil Reva darinya.
Bayu tampak mulai gelisah.
"Mas".
"Ya Deka".
"Tolong titip Reva sebentar lagi, aku akan membalas semua kebaikan Mas Bayu padaku dan keluarga kecilku".
"Ya Deka, kamu nggak usah merasa berhutang padaku, aku harus kerja lagi, nitip salam buat Ibu, jaga diri kamu baik-baik". Bayu memutus sambungan telpon.
Bayu menghantam kaca wastafel di kamar mandi ruang kerjanya, Bayu memerosotkan tubuhnya ke lantai, tangannya yg berdarah meraup rambutnya, Bayu mengerang frustasi, di satu sisi dia mencintai Reva, tapi disisi lain Deka adalah adiknya, anak kandung ibu Nurul yg membesarkannya dengan penuh kasih, kalau dia merebut Reva dari Deka, kalau Deka terluka karna penghianatannya dengan Reva, bagaimana dengan perasaan Bu Nurul?
"Tok..tok...tok". Pintu ruangan Bayu diketuk.
Clara berdiri disana, Clara mengedarkan pandang ke seluruh ruangan Bayu, suara kran di kamar mandi membuat Clara tahu Bayu ada disana.
Bayu keluar dari kamar mandi, wajahnya basah, dan Clara melihat luka yg masih berdarah di tangannya.
"Kamu kenapa Bay". Clara menarik tangan Bayu, menariknya di kursi, mencari kotak P3k.
Bayu tetap diam, pikirannya kacau, dia tak ingin suasana hatinya yg buruk akan membuatnya berucap buruk, dia tidak mau menyakiti clara.
Clara pun diam, dia tahu Bayu pasti punya masalah yg tidak bisa diceritakan padanya, dia membersihkan luka Bayu tanpa suara, sesekali meliriknya yg menatap kosong ke tembok. Bayu memang disini, tapi jiwanya berlari entah kenapa.
"Makasih Clara". Clara mengangguk, mengambil air minum, lalu memberikannya ke Bayu.
"Aku antar kamu pulang, biar aku yg setir, aku sekalian mau kasih hadiah buat Nesya, tadinya mau aku titipin kamu, tapi melihat kamu seperti ini, aku mengkhawatirkan kamu di jalan".
Clara benar...Bayu mungkin takkan bisa menyetir sendiri, bukan karna luka di tangannya, tapi luka di hatinya.
🌹🌹
__ADS_1
Mobil Bayu berhenti tepat di halaman. Reva yg sedang menggendong Nesya menyambutnya, tapi Reva terkejut ketika melihat tangan Bayu di balut perban, dan Clara bersama dirinya.
"Hei Reva, maaf baru bisa kesini, uuh cantiknya anak kamu". Clara mencubit pipi Nesya, Reva tersenyum hangat menyambut kedatangan Clara. tapi saat melihat Bayu yg langsung meninggalkan mereka, membuat Reva bertanya-tanya.
"Tangan Mas Bayu kenapa Clara?". Reva mencoba mencari tahu dari Clara.
"Aku nggak tahu Va, aku menemuinya di kantor dan Bayu sudah seperti itu".
Reva mengajak Clara masuk, meminta Clara menunggu sebentar, Reva pamit menidurkan Nesya.
Sampai di kamar, Reva mendengar suara kran mengalir dari kamar mandi, dia tahu Bayu sedang mandi, Reva menyiapkan pakaian ganti, menaruhnya diranjang, lalu kembali turun menemui Clara.
Clara banyak bercerita tentang pekerjaannya, tentang awal mula dia kenal dengan Bayu, dan bagaimana dia bisa begitu dekat dengan Bayu, cerita Clara seolah mengingatkan Reva bahwa Bayu pernah berjanji untuk bersama Clara, tapi Reva merebutnya, Reva membuat Bayu berpaling dari Clara.
Bayu yg tidak sengaja mendengar percakapan mereka merasa semakin bersalah dengan clara.
Bayu berjalan mendekati mereka, duduk disamping Reva.
"Maaf Mas, aku ke atas dulu, silahkan ngobrol sama Clara". Reva beranjak, tapi Bayu meraih tangannya.
"Duduk".
Nyali Reva menciut, dia tahu Bayu sedang tidak dalam kondisi yg baik. Reva kembali duduk.
"Sebelumnya aku minta maaf Clara". Bayu mulai membuka suara, Clara yg dari tadi menangkap sesuatu yg janggal antara Bayu dan Reva hanya bisa diam, menunggu apa yg akan terjadi.
"Aku pernah menjanjikan sesuatu padamu, dan maaf aku tidak bisa menepatinya".
"Karna Reva?". Clara langsung menyahut, membuat Reva semakin menundukkan wajahnya.
"Aku cuma tidak ingin kamu terluka Clara".
"Aku sungguh minta maaf Clara, kalau semua ini karna aku". Reva berucap pelan sambil tetap menundukkan wajahnya.
"Aku naik dulu, kalian selesaikan masalah kalian, aku terima apapun keputusan Mas Bayu". Reva kembali beranjak, tapi lagi-lagi tangan Bayu mencegahnya, bahkan kini tidak melepas genggamannya.
"Aku mencintai Reva, Clara.., maafkan aku".
Clara terisak, Reva pun ikut menitikkan air mata, pernyataan Bayu tadi cukup mengejutkan buat Reva, Bayu bahkan belum pernah mengatakannya, tapi sekarang, yg Bayu lakukan justru langsung memukul dua perasaan, Clara dan Reva.
"Baiklah Bay, aku menerima keputusanmu, semoga kamu dan Reva bahagia". Clara beranjak meninggalkan mereka, saat sampai di depan pintu Bayu menarik tangannya, memeluknya erat.
"Aku sungguh minta maaf Clara, maafkan aku, aku sungguh tidak bisa hidup tanpa Reva dan Nesya". Clara mengangguk, dia mengerti, meski hatinya tersakiti.
"Aku antar kamu pulang". Lanjut Bayu.
Clara menggeleng.
"Aku naik taksi saja".
Clara berlalu, meninggalkan sejuta rasa bersalah dalam diri Bayu juga Reva.
Reva masih duduk ditempatnya, Bayu segera menghampiri.
"Kasihan Clara Mas". Reva memberanikan diri menatap Bayu.
"Aku tahu, tapi apa yg ku katakan benar Va, aku mencintaimu".
__ADS_1
"Sejak kapan Mas?". Reva mencari tahu.
"Entahlah, aku hanya ingin selalu bersama kamu, didekatmu, memelukmu, melakukan semuanya denganmu".
"Tapi itu tidak ada dalam perjanjian kita Mas..!".
Bayu mendekatkan wajahnya.
"O ya..aku lupa...tapi saat aku memelukmu bukankah kamu menyukainya?".
Reva menarik wajahnya menjauhi Bayu, tapi Bayu menarik tengkuknya, dan kini merapatkan wajahnya.
"Aku bahkan bisa menghitung seberapa cepat jantungmu berdetak, aku bisa merasakan tubuhmu bergetar, aku bisa tahu kamu merasakan hal yg sama denganku Va".
Reva mendorong dada Bayu agar menjauh, tapi Bayu justru menariknya masuk dalam pelukan.
"Pekan depan Deka datang, dia akan membawamu dan Nesya pergi dariku, pertimbangkan apa yg akan kamu lakukan setelah tahu perasaanku, aku rela jika kamu memang memilih Deka, aku bisa mengembalikanmu padanya". Bayu melepaskan pelukannya, mencium kening Reva, lalu berjalan meninggalkan Reva yg masih mematung di sofa.
🌹
( Reva part )
Deka, apakah aku telah lupa dengan keberadaanmu? benarkah perasaanku ke Mas Bayu telah melebihi perasaanku kepadamu.
Deka, aku harus bagaimana menghadapimu nanti? Apa yg akan kamu lakukan pada Mas Bayu jika kamu tahu dia juga mencintaiku, dia suamiku. Dan apa yg akan kamu lakukan padaku?
🌹🌹
( Bayu part )
Jujurlah pada perasaanmu Va, aku bahkan rela jika harus mati untuk memperjuangkanmu.
Sepekan lagi, aku tunggu keputusanmu, kembali kepada Deka, atau memilih bersamaku.
Meski harus terluka, aku hanya ingin kamu dan Nesya bahagia.
🌹
Bayu merebahkan tubuhnya disamping Reva yg sudah lebih dulu berbaring membelakanginya.
Bayu mulai menghitung mundur, sepekan bukanlah waktu yg lama, Reva dan Nesya mungkin akan segera pergi dari sisinya, Bayu hanya ingin menikmati waktu yg sebentar itu, mendekap Reva dalam tidurnya. Memiliki Reva meski sebentar saja.
Bayu dan Reva, 2 perasaan yg terjebak dalam sebuah kesalahan dengan nama "pernikahan".
🌹
🌹
🌹
maaf baru bisa up...
super ngebut bikin part ini, karna banyak pekerjaan yg harus diselesaikan hari ini.
semoga tidak mengecewakan..
kalau banyak typo dimaklum ya..
__ADS_1
🙏🙏🙏
😍😍😍