
🌹🌹🌹
Deka bersandar pada taksinya, ia menyulut sebatang rokok, menghisapnya pelan lalu menghembuskannya panjang, sebelah tangannya masuk ke kantong celana jeans yg bagian lututnya robek, bukan karna mengikuti mode, tapi memang celana itu robek dengan sendirinya. Matanya terus mengawasi jalan keluar kampus tempat Reva belajar, 1 jam lebih 20 menit Reva muncul menggapit lengan Marsha sahabatnya. Deka melambaikan tangannya lalu berjalan mendekat, bukan tersenyum, bibir Reva cemberut, mungkin karna kejadian kemarin, Reva masih kesal.
"Tuh udah dijemput sang pangeran". Ucap Marsha melepaskan gapitan tangan Reva.
"Hai Shaa, pa kabar?" Sapa Deka
"Baik kaa, Nih tuan putrinya cemberut, minta jatah kali". Marsha tertawa menggoda Reva yg mulai belingsutan.
"Kalau gitu biar aku bawa ya tuan putrinya". Deka mengulurkan tangan yg serta merta disambut Reva
"Dah bawa aja, kalau masih ngambeg tukerin aja sama kucing". Reva meninju sahabatnya yg asal nyeloroh.
Marsha terpingkal, lalu berlari meninggalkan mereka.
Sepanjang perjalanan mereka hanya diam, sesekali Deka melirik wajah Reva, lalu perutnya.
"Va, mau ikut aku nggak?" Kata Deka memulai pembicaraan.
"Kemana?"
"Ke Semarang, ke rumahku, kita ketemu ibu dulu, siapa tahu ibu bisa bantu".
"Aku nggak mau, Aku malu".
"Nggak papa kita coba aja dulu, yg penting jangan gugurin anak itu dulu".
"Kapan?"
"Kamu bisa ijin ke papa kamu sekarang?"
"Papa ke Surabaya, seminggu disana, cuma ada pembantu dirumah".
"Ya udah kita pergi sekarang, aku ambil sesuatu dulu ke rumah, kamu mau ikut masuk atau tunggu di mobil?"
"Aku tunggu di sinj aja".
"Hhmm".
Deka masuk ke dalam rumah, tak lama kemudian keluar, membawa sebuah kardus dan memasukkannya ke bagasi.
"Trus aku nggak bawa baju?"
__ADS_1
"Aku antar kamu pulang dulu, baru kita ke Semarang?"
#
Perjalanan Jakarta Semarang cukup membuat lelah, Reva lelap dikursinya, sesekali Deka menyelipkan rambut Reva yg berantakan dengan sebelah tangannya yg tidak memegang kemudi, Deka ingat sekali bagaimana dia mengenal Reva. Reva langganan taksi Deva dari jaman SMA, waktu itu Reva dan 2 orang temannya naik taksinya, dua orang teman Reva yg genit mulai menggoda Deka, terang-terangan minta jadi pacarnya, tapi Deka hanya membalas dengan senyuman.
Berkali-kali mereka sengaja naik Taksi Deka, mereka rela jalan lebih dari 500meter untuk sampai ke pangkalan taksi tempat Deka biasa nongkrong. Lama-lama semakin akrab, dari mulai bercanda akhirnya tukeran nomer telpon, Deka dan Reva sama-sama jatuh cinta, tapi mereka pacaran di belakang kedua temannya, karna Reva tau kedua temannya juga tertarik dengan Deka.
"Udah sampai mana Kaa". Pertanyaan Reva membangunkan lamunan Deka
"Ini bentar lagi, tinggal 2 gang depan udah nyampai, kalau masih ngantuk tidur lagi aja". Reva menggeleng, membenarkan duduknya lalu mengusap kaca mobil disampingnya yg mulai terlapisi embun.
Deka memarkir mobil disamping sebuah sedan hitam yg dia sangat tahu siapa pemiliknya.
"Siaal". Deka memukul kemudi sambil berdecih
"Kenapa".
"Mas Bayu dirumah".
"Trus?" Reva bertanya lagi
"Gimana lagi udah nyampe sini".
Tok...tok...tok...
Seorang wanita berusia 50 tahunan membuka pintu, terkejut, lalu secepat kilat merengkuh putranya yg sudah lama tidak pulang.
"Dekaaa, Apa kabarmu Nak". Masih memeluk Deka.
"Baik bu, ibu sehat? Maafkan Deka bu".
"Ibu baik, sudah ayo masuk". Ibu menarik Deka dan baru menyadari ada orang lain bersama Deka.
"Ayo masuk Nak". Ibu menarik Reva masuk kedalam rumah.
Mereka duduk diruang tamu.
"Ini siapa Dek, cantiknya?" Ibu mengelus lengan Reva.
"Reva bu". Sahut Reva pelan.
"Temen Deka?" Reva mengangguk.
__ADS_1
"Deva ke sini mau minta tolong ibu, Reva hamil anak Deka bu".
"Apaaaaa?" Sontak perempuan itu menutup mulutnya. Bayu yg dari tadi mendengar dari ruang tengah segera keluar.
"Buuuggghhhh". Sebuah bogem mentah menghantam pipi wajah Deka, ibu dan Reva menjerit ketakutan.
Tapi seolah tanpa ampun Bayu menghajar Deka.
"Anak tidak tahu diuntung, brengsek". Bayu mengakhiri pukulannya setelah sang ibu menemboki tubuh Deka dengan tubuhnya.
"Cukup, ibu mohon Bayu...cukuuup". Ibu terisak. Reva mendekap Deka yg roboh dilantai.
Setelah emosi Bayu mereda, ibu mengobati luka Deka, Reva terus menunduk, tangannya meremas ujung kemejanya,berkeringat dan dingin, dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini dirumah kekasihnya.
Deka mulai bercerita dari awal sampai akhirnya Reva hamil. Bayu menyimak, satu kakinya dilipat, kedua tangannya sedekap, wajahnya tampan, hampir mirip dengan Deka, tapi sikapnya sama sekali tidak ramah, senyumnya sinis, Reva takut melihat Bayu.
"Lalu rencana kamu sekarang apa?" Tanya Bayu.
"Aku mau menikahi Reva, tapi Reva belum mau menikah, dan tidak mudah mendapat restu papa Reva, dengan statusku yg hanya sopir taksi".
Bayu mengalihkan pandangan ke Reva
"Kenapa kamu tidak mau menikah hehh?"
"Reva masih ingin kuliah, lalu meneruskan perusahaan papa". Reva tetap menunduk.
"Hhhhmmm". Bayu menghela nafas.
"Kalian tidak boleh aborsi, itu sama saja dengan menjadi pembunuh, aku akan ketemu papamu, biar si brengsek ini tanggung jawab, biar dia ngerti rasanya jadi orang tua, setelah itu aku bantu kamu cari kerja yg lebih layak, untuk menafkahi anak konglomerat modal jadi supir taksi nggak bakal cukup" Sarkas bayu, membuat Deka ingin menyumpal mulutnya, tapi dia butuh kakaknya saat ini, dengan kakaknya yg seorang perwira, mungkin papa Reva akan merestuinya.
Reva menggigit bibirnya, dia tidak pernah tahu kalau kakak Deka seorang anggota pasukan khusus yg bertugas di Luar Negeri, pangkatnya membuat nyali Reva menciut, bagaimanapun dia lebih mengerti hukum, kalau Reva nekat aborsi bisa-bisa dia berakhir dipenjara. Reva akhirnya mengikuti kemauan Deka dan keluarganya. Setelah papa Reva pulang nanti, keluarga Deka akan segera melamar.
🌹🌹🌹
Menginap sehari di rumah Deka, kehangatan ibu yg tidak pernah Reva rasakan kini bisa dia rasakan, lalu kenapa Deka nasibnya bisa sangat berbeda dengan kakaknya? Reva ingin mengikuti arusnya, biarlah suatu saat Deka menceritakan sendiri kisahnya, mungkin ada yg memang harus dirahasiakan untuk menutupi luka yg terlalu dalam.
🌹
🌹
🌹
masih ditunggu like dan komennya, silahkan tinggalkan jejak ya...🙏🙏🙏
__ADS_1
😍😍😍