Mawar Untuk Deka

Mawar Untuk Deka
End.Part


__ADS_3

🌹🌹🌹


Masa lalu adalah potongan puzzle yg tidak akan bisa tertempel rapat seperti sebuah lukisan, tapi setiap kepingannya selalu membuat kita tertarik untuk terus memainkannya, membongkar, lalu kembali menyusunnya.


Yaa...kita hanyalah kepingan puzzle dari masa lalu yg tetap terikat, tanpa mengikat.


🌹🌹


Deka menegakkan tubuhnya, tapi mata yg biasa tajam itu hanya menatap sayu, Pak Hadi melayangkan pukulannya sekali lagi, tapi kali ini bukan ke arah Deka, tapi ke tembok di sisi Deka. Bayu mendekat, menahan Papa mertuanya, menuntunnya untuk duduk disamping Reva yg tengah menangis tersedu. Sebelah tangan Reva yg tidak terluka mencoba menjangkau tangan Papanya.


"Maafkan Reva Paa, ini bukan salah Deka." ucap Reva disela tangisnya.


Pak Hadi hanya mampu menatap putrinya, putri semata wayangnya yg pernah jatuh terlalu dalam bersama Deka, yg kini menjadi adik ipar Reva.


"Setelah ini kamu ikut Papa, bawa Nesya, jangan hidup lagi bersama mereka." ucap Pak Hadi yg masih diliputi emosi.


"Maaf Pa...tapi Reva istri saya, saya mencintai Reva dan Nesya Pa." Bayu menyela.


Kini Bayu duduk di samping Reva.


"Tapi Reva tidak mencintaimu, dia mencintai pengecut itu." Pak Hadi melemparkan jari telunjukknya ke arah Deka.


Reva menggelengkan kepala.


"Reva mencintai Mas Bayu Paa, Reva nggak mau pisah sama Mas Bayu." Reva tergugu, menggenggam lengan papanya.


Pak Hadi diam, cukup lama, setelah tampak cukup berpikir Pak Hadi membuka suara.


"Baik, Papa ijinkan kamu tetap hidup bersama Bayu, dengan syarat Bayu harus mau meneruskan usaha Papa, kamu berhenti dari tempat kerjamu, biarkan Reva dirumah mengurus Nesya, dan kamu yg meneruskan usaha Papa."


Sekarang Bayu kembali dalam dilema, dia sudah sangat mencintai pekerjaannya, perjalanan dan perjuangan panjang untuknya bisa menjadi seorang prajurit berpangkat, dan kini dia harus memilih...


Keluarga, atau pekerjaannya?


🌹🌹


2 minggu Reva dirawat, akhirnya Reva diperbolehkan pulang, meski Reva masih harus menggendong tangannya, tapi kodisi luka Reva yg lain sudah membaik.

__ADS_1


Bayu dan Reva pulang ke rumah Pak Hadi.


"Kamu makan dulu Va." Bayu membawa nampan berisi makan malam ke kamarnya, Reva masih terbaring di ranjang, usai minum obat siang tadi Reva lebih banyak tidur, tubuhnya sedikit lemas untuk melakukan aktivitas diluar kamar.


Reva menyandarkan dirinya di kepala ranjang, dengan telaten Bayu menyuapi Reva, sesekali ikut memasukkan sesuap ke dalam mulutnya, Bayu manatap wajah Reva yg masih sedikit pucat, Bayu merasa Reva kembali, tatapan mata Reva yg tulus untuknya, Reva yg hanya miliknya.


"Mas Bayu nggak pulang ke LA?" tanya Reva saat Bayu meletakkan piring kosong ke meja.


"Aku sudah mengajukan surat pengunduran diri, aku akan menuruti Papa, asal bisa bersama kamu dan Nesya, apapun akan aku lakukan." Reva merengkuh tubuh suaminya, ada isakan yg tertahan dalam pelukannya, Reva sungguh sangat menyadari bahwa Bayu adalah yg terbaik untuk dirinya.


"Maukah kamu berjanji sesuatu untukku Vaa?" Bayu melepaskan pelukannya.


Reva mengangguk tanpa melepaskan manik mata mereka yg saling beradu.


"Maukah kamu menemaniku sampai ajal menjemputku?"


Tanpa menjawab Reva merengkuh tubuh Bayu, Reva terisak, cinta Bayu padanya yg tidak pernah berubah meski Reva telah melukainya.


Reva melepaskan pelukannya, mengangguk pelan.


"Bolehkan aku minta sesuatu dari Mas Bayu?" Bayu melekatkan matanya, mendekatkan jarak tubuhnya.


Reva mengecup bibir Bayu, membiarkannya lama di sana, dan Bayu masih menunggu apa yg diinginkan Reva, Reva kembali mengecup Bayu, dan kali ini bukan hanya sekedar kecupan, dengan sedikit tersenyum Bayu menyambutnya, sampai mereka terengah kehabisan nafas, dengan dahi yg masih menempel nafas mereka beradu.


"Aku mau Mas Bayu menciumku seperti ini setiap malam, aku ingin Nesya punya adik." Bayu tersenyum, lalu kembali mencium istrinya, lalu memeluknya, ingin rasanya Bayu melakukan lebih, tapi kondisi fisik Reva tidak memungkinkan.


Bayu memeluk Reva sepanjang malam, cintanya bertambah setelah rumah tangganya mengalami ujian, dan Bayu akan memeluk Reva di sepanjang hidupnya.


🌹🌹


Sekar melipat mukenanya, setelah lebih dulu mencium punggung tangan Deka, sementara Mawar sudah berlalu bersama Mbak Santi.


"Masih sakit Mas...?" Sekar mengusap sudut bibir Deka yg berdarah tadi.


"Sudah sembuh kok sayang, cuma segitu nggak masalah." Deka merebahkan dirinya, menggunakan kaki Sekar sebagai bantalnya, wajah Deka menatap perut Sekar yg sudah membuncit, mengusapnya pelan, sambil tersenyum sendiri.


"Kamu mau anak laki-laki apa perempuan?" tanya Sekar pelan.

__ADS_1


"Aku mau anak laki-laki, kalau perempuan kan aku sudah punya dua, ada Mawar ada Nesya, nanti kalau perempuan lagi, aku takut nggak punya saingan." Deka melebarkan senyumnya.


"Kalau ternyata dapet perempuan lagi gimana?" kini Sekar mengusap rambut Deka, sesekali mengusap ujung bibir bekas pukulan Pak Hadi.


"Ya buat lagi dong, pokoknya sampai dapet laki-laki."


"Enak aja." Sekar mencubit hidung Deka.


"Kan emang enak bikinnya." kini Deka tertawa, yg dibalas cubitan oleh Sekar.


"Makasih ya Sekar." Deka duduk menghadap Sekar.


"Harusnya aku yg terimakasih ke Mas Deka karna sudah memilih aku." ucap Reva ringan.


Deka membuka jilbab Sekar, mengusap rambutnya, mencium keningnya.


"Makasih sudah menjadi bagian hidupku, menerima semua kekuranganku, menerima semua masa laluku, hiduplah denganku sampai akhir nanti Sekar, aku ingin menjadi tua dan mati di sisimu."


Kini mereka saling berpeluk, perasaan mereka yg pelan-pelan tumbuh justru membuat cinta yg mereka rasakan semakin kuat, jiwa mereka tak lagi rapuh oleh takdir yg pernah memberikan catatan berat dalam perjalanan hidup mereka berdua.


🌹


Bayu dan Reva, Sekar dan Deka, cinta yg bermula dari sebuah kesalahan, melalui sebuah perjalanan panjang, saling terluka dan melukai, saling membenci dan menghakimi, tapi cinta tetaplah cinta. Mereka akan berlabuh pada tempat yg semestinya.


Tidak ada yg kebetulan di dunia ini, jika bukan karna rekayasa manusia, maka semua itu memang telah dituliskan Tuhan dalam catatan takdirnya.


END


🌹🌹


trimakasih untuk like dan komennya..


semoga masih tetap setia membaca tulisan saya di judul berikutnya..


"Mama Untuk Rien"


🙏🙏🙏

__ADS_1


💖💖💖


__ADS_2