
🌹🌹🌹
Reva membesuk Deka hari ini, kondisinya sudah cukup baik, hanya tinggal beberapa bekas luka gores yg sudah mulai mengering.
Reva duduk disamping Deka, berkali-kali mencoba mengajaknya bercerita, tapi Deka bergeming, sampai Bayu datang menghampiri.
"Ada yg harus kita bicarakan Va, bisa ikut aku sebentar?". Reva mengangguk, mengikuti Bayu yg berjalan ke arah kantin rumah sakit.
Mereka duduk berhadapan, Reva menunduk, karna sejak awal ketemu Bayu, Reva sedikit takut. Bayu mengela nafas, lalu menyandarkan punggungnya dikursi.
"Waktu yg diberikan Papamu pada Deka untuk menikahimu tinggal beberapa hari lagi, kalau Deka belum sadar dari koma, Papamu tetap akan menikahkan kamu dengan orang lain, Kamu mau?".
Bayu masih melihat Reva menunduk, lalu menggeleng. Bayu menatap iba pada gadis didepannya.
"Kalau kamu tidak mau, apa yg akan kamu lakukan?". Reva mulai menegakkan wajahnya, mencoba menatap Bayu.
"Aku tidak mau menikah dengan orang lain, meski papa membunuhku". Ucapan Reva sedikit bergetar.
"Berarti kamu juga membunuh anakmu, anak itu tidak berdosa". ada penekanan nada dalam ucapan Bayu.
"Lalu aku harus bagaimana? Harus nurut sama Papa, nikah sama orang yg nggak aku kenal gitu?".
Bayu menegakkan tubuhnya, tatapan matanya tak setajam kemarin.
"Kamu mau menikah sama aku?".
"Mas Bayu gila, Deka itu adikmu Mas, dia Bapak dari anak yg aku kandung". sahut Reva meninggi.
"Justru karna Deka adikku, aku tidak mau keponakanku dirawat orang lain,lalu membawamu dan anakmu pergi jauh, aku ingin dia tetap dekat dengan Deka".
"Aku nggak mau". Reva menunduk, matanya berkaca-kaca.
"Aku janji, aku hanya akan menikahimu diatas kertas, aku tidak akan menyentuhmu, atau semacamnya, dan setelah Deka sadar, aku akan menceraikanmu".
Reva diam, dia masih belum bisa mencerna apa yg Bayu inginkan.
"Lalu bagaimana dengan Papa?".
"Aku akan bicara dengan Papamu, waktuku juga nggak lama Va, sebulan lagi aku tugas ke LA, cutiku hampir habis".
"Apa nggak ada jalan lain selain menikah dengan Mas Bayu?".
"Tidak Va, demi anak kamu dan Deka, kalau Deka bangun nanti, aku akan bicara dengannya".
"Baiklah, asal Mas Bayu janji hanya menikahi Reva diatas kertas, bukan seperti suami istri lainnya".
"Aku janji Va, aku antar kamu pulang, sekalian aku ngomong ke Papamu". Bayu bangun dari duduknya, berjalan mendahului Reva, menuju tempat parkir mobilnya.
Reva masih bingung dengan keputusannya, apakah keputusannya menikah dengan Mas Bayu adalah jalan keluar terbaik untuk anak yg dikandungnya?.
🌹🌹
__ADS_1
Anak kecil itu belum mau masuk ke rumah, dia masih memegang ujung kemeja belakang Pak Surya, Bu Nurul yg berdiri membukakan pintupun tak kalah bingung.
"Siapa dia Mas?". Tanya Bu Nurul yg saat itu masih menggendong Deka yg baru berumur 1 tahun.
"Ajak dia masuk dulu, nanti aku cerita".
Bu Nurul mendekati anak kecil itu, umurnya sekitar 4 tahunan, wajahnya sembab, ada bekas memar di dahinya.
Bu Nurul mulai dengan memeluknya, lalu mencium keninnya, lalu menggandengnya masuk, Deka kecilpun sudah berpindah tangan ke bapaknya.
"Namamu siapa sayang?". tanya Bu Nurul sambil menyodorkan segelas teh hangat.
"Bayu tante". Jawabnya pelan.
"Bayu bobok dulu yuk, sudah malam, bobok sama dek Deka mau?". Bayu mengangguk, mengantarkan Bayu ke kamar Bayi, disana sudah ditambah sebuah single bed yg bisa dipakai tidur Bayu, sedangkan Deka masih tidur di dalam box bayi yg ukurannya cukup besar.
Setelah memastikan Bayu terlelap, ibu mengampiri Bapak yg sudah terbaring di kamar.
"Bayu itu siapa Pak". Bu Nurul mulai bertanya.
"Kamu ingat Sari adikku yg tinggal di Jogja?".
Bu Nurul mengangguk.
"Bayu anaknya".
"Bukannya Sari belum menikah Mas?" Bu Nurul mulai penasaran.
"Lalu kenapa Sari tidak pulang kesini saja dari dulu, trus bagaiman Bayu bisa sama kamu Mas?".
"Sari takut dan malu kalau harus pulang kesini. Beberapa hari yg lalu Bos Sari mengetahui keberadaan Sari, dia terus meneror Sari untuk menyerahkan Bayu, Sari ketakutan dan akhirnya menghubungiku".
" Lalu dimana sekarang Sari Mas?".
"hhhhmmm, Sari cuma memintaku menemuinya di Terminal tadi, dia menitipkan Bayu padaku, Sari sendiri sudah mendapat pekerjaan di Jepang, disebuah pabrik elektronik, aku sudah memintanya untuk tinggal disini saja, tapi dia menolak, dia hanya nitip Bayu, setidaknya Bayu bisa mendapatkan kehidupan yg utuh dalam keluarga, dia bahkan titip maaf buat kamu, karna sudah merepotkanmu".
Bu Nurul merasa sedih, bagaimana bisa adik iparnya mengalami semua itu sendiri, makanya beberapa tahun ini dia tidak pernah pulang dan tidak pernah memberi kabar, ternyata begitu berat jalan hidup yg dijalaninya.
Bu Nurul keluar kamar, masuk ke kamar bayi untuk memberi Asi ke Deka, ditatapnya Bayu yg terlelap.
"Begitu malangnya nasibmu Nak". Bu Nurul mengusap rambut Bayu lalu mencium keningnya.
Sejak itulah Bayu menjadi kakaknya Deka, nama Bayu sudah menjadi satu dalam Kartu Keluarga Surya.
Bayu anak yg penurut, pintar, dan tidak pernah aneh-aneh. Sementara Deka yg manja, yg selalu dibela oleh kakaknya justru tumbuh menjadi anak yg sedikit badung. Nilai akademiknya juga tidak sebagus Bayu, Ibu yg kadang memuji Bayu, justru membuat Deka cemburu. Deka merasa Ibu lebih menyayangi Bayu dari pada dirinya, dan berawal dari sanalah Deka remaja berubah, mencari kesenangan dan kebebasan demi sebuah perhatian yg lebih dari kakaknya.
🌹🌹
Mobil Bayu terparkir di halaman rumah Reva, meski dia seorang militer berpangkat, tapi ada sedikit keraguan saat menapakkan kakinya disini, melihat betapa megahnya rumah orang tua Reva, nyali Bayu menciut, tapi perlahan rasa itu kabur, melihat perut Reva yg mungkin sebentar lagi membesar, dia teringat dirinya, dia teringat ibunya.
"Ayo Mas masuk". Ajakan Reva menyadarkan lamunan Bayu.
__ADS_1
Bayu mengikuti Reva memasuki rumahnya yg bisa dibilang seperti istana.
Reva menyuruh Bayu menunggu di ruang tamu yg luasnya hampir sama dengan luas seluruh rumah Bayu.
Tak lama Pak Hadi turun dari lantai atas, Reva berjalan di belakangnya.
"Sore om". Bayu mengajukan tangannya
"Hmm" Pak Hadi hanya berdehem, tanpa membalas jabatan tangan Bayu.
"Maksud saya ke sini untuk bertanggung jawab atas nama adik saya".
"Maksud kamu apa?".
"Saya akan menikahi Reva menggantikan Deka".
Pak Hadi diam, seperti sedang berpikir.
"Kamu bagaimana Va?" Pak Hadi menatap Reva.
"Dari pada menikah dengan orang lain, aku mau menikah dengan Mas Bayu". Sahut Reva.
"Apa pekerjaanmu? Sopir?" pertanyaan yg lebih seperti merendahkan.
"Saya anggota Militer pasukan khusus om, sebentar lagi saya juga harus berangkat ke LA, saya tugas disana".
"Bravooo". Pak Hadi nampak bertepuk tangan.
"Kakak seorang supir taksi ternyata seorang yg berpangkat, kenapa tidak bilang dari kemarin kalau kamu yg akan menikahi Reva?".
"Saya masih berharap Deka bangun dan bisa menikah dengan Reva om, mereka saling mencintai, dan masalah pekerjaan Deka, saya bisa membantunya mencari pekerjaan yg lebih baik?".
"Hhhhhhh, kalaupun dia bangun, aku masih harus berpikir dua kali untuk menikahkannya dengan Reva".
"Tapi Deka bisa berubah Om..!"
"Cukup...sekarang Om maunya kamu yg menikahi Reva, seminggu lagi, dirumah ini, itupun kalau kamu masih ingin bertanggung jawab atas perbuatan adik kamu".
"Baiklah Om, demi Deka, demi anak yg dikandung Reva, saya akan menikahi Reva".
🌹
Bayu meninggalkan rumah Reva, bayangan ibunya lebih sering datang sejak Bayu tahu Reva hamil diluar nikah, dan yg menghamilinya adalah Deka, adik angkatnya, putra dari Bu Nurul, sosok yg mengasihi dan membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
"Maafkan aku Deka, demi anakmu aku menikahi Reva, setelah kamu bangun, aku akan mengembalikan semua milikmu".
gumam Bayu lirih.
🌹🌹🌹
masih ditunggu like dan komennya ya untuk terus up...🙏🙏🙏
__ADS_1
😍😍😍