Mawar Untuk Deka

Mawar Untuk Deka
ex.part 16


__ADS_3

🌹🌹🌹


Jika waktu bisa diulang sekali saja, maka setiap kejadian adalah sebuah rekayasa manusia, bukan seutuhnya alur Takdir yg telah dituliskan Tuhan untuk setiap mahluknya.


Jika waktu bisa diulang setiap saat, maka tidak akan pernah ada kata penyesalan, tidak ada yg terluka dan melukai.


Disinilah Bayu diuji, Bayu kecil yg tidak pernah tahu siapa Bapaknya, Bayu kecil yg ditinggal Ibu kandungnya dan tak pernah lagi mau tahu keadaannya, Bayu yg lalu tumbuh dengan baik dan penuh kasih sayang, Bayu yg selalu punya prestasi cemerlang dan membanggakan, Bayu yg selalu punya kesempatan untuk memilih wanita dalam hidupnya karna paras tampan dan hidup yg mapan.


Kini seolah jalan takdir tengah membaliknya, Reva, perempuan yg dicintainya meminta cerai darinya, Bayu yg masih duduk di tepi ranjang menatap nanar Reva.


"Ini bukan jalan keluar yg baik Va". Bayu masih mencoba membenahi, mencari jalan keluar untuk masalahnya dan Reva.


"Tapi ini sudah 3 bulan Mas..dan selama itu kamu bahkan tidak pernah menyentuhku, apalagi memberi nafkah batin untukku". Sahut Reva.


"Jadi cuma itu masalahnya, Kamu masih butuh tubuhku? sementara dalam pikiranmu hanya Deka...!". Bayu menyipitkan matanya.


"Kamu salah Mas...aku memang mencintai Deka, tapi kamu suamiku, dan kamu suami yg nggak bisa ngertiin aku, aku kuliah, belajar buat nerusin usaha papa yg akhirnya nanti kamu juga akan menikmatinya".


Bayu menyandarkan tubuhnya ke ranjang, dia tidak akan pernah menang berdebat dengan Reva.


"Sekarang apa maumu" Ucap Bayu.


"Aku mau kita hidup masing-masing, Nesya bisa ikut aku".


"Kalau aku mau memberimu nafkah batin, apa kamu mau mempertimbangkan keputusanmu itu, demi Nesya".


Reva terdiam. Reva tidak menyangka jika Bayu akan mengatakan itu, Reva tahu, Bayu sudah tidak mau lagi menyentuhnya sejak kepulangannya dari Indonesia, Reva memang mencintai Deka, tapi Reva juga tahu tidak akan mudah membuat Deka kembali padanya.


"Bagaimana?" Bayu mengulang ucapannya.


"Tapi aku tetap mau kuliah, aku mau berkarir, dan aku maunya mulai sekarang Mas Bayu tidur lagi disini, bukan di kamar Nesya atau ruang kerja".


"Asal kamu tidak mengabaikan Nesya, aku akan mencoba bertahan dengan kemauanmu".


Kini Bayu merebahkan tubuhnya, Reva mendekat, sudah terlalu lama Bayu mengabaikannya, dan itu sedikit menyakitkan bagi Reva, setiap kali Reva menyentuh, Bayu selalu menolaknya. Dengan ancaman itu Reva kembali bisa memiliki Bayu, dalam hati kecil Reva juga takut kehilangan Bayu.


Malam itu, Bayu memberikan nafkah batin untuk Reva, meski dalam hatinya merasakan sakit yg luar biasa, bukan lagi cinta, tapi entah perasaan apa yg ada di dalam hati Bayu, hatinya tercabik saat melihat Reva melenguh dan memejamkan matanya, mungkin dalam pejaman mata Reva bukan dirinya, melainkan Deka.


Bayu menuntaskan malam itu, bukan kepuasan hatinya, hanya demi mempertahankan rumah tangganya, demi Nesya putri kecil yg sangat di sayanginya.


Bayu menaikkan selimut, menutupi tubuh Reva yg mendekap dirinya, Bayu mencoba memejamkan mata, dan diam-diam air mata itu kembali merembes di ujung matanya yg terpejam, Bayu menyimpan luka yg terlalu dalam.


🌹🌹


Kehamilan Sekar kali ini tidak semudah seperti saat dirinya mengandung Mawar, Sekar bahkan muntah saat mencium keringat Deka yg baru pulang kerja, hampir setiap hari seperti itu, sampai Deka harus mengendap-endap saat pulang, dan langsung masuk ke kamar Mawar, mandi di sana, ganti pakaian di sana, dan baru keluar setelah mengenakan parfum aroma buah-buahan milik Mawar.


Deka sebenarnya merasa geli dan aneh dengan perubahan hidupnya sejak Sekar hamil, tapi mau bagaimana lagi, Deka lebih tidak tega jika harus melihat Sekar muntah, mengeluarkan isi perutnya dan langsung terlihat pucat.


Setelah memastikan wangi tubuhnya berubah menjadi sewangi Mawar, Deka menuju dapur, Sekar dan Mawar sudah di sana, Mbak Santi, Asisten Rumah Tangga yg dikirim Bu Nurul sudah bisa akrab dengan Sekar dan Mawar, kami juga selalu makan malam bersama, Mbak Santi sebenarnya belum terlalu tua, umurnya baru 38 tahun, tapi karna kondisi ekonomi keluarganya, membuat wajahnya sudah terlihat seperti berumur 40 tahun lebih.


"Selamat malam sayaaang, selamat malam mbak Santi". Deka mencium pipi Mawar, lalu duduk di samping Sekar.


"Mas, boleh minta tolong nggak". Sekar menatap Deka setelah menelan sesendok makan malamnya.


"Apa Sekar?". Deka langsung menyahut.


"Aku pengen makan tiwul, tapi yg banyak gula merahnya". Ucap Sekar yg membuat Deka langsung melongo.


"Iya besok Mas carikan". Ucap Deka yg tengah berpikir, dimana mencari tiwul.


"Harus besok ya Mas, aku kepengennya dari kemarin, tapi takut ngomongnya ke Mas Deka".


"Iyaaa..besok Mas akan beliin kamu tiwul yg banyak gulanya". Sekar langsung tersenyum, reflek mencium pipi suaminya.


"Yaaa ibu, kok cium-cium ayah gitu, tuh mbak Santinya jadi senyum-senyum sendiri". Sekar yg tersadar langsung menutup mukanya dengan jilbabnya.


Deka terkekeh.

__ADS_1


"Nggak papa, Mbak Santi kalau sama suami juga begitu kok Mawar". Kata Mbak Santi yg langsung mengusap rambut Mawar.


Usai makan malam Deka melanjutkan pekerjaannya di kamar, Deka tengah sibuk mempersiapkan pameran lukisan dan pembukaan toko barunya, Deka yg sekarang memang bukan Deka yg dulu, pria ini mulai gila kerja, masa depan keluarga kecilnya menjadi semangat baru untuknya mengembangkan bisnis yg dulu diabaikannya. Sekarang Deka punya harapan, Deka punya impian, Deka punya banyak orang yg harus dia perjuangkan, wajah-wajah anak panti asuhan yg menyambutnya setiap kali Deka datang dengan banyak hadiah, juga menjadi salah satu penyemangat Deka untuk terus bekerja.


"Belum selesai Mas?". Sekar berdiri dibelakang kursi Deka, memijit bahunya.


"Sebentar lagi Sekar". Mata Deka masih menatap layar laptopnya, Sekarpun tanpa suara terus memijit bahu suaminya.


Sampai Deka menyandarkan bahunya di kursi, memegang tangan Sekar.


"Kamu pasti capek, istirahat dulu sana". Ucap Deka menghentikan Sekar.


"Mas Deka pasti lebih capek, dari pagi sampai jam segini masih bekerja". Sekar mengusap kepala suaminya, menyandarkannya di perutnya yg sudah tidak lagi rata.


Deka memutar kursinya, menempelkan kupingnya di perut Sekar, tangannya menangkup tubuh Sekar.


"Hallo anak Ayah, baik-baik di dalam ya, jangan nakal, kasihan ibu". Sekar tersenyum mendengar Deka bicara dengan calon anaknya. Sekar masih mengusap rambut Deka.


Deka menengadahkan wajahnya, menatap Sekar, lalu berdiri, memeluknya lama.


"Aku beruntung punya istri sebaik kamu Sekar".


"Aku juga beruntung punya suami kamu Mas".


Deka mulai mencium Sekar, saat Deka mulai menuntut, Sekar menggeleng.


"Aku masih takut Mas".


"Kenapa? kandunganmu sudah masuk bulan ke 4, dan kata dokter kita boleh melakukannya".


"Tapiii..."


"Ya sudah....sekarang kamu tidur sana, aku masih belum selasai, sekalian mau browsing dimana yg jual tiwul". Deka tersenyum, menyentil hidung istrinya yg kemerahan.


"Makasih ya Mas". Sekar mencium pipi Deka.


🌹


Setelah cukup lama browsing akhirnya Deka menemukan penjual tiwul di Semarang yg bisa dipesan secara online. Deka tersenyum, menatap Sekar yg sudah terlelap, di dalam tubuh wanita itu sekarang ada calon anaknya, buah cintanya, dan Deka semakin mencintai wanita lugu itu, istri yg begitu sempurna menurut Deka, meski tanpa pakaian seksi dan make up tebal, Sekar mampu menghipnotis otak Deka untuk terus memikirkannya.


Deka merebahkan tubuhnya di samping Sekar, mendekapnya erat.


"Jadikan dia istriku selamanya Ya Allah". Deka memejamkan matanya, membenamkan wajah Sekar kedalam dadanya.


🌹


Matahari sudah membuka mata pagi, Deka masih sibuk di kamar mandi, sementara Sekar sedang menyiapkan baju yg akan Deka kenakan.


"Tiiing" Notif sms dari ponsel Deka.


Sekar melihatnya, nomor baru tanpa nama, Sekar membukanya.


"Kamu tidak mengundangku di acara pameranmu? kamu melupakan aku? kamu melupakan ancamanku?".


Deg...


Jantung Sekar berdebar kencang.


"Siapa pengirim sms ini?" batin Sekar.


Belum sempat Sekar meletakkan ponsel, Deka sudah keluar dari kamar mandi.


"Siapa sayang?". Deka menghampiri.


"Harusnya aku yg tanya Mas, ini siapa?" Sekar menyodorkan ponsel Deka, mimik mukanya berubah penuh curiga.


Deka menghela nafas, menaruh ponselnya, lalu memakai pakaiannya.

__ADS_1


"Kamu menyembunyikan sesuatu dariku Mas?". Sekar kembali bertanya.


Deka yg sudah rapi, mendudukan Sekar di ranjang.


"Dia Reva, Sayang". Sekar mengerutkan keningnya.


"Jadi Mas Deka masih berhubungan dengan Reva di belakangku?"


"Tidak seperti dugaanmu Sayang, aku bisa jelaskan".


Tanpa mendengar penjelasan Deka, Sekar meninggalkan kamarnya, langsung masuk ke kamar Mawar dan menguncinya, Deka yg mengetuk pintu kamar Mawar tidak digubrisnya.


Sekar terisak, apapun alasannya Sekar kecewa dengan Deka yg berusaha menutupi komunikasinya dengan Reva.


Deka menyerah, melihat Mawar berdiri di sampingnya sekarang, Deka mengurungkan niatnya untuk mendobrak kamar Mawar.


"Ayah, ibu kenapa?". Mawar menarik tangan Deka.


"Tadi Ayah jahilin ibu, jadi ibu agak marah sama Ayah, Mawar sudah sarapan?"


"Sudah Yah.." Jawab Mawar sambil mengangguk.


"Ya sudah, Ayah antar kamu sekolah". Deka menggendong Mawar, menjauhkan Mawar darinya dan Sekar yg sedang salah paham.


🌹🌹


Usai mengantar sekolah, Deka tak langsung ke toko, Deka pulang, Deka tidak akan bisa bekerja dengan kondisi Sekar yg seperti itu, Mbak Santi terheran dengan dua majikannya yg tampak tidak seperti biasanya, tapi dia hanya diam, menyelesaikan pekerjaannya.


Deka kembali mengetuk pintu, tapi tetap tanpa sahutan, akhirnya, dengan terpaksa Deka mendobrak pintu kamar Mawar.


Sekar duduk di ranjang, menutup mukanya dengan tangan yg dilapisi jilbabnya.


Deka langsung berhambur memeluknya erat, dia tak peduli Sekar meronta, Deka takut Sekar salah paham dan meninggalkannya, sampai tiba-tiba Deka ikut terisak.


"Kamu tahu Sekar? hal yg paling aku takutkan di dunia saat ini?". Pertanyaan Deka membuat Sekar semakin terisak.


"Aku takut kehilangan kamu Sekar, aku hidup karna kamu Sekar". Deka semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku bisa jelaskan semuanya, aku bahkan bisa mengajakmu ke LA untuk menemui Reva sekarang juga".


Sekar yg mulai menyadari emosinya perlahan membalas pelukan Deka. Untuk pertama kali, Sekar merasakan cemburu, Sekarpun takut kehilangan Deka.


"Maafkan aku Mas...aku cemburu".


Deka yg mendengar pengakuan Sekar tersenyum, gejolak hatinya meredam, sebuah pengakuan bahwa dirinya sudah sepenuhnya diterima dalam hidup Sekar.


"Trimakasih Sayang, aku juga minta maaf".


Mereka saling memeluk lama, sampai terdengar notif sms dari ponsel Deka yg ada di saku celananya.


Nomor itu lagi, mereka saling memandang.


Lama.....


🌹


🌹


🌹


Trimakasih yg sudah meninggalkan jejaknya...


masih tetap ditunggu semoga masih suka dengan Deka.


🙏🙏🙏


"tiwul" dalam bahasa jawa yg berarti makanan tradisional dari singkong pengganti beras, biasa dikonsumsi penduduk wonosari, gunungkidul yogyakarta.

__ADS_1


__ADS_2