
Chapter 11
User Pemilik Kekkei Tota
Tangan Kanan Rafsa secara refleks bergerak hendak mengambil kunai hiraishin miliknya, begitu juga kakinya yang dengan refleks sudah siap membuat hentakan. Akan tetapi Rafsa menghentikan pergerakannya, sejak awal dia hanya ingin lulus menjadi chunin saja. Menjadi seorang jounin akan membuatnya lebih sibuk dan itu akan membuatnya tidak memiliki waktu untuk menulis novel ataupun membangun hubungannya dengan karakter anime yang dia sukai.
‘Ddssrr’
Terdengar suara arena yang berubah seketika menjadi debu saat jinton milik Leonard menghantam tubuh Rafsa yang tidak menghindar, tubuh Rafsa juga ikut lenyap seketika dengan arena yang hancur menjadi debu. Di sisi lain Reina terlihat mengepalkan lengannya kuat-kuat, dia tahu mungkin orang biasa memang tidak akan mampu menghindari serangan cepat seperti itu terlebih setelah teralihkan oleh bunshin.
Semua orang di tempat itu juga pasti memaklumi kekalahan Rafsa karena itu memang serangan cepat dan susah dihindari. Tapi Reina pikir seseorang yang menguasai hiraishin seperti Rafsa pasti akan bisa menghindarinya dengan mudah. Reina terlihat begitu kesal sebab dia yakin kalau Rafsa sejak awal memang tidak berniat bertarung di babak kedua ujian ini.
“Jadi sejak awal dia memang mengincar lulus menjadi chunin saja ya,” gerutu Reina sembari mengepalkan tinjunya kuat-kuat.
“Hahaha… jagoanku menang Dans!” teriak Hanz yang terlihat sangat senang sampai-sampai dia mengajak Leonard toss.
“Apa itu tadi? Kaki dan tangannya sudah bergerak secara refleks untuk menyelamatkan diri, tapi dia malah langsung diam,” pikir Dans yang tidak peduli dengan ocehan Hanz. Sebagai seorang pengguna klan seperti Kimimaro, Dans bisa melihat jelas bahwa kaki Rafsa tadi sudah siap melakukan hentakan, begitu juga dengan tangannya yang seolah siap melakukan sesuatu.
“Pada umumnya orang yang sudah tidak punya jalan melarikan diri tidak akan membuat gerakan refleks seperti itu, orang yang memang terkejut dan sudah yakin bahwa dirinya tidak akan bisa menghindari serangan seperti itu pasti hanya akan terdiam. Tapi tadi dia jelas-jelas bergerak secara refleks, itu artinya alam bawah sadarnya masih yakin kalau dia mampu menghindarinya,” pikir Dans mengingat kembali pergerakan Rafsa yang menurutnya sangat aneh.
***
Rafsa membuka matanya di tempat dimana dia terbaring tadi saat mengikuti event virtual reality yang diadakan HLF. Dia langsung bangkit dan melakukan peregangan setelah tadi cukup lama dia terbaring, Rafsa kemudian mencari buku tulisnya lalu menulis beberapa informasi tentang beta tester yang dia dapatkan hari ini. Entah kenapa perasaannya masih belum tenang, dia kembali mengingat Leafa.
“Hmm..” gumam Rafsa menghela nafas dalam, dia rasa Leafa pastinya sudah keluar dari dunia HLF dan saat ini pastinya sedang membaca panduan perangkat HLF. Setidaknya dengan berpikir seperti itu mungkin akan membuatnya sedikit lebih tenang.
“Mungkin aku harus segera keluar dari server ini,” batin Rafsa, entah kenapa bayangan kejadian tiga bulan sempat terlintas kembali di pikirannya. Rafsa perlahan menatap keluar jendela apartmennya yang terlihat sudah malam. Rafsa kembali duduk di kursinya dengan raut wajah cemas.
__ADS_1
“HLF On,” ucap Rafsa.
“Out,” sambung Rafsa, dia pikir mungkin dia harus mencari suasana lain dulu untuk menenangkan hatinya.
“Teleportation start!” terdengar suara sistem HLF sebelum akhirnya tubuh Rafsa berpindah kembali ke tabung yang ada di dalam lemarinya.
“Server mana yang harus aku tuju,” gumam Rafsa yang sudah kembali menjadi Arya, dia terlihat menatap daftar server anime yang ada di depan matanya. Entah kenapa di saat seperti ini dia benar-benar bingung dan malas berbuat sesuatu, rasa bersalah seakan terus mengalir di dalam benaknya.
“Saenai Heroin no Sodatekata,” ucap Arya. Dia pikir mungkin membicarakan tentang novel dengan Kasumigaoka Utaha akan membuatnya sedikit tenang.
Namun rencananya tampak tidak akan berjalan sesuai dengan yang dia inginkan, sebab tubuhnya masih belum berpindah ke server anime Saekano. Malah muncul tulisan di depan matanya yang menyebutkan bahwa server Saekano sedang dalam perbaikan dan penambahan update.
“Update? Apakah DT Corp akan menambahkan data movie Saekano terbaru ke dalamnya?” gumam Arya, kekecewaan terlihat jelas di wajahnya. Padahal dia lebih suka server Saekano yang mengambil latar season kedua animenya. Jika memang DT Corp menambahkan data dari movie terbarunya maka akan semakin susah baginya mendekati Katou Megumi, meski keuntungannya mungkin akan lebih mudah mendekati Utaha-senpai dan Eriri.
“Hah..” Arya menghela nafas dalam, tangannya mulai menggaruk garuk kepalanya sendiri. Padahal dia ingin ke server itu untuk menenangkan pikirannya, tapi kini beban pikirannya malah bertambah.
Arya berpikir sejenak kiranya server mana yang akan dia kunjungi, hari ini dia ingin mengunjungi sebuah server yang akan membuatnya merasa tenang dan damai kembali. Tapi entah kenapa di saat pikirannya kacau seperti ini tidak ada sedikitpun bayangan server mana yang akan dia tuju.
“Seishun Buta Yarou,” ucap Arya di tengah kebingungannya.
“Teleportation start!” terdengar suara sistem HLF menanggapi pilihannya.
“Eh? Apa belum di update?” batin Arya sesaat sebelum tubuhnya hilang.
***
Kini Arya sudah berada di kamarnya yang ada di sever anime seishun buta yarou, di server ini namanya juga Ryuzaki Rafsa. Di kebanyakan server memang Arya selalu memilih nickname tersebut sebagai namanya.
__ADS_1
“Sudah di update dari movie terakhirnya atau belum ya,” gumam Rafsa.
Rafsa mengambil sebuah smartphone yang tergeletak di meja, dia mulai membuka internet untuk mencari informasi tentang Sakurajima Mai. Perlahan Rafsa membaca informasi terkait Mai yang ternyata sangat cocok dengan movie terbarunya.
“Ternyata sudah di update juga,” ujar Rafsa sembari menghela nafas dalam.
“Makin susah deh dapetin Mai-san,” gumam Rafsa sembari beranjak keluar menuju balkon apartemen miliknya.
Tampak pemandangan indah malam hari Prefektur Kanagawa terhampar di hadapannya, mobil yang lalu lalang membuat suasana terasa seperti di dunia nyata. Di sebuah billboard besar yang ada di tepi jalan terlihat wajah manis Sakurajima Mai dengan teaser film terbarunya. Rafsa hanya tersenyum-senyum sendiri, hatinya merasa sedikit tenang setelah melihat salah satu wajah karakter anime yang dia dambakan ada di hadapannya.
“Yah mungkin Sakuta semakin dekat dengan Mai, tapi mereka masih sekolah. Masih banyak peluang untuk menaklukannya, terlebih peluang juga semakin besar untuk mendapatkan karakter wanita lainnya di server ini,” ucap Rafsa.
“Mai-san.. suki.. da..!” teriak Rafsa dari balkon apartemennya, ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk menenangkan pikirannya yang tadi kacau.
“Futaba.. Suki.. da,,!”
“Nodoka.. suki.. da..!”
“Koga.. suki.. da..!” Rafsa terus menerus meneriakan perasaannya kepada wanita yang dia sukai di anime seishun buta yarou.
“Kaed-“ belum sempat dia berteriak lagi tiba-tiba sebuah botol plastik melayang mengenai kepalanya hingga Rafsa meringis kesakitan.
“Berisik! Kau tidak punya jam ya!” bentak seorang pria dari balkon sebelah, ternyata teriakan Rafsa sampai membangunkan tetangga apartemennya.
“Maaf.. maaf..” ucap Rafsa sembari menundukan kepalanya.
Bersambung…
__ADS_1