
Chapter 19
Kasus Pembunuhan di Tengah Malam (part 1)
Rafsa sangat kesal sebab rumah incarannya sudah dibeli orang lain, dia saat ini hanya bisa menghela nafas dalam sambil duduk di sofa yang ada di kediamannya. Tidak ada pilihan lain lagi, mungkin dia memang harus pergi ke sekitar sekolah Sakuta dan Mai untuk mencari rumah yang bisa dibelinya.
Rafsa menatap jam digital yang tertempel di dinding ruangan. Waktu menunjukan sudah pukul tujuh malam, tidak mungkin dia pergi ke sekitar sekolah Sakuta di waktu seperti ini. Dia kembali menghela nafas dalam, ternyata dia menghabiskan banyak waktu di server Overlord, sebenarnya yang paling menguras waktu itu adalah perjalanannya bulak balik dari Baharuth Empire ke Kerajaan Re Estize.
“Hmm.. mungkin aku harus pergi ke server lain saja biar nggak terlalu stress mikirin rumah,” gumam Rafsa seraya berjalan menuju kamarnya. Tangannya tanpa sadar kembali memegang perutnya yang terkena tendangan Sebas di server Overlord, tapi kelihatannya tidak ada rasa sakit sedikitpun yang dia rasakan.
“HLF On!” ucap Rafsa.
“Out!” sambung Rafsa lagi.
“Teleportation start!” terdengar suara sistem HLF merespon perintah suara Rafsa.
Tubuh Rafsa kembali sudah berada di dalam tabung HLF yang ada di kediamannya, tapi dia tidak berniat untuk keluar. Dia terlebih dahulu mengecek emailnya jikalau ada pesan dari Gin tentang penyelidikan yang mereka gagal lakukan di server Overlord. Tapi tidak ada satupun email baru yang masuk untuknya.
“Server mana ya kali ini?” gumam Rafsa mencoba mengingat server mana saja yang lokasi kediamannya berada di dekat kediaman salah satu karakter anime di server tersebut. Setelah kejadian di server Overlord entah kenapa dia sangat ingin berinteraksi dengan karakter anime lainnya, hanya membayangkannya saja terasa cukup menyenangkan.
“Detective Conan!” ucap Rafsa lagi setelah memilih server mana yang akan dia kunjungi kali ini. Server Detective Conan yang dia pilih kali ini mengambil latar waktu season 28 di animenya.
Tubuh Rafsa kembali lenyap dari tabung HLF. Kini dia sudah berada di dalam kamar rumahnya yang ada di server Detective Conan. Tubuhnya terasa begitu lelah setelah seharian ini berjalan dan bertarung di server Overlord. Perlahan Rafsa menatap jam dinding yang ada di kamarnya yang masih menunjukan pukul tujuh.
“Hoam.. kelihatannya hari ini aku harus tidur lebih awal agar besok bisa beraktifitas lebih pagi,” gumam Rafsa sambil menguap. Setelah mematikan lampu kamarnya, dia mulai merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dengan harapan malam ini dia bisa bermimpi indah dengan salah satu waifu kesayangannya.
***
“Aaakkhh..” terdengar teriakan yang sangat kencang dari kediaman tetangga apartement Rafsa.
__ADS_1
“Emmh..” gumam Rafsa yang masih menguap, tangannya bergerak mengucek ngucek matanya. Teriakan yang barusan dia dengar bagaikan mimpi saja.
“Aduh.. jam berapa sih ini,” ujar Rafsa sambil duduk di tempat tidur dan meregangkan otot-ototnya.
Terdengar suara keramaian diluar apartemen membuat Rafsa mengernyitkan keningnya. Sirine mobil polisi juga terdengar mendekati gedung apartement yang dia tinggali. Rafsa mulai berjalan keluar dari kamarnya dan mengambil segelas air minum, suara keramaian terdengar jelas dari apartemen tetangganya.
“Yumi? Apa yang sebenarnya terjadi?” gumam Rafsa setelah kesadarannya mulai terkumpul, dia kemudian pergi ke toilet untuk membasuh wajahnya lalu menatap jam dinding yang menunjukan pukul 01:16 malam.
Rafsa langsung bergegas keluar dari apartemennya. Terlihat kerumunan orang-orang sudah memadati lantai apartemen hingga ke depan pintu apartemennya. Di sebelah apartemen miliknya adalah apartemen yang ditinggali oleh Yumi Miyamoto yang merupakan polisi lalu lintas.
“Kelihatannya keributan bukan berasal dari apartemen Yumi, tapi apartemen sebelahnya,” gumam Rafsa sambil melihat kerumunan orang yang memadati jalan. Selama ini tetangga yang sering bertegur sapa dengannya hanyalah Yumi saja sebab dia juga jarang berinteraksi dengan yang lainnya, karena itu dia agak lupa siapa yang tinggal di apartemen paling ujung tersebut.
“Kalau tidak salah terakhir aku ke server ini dua minggu yang lalu,” batin Rafsa sambil mengingat-ingat lagi pemilik apartemen di sebelah Yumi, dia ingat kalau tidak salah pemiliknya merupakan pasangan yang baru menikah.
“Tolong kalian jangan menghalangi jalan, biarkan polisi yang mengurus kasus ini. Kalian bisa beristirahat dengan tenang,” ucap Chiba yang mencoba membubarkan kerumunan orang di tempat itu.
Saat kerumunan sudah bubar, Rafsa langsung berjalan menuju beberapa polisi yang berada di depan pintu apartemen yang terbuka. Sekilas dia juga melihat di sana ada Takagi, Sato dan Inspektur megure. Sepintas saja Rafsa sudah bisa menduga kalau di apartemen itu terjadi kasus pembunuhan.
“Eh? Memangnya apa yang terjadi di tempat ini?” tanya Rafsa yang dihalangi polisi saat mencoba mendekati pintu apartemen.
Namun baru saja Rafsa bertanya, Takagi terlihat buru-buru keluar dari dalam apartemen dan lewat tepat di depan Rafsa. Takagi terlihat buru-buru menuju tangga apartemen, tak lama kemudian beberapa tim forensik kepolisian keluar dari dalam apartemen membawa beberapa barang bukti untuk diperiksa.
“Di dalam terjadi kasus pembunuhan, sebaiknya tuan segera kembali ke kamar tuan,” jawab polisi yang menghalangi Rafsa dengan ramah.
“Baiklah,” jawab Rafsa yang hanya bisa pasrah, dia membalikan badannya lagi untuk kembali ke apartemen miliknya.
“Itu dia. Raf-san,” saat baru saja sampai di depan apartemen Yumi, terdengar suara Yumi memanggil namanya.
“Eh?” gumam Rafsa sambil berbalik kembali ke belakang. Terlihat Yumi melambaikan tangan kanannya, di sebelahnya juga ada Sato Miwako. Dan yang lebih mengejutkannya lagi di sampingnya ada sang tokoh utama di server ini, Edogawa Conan.
__ADS_1
“Conan? Mustahil, baru kali ini aku melihatnya secara langsung,” gumam Rafsa yang tanpa terasa langsung tersenyum sendiri dan berjalan kembali menuju apartemen paling ujung tersebut. Namun seorang anak laki-laki kecil juga keluar dari dalam apartemen dan menghampiri Conan.
“Anak itu? rasanya aku belum pernah melihatnya di anime,” batin Rafsa sambil menatap anak laki-laki yang sedang berbincang dengan Conan, anak laki-laki itu langsung kembali ke dalam apartemen setelah berbicara dengan Conan.
“Ah Yumi-san, apa yang terjadi?” tanya Rafsa.
“Pria yang tinggal di apartemen ini dibunuh,” jawab Yumi.
“Maaf.. aku dengar bahwa kau tinggal di samping apartemen Yumi?” tanya Sato dengan tatapan tajam kepada Rafsa, begitu juga Conan yang sejak tadi memperhatikan gerak-geriknya.
“Eh, iya. Aku baru tinggal di apartemen ini tiga bulan yang lalu,” jawab Rafsa, dia menduga bahwa Sato maupun Conan mencurigainya sebagai tersangka pembunuhan. Sebab kebanyakan tersangka pembunuhan memang biasanya orang yang dekat dengan korban.
“Lalu sekarang istrinya di mana?” tanya Rafsa kepada Yumi.
“Oh, apartemennya sudah berganti kepemilikan. Baru seminggu yang lalu dia tinggal di sini, ngomong-ngomong seminggu ini aku tidak pernah melihatmu,” tukas Yumi.
“Oh, aku sedang melakukan riset untuk novelku. Kau pasti tahu, jadi seminggu ini aku pergi ke luar negeri,” jawab Rafsa yang mencoba tetap tenang agar tidak dicurigai.
“He.. kakak penulis novel ya? Lalu genre novel apa yang kakak tulis?” tanya Conan.
“Eh? Yah macam-macam, aksi, fantasy, horror, misteri dan sebagainya. Ngomong-ngomong siapa anak ini?” tanya Rafsa pura-pura tidak tahu.
“Oh dia itu Conan yang dulu pernah aku bicarakan,” jawab Yumi.
“Oh Conan-kun ya. Dia sangat mirip dengan Shinichi,” ucap Rafsa sambil berlutut dan mengusap kepala Conan sembari tersenyum, sontak raut wajah Conan terlihat kaget. Dia mungkin bingung kenapa pria di hadapannya itu tahu tentang Shinichi padahal rasanya dia baru kali ini bertemu dengannya.
“Yah memang agak mirip. Oh iya Rafsa-kun, apa aku boleh bertanya beberapa hal kepadamu?” tanya Sato sambil mengeluarkan buku catatannya, sudah pasti sebagai tetangga dekat Rafsa juga akan dicurigai oleh kepolisian.
“Ya, aku tidak keberatan,” jawab Rafsa sambil tersenyum, sementara Conan tampak terus menatapnya dengan tajam.
__ADS_1
Bersambung…