
Chapter 29
Cheater Asli
Reina menghentikan jutsunya, terlihat jelas bagaimana pemandangan hutan yang saat ini sudah hangus terbakar. Tubuh keempat bandit tadi tampak sudah tidak ada lagi, mungkin tubuh mereka sudah hancur menjadi abu. Tanah-tanah dan bebatuan hutan tampak masih memerah bagaikan bara karena dipanggang oleh api.
“Ada yang mendekat!” ucap Hinata yang masih menggunakan byakugan miliknya.
“Arah jam dua,” timpal Ino.
“Bakudo no 61: Rikujokoro!” terdengar suara wanita di kejauhan berucap.
“Mustahil.. ini..” batin Rafsa yang terlihat sangat kaget.
“Kekuatan Kido dari anime Bleach..” pikir Reina yang juga terlihat sangat terkejut. Enam kilatan cahaya berwarna kuning terlihat terbentuk di sekitar tubuh mereka masing-masing..
“Rafsa!” teriak Reina dengan kencang.
“Aku tahu!” balas Rafsa yang langsung lenyap bersama Ino, Hinata dan Sakura.
“Ninpo sozo saisei: Byakugo no jutsu!” ucap Reina setelah melakukan segel tangan, saat itu juga tanda byakugo yang ada di dahinya menjalar ke seluruh tubuhnya.
‘Bbbrraaagghh’
‘Dddaaasshh’
“Ssssreeet’
Reina dengan lincah menghantam enam kilatan cahaya berwarna kuning yang hendak menjepit tubuhnya, tapi beberapa kilatan cahaya tampak mengenai tubuhnya sampai mengeluarkan darah. Reina langsung melompat mundur sembari meringis kesakitan, tapi semua luka di tubuhnya tiba-tiba saja pulih kembali.
Di tempat lain kini Rafsa, Ino, Hinata dan Sakura sudah berada di dekat rombongan pedangang negara api. Wajah Rafsa terlihat sangat pucat, bagaimana tidak. Ini baru pertama kalinya dia melihat user HLF menggunakan kekuatan anime Bleach di dunia anime Naruto. Hal itu sangat mustahil dilakukan oleh siapapun. Satu-satunya jawaban masuk akal dari hal itu, user yang melakukannya adalah seorang cheater.
“Aku tidak menyangka jika dalam waktu dekat aku akan melihat langsung bagaimana cheater beraksi,” pikir Rafsa.
“Rafsa-kun sebenarnya apa yang terjadi? Cahaya apa itu tadi?” tanya Hinata.
“Apa kau memang bisa menggunakan hiraishin?” tanya Sakura.
__ADS_1
“Di mana Reina?” timpal Ino sambil melihat sekelilingnya.
“Maaf aku tidak bisa menjawab pertanyaan kalian saat ini. Sekarang situasinya sangat genting, mungkin ini akan menjadi misi yang lebih dari sekedar rank S,” tukas Rafsa seraya berdiri menatap mereka bertiga.
“Eh? Memangnya kenapa?” tanya Sakura.
“Ini adalah perintah terakhir dari pemimpin misi ini yaitu Reina, kalian tidak boleh membantahnya. Saat ini kalian bersama rombongan sebaiknya melanjutkan perjalanan, aku dan Reina akan berusaha menahan musuh di sini,” ucap Rafsa.
“Tapi.. apa yang terjadi?” tanya Ino.
“Kami akan menjelaskannya nanti, sebaiknya kalian pergi sebelum situasi semakin memburuk, kalian tidak usah mengkhawatirkan kami karena aku bisa menghindari serangan fatal musuh dengan hiraishin. Kami berjanji akan menyusul kalian nanti, ingatlah itu baik-baik!” tegas Rafsa sebelum akhirnya lenyap dari pandangan mereka bertiga.
“Rafsa-kun,” ucap Hinata, dia terlihat sangat khawatir.
“Sebaiknya kita segera pergi sesuai dengan perintah Rafsa,” kata Sakura seraya mengepalkan tinjunya.
“Tapi Rafsa-kun dan Reina-san..” ujar Hinata.
“Mereka pasti akan baik-baik saja. Seperti yang Rafsa bilang, dia pasti akan segera menyusul dengan hiraishin miliknya,” tukas Ino, padahal dia sendiri sangat mengkhawatirkan mereka berdua.
Rafsa kini sudah berada di dekat Reina kembali, tampak Reina masih terus menghindari serangan Kido milik lawannya itu. beberapa bagian tubuhnya tampak sudah terluka dan mengeluarkan darah, tapi semua luka ditubuhnya kembali pulih berkat jutsu byakugo yang dia kuasai. Sementara itu di depannya tampak seorang wanita cantik sedang berdiri dengan santainya, di kepalanya juga terdapat ikat kepala berlambang Yamigakure. Sedangkan di pinggangnya terdapat sebuah pedang yang masih disarungkan.
“Beruntung aku belum mati,” gerutu Reina.
“Lalu sekuat apa cheater ini?” tanya Rafsa.
“Sejak tadi dia terus menggunakan berbagai macam Kido,” jawab Reina yang langsung menonaktifkan jutsu byakugo miliknya untuk menghemat chakra.
“Sebenarnya aku ingin menggunakan kekuatan di anime Naruto, tapi menghadapi kalian berdua rasanya tidak mungkin,” ucap wanita itu sambil tersenyum.
“Siapa sebenarnya kau? Bagaimana caramu dapat menggunakan kekuatan anime Bleach di dunia Naruto?” tanya Rafsa dengan tatapan tajam.
“Ara-ara tatapanmu itu terlalu menyeramkan Rafsa-kun, aku dengar kau cukup suka dengan wanita cantik sepertiku,” ucap wanita itu tanpa menjawab satupun pertanyaan Rafsa.
“Kau tahu diriku?” ujar Rafsa.
“Ya, setidaknya akan aku jawab satu pertanyaanmu tadi. Namaku adalah Violet shinobi dari Yamigakure, aku sebenarnya tahu identitas kalian berdua,” jawab wanita yang bernama Violet tersebut.
__ADS_1
“Beta tester nomor sebelas, Reina. Dan beta tester hunter, Ryuzaki Rafsa,” sambung Violet sambil tersenyum. Rafsa dan Reina tampak sangat kaget saat mendengar lawannya tahu tentang diri mereka berdua.
“Darimana kau tahu tentang identitas kami?” tanya Reina.
“Kalian berdua termasuk orang-orang yang kami waspadai. Tidak aku sangka malah akan bertemu kalian secepat ini,” tukas Violet.
“Sebenarnya apa tujuanmu? Tidak, apa sebenarnya tujuan Yamigakure?” tanya Rafsa.
“Entahlah, aku tidak tahu. Aku hanya tertarik untuk bertarung melawan kalian saat ini,” kata Violet yang langsung menghunuskan pedang yang tadi ada di pinggangnya.
“Kelihatannya kami memang harus menangkapmu agar mau berbicara,” ucap Reina seraya melesat menyerang Violet dengan tangannya. Rafsa juga langsung melemparkan lima shuriken ke arah Violet.
“Shuriken kage bunshin!” ucap Rafsa, saat itu juga lima shuriken yang dia lemparkan menjadi berlipat ganda jumlahnya.
‘Tttraannkkss’
Violet berhasil menangkis semua shuriken milik Rafsa tanpa kesulitan, dia juga langsung melompat mundur saat Reina menghujamkan kakinya. Seketika itu juga tanah yang tadi di pijak Violet langsung hancur dan berhamburan ke udara saking kuatnya hujaman kaki Reina. Tapi Rafsa mendadak sudah ada di dekat Violet, dia langsung menebaskan pedangnya mengincar pinggang.
‘Tttraannnkk’
“Ara, kau tidak mengincar leherku? Sayangnya aku sudah bisa menebak kalau lima shuriken yang kau lemparkan itu sudah kau tandai sebelumnya dengan hiraishin milikmu,” tukas Violet sambil menangkis pedang Rafsa menggunakan pedangnya.
“Kau memang benar, tapi aku juga bisa melakukan ini,” ucap Rafsa, seketika itu juga tubuh Rafsa tiba-tiba berganti posisi dengan tubuh Reina yang sejak awal sudah ditandai oleh Rafsa. Violet terlihat sangat kaget karena Reina sudah bersiap dengan tinju tangan kanannya, namun Violet langsung tersenyum.
“Bakudo no 39: Enkosen!” ucap Violet, seketika itu juga cahaya kuning muncul di depan tubuhnya. Itu adalah bakudo berbentuk perisai untuk memblokir serangan musuhnya.
‘Dddhhaammrr..’
Pukulan Reina dengan telak menghantam cahaya kuning itu, tapi serangannya bahkan tidak mampu menghancurkan Kido yang digunakan oleh Violet. Kali ini Violet balas menebaskan pedangnya menuju Reina, tapi wujudnya tiba-tiba saja lenyap karena diselamatkan oleh Rafsa menggunakan hiraishin miliknya.
“Kalian berdua memang hebat. Kelihatannya informasi yang kami dapatkan memang akurat. Kemampuan dan pengetahuan kalian tentang dunia anime memang sangat luas, tapi aku penasaran bagaimana kalian akan menahanku kali ini,” tukas Violet sambil tersenyum lebar, dia memegang gagang pedangnya dengan kedua langan, sementara pedangnya dia hunuskan ke depan.
“Woi, woi, jangan bilang dia akan menggunakannya,” gumam Rafsa sambil menatap Violet, sementara Reina tampak ikut waspada di samping Rafsa.
“Ban..Kai!” ucap Violet, saat itu juga pedangnya langsung memancarkan cahaya.
“Ini buruk,” batin Reina.
__ADS_1
Bersambung…