
Chapter 21
Kasus Pembunuhan di Tengah Malam (part 3)
Inspektur Megure dan beberapa polisi lainnya akhirnya selesai melakukan penyelidikannya di rumah Rafsa. Tidak ditemukan satupun hal yang mencurigakan di kediaman Rafsa, selain penyelidikan Rafsa juga kembali diberikan beberapa pertanyaan terutama tentang identitas dirinya. Namun Rafsa akhirnya bisa melalui itu semua tanpa menimbulkan kecurigaan, tapi yang dia khawatirkan hanya satu yaitu pengamtan Conan yang tajam.
“Aku mungkin tidak akan terbukti sebagai tersangka kasus pembunuhan yang memang tidak pernah aku lakukan, meskipun memang saat ini aku belum dinyatakan bebas. Tapi aku harus mencari cara agar Conan tidak mencurigaiku,” batin Rafsa sambil melihat Conan yang sedang mondar mandir di kediamannya bersama dengan Mirai.
Tak lama kemudian Inspektur Megure, Sato dan yang lainnya memutuskan untuk kembali ke TKP setelah penyelidikan di kediaman Rafsa selesai. Conan juga kembali mengikuti para polisi tersebut sembari memegang dagunya seolah masih sedang berpikir. Namun saat Mirai melewatinya Rafsa langsung memegang pundaknya.
“Eh?” ucap Mirai yang kaget.
“Hei, apa kamu adalah kerabat Hiroshi dan Luna Fumiko?” tanya Rafsa sambil memegang erat pundak Mirai, itu jelas-jelas kode yang ditujukan untuk Mirai.
“Ah bagaimana kakak tahu?” tanya Mirai yang langsung paham maksud Rafsa, sedangkan Conan tampak mengernyitkan keningnya.
“Hiroshi? Luna Fumiko?” ujar Conan yang terlihat bingung.
“Ah aku belum mengatakannya kepadamu, sebenarnya di jepang aku juga punya kerabat dari menantu kakekku. Tapi aku tidak menyangka jika kak Rafsa tahu mereka,” jawab Mirai.
“He.. begitu ya,” gumam Conan berpura-pura polos bak anak kecil cengengesan.
“Kalau begitu Conan duluan saja, aku mau ngobrol sedikit dengan kak Rafsa,” tutur Mirai, Conan hanya mengangguk paham. Terlebih saat ini dia sudah yakin bahwa Rafsa memang bukan pelaku pembunuhannya.
“Kau membuatku repot saja,” gerutu Mirai seakan berbicara dengan orang seumurannya.
“Aku hanya mengetes seberapa peka otakmu itu sampai-sampai bisa dekat dengan Conan,” kata Rafsa.
“Lalu tujuanmu menghentikanku adalah untuk meminta bantuan agar Conan tidak curiga kau adalah user HLF bukan?” tebak Mirai.
“Kelihatannya berbicara dengan orang pintar memang lebih cepat mengerti. Ya aku memang akan meminta bantuanmu, aku yakin kau juga sudah mengerti alasannya bukan?” jawab Rafsa sambil tersenyum.
__ADS_1
“Jika aku tidak mau membantumu maka kau akan mengancamku bukan? Tenang saja aku akan membantumu, lagipula kelihatannya kau bukan orang jahat,” jawab Mirai sambil melangkah hendak keluar.
“Wah, jangan menilaiku semudah itu. Kau tidak tahu seperti apa sifat asli seseorang sebelum mengenalnya lebih jauh,” tukas Rafsa.
“Ya, sifat manusia memang susah diprediksi. Tapi orang yang cenderung berbuat kriminal bisa dengan mudah aku ketahui,” jawab Mirai.
“Naruhodo, dia seorang kriminolog rupanya,” batin Rafsa.
“Kriminolog lolicon rupanya,” ucap Rafsa sambil tertawa kecil.
“Hah? Apa yang kau katakana barusan? dasar tukang tikung!” gerutu Mirai sambil berbalik menatap Rafsa.
“Hehehe.. aku hanya menebak alasanmu memilih tubuh seperti itu adalah karena ingin mengincar Ayumi, atau siapa itu satu lagi anak SD yang suka Conan,” jawab Rafsa.
“Cih, sembarangan. Aku bukanlah lolicon! Aku hanya penasaran ingin mengetahui perkembangan Ayumi-chan hingga dewasa, pasti seru,” bantah Mirai.
“Dasar aneh,” balas Rafsa.
“Hahaha.. selagi belum dapat surat nikah selagi itu juga masih ada kesempatan,” kata Rafsa sambil berjalan menuju TKP mendahului Mirai yang terlihat kesal.
Rafsa tak lupa mengaktifkan lagi keamanan tempat tinggalnya agar tidak bisa dimasuki user HLF lagi. Mereka berdua kemudian berjalan kembali menuju TKP yang ada di sebelah apartemen Yumi. Saat sampai di sana tampak Sato sedang menghubungi Takagi yang sedang mencari orang lain lagi yang dicurigai oleh Yumi.
“Maafkan aku Rafsa-kun,” ucap Yumi yang tampak merasa bersalah sebab kini Rafsa juga jadi salah seorang yang dicurigai.
“Tidak masalah, lagipula hal seperti ini memang sudah seharusnya dilakukan. Tidak peduli kawan, sahabat, orang tua atau orang asing. Prosedur hokum harus dilakukan secara adil sebagaimana mestinya,” jawab Rafsa sambil tersenyum. Dia kemudian melangkah menuju Inspektur Megure, sementara itu pihak rumah sakit yang sudah tiba segera membawa jasad untuk di otopsi di rumah sakit.
“Oh iya Inspektur, kalau boleh aku ingin melihat-lihat area TKP,” tukas Rafsa sambil menatap Inspektur Megure yang terlihat kaget.
“Kebetulan aku juga suka mengarang cerita misteri, mungkin ada beberapa pengetahuanku yang bisa digunakan disini. Mungkin saja aku bisa membantu membuktikan bahwa aku tidak bersalah,” sambung Rafsa.
“Hah.. selalu saja ada maniak misteri di tempat seperti ini. Sato..” ucap Megure sambil melirik Sato, dia hanya bisa geleng-geleng kepala dan menghela nafas dalam sambil mengusap wajahnya dengan tangan.
__ADS_1
Rafsa dan Sato kemudian berjalan menuju letak jasad tubuh korban, di sana terlihat darah yang sudah mulai mongering. Di sekitarnya juga sangat berantakan, gorden berserakan di mana-mana, kusen jendelanya juga tampak kosong, sementara kepingan-kepingan kaca dari kusen itu berserakan di lantai. Di luar balkon tampak tali masih menjulur ke bawah, semua lemari juga tampak awut-awutan tidak karuan. Di dekat jasad korban ditemukan terlihat sebuah tulisan dari darah, JADITAKUT itu tulisannya jika dibaca.
“Tulisan apa ini, kanji atau apa? Aku kurang mengerti kalau tidak dieja, lagipula tulisannya kurang bisa dibaca,” ujar Rafsa sambil menatap Sato seolah meminta penjelasan, dia sebenarnya bisa membaca tulisan tersebut, namun dia ingin memastikan bahwa itu kanji, hiragana, katakana atau romaji. Sebab Bahasa apapun yang user HLF baca jika itu dibuat oleh karakter anime maka secara otomatis akan bisa dibaca dengan Bahasa sehari-hari user.
“J. A. D. I. T. A. K. U. T, itu yang bisa aku baca,” ucap Sato sembari menatap Rafsa.
“Eh? Apakah artinya ‘sugoku kowai’ (artinya: jadi takut),” tanya Rafsa. Saat mendengar Rafsa mengatakan sugoku kowai tiba-tiba saja Conan dan Mirai langsung menatapnya dengan tajam.
“Eh? Kenapa bisa jadi begitu artinya? Aku pikir itu hanya tulisan latin acak,” tukas Sato yang terlihat sangat terkejut, dia langsung menatap Rafsa dengan heran karena Rafsa bisa langsung mengartikan kata yang menurutnya sangat asing.
“Jadi itu adalah tulisan latin? Tapi jika memang itu artinya adalah jadi takut jangan-jangan orang yang bernama Takaoka Mitsushima itu adalah user HLF asal Indonesia?” batin Rafsa yang juga terkejut, kini kepalanya kembali berpikir keras. Mungkin saja itu memang tulisan acak biasa apalagi tulisannya terbentuk dalam satu kata tanpa spasi.
“Ah aku hanya berkata sembarangan, soalnya jika dibaca secara langsung mirip dengan dua kata dalam Bahasa Indonesia yang jika diartikan ke dalam Bahasa jepangnya adalah sugoku kowai,” jawab Rafsa sambil tertawa kecil.
“Jadi dia user asal Indonesia ya, aku dengar hampir lima puluh persen beta tester berasal dari negara itu. apa jangan-jangan dia juga beta tester?” batin Mirai.
“He.. kakak kelihatannya tahu banyak Bahasa di luar negeri ya,” ucap Conan.
“Ya, sebagai penulis novel aku sering mengambil referensi dari berbagai negara di dunia,” jawab Rafsa.
“Kelihatannya user bernama Mirai itu juga terkejut aku mengartikannya seperti itu. artinya dia bukanlah user HLF asal Indonesia, sebab mustahil orang Indonesia tidak berpikir sampai ke sana saat melihat tulisan itu,” pikir Rafsa sambil menatap Mirai, Rafsa kemudian tersenyum kecil. Dia merasa ini adalah kesempatannya untuk unjuk kemampuan di depan para karakter penting Detective Conan.
Tak lama kemudian Takagi datang bersama satu orang pria paruh baya 40 tahunan bernama Kakuma, seorang wanita muda 27 tahunan bernama Kasumi dan seorang wanita paruh baya 38 tahunan bernama Nabata. Takagi juga mengatakan profesi mereka bertiga kepada Inspektur Megure. Kakuma adalah seorang sopir taksi, Kasumi adalah seorang kasir minimarket dan Nabata adalah seorang penulis lepas.
Bersambung…
Note:
Ada yang sudah bisa menebak siapa pelakunya diantara ketiga orang yang dibawa Takagi? Atau malah bingung karena tidak mengerti penjelasannya? Hehehe.. Kalau ada yang sudah tahu siapa pelakunya berarti anda orang yang cerdas serta punya bakat menjadi detektif handal.
oh iya petunjuknya adalah, kata acak itu menunjukan profesi atau pekerjaan pelakunya.
__ADS_1