
Chapter 14
Kemarahan Ryuzaki Rafsa
Rafsa tampak tertegun sejenak, dia mulai menghela nafas dalam sebab tidak menyangka jika temannya selama ini adalah salah satu anggota Secret Security HLF. Rafsa menatap Gin dengan tajam, dia yakin ada alasan kuat kenapa Gin sampai mengatakan identitasnya sebagai SS yang seharusnya dirahasiakan, terlebih dia adalah petinggi di sana.
“Jika kau sampai mengungakapkan identitasmu itu artinya ada tujuan lain kau memanggilku kemari, tujuan yang bukan sekedar untuk berbincang atau mengerjakan quest bersama-sama,” ucap Rafsa.
“Ya, aku memerlukan bantuanmu Raf. Kau adalah orang yang tepat dan orang yang bisa aku percaya, karena itu tidak keberatan jika aku mengungkapkan identitasku sebagai SS,” kata Gin.
“Kau mengatakan bahwa ini adalah tugas, itu artinya ada orang yang memerintahkanmu?” tanya Rafsa.
“Ya, tapi ini bukan tugas dari ketua SS. Aku hanya akan memberitahukan sedikit tentang tugas SS. Mungkin inti tugas SS sebenarnya sudah kau ketahui yaitu melaporkan kejahatan user HLF dengan bukti yang memadai, namun disamping hal itu kadang anggota SS juga mendapatkan tugas khusus langsung dari petinggi SS. Lalu petinggi SS juga kadang mendapatkan tugas langsung dari Administrator,” tutur Gin.
“Begitu ya, aku baru tahu kalau ternyata Administrator juga kadang memberikan tugas langsung. Lalu apa tugas yang perlu kau selesaikan saat ini?” tanya Rafsa.
“Seperti yang kau tahu server Overlord saat ini dinyatakan sangat berbahaya, hal itu terjadi setelah DT Corp mendapatkan banyak laporan hilangnya banyak user di server ini. Administrator menyuruhku untuk menyelidiki sebenarnya apa yang terjadi di server ini hingga banyak sekali user yang hilang, kami curiga kalau ada player killer berbahaya yang berkeliaran atau lebih buruknya lagi ini ulah Momonga atau Ainz,” jelas Gin.
“Ulai para karakter? Apa maksudnya? Jika itu memang ulah karakter bukankah DT Corp akan langsung tahu hanya dengan memeriksa data di server ini?” cecar Rafsa.
__ADS_1
“Sudah aku duga kau akan bertanya sampai di sana, kalau begitu aku akan menjelaskan sebuah rahasia yang harus kau pendam erat,” tukas Gin sembari menghela nafas dalam.
“Seperti yang kau tahu DT Corp memang bisa membuat kita terhubung dengan dunia anime, tapi wewenang mereka hanya sebagai penghubung saja. Mereka tidak bisa mengendalikan para karakter di dalamnya, mereka bisa bertindak sendiri sesuai kecerdasan yang dirancang di dalam animenya. DT Corp tidak akan pernah bisa membuat Demiurge atau Albedo menjadi bodoh, sebab sejak awal DT Corp memang tidak bisa mengubah, mengendalikan apalagi menghancurkan dunia anime yang sudah dihubungkan dengan HLF,” tambah Gin.
“Mereka hanya bisa mengawasi, itupun dengan berbagai keterbatasan. Dunia yang bisa DT Corp kendalikan sesukanya hanyalah dunia anime yang ada dalam event virtual reality,” sambung Gin.
“Tunggu dulu aku malah pusing dibuatnya, jadi sederhananya para karakter dunia anime yang dihubungkan HLF bisa tahu kalau kita adalah user dari dunia nyata?” tanya Rafsa, raut wajahnya mendadak gelisah.
“Ya, itu bisa terjadi tergantung kecerdasan mereka,” jawab Gin.
“Lalu bagaimana dengan update yang terjadi kepada server Saekano? Bukankah itu artinya DT Corp bisa mengendalikan dunia anime yang mereka buat?” tanya Rafsa.
“Tidak, mereka tetap tidak bisa melakukannya. Kau pasti tahu bahwa di berbagai server HLF ada banyak full time HLF, yang tidak akan pernah keluar dari server tempatnya berada. Nah di server Saekano juga pasti ada user yang tertinggal di sana selagi update terjadi. Jika DT Corp bisa merubah dunia data server Saekano dengan update baru maka mereka juga akan lenyap dan mati dari dunia itu. Hubungan karakter dengan user juga akan hilang, tapi itu semua tidak terjadi bukan?” tanya Gin.
“Itu hanya diketahui oleh petinggi DT Corp dan juga Administrator saja. Aku, ketua SS dan yang lainnya tidak memiliki kewenangan untuk mengetahui caranya. Tapi yang jelas caranya tidak seperti yang kita bayangkan selama ini,” jawab Gin.
“Aku benar-benar bingung,” ucap Rafsa sembari memegang kepalanya yang terasa pusing memikirkan cara kerja sistem HLF yang ternyata sangatlah rumit.
“Tunggu dulu, jika memang karakter bisa berpikir sampai sejauh itu dan mengorek informasi tentang HLF dan dunia nyata itu artinya mereka juga bisa dibawa ke dunia nyata?” tanya Rafsa yang tiba-tiba terperanjat sebab kemungkinan itu tiba-tiba terlintas di kepalanya.
__ADS_1
“Ya, tidak ada yang mustahil di dunia ini. Karena itulah kami duga Ainz curiga dengan para user dan menangkap mereka untuk di interogasi di Nazarick. Dia pikir mungkin ada caranya untuk kembali ke dunia manusia, atau lebih jauhnya dia berpikir untuk membawa seluruh Nazarick ke dunia nyata. Sejak awal dia di animenya memang manusia, meski tidak nyata tapi dia tetaplah merasa nyata,” jelas Gin.
Rafsa tertegun tidak berkata apa-apa lagi, dia hanya menghela nafas dalam lalu meneguk minumannya sampai habis. Kepalanya masih terasa pusing sebab dia tidak memperdalam bidang sistem pemrograman dan teknologi, terlebih teknologi yang digunakan DT Corp sendiri sampai saat ini masih misteri bagi umat manusia, karena itulah mereka bisa sampai menganggap perusahaan DT Corp adalah perusahaan alien meskipun kenyataannya memang perusahaan manusia biasa.
“Hmm.. kita kesampingkan dulu teknologi dan sistem yang digunakan DT Corp, kepalaku rasanya sangat pusing saat ini. Sekarang apa yang bisa aku bantu?” tanya Rafsa sembari masih mengurut keningnya menggunakan tangan.
“Kita akan pergi ke E-Rantel yang ada di kerajaan Re Estize, di sana kita akan menyelidiki pergerakan Ainz dan anak buahnya. Jika beruntung mungkin kita akan mendapatkan jawaban kemana hilangnya para user di server ini,” jawab Gin.
“Kau gila? Aku tidak mau mati konyol, aku justru ingin hidup lebih lama. Dengan begitu aku bisa mewujudkan keinginanku untuk mendapatkan seluruh waifuku di dunia anime, jika aku menghadapi Nazarick dan mencari masalah dengan mereka maka aku tidak akan bisa tenang berada di server ini,” tolak Rafsa.
“Ironi sekali, bukannya kau ingin mendapatkan seluruh waifumu di dunia anime? Itu artinya di Overlord juga ada kan? Jika kau tidak pernah bertemu dengan mereka mana mungkin kau mendadak bisa mendapatkannya?” sindir Gin sambil tersenyum.
“Aku punya rencana sendiri, aku memang mengincar Albedo dan beberapa karakter wanita lainnnya. Tapi aku akan melakukannya dengan rencanaku yang lebih aman, meskipun itu memerlukan waktu yang lebih lama!” tegas Rafsa tetap dengan pendiriannya.
“Sudah aku duga kau akan mengatakan hal itu. Tidak ada pilihan lain lagi,” ujar Gin sembari menghela nafas perlahan.
“Satu hal yang ingin aku katakan, kejadian yang terjadi di server Overlord ini mungkin berhubungan dengan kejadian menggemparkan tiga bulan lalu di server Naruto Shippuden yang kau alami,” sambung Gin dengan wajah serius.
“Gin!” bentak Rafsa sembari menghantamkan tinjunya ke meja, saat itu juga meja di depan mereka langsung hancur berkeping-keping. Lantai kedai terasa bergetar hebat seiring tatapan Rafsa yang terlihat sangat marah, meski luapan energi terpancar kuat dari tubuh Rafsa namun Gin masih terlihat tenang duduk di kursinya.
__ADS_1
“Jika kau hanya ingin menggunakan alasan kejadian tiga bulan itu untuk membujukku maka aku akan menghabisimu di sini sekarang juga! Jangan pernah main-main dengan nyawa manusia!” bentak Rafsa sambil menunjuk Gin dengan jari telunjuk kanannya, dia terlihat sangat marah mendengar perkataan Gin barusan.
Bersambung…