Maximum Delusion

Maximum Delusion
Lagi-lagi Cheater


__ADS_3

Chapter 25


Lagi-lagi Cheater


Rafsa melangkahkan kakinya ke dalam apartemen sambil terus membaca buku kecil milik Takaoka. Sejak saat itu Rafsa tidak tidur lagi meskipun Conan dan Mirai kembali terlelap di kediamannya. Sekitar pukul 06:17 Conan dan Mirai baru terbangun dari tidurnya, Rafsa dengan ramah sudah memesan makanan dari restoran yang ada di seberang gedung apartement.


Tak lupa Rafsa juga mengajak Yumi untuk makan bersama di kediamannya, hari itu Rafsa benar-benar merasa senang sebab sudah lama dia tidak makan bersama karakter utama dari sebuah anime. Sekitar pukul 07:00 Conan dan Mirai pamit untuk pulang ke rumahnya diantarkan oleh Yumi yang sekalian pergi bertugas.


“Kak Rafsa ternyata baik juga ya,” tukas Mirai sambil berjalan menuruni tangga.


“Tentu saja, kalau dia sedang ada di rumahnya sih aku nggak perlu repot-repot mencari makanan,” jawab Yumi tanpa ragu.


“Hehehe.. kau tidak tahu kalau dia punya maksud lain,” pikir Mirai.


“Dia juga pintar seperti kak Shinichi,” ucap Conan.


“Memang benar, tapi kelihatannya Rafsa-kun lebih ganteng, sayangnya dia lebih muda dariku,” tukas Yumi seakan kecewa.


“Hoi, Hoi. Orang yang kau bicarakan itu ada di sini,” batin Conan sambil tersenyum masam, Mirai juga hanya terkekeh menahan tawanya.


“Kalau tukang tikung itu mendengarnya saat ini, pasti kepalanya langsung membesar,” pikir Mirai.


Sementara itu Rafsa di kediamannya terus membulak balik buku kecil milik Takaoka, dia pikir mungkin ada baiknya kalau buku itu dia serahkan kepada Gin sebagai sesama anggota secret security HLF. Terlebih di dalamnya terdapat beberapa informasi mengenai cheater yang pernah diketahui oleh Takaoka.


Dalam bukunya Takaoka menuliskan bahwa beberapa hari yang lalu dia bertemu dengan user HLF yang sedang melakukan kejahatan di server Detective Conan ini, namun saat melihat ada orang lain yang memergoki aksinya tersebut user itu tiba-tiba saja melesat terbang ke langit tanpa menggunakan alat apapun.


“Apa Gin masih belum masuk ke HLF ya?” gumam Rafsa sambil berdiri menuju kamarnya. Dia benar-benar merasa bosan jika harus terus diam di server ini menunggu sampai Yumi datang. Rafsa kemudian mengambil smartphone miliknya lalu menghubungi Yumi.


“Moshi-moshi, Rafsa-kun ada apa?” jawab Yumi.


“Ah, Yumi-san aku hanya ingin memberikan kabar bahwa aku akan pergi keluar Kota sebentar,” jawab Rafsa.


“Eh? Kenapa buru-buru sekali?” tanya Yumi dengan nada kaget.


“Ah sebenarnya aku juga terkejut, tapi mau bagaimana lagi. Sebenarnya aku juga agak malas karena baru datang ke Jepang,” jawab Rafsa sambil tertawa kecil.


“Baiklah, padahal tadinya aku ingin mengenalkanmu kepada temanku,” ucap Yumi.

__ADS_1


“Mungkin lain kali saja, sampai jumpa,” kata Rafsa.


“Oke,” jawab Yumi.


Setelah panggilan berakhir Rafsa langsung meletakan buku milik Takaoka di laci mejanya, dia berniat menghubungi Gin terlebih dahulu baru mereka nanti akan bertemu di server Detective Conan untuk memberikan bukunya. Sebab sejauh ini user HLF memang tidak bisa membawa barang apapun dari dalam server ke dunia nyata.


“HLF on,” ucap Rafsa.


“Out,” sambung Rafsa lagi.


“Teleportation start!” respon sistem HLF.


Tubuh Rafsa menghilang dari dunia anime Detective Conan. Dia muncul kembali di tabung HLF yang ada di kamarnya. Rafsa langsung keluar dari dalam lemari dan meregangkan tubuhnya. Entah sudah berapa hari dia berada di dalam dunia anime. Rafsa menjatuhkan tubuhnya lagi ke kursi, kemudian mencoba menghubungi Gin.


“Cih, orang itu sok sibuk banget,” gerutu Rafsa sambil menghela nafas panjang sebab panggilannya tidak diterima oleh Gin, kemungkinan dia memang masih berada di dunia anime saat ini, entah anime apa.


Rafsa kemudian mengirimkan email kepada Gin agar ketika Gin keluar dari dunia anime maka pesannya langsung akan sampai. Rafsa memejamkan matanya sejenak sembari mendengarkan suasana di sekitar kontrakannya yang begitu hening, dia kemudian melangkah mendekati kaca untuk melihat suasana di luar.


Tapi tampaknya suasananya masih seperti biasa, tidak ada juga jejak orang yang mendekati kontrakannya. Ya, sejak awal memang Rafsa sudah biasa pergi diam-diam dan kurang bersosialisasi dengan tetangga kontrakannya jadi tidak heran kalau tidak akan ada yang mencarinya jika tidak ada di kontrakan untuk waktu yang lama, kecuali pemilik kontrakannya sendiri.


“Hoam..” Rafsa menguap dan meregangkan seluruh otot tubuhnya, perlahan dia berjalan lagi menuju tabung HLF yang ada di dalam lemarinya.


“Naruto Shippuden,” tukas Rafsa setelah terdapat banyak pilihan server dunia anime di depannya.


“Teleportation start!” respon sistem HLF. Kini tubuh Rafsa lenyap seketika dari tabung HLF dan sudah muncul kembali di kediamannya yang ada di dalam dunia anime Naruto Shippuden.


Rafsa kemudian melangkah keluar kediamannya lalu menarik nafas dalam menghirup segarnya udara Desa Konoha yang belum terkena polusi kendaraan layaknya Kota Bandung. Tapi baru saja dia keluar, sekilas terlihat seorang wanita sedang duduk di dahan pohon yang ada di dekat kediamannya.


“Reina?” batin Rafsa yang terlihat sangat terkejut, samar-samar kelihatannya dia memang seperti Reina, Tapi karena gak ragu akhirnya Rafsa berjalan ke bawah pohon sambil menengadah ke atas. Wanita bertopeng itu tampak diam saja tak bergerak.


“Hei,” ucap Rafsa agak kencang. Terlihat tangan kedua wanita itu bergerak membuka topengnya, ternyata memang benar dia adalah Reina.


“Akhirnya kau kembali ke dunia ini,” tukas Reina sambil melompat turun ke tanah.


“Eh? Kau sudah berapa lama berada di sana?” tanya Rafsa karena dia rasa tadi Reina bahkan sedang tertidur.


“Mungkin dua hari aku di sekitar sini,” jawab Reina, sontak saja Rafsa begitu terkejut sebab dia tidak menyangka jika akan ada orang yang menunggunya di dunia Naruto.

__ADS_1


“Ada perlu apa kamu ke sini? Mau bilang kalau kau pemenang ujian chunin itu dan sekarang sudah jadi jounin?” tebak Rafsa sambil menatap Reina.


“Gile cantik banget dah, apa orang aslinya juga cakep ya,” batin Rafsa saat melihat paras nan ayu milik Reina.


“Aku memang pemenangnya, tapi tidak ada gunanya aku pamer kepada user yang gagal menjadi beta tester sepertimu,” jawab Reina dengan dingin.


“Kata-katanya doang yang ngeselin,” gerutu Rafsa di dalam hatinya.


“Lalu ada apa kau repot-repot menungguku di sini?” tanya Rafsa dengan raut wajah kesal.


“Kenapa kau tidak mengerahkan seluruh kemampuanmu dalam ujian kemarin?” tanya Reina dengan tatapan tajam.


“Memangnya apa untungnya? Aku tidak tertarik menjadi jounin,” jawab Rafsa tanpa panjang lebar.


“Cih dasar laki-laki lemah, lalu apa tujuanmu ke dunia anime jika bukan untuk menjadi yang terkuat?” tanya Reina.


“Nih cewek pikirannya gelut mulu, jangan-jangan di dunia nyata dia emang berotot gitu,” pikir Rafsa sambil sedikit bergidik memikirkannya.


“Tujuanku hanyalah untuk menaklukan seluruh waifuku di dunia anime, aku cukup membutuhkan status jouni untuk mendekati waifuku di Naruto Shippuden ini,” jawab Rafsa.


“Menjijikan. Yah, tapi kebanyakan memang seperti itu sifat laki-laki biasa,” tukas Reina sambil melangkah pergi.


“Woi jangan bilang kalau kau ke sini hanya untuk mengejek diriku ya,” kata Rafsa.


“Tidak ada salahnya aku mengejekmu, lagipula kau hanya bermulut besar saja. Jika kau tidak menjadi yang paling kuat mana mungkin ada waifumu yang akan tertarik,” jawab Reina.


“Jangan salah, aku sudah punya rencana jitu dan semua itu sudah berjalan dengan baik,” teriak Rafsa agak kencang karena Reina sudah berjalan cukup jauh.


“Awas saja kau, nanti akan kutaklukan juga kau. Tidak tahu apa gini-gini juga murid Katsuragi Keima dan Ayanokoji Kiyotaka” gerutu Rafsa.


Rafsa kembali ke kediamannya sambil berganti pakaian, niatnya dia hari ini akan pergi ke Desa Sunagakure untuk menemui beberapa karakter di sana. Kalau beruntung mungkin dia akan berjumpa temari, matsuri dan beberapa kunoichi cantik lainnya di sana. Sebilah pedang tampak terikat rapi di pinggang sebelah kirinya.


“Rafsa-san,” terdengar pintu kediamannya di ketuk oleh seseorang.


“Ada apa?” tanya Rafsa sambil keluar dari kediamannya, tampak seorang pria dewasa sedang berdiri di depan kediamannya.


“Hokage-sama memanggilmu, katanya ada misi yang akan dia berikan kepadamu,” ucap pria itu, setelah menunduk hormat dia langsung pergi lagi. Sedangkan Rafsa hanya tersenyum senang, ini adalah misi pertamanya setelah menjadi chunin, dia harap ada kunoichi cantik yang akan menemaninya dalam misi kali ini.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2