Maximum Delusion

Maximum Delusion
Penyusup Misterius


__ADS_3

Chapter 4


Penyusup Misterius


Setelah mereka sampai di toko pakaiannya Rafsa segera pamit meninggalkan Gin yang mencari pakaian ganti di sana. Rafsa berjalan menuju kediaman hokage. Tampak ada beberapa orang lain juga yang menuju ke tempat hokage.


“Ho, jadi banyak User lain juga yang menyadarinya ya,” gumam Rafsa sambil berhenti melangkah. Tiba-tiba dari belakang sebuah tangan menepuk pundaknya. Dia tampak kaget lalu melompat ke depan dan berbalik menatap orang di belakangnya.


“Ryuzaki Rafsa ya, kelihatannya kamu orang yang cukup waspada juga,” kata seorang pria dengan tatapan tajam mata putihnya.


“User dari Klan Hyuga? Pergerakannya sama sekali tidak bisa kurasakan,” batin Rafsa.


“Oh User lain rupanya. Aku piker ada musuh yang ingin menyergapku. Lalu siapa dirimu hingga tahu namaku?” Tanya Rafsa berusaha untuk tenang.


“Ternyata aku kurang terkenal ya. Tidak masalah, namaku Hyuga Naoki, Jounin dari konohagakure,” jawab pria itu dengan bangga.


“Naoki? Jadi dia orangnya ya. salah satu dari tigapuluh User HLF yang sudah pernah ikut event ujian chunin di Naruto Shippuden ini. Terlebih dia adalah salah satu orang dari User yang memiliki ID dua digit saja alias Beta Tester,” batin Rafsa.


“Sungguh terhormat karena seorang beta tester sepertimu mengetahui namaku,” kata Rafsa.


“Begitu ya, ternyata pengetahuanmu cukup luas juga. Tidak heran saat ini kamu bisa berhubungan baik dengan para karakter walaupun kamu sendiri belum pernah ikut event ujian chunin,” ucap Naoki dengan tatapan tajam.


“Hah.. tidak masalah sih. bagaimanapun juga, kesempatanku lebih tinggi darimu. Bahkan saat ini kami para jounin dipanggil oleh Kakashi untuk menghadapnya,” tambah Naoki sambil berlalu menuju tempat hokage.


“Jadi dia sedang membicarakan persaingan ya. Hyuga Naoki, kelihatannya cukup kuat juga,” gumam Rafsa.


“Eh, ngomong-ngomong dia belum menjawab pertanyaanku. Bagaimana dia bisa mengetahui namaku? Apa mungkin dari karakter yang ada di sini ya?” batin Rafsa sambil melangkah pergi dan mengurungkan niatnya untuk menguping di tempat hokage.


***


Gin berjalan berkeliling di desa setelah membeli beberapa setel pakaian dari toko. Di sepanjang jalan dia melihat banyak user HLF yang berlalu lalang. Dari wajah mereka terlihat kegembiraan yang terpancar, mungkin karena mereka bisa hidup di dunia yang mereka impikan selama ini.


“Jika dibandingkan dengan server Boruto kelihatannya lebih banyak user yang dating ke server ini. Keputusan DT Corp untuk mengambil latar setelah perang ninja namun sebelum pernikahan Naruto memang sangat tepat,” gumam Gin.


“Mungkin alasan lainnya karena server ini termasuk cukup aman untuk para user, tidak seperti beberapa server semisal shingeki no kyojin ataupun overlord yang terbilang cukup berbahaya bagi user pemula,” batin Gin.


Dari kejauhan terlihat Ino, Shikamaru dan Chouji berlari ke arah kediaman hokage. Mereka bertiga lewat tepat di depan Gin. Tampak hanya Shikamaru yang melirik ke arahnya. Dari wajah mereka terlihat bahwa mereka sedang buru-buru.


“Melihat mereka seperti itu sudah seperti mimpi bagi orang sepertiku. Saying sekali dulu aku tidak ikut bersama beta tester lainnya untuk mengikuti event ujian chunin. Jika dulu ikut, mungkin saja hubunganku dengan beberapa karakter di sini sudah jauh,” gerutu Gin sambil kembali melangkah pergi.


Tiba-tiba seekor burung kecil terlihat terbang dan hinggap di pundak Gin. Tampak di kakinya ada secarik kertas yang di gulung. Perlahan dia mengambil lalu membaca surat itu. raut wajah terkejut tampak jelas di wajahnya.

__ADS_1


“Jadi begitu keadaannya. Hmm.. padahal aku ingin tinggal lebih lama di sini. Kalau seperti ini terus hubunganku pasti tidak akan pernah berkembang,” gerutu Gin sambil menghela nafas.


Gin kembali berjalan menuju pintu gerbang konoha setelah mengirimkan surat balasannya. Dia berjalan keluar dari desa konoha untuk menuju ke suatu tempat yang tertulis di surat tadi. Namun di tengah hutan tiba-tiba saja dia berhenti.


“Cih, kelihatannya di server manapun tetap saja ada user yang menjengkelkan,” gumam Gin. Dia kemudian mengeluarkan satu shuriken dari tas peralatan ninja miliknya. Dengan cepat dia melemparkannya ke balik semak-semak.


Dua orang pria tiba-tiba melompat dari balik semak-semak itu. dua buah kunai melesat dari belakang Gin namun dengan mudahnya dia menangkap kunai itu. namun dua orang yang melompat tadi tidak tinggal diam.


“Suiton: suiryuudan no jutsu!”


“Raiton!”


Teriak dua itu mengeluarkan jutsu kombinasi. Keluarlah naga air yang diselimuti oleh petir. Gin tampak tersenyum dan hendak melompat untuk menjaga jarak. Namun.


“Kagemane no jutsu!”


Sebuah bayangan melesat kearah Gin dan berhasil mengenainya. Tubuh Gin menjadi kaku tak bisa bergerak. Naga air yang diselimuti petir itu berhasil mengenai Gin, namun tubuhnya mendadak berubah mencair.


“Mizu bunshin?” ujar orang yang menggunakan jutsu bayangan.


“Jadi kalian berempat mengambil klan yang berbeda ya,” ucap Gin yang ternyata sudah berada di atas pohon.


“Kelihatannya hari ini kita bertemu user yang cukup tangguh,” ucap pria yang menggunakan naga air.


“Wah, tak di sangka ternyata hari ini aku bakalan bertemu dengan para user killer. Sayangnya lu semua salah memilih lawan,” jawab Gin sambil tersenyum.


“Maaf, karena hari ini buru-buru maka aku tidak bisa lama-lama menghadapi kalian,” tambah Gin.


“Cih, orang sombong rupanya.”


“Lihat matanya bos!”


“Oh, jadi dia begitu sombong karena memiliki sharingan ya,” ucap pemimpin kelompok bandit itu.


“Shuriken kage bunshin!” ucap Gin sambil melemparkan shuriken.


Shuriken itu tiba-tiba saja menjadi sangat banyak hingga seseorang dari musuhnya menggunakan dinding tanah untuk melindungi mereka. Namun Gin tak tinggal diam, dia dengan cepat sudah membuat segel tangan.


“Katon: gokakyu no jutsu!”


Sebuah bola api besar yang menyala-nyala menghancurkan dinding tanah yang musuhnya buat. Tak berhenti di situ saja, Gin menciptakan dua kagebunshin yang langsung menyerang musuh dengan cepat.

__ADS_1


Empat orang bandit itu hanya bisa bertahan dan menghindari setiap serangan bunshin milik Gin. Darah mulai keluar dari tubuh mereka berempat yang terkena serangan dari bunshin. Gin sendiri hanya tersenyum.


“Mustahil!”


“Padahal yang aku lawan hanyalah bunshinnya saja.”


“Siapa sebenarnya dia ini,” ucap para bandit yang sudah kehilangan harapan.


“Padahal aku mengharapkan kalian itu lebih dari ini. Apa boleh buat, kelihatannya aku harus membuat kalian babak belur agar sedikit kapok,” ucap Gin dengan seringai menakutkan.


***


Sementara itu di aula kediaman hokage tampak banyak jounin dan chunin desa konoha yang berkumpul di sana. Beberapa user yang sudah menjadi jounin ataupun chunin tampak mengobrol cukup akrab dengan para karakter. Obrolan mereka baru berhenti saat hokage keenam masuk ke dalam ruangan bersama asistennya yaitu shizune dan juga Shikamaru.


“Terimakasih untuk para jounin dan chunin yang sudah bersedia dating kemari. Hokage-sama kelihatannya hanya mereka yang bisa dating kemari sedangkan yang lainnya sedang melakukan misi,” ucap Shizune.


“Tidak masalah. Aku yakin kalian cukup kaget saat dipanggil kemari dengan buru-buru. Aku memanggil kalian ke sini karena khawatir akan adanya ancaman yang dating ke desa konoha,” kata Kakashi.


“Apa maksudnya sens- hokage bilang seperti itu?” Tanya Naruto.


“Shikamaru,” ujar Kakashi sambil melirik kearah Shikamaru yang mengangguk.


“Tadi siang, ANBU memergoki seorang shinobi misterius sedang mencuri beberapa gulungan jutsu terlarang setelah menghabisi ANBU yang berjaga. Namun dia berhasil lolos,” jelas Shikamaru. Tampak orang-orang yang ada di sana kaget mendengarnya.


“Lalu gulungan apa saja yang berhasil dia curi?” Tanya seorang chunin.


“Kami tidak bisa memastikannya, karena pada dasarnya gulungan itu memang sudah di segel sejak masa hokage ketiga. Tapi kejadian seperti ini tidak hanya terjadi di konohagakure saja,” jawab Shizune.


“Jadi di desa lain juga terjadi hal yang sama?” Tanya Naoki.


“Ya. Saat ini kami mempercayakan pengejaran penyusup itu kepada para ANBU. Namun kami membutuhkan bantuan kalian untuk waspada dan juga mengawasi titik-titik yang ada di desa. Terlebih akhir-akhir ini banyak sekali shinobi yang dating ke desa,” jawab Kakashi.


“Lebih tepatnya kami ingin kalian memeriksa para pengunjung yang mencurigakan. Jika ada shinobi konoha yang mencurigakan juga bisa kalian periksa. Tidak menutup kemungkinan kalau ada penghianat dari desa sendiri,” tambah Shizune.


“Baik!” jawab para shinobi secara serentak.


“Hyuga Naoki, Inuzuka Kiba, Aburame Shino. Aku ingin kalian bertiga tetap di sini,” kata Kakashi. Ketiga orang itu tetap berada di aula setelah para ninja yang lainnya keluar.


“Ada perlu apa Hokage-sama?” Tanya Naoki.


“Aku punya misi untuk kalian bertiga,” jawab Kakashi.

__ADS_1


BERSAMBUNG…


__ADS_2