Maximum Delusion

Maximum Delusion
Gin dan Rafsa vs Dua Pleiades (Part 2)


__ADS_3

Chapter 17


Gin dan Rafsa vs Dua Pleiades (Part 2)


“Lupusregina memang memiliki kemampuan magic juga, tapi job warlord dan battle cleric yang dia miliki juga pasti akan menunjangnya dalam pertarungan,” gumam Rafsa sembari mengangkat pedangnya ke atas dengan tangan kanan.


“Ability boost!”


“Greater Evasion!”


“Pace of the wind!” ucap Rafsa menggunakan tiga seni beladiri untuk meningkatkan kemampuannya.


“Greater ability boost!”


“Greater Evasion!”


“Physical boost!” timpal Gin yang juga sudah bersiap untuk bertarung secara serius.


“Sol-chan, kelihatannya mereka bukan lawan sembarangan,” ucap Lupusregina yang langsung melepas penyamarannya. Diikuti oleh Solution, sebagai ras Werewolf insting Lupusregina memang sangat tajam saat berhadapan dengan musuhnya.


“Seni bela diri: slashing strike!” ucap Rafsa sambil mengayunkan pedangnya ke arah Lupusregina, namun dengan cepat Lupusregina segera menghindar ke samping.


‘Bbbrrraaakkhh..’


Tebasan pedang Rafsa hanya menghantam lantai kedai, tanah juga ikut bergetar. Bahkan saking kuatnya tebasan membuat bekas cekungan di tanah tepat di depan ujung pedang Rafsa, bahkan tembok kedai yang ada jauh di depan pedang itu langsung terbelah menjadi dua. Lupusregina dengan lincah menghentakan kakinya ke dinding lalu menghantamkan tongkatnya ke tubuh Rafsa. Namun efek greater evasion langsung bekerja, dengan sigap Rafsa menundukan tubuhnya ke lantai sambil membalas dengan tebasan pedangnya.

__ADS_1


Tapi Lupusregina meliukan tubuhnya di udara dan mendarat di atas sebuah meja, lagi-lagi tebasan Rafsa hanya menghancurkan dinding kedai yang atapnya mulai terbakar. Rafsa kembali mengayunkan pedangnya mengikuti gerakan Lupusregina. Jual beli serangan terus terjadi sampai dentingan-dentingan keras terdengar layaknya besi menghantam besi.


“Apa kau tidak berniat lari dari sini Sol-chan?” tanya Gin sembari menatap Solution seolah sedang mengejek.


“Ara, untuk apa aku lari dari tempat ini. Lagipula aku tidak suka pergi sebelum menyantap mangsaku,” jawab Solution yang langsung melesat menuju Gin.


‘Tttrrannkk..’


Terdengar suara benturan besi dengan besi, padahal tadi Solution hanya mengayunkan tangan kosongnya saja. Tapi Gin malah tersenyum lalu melakukan serangan balik dengan melompat ke udara, dia memutar tubuhnya di udara lalu puluhan jarum kecil melesat menghujani Solution. Tapi dengan sigap Solution menangkis semua jarum itu seolah tanpa kesusahan sama sekali.


“Bukankah slime itu sangat benci dengan api? Tapi kau ternyata berbeda Sol-chan,” ucap Gin yang masih melayang di udara. Kali ini dia mulai menghujani Solution dengan pisau-pisau yang disembunyikan di dalam jubahnya.


“Kalian ternyata tahu banyak tentang kami, aku yakin Ainz-sama akan semakin senang jika aku membawa kalian,” kata Solution yang kali ini bergerak ke sana kemari untuk menghindari serangan pisau milik Gin, tiba-tiba saja tubuh Solution langsung menghilang dari pandangan Gin.


Saat Gin menapak kembali dia langsung memutar tubuhnya dan mengayunkan pisaunya ke belakang. Terdengar suara dentingan senjata beradu, tapi gin kembali melompat mundur. Mereka berdua sama-sama memiliki job master assasins jadi tidak mengherankan kalau Gin sampai bisa mengetahui keberadaan Solution yang menggunakan kemampuan assasins miliknya.


‘Ddddaagghh’


Gin menyilangkan tangannya untuk menahan hantaman kaki Solution, namun tubuh Gin tetap terpental ke lantai kedai. Tak sampai di sana, Solution juga melemparkan dua pisau ke arahnya, akan tetapi efek greater evasion juga bekerja. Gin dengan cepat menghantamkan telapak kakinya ke lantai, saat itu juga tubuhnya terpantul ke atas menghindari dua pisau yang melesat cepat ke tubuhnya.


“Dia sudah melumuri pisauku dengan racun? Job poison maker yang dia miliki juga cukup merepotkan,” pikir Gin.


Sementara itu Rafsa masih terus beradu senjata dengan Lupusregina, tapi kecepatan Rafsa sedikit lebih unggul. Beberapa kali pedang Rafsa mendarat di baju maid Lupusregina namun tidak meninggalkan bekas apapun, hanya terdengar dentingan keras saja saat pedangnya menghantam baju maid Nazarick yang dipakai Lupusregina.


“Sekarang aku baru percaya sekuat apa baju maid yang dimiliki oleh para Pleiades,” pikir Rafsa yang mencoba mengayunkan kembali pedangnya, tapi lagi-lagi Lupusregina kembali menangkisnya.

__ADS_1


Terdengar kembali suara dentingan senjata beradu, di saat itulah Rafsa melihat Gin yang sedang menangkis serangan beruntun dari Solution. Lupusregina kembali menyerang Rafsa dengan hantaman tongkatnya secara beruntun, namun secara statistik kecepatan Rafsa memang lebih unggul terlebih dia memakai tiga seni bela diri yang menunjang pergerakannya, dia dengan mudah menghindari setiap serangan dari Lupusregina.


Di sisi lain Gin yang awalnya kewalahan meladeni serangan Solution yang semakin cepat kini terlihat sudah mulai bisa mengimbanginya, kecepatan Gin memang lebih tinggi dari Rafsa tapi masih tetap dibawah Solution. Meski begitu sebagai seorang beta tester dia tentunya punya pengetahuan luas tentang gaya bertarung dari setiap karakter anime di anime action manapun. Dia juga tahu cara bertarung dan pola gerakan Solution setelah cukup lama jual beli serangan dengannya.


Rafsa juga mulai bisa membaca pola serangan Lupusregina. Dia dan Gin memang bukanlah tipe orang yang dengan gegabah menggunakan kemampuan penuhnya sebelum mengetahui kemampuan lawan. Terlebih mereka tahu di dunia HLF ini masih ada user dan karakter yang lebih kuat dari mereka. Mungkin ceritanya akan lain kalau kemampuan mereka sudah setara dengan Saitama di server One Puch Man.


“Seni bela diri: seven deadly punch!” ucap Gin, yang langsung melesat menuju Solution.


“Hei-hei apa yang kau lakukan Gin? Apa dia tidak tahu dengan pasif skill yang dimiliki Solution?” batin Rafsa saat melihat Gin menyerang Solution dengan tinjunya.


“Jangan lengah!” teriak Lupusregina sambil mengayunkan tongkatnya, tapi Rafsa kembali berhasil menahannya dengan pedang. Kini kedai yang mereka tempati sudah mulai terbakar seutuhnya sampai ke langit-langit membuat suasana di tempat itu semakin panas.


Gin mengayunkan tinju pertamanya ke tubuh Solution, tapi dengan santai Solution tidak menghindar sebab pasif skill yang dimilikinya bisa menahan physical attack secara langsung. Tinju pertama Gin berhasil mendarat di perut Solution namun tangannya seakan menghantam jelly. Tapi saat itulah dia tersenyum.


“Seni bela diri: seven deadly knives!” ucap Gin sambil mengayunkan tangan kirinya mengambil salah satu pisau dari tujuh pisau yang dia sarungkan di pinggangnya.


‘Ttttrrraannnkk’


‘Brrrsssttt..’


Pisau Gin melayang, namun Solution merasakan bahaya dari pisau itu, dia mengelakan tubuhnya hingga pisau menghantam baju maid yang dia kenakan sampai terdengar dentingan senjata beradu. Tapi dari pisau itu muncul kilatan petir yang langsung menyengat tubuh Solution. Meskipun resistensi dan magic defend milik Solution memang tinggi di tambah baju maid yang seperti armor itu tapi dari raut wajahnya bisa terlihat kalau Solution meringis kesakitan.


“Senjata yang sudah di enchant ya?” batin Solution yang langsung melompat mundur, tapi Gin kembali maju dengan cepat.


Kini dua anak buah Solution melesat ke depan melindungi tuannya, dengan cepat Gin menebaskan pisaunya hingga muncul api yang membakar salah satu anak buah Solution dan satu lagi langsung tercabik-cabik oleh angin. Rupanya seni bela diri yang Gin sebut seven deadly punch hanyalah gertakan untuk membuat Solution lengah. Meski begitu karakter dan user yang levelnya rendah pasti sudah tamat riwayatnya dalam satu serangan yang dia lakukan tadi.

__ADS_1


“Seni bela diri: nine blades of sword!” ucap Rafsa seraya memegang pedangnya yang dia tumpangkan di bahu kanannya. Kelihatannya dia juga akan mulai menunjukan kemampuan bertarungnya sama seperti yang dilakukan oleh Gin.


Bersambung…


__ADS_2