Maximum Delusion

Maximum Delusion
Kekuatan Anime One Piece


__ADS_3

Chapter 31


Kekuatan Anime One Piece


“Biar aku yang menghalaunya kali ini,” kata Reina yang langsung maju mendahului Rafsa, dia juga mulai melakukan segel tangan.


“Raiton: Gian!” ucap Reina sambil menjulurkan kedua telapak tangannya ke depan, saat itu juga sambaran petir keluar dari titik tengah telapak tangannya. Itu adalah jutsu petir yang sama seperti yang digunakan Kakuzu.


‘Ddddhhoommrrr’


Tanah kembali bergetar saat jutsu milik Reina menghantam hado milik Violet. Rafsa yang agak kesal karena didahului oleh Reina segera melakukan segel tangan. Reina sendiri tidak berhenti di situ saja, dia juga mulai melakukan segel tangan. Sementara itu Violet memegang gagang zanpakuto miliknya di depan dada, matanya terpejam untuk berkonsentrasi.


“Senpou, Futon: Daitoppa!” ucap Rafsa.


“Suiton: Teppoudama!” kata Reina hampir bersamaan dengan Rafsa.


“Makanlah! Kyodaina Kujira!” kata Violet sambil menebaskan pedangnya ke depan.


Saat itu juga gemuruh angin terdengar riuh melesat bagaikan badai menuju Violet, Reina juga langsung menciptakan belasan peluru air dari mulutnya yang melesat seiring dengan badai angin yang tercipta dari jutsu yang digunakan Rafsa. Di lain sisi dari tebasan zanpakuto milik Violet langsung tercipta titik-titik air yang membesar membentuk paus raksasa yang lebih besar dari sebelumnya.


Badai angin dan belasan peluru tampak tidak mampu menghambat paus raksasa yang melesat cepat menuju Reina dan Rafsa. Melihat jutsu mereka bisa dimentahkan dengan mudah Reina langsung menghantamkan kedua telapak tangannya, saat itu juga tubuhnya diselimuti chakra merah yang semakin tebal seperti ketika Naruto mengeluarkan ekor keempat alias mode setengah bijuu.


Sementara itu Rafsa yang tidak mau kalah langsung menyarungkan pedangnya dan melompat ke udara. Reina sendiri yang berada dalam mode setengah bijuu langsung mempersiapkan bijuudama untuk menyerang paus raksasa yang berasal dari kemampuan zanpakuto milik Violet.


“Bijuudama,” wujud setengah bijuu Reina langsung mengeluarkan sinar bijuudama dari mulutnya. Sinar itu melesat menuju paus raksasa yang datang.


“Senpou, Doton: Sando no jutsu!” ucap Rafsa yang langsung menapak ke tanah dan menghantamkan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


‘Dddddhhhoommrrr..’


Tanah kini bukan hanya bergetar melainkan berguncang saat bijuudama milik Reina menghantam paus raksasa yang tercipta dari tebasan zanpakuto milik Violet. Debu-debu dan tanah yang hancur berkeping-keping langsung berhamburan ke udara, namun sebelum Violet menggunakan kekuatan bankainya lagi tiba-tiba saja muncul dua belah tanah raksasa berbentuk sepertempat lingkaran dari sisi kanan dan kirinya.


“Sial,” gumam Violet yang sadar tidak akan bisa lari dari jangkauan jutsu tanah sebesar itu.


Namun tiba-tiba saja tanah yang berguncang terasa semakin dahsyat hingga tampak retakan di tanah. Itu bukanlah jutsu ataupun kido, Rafsa dan Reina tersentak kaget karena mereka tahu ini adalah gempa bumi dahsyat yang tercipta dari buah iblis paramecia gura gura no mi, Reina yang dalam mode setengah bijunya langsung melompat ke udara menghindari retakan tanah yang berguncang.


Namun nyatanya bukan hanya tanah yang bergetar sebab udara juga berguncang hebat sampai tubuh setengah bijuu Reina terpental. Tapi Rafsa langsung berada di dekat Reina dan menangkapnya, tubuhnya lenyap kembali dari udara menggunakan hiraishin. Kini Rafsa yang membawa Reina sudah berada di sisi kanan agak jauh dari tempat Violet.


Dua gundukan tanah yang harusnya menjepit tubuh Violet juga tampak hancur berkeping-keping akibat guncangan yang terjadi. Sementara itu Reina sudah kembali ke wujud manusianya, begitu juga Rafsa yang sudah tidak menggunakan sennin mode lagi karena dia menggunakan seluruh senjutsu miliknya untuk menggunakan jutsu tanah yang sangat kuat untuk menghimpit Violet.


“Kau baik-baik saja?” tanya Rafsa sambil menurunkan Reina dari pangkuannya.


“Ya,” jawab Reina dengan ketus, mungkin dia merasa kesal karena diselamatkan oleh orang yang selalu diejeknya.


“Entahlah, yang jelas itu tadi memang kekuatan buah iblis gura gura no mi,” tukas Reina dengan tetap waspada.


Sementara itu guncangan tanah sudah mereda, debu-debu yang beterbangan di udara juga semakin menipis. Kini di seberang mereka berdua tampak bayangan seorang pria yang sedang membawa Violet di pangkuannya. Semakin lama semakin jelas juga wajah dari pria tersebut, di kepalanya juga mengenakan ikat kepala lambang Yamigakure seperti yang dipakai oleh Violet.


“Pantas saja dia tidak segera kembali, ternyata lawannya memang bukan kaleng-kaleng,” ujar pria itu sambil tersenyum. Sementara Violet yang berada di pangkuannya terlihat tidak sadarkan diri.


“Wah, wah, kelihatannya hari ini memang hari keberuntunganku. Bukan hanya bertemu satu cheater saja, melainkan dua cheater sekaligus,” kata Rafsa.


“Hahaha.. aku tak menyangka kalian bisa bertahan dari kekuatan gura-gura no mi milikku. Tapi itu wajar karena aku menggunakannya dari kejauhan,” ucap pria itu sambil tertawa.


“Siapa kau sebenarnya? Apa tujuan kalian mendirikan desa Yamigakure?” tanya Reina.

__ADS_1


“Salam kenal, beta tester nomor 11. Aku adalah Shiroyasa, user dengan ID 126. Salam kenal juga untukmu wahai pemburu beta tester, Ryuzaki Rafsa,” jawab pria yang ternyata bernama Shiroyasa.


“Kelihatannya aku cukup terkenal juga ya,” tukas Rafsa.


“Ya, setelah pertarunganmu dengan Gin beberapa bulan yang lalu, kami mulai memperhitungkan keberadaanmu di HLF ini,” kata Shiroyasa.


“Itu artinya mereka juga punya informan yang hebat,” batin Rafsa.


“Sayangnya kalian kelihatannya masih sangat lemah, sampai harus menyusun kekuatan secara sembunyi-sembunyi seperti itu,” ejek Reina.


“Hahaha.. beta tester nomor 11 memang hebat, kau dikenal karena kata-katamu yang tajam. Tapi kalian jangan khawatir, suatu saat nanti kami akan menguasai dunia anime dimanapun kami berada. Orang-orang naif seperti kalian hanya akan binasa,” tukas Shiroyasa.


“Jika memang kau menganggap dirimu kuat, kenapa tidak kalahkan kami di sini. Bukankah akan sangat merugikan jika kami memberitahukan kejadian ini kepada orang lain?” tantang Rafsa.


“Aku bukanlah orang bodoh. Aku sadar dengan kekuatanku sendiri, aku tidak akan bisa menang saat ini meski hanya menghadapi salah satu dari kalian saja. Jika memang sudah waktunya kalian tidak usah khawatir, tanpa dipinta juga akan kami musnahkan orang-orang seperti kalian!” tegas Shiroyasa.


“Mereka berdua terlalu kuat, bahkan menghadapi Violet yang bisa menggunakan bankai saja mereka tidak terluka sedikitpun,” gumam Shiroyasa.


Reina menarik nafas dalam, dia mulai berkonsentrasi untuk berubah ke dalam mode bijuu sepenuhnya. Sementara Rafsa kembali menggenggam sarung pedangnya, tapi kini dia tidak menghunuskan pedangnya secara langsung namun membawanya bersama sarung pedangnya. Sadar kedua lawannya hendak bergerak, Shiroyasa langsung menghantamkan lengan kanannya ke udara.


Saat itu juga terlihat retakan di udara, tanah kembali berguncang hebat seakan terjadi gempa bumi yang dahsyat. Namun wujud Rafsa langsung lenyap seketika, wujud Reina juga langsung berubah menjadi Sanbi seutuhnya, suaranya yang mengaum keras menggema di seantero hutan. Saat itu juga Sanbi langsung menciptakan gelombang ombak besar untuk meredam retakan tanah dan udara yang diakibatkan kekuatan gura-gura no mi.


Tubuh Rafsa kini sudah berada di dekat Shiroyasa dan hendak menebaskan pedangnya mengincar leher, namun diantara tubuh Rafsa dan Shiroyasa kini sudah tercipta sebuah lingkaran hitam yang menyerap semua yang berada di sekitarnya. Merasakan bahaya secara spontan Rafsa langsung berpindah tempat menggunakan hiraishin miliknya, sementara tubuh Shiroyasa dan Violet langsung lenyap masuk ke dalam portal lingkaran hitam.


“Aku pernah melihat portal semacam itu dalam anime World Trigger,” ucap Rafsa dengan terengah-engah karena hampir masuk ke dalam portal.


“Itu adalah kemampuan Black Trigger milik salah satu karakter dari Aftokrator,” gumam Rafsa sambil merasakan tanah yang terus berguncang hebat. Kini diantara tempatnya berdiri tadi dengan tempat Shiroyasa sudah tercipta jurang yang dalam akibat tanah yang retak dan berguncang.

__ADS_1


Bersambung…


__ADS_2