
Ketika Zayn dan Udin kembali ke reruntuhan Benteng, nampak seluruh buaya baru saja selesai di kuliti para budak dan kulitnya sudah mulai hendak dijemur, sedang dari kejauhan suara gergaji mesin masih terus berlanjut menebang dan memotong-motong pohon. Udin lantas memerintahkan Rio, Wawan dan Sugeng yang selesai menguliti buaya untuk membantu pekerjaan budak yang lain, baik itu menebangi kayu ataupun membantu para gadis menebas semak belukar, kini setumpuk daging buaya ada dihadapan mereka berdua. “Apakah kau berpengalaman memasak daging buaya captain,” tanya Udin kepada Zayn yang melongo melihat tumpukan daging buaya sebanyak itu.
“Entahlah Din didepan ini dari 9 ekor buaya sepertinya didapat hampir 1 ton daging buaya yang bingung aku harus diapakan akhirnya, jikalau dibagi untuk mereka ber 18 maka per orang akan mendapat lebih dari 50 kg daging buaya, mustahil untuk menghabiskan daging buaya sebanyak itu dalam waktu dua hari. Lebih dari dua hari daging itu sudah tidak bisa dikonsumsi dan akan terbuang percuma dalam jumlah yang banyak sekali. Sedangkan freezer di dalam Rihlah pun kondisinya penuh dengan logistik kita, misal dalam keadaan kosong pun tak mungkin menyimpan daging buaya sebanyak itu pada freezer yang hanya berkapasitas 300 liter. Apakah kau ada saran Din?” jawab Zayn yang bingung.
__ADS_1
“Kenapa tidak kita gunakan cara Suku Nias mengawetkan daging saja? Kita buang lemaknya, rendam air garam lalu jemur,” Udin memberi saran. “Hei Zahiruddin apakah kau tidak ingat bahwa metode pengawetan daging Suku Nias membutuhkan jumlah garam yang banyak, yakni 1:1 dengan jumlah dagingnya. Ingat jumlah garam yang ada di rihlah dengan yang sudah terpakai beberapa hari ini saja jumlahnya hanya 5 kg jangan bilang dalam otakmu ide agar merendam daging ini di air laut,” jawab Zayn menekuk muka.
“Iya sih hehe,” jawab Udin. “Tentu saja tidak akan bisa jika begitu Din, merendam atau mencuci daging di laut akan mendatangkan predator macam hiu dan mungkin buaya lain di perairan ini, tentu saja idemu adalah ide yang buruk, selain itu penggaraman dengan hanya merendam daging di air laut kurasa tidak akan efektif, konsentrasi garamnya rendah. Eitss tunggu-tunggu sebentar air laut ya.. aku ada sebuah ide tapi ini akan membutuhkan waktu lama mengingat kondisi alat masak kita yang tersedia. Wok atau wajan yang biasa kamu pakai membuat nasi goreng yang kita bawa di Rihlah kurasa bisa untuk merebus 10 kg daging setiap rebusannya. Nah untuk merebusnya baru kita bisa menggunakan air laut. Jadi kita akan menggunakan rencek kayu dari sisa tebangan orang-orang untuk merebus sekian kuintal daging buaya yang setiap kali rebusan harus diganti dengan mengambil ulang air laut dari muara. Setelah direbus kita akan mengasapinya 2 jam untuk kemudian dijemur. Untuk daging buaya yang akan dimakan dalam 2 hari ini kita akan membuat daging bakar saja yang akan segera ku masak sebagai barbeque. Jadi segera instruksikan para gadis untuk membawa beberapa tumpuk rencek disini dan menyiapkan pengawetan daging. Aku akan mulai membakar daging dengan sisa kayu bakar yang kita kumpulkan tadi pagi. Dan aku juga harus ke Rihlah sebentar mengambil wok dan beberapa bumbu pastinya.”
__ADS_1
Ketika Zayn tiba dari Rihlah membawa wok dan ransel berisi bumbu. Udin telah menunggunya bersama para gadis dan balita yang kelelahan. Mereka duduk disamping tumpukan rencek yang dibawa setiap orangnya, setiap tumpukan diikat dengan kulit kayu dan dipanggul masing-masing. Wajah cantik Anna dan Rena beserta adik-adiknya gadis remaja yang masih setengah matang itu nampak lusuh dan dipenuhi peluh.
Sembari membakar daging, Zayn menceritakan rencana selanjutnya pada Udin. “Jadi begini Din, pertama betul apa yang kau sampaikan tadi di kaki bukit, kita harus menegaskan dampak dari kematian 5 orang bersenjata yang sebelumnya berada di Valhalla pada pertempuran singkat 2 hari lalu. Selanjutnya kita harus menguji kesetiaan Johnny entah bagaimana caranya, untuk itu nanti kita pikirkan lagi bersama. Kemudian jika benar si pangeran bisa diandalkan maka kita harus membuatnya untuk segera memetakan siapa loyalisnya di pemerintahan maupun militer yang dapat mendukung gerakan kita. Juga orang-orang yang tidak menyukai putra mahkota dan ayahnya yang menjadi raja itu.” Jika itu semua beres kemudian misi pembelian budak tentara dan penculikan pengrajin berhasil dijalankan maka langkah selanjutnya adalah mulai mempersiapkan persenjataan. Untuk serangan jarak jauh mungkin kita akan membuat 2 hingga 4 trebuchet dan belasan meriam untuk sedikit daya ledak dan efek kejut penggentar, untuk jarak menengah kita akan membuat crossbow dan arquebus atau bedil kuno dan untuk jarak dekat kita akan mengajarkan pembuatan pedang baja, kulihat pedang-pedang yang mereka gunakan sangat buruk kualitasnya. Untuk itu kita perlu mencari potensi tambang untuk mendapatkan bahan pembuatan mesiu dan baja, atau cukup dengan membelinya jika hal itu diperjualbelikan disini. Kurasa aku melihat kelelawar di sekitar bukit, kemungkinan ada gua dan semoga kita mendapat guano (sedimen endapan kotoran kelelawar) yang cukup, pasir silika bisa kita cari di sungai ini kemungkinan ada agak ke hulu sana, tinggal bagaimana kita bisa mencari bijih besi, belerang, dan lainnya yang nanti akan kita pikirkan lebih lanjut.”
__ADS_1
“Cukup bagus rencanamu Zayn dan itu rencana dasar yang memang harus kita lakukan sesegera mungkin, untuk uji kesetiaan Johnny menurutku bisa dengan mengirimnya berdagang ke kepulauan selatan membeli bahan-bahan. Kebetulan aku membawa 2 emas batangan ukuran 1 kiloan yang kukumpulkan dari tabungan semenjak kuliah S1 dulu, entah mengapa aku memiliki firasat untuk membawanya kedalam Rihlah malam itu dan kini kurasa berguna membawakan Johnny 1 kg emas yang bagiku kini sudah tak terlalu berarti lagi di planet ini. Untuk masalah 5 orang terbunuh itu baiknya kita segera tanyakan langsung kepada Johnny. BTW Ini makanan kita sudah hampir siap, aku rasa captainku yang juga masterchef ini bisa meneruskan tanpa bantuanku, hehe. Aku minta izin undur diri dan memanggil semua orang untuk pesta daging buaya capt,” ujar Udin kepada Zayn.
“Baiklah kutunggu disini dalam waktu 20 menit kedepan, jangan lupa bawa kembali gergaji mesin dan simpan di dalam Rihlah. Paling penting bawakan 2 bungkus gabin dari dalam Rihlah untuk makan sore kita,” teriak Zayn yang dijawab Udin dengan teriakan “OK bos!.”
__ADS_1