
Para pria sudah kembali dari pekerjaan menebang pohon dan mengurus kayu dan kemudian atas instruksi Udin menghampiri Zayn yang sudah selesai mempersiapkan makan.
“Tuan apa perintah selanjutnya kepada kami,” Sena menghadap dengan pose hormat menggunakan dua tangan di depan dada.
“Kamu segera siapkan tempat makan di dekat para gadis beristirahat dan bawa daging-daging ini kesana, bagaimana pekerjaan kalian hari ini? Apa yang seharian Johnny lakukan bersama kalian?” Zayn bertanya kepada Sena.
“Baik tuan, sebentar lagi hamba akan segera memerintahkan para prajurit membantu menyiapkan tempat dan membawa daging ini kesana, seluruh pohon di dalam reruntuhan benteng dan area yang dipetakan dan ditandai tuan Udin sudah kami tebang dan kami potong. Seharian ini Pangeran Johnny tentu turut membantu kami menebang pohon, bahkan dia selalu membawa gergaji milik tuan berdua. Beliau tampak kagum dengan gergaji ajaib milik tuan dan enggan menyerahkan barang sedetik pun gergaji itu kepada kami, jadi bisa dikatakan semua pohon tadi ditumbangkan Pangeran Johnny seorang diri."
“Baiklah segera laksanakan yang aku perintahkan,” tegas Zayn. “baik tuanku” Sena segera melakukan hal yang diperintahkan.
30 menit kemudian nampak semua orang telah mengitari makanan. Ketika Sena mulai membagikan kepada makanan diawali Zayn dan Udin, kedua orang ini malah menolaknya.
“Kenapa tuan berdua menolak, apakah makanan ini diracun sehingga tuan berdua menolaknya,” Johnny dari kejauhan tiba-tiba berbicara.
“Jaga mulutmu Pangeran,” ancam Udin sambil mengeluarkan pistol Sig P938 miliknya. “Zayn sudah secapek ini membuatkan masakan lezat untuk kalian dengan bumbu yang mungkin tidak ada di kerajaan ini dan menuduh kami meracuni kalian, cukup menembakkan senjata ini ke arah kalian satu per satu untuk membunuh kalian, tak perlu buang-buang waktu memasak, kami memiliki alasan keagamaan untuk tidak memakannya,” Udin menjelaskan sambil mengancam Johnny.
“Ampun tuan-tuan hamba yang bodoh ini hanya sekedar meminta penjelasan mohon untuk tidak emosi,” Johnny meminta maaf. “Jadi apakah tuan tidak memakan binatang buas seperti para penyembah Sang Esa, dan atau bahkan tuan berdua mengikuti keyakinan tersebut?” tanya Johnny.
__ADS_1
Zayn menjawab, “bisa dikatakan seperti itu, tapi dalam keyakinan kami hal ini disebut makanan halal yang boleh dimakan dan ada pula haram yang dilarang untuk dimakan. Halal dan haram bukan berasal dari buas atau tidaknya suatu binatang dan itu lebih kompleks. Kami bukan penyembah Sang Esa yang kau sebut itu. Tetapi mungkin kesamaannya kami juga menyembah tuhan yang satu dengan pemahaman dan cara yang berbeda. Sudah selesaikan bicara dan segera kalian makan, lagipula Udin telah menyiapkan makanan untuk kami, Udin segera keluarkan makanan dari ranselmu aku juga lapar.”
“Hehe aku tidak jadi membawa gabin Zayn, kupikir tidak baik mengisi perut dengan sekedar memakan gabin. Aku lupa aku memiliki hal yang lebih dari sekedar karbohidrat dalam kantung jaketku di Rihlah, jeng-jeng,” Udin mengeluarkan Soldier Fuel Bar (Soldier Fuel Bar adalah salah satu jenis MRE (Meal Ready to Eat) yang digunakan Angkatan Bersenjata Amerika dalam misi lapangan).
“Itu keren sekali Udin, Hooah versi militer,” Zayn melongo (Hooah adalah merk dagang dari versi lisensi Soldier Fuel Bar yang diproduksi untuk masyarakat sipil). “Eng ing eng, tidak hanya Hooah versi US Army, aku rasa membagikan minuman ini untuk semua tidaklah buruk,” ungkap Udin sambil mengeluarkan Coca Cola kemasan 3 liter.
“Udin kenapa kau mengeluarkan itu, kita hanya memiliki 6 botol mengapa kau keluarkan sekarang, pantas saja tasmu tadi menggembung” Zayn menyesali keputusan Udin mengeluarkan Cola.
“Ayolah Zayn ini momen istimewa, kita syukuran hari pertama membangun benteng, mungkin kita baru berbulan-bulan lagi membuka botol kedua setelah pembangunan Alamut selesai,” ucap Udin.
“Rena cantik dalam aturan siapapun balita dan anak-anak tetap dilarang untuk meminum minuman keras termasuk aturan kami, tetapi tenanglah ini bukan minuman seperti itu, Cuma karena kalian mungkin belum pernah meminum soda, mungkin mulut dan tenggorokan kalian belum biasa jadi lebih baik diminum setelah makan. Oh iya para balita, terima kasih tadi kalian sudah bekerja keras, ini hadiah yang tadi dibicarakan paman Zayn,” Udin membagikan 4 buah permen Fox.
“Horee terima kasih tuan, akhirnya kami mendapat hadiah yang kelihatannya sangat special, makanan ini sungguh berkilau seperti permata, pasti sangat berharga,” Doni kembaran laki-laki dari Dona mengucapkan terima kasih. Padahal Udin pelit sekali hanya memberi satu bocil 1 permen.
Rena masih nampak tersipu malu usai dipuji dengan kata cantik oleh Tuannya. Di kehidupan yang lalu di kediaman menteri tak ada yang berani merayunya seperti itu selain kedua orang tuanya. Kemudian Anna yang dimiliki Zayn turut berbicara. “Tuan apakah kalian tidak memberi hadiah makanan berkilau ini hanya kepada anak kecil, bagaimana dengan kakak-kakak yang lebih besar?”
“Akhirnya kau bicara juga Anna, aku suka dengan suasana kita semua yang mulai cair ini, baiklah semuanya besok akan dapat hadiah permen satu buah termasuk kalian yang sudah besar dan para pria. Sekarang bagaimana jika kita hentikan sejenak pembicaraan ini, bukankah kita semua sedang kelaparan sekarang. Mari kita makan dahulu dan kemudian kita akan membuka Coca Cola dan mungkin melanjutkan pembicaraan ini setelahnya,” Zayn kemudian memulai acara makan dengan memasukkan Hooah versi militer itu ke mulutnya, diikuti yang lain yang mulai menyantap daging buaya dengan lahap.
__ADS_1
Saat makanan masing-masing sudah mulai habis, Udin mengambil tumpukan botol plastik di tasnya kemudian membagikan masing-masing 1 gelas Cola, nampak para balita hanya diberi isi setengah gelas saja.
“Tuan terima kasih atas daging bakarnya, dulu orang tua kami suka memakan daging apa saja yang dibakar dari beberapa restoran mahal di ibukota kerajaan tapi rasanya bagai langit dan bumi dengan daging buaya yang dimasak tuan Zayn, namun bukan berarti kami tidak tahu berterima kasih, tetapi kami protes mengapa kami anak kecil hanya diberi minuman itu sedikit,” protes Dona, bocil perempuan berumur 5 tahun kembaran Doni.
“Tajam sekali mulutmu Dona, tapi kuakui kamu keren, berani dan cantik. Mohon maaf coca cola sebanyak itu tentu sudah cukup bagi anak kecil seperti kalian, bukan bermaksud membeda-bedakan. Di umur seperti kalian lebih baik banyak minum susu. Nanti disini akan paman buatkan peternakan sapi perah.” Jawab Udin kepada Dona dan para balita yang menatap dengan wajah seolah menanyakan hal yang sama.
“Baiklah kita akan meminum coca cola, rasanya memang sedikit aneh tapi jangan gugup biasa saja. Oh iya mungkin minuman bersoda seperti ini baru pertama kali kalian minum seumur hidup. Aku beritahu rasanya di awal akan serasa gatal dan menggelitiki mulut lalu masuk ke tenggorokan, kemudian mungkin kalian akan merasa sensasi ingin sendawa, jangan dimuntahkan dan jangan ditahan sensasinya. Nikmati di dalam mulut dan buka mulut kalian setelah menelannya.”
Akhirnya mereka semua minum soda untuk pertama kalinya dan merasakan sensasi aneh yang tidak bisa mereka ucapkan. Zayn bahkan tertawa melihat ekspresi wajah para lelaki dan melihat para perempuan yang mulai sendawa.
“Minuman ini rasanya aneh, manis, seperti menusuk dan geli di mulut juga leher tapi enak sekali tuan,” ucap Gina yang sudah mulai berbicara kepada Zayn dan Udin seperti saudaranya yang lain.
“Jadi kalian sudah kenyang kan, maka dengarkan instruksi terakhir untuk hari ini.” ucap Zayn. “Jadi kita memiliki banyak sekali daging buaya, aku sudah menyimpan dalam bungkusan daun itu daging yang sudah kubumbui dan akan dimasak besok, tugas kalian para gadis dan balita untuk mengamankannya di kapal untuk kita bakar sebagai makanan seharian esok.
“Para lelaki hari ini akan tidur di daratan kecuali kami berdua yang tidur di Rihlah, Udin sebelum beristirahat akan mendirikan tenda berukuran 3x3 meter yang kurasa cukup untuk menampung kalian. Sebelum beristirahat ku minta para laki-laki mengambil air laut untuk merebus daging buaya ini kemudian dipanggang asap di atas susunan rencek yang tinggal kalian nyalakan agar awet disimpan lama. Kedepan daging ini akan jadi perbekalan kita mungkin bisa jadi hingga sebulan. Setiap satu kali rebusan, ganti lagi airnya dengan air laut hingga seluruh daging terebus. Jaga daging yang sudah kalian olah dari hewan buas, kalian prajurit dan aku tak terlalu mengkhawatirkan hal itu, kalian bisa membuat jadwal jaga bergantian. Sementara kami berdua akan tidur diatas kapal kami untuk mendiskusikan rencana yang akan kami sampaikan esok ketika sarapan. Apakah sudah jelas?”
Semua orang disana menganggukkan kepala, kemudian Zayn membantu para wanita dan balita kembali ke Valhalla dan Udin membantu mendirikan tenda, sementara para pria mengolah daging buaya agar lebih awet disimpan.
__ADS_1