
Genap 1 bulan di planet baru, 18 September 2022
Alamut mengadakan festival 1 bulan kedatangan Zayn dan Udin ke kepulauan yang diperingati sebagai hari lahir Alamut selama sehari dan penuh makanan. 5 hari telah berlalu sejak cerita kita terakhir. Tambang belerang sudah beroperasi selama 2 hari dan pagi ini hasil tambang pertama diangkut pasukan berkuda yang jumlahnya hanya 20 unit kuda yang sementara digunakan sebagai kuda beban angkutan dari Gunung yang kemudian dinamakan asal oleh Udin sebagai Kawah Ijen.
Sehari setelah upacara penerimaan warga, tepatnya pada 4 hari yang lalu, akhirnya keluarga Malena mengambil opsi untuk berada dibawah kekuatan yang dihimpun Johnny kedepan yang sementara mendapat juga kewarganegaraan Alamut. Di hari yang sama dalam satu rangkaian putera mahkota Juki dari Faranina berangkat ke Ferris Indah untuk menawarkan aliansi. Dan sehari kemudian Johnny yang sudah bisa menerima keadaan berangkat berlayar dengan Valhalla dan 7 prajurit Samiam menuju Faranina untuk menjalin Raja Humabon ayah Juki. Tak perlu diceritakan detailnya karena Johnny hanya berbicara sedikit patah kata dan masih belum bicara dengan Zayn sama sekali. Upacara pelepasan Johnny berlangsung sangat meriah karena berbarengan dengan pengiriman perdana 111 pekerja tambang belerang ke Kawah Ijen dan pengiriman 10 orang mata-mata ke Kebon Gede yang disamarkan sebagai pedagang menggunakan kapal niaga tipe B.
Selain itu dalam upacara juga dilakukan lepas pelayaran pendeta agung Hulagu dan Jumanji dengan kapal niaga tipe A menuju benua diiringi 13 orang dan membawa oleh-oleh emas batangan yang dihasilkan tambang di Bukit Timbuktu masing-masing 100 kilogram emas dari jatah pajak Alamut untuk 2 kerajaan, Gula-Gula Utara dan Selatan.
Mata-mata diturunkan masing-masing 1 orang di Sumberurip, Kalikucing, Gunungmacan, Jayagelang, Tampaksirih dan sisanya 5 orang di Kebon Gede bersamaan dengan warga Alamut merayakan 1 bulan Alamut.
Para agen mata-mata di tiap kota dimodali lima ribu koin emas dengan cetakan koin Suleka yang dipalsukan dan masing-masing ditugaskan membeli safe house di area yang jauh dari pengamatan militer di masing-masing kotanya. 6 orang akan mengoperasikan jaringan burung merpati pos. 4 orang sisanya akan mondar-mandir dari Kebon Gede ke kota-kota itu untuk sirkulasi kembali merpati pos dan melakukan perdagangan.
Kemudian perjalanan ke Kawah Ijen dikawal 40 orang yang berboncengan dengan 20 kuda dimana Jayadi memimpin dan Udin yang berangkat juga menunggangi kuda. Perjalanan jalan kaki sekaligus membuka jalan menuju puncak Kawah Ijen membutuhkan waktu sehari semalam lebih dari 24 jam perjalanan dengan jarak yang hanya sekitar 41 km dari Alamut.
Setelah jalan dibuka tim pertama akhirnya perjalanan dari Alamut hingga puncak Kawah Ijen hanya membutuhkan 9 jam perjalanan dengan jalan kaki dan 2 jam berkuda.
Pagi ini 20 pasukan berkuda dengan membawa hasil tambang belerang pertama mulai memasuki Alamut termasuk Udin dan Jayadi. 20 orang prajurit ahli beladiri ditinggalkan di area tambang untuk menjaga dan memimpin para pekerja. 2 hari sekali pasukan berkuda dijadwalkan mengambil hasil tambang. Sehari berangkat dari Alamut, keesokannya kembali dan begitu seterusnya.
Orang-orang di Alamut heran mengapa negeri ini menambang Belerang se agresif itu. Penggunaan belerang di Kepulauan meski harganya mahal tapi penggunaannya sangat minim, karena Belerang umumnya hanya digunakan sebagai obat dan bahan campuran untuk mandi orang kaya. Belerang di kepulauan biasanya diperoleh pada pertambangan garam darat.
Namun kebingungan itu akan terjawab dua hari berselang, di hari yang pada paginya pasukan berkuda kembali lagi dari Kawah Ijen membawa belerang.
Alamut meluncurkan beberapa senjata baru. Meriam pertama dan kedua akhirnya diresmikan pada 20 September 2022. Meriam ini terbuat dari material Perunggu. Udin menunda pembuatan meriam besi mengingat penyempurnaan teknologi metalurgi baja belum bisa dilakukan. Prinsipnya hari ini kuantitas alutsista dan efektivitas.
“Warga Alamut yang kami cintai perkenalkan senjata baru andalan kita dalam bahasa kami disebut Cannon ataupun Meriam. Terima kasih prestasi dari pengrajin Tuan Jumanji yang luar biasa. Mereka mampu menghasilkan meriam yang lebih panjang dari ukuran kita manusia disini dengan ukuran menurut cara kami adalah sepanjang 2 meter dan lihatlah detail luar biasa.. ukiran harimau di dudukan kereta kecil penopangnya yang terbuat dari kayu besi yang keras. Hakim Agung Giman dan Ibu Waljinah tolong bacakan doa yang tertatah pada dua meriam ini, kemarilah…” ujar Zayn menggunakan pengeras suara di hadapan kumpulan orang yang berada di Alamut.
“Tuhan kuatkan kami. Bingungkan musuh kami. Bantu kami mengalahkan mereka. Hanya kepadamu kami meminta,” ujar Giman membaca doa yang tertatah di meriam pertama.
“Tuhan kacaukan politik diantara mereka. Bongkar rencana licik tipu dayanya. Atasmu kami memohon. Selamatkanlah Alamut,” baca Waljinah pada mereka berdua.
“Amiiin,” teriak Udin yang diikuti semua orang. “Bagi semua yang menganggap pemimpin Alamut gila karena menyuruh kalian mati-matian bekerja lebih capai dari segala pekerjaan di kepulauan dan melakukan hal yang dianggap konyol menambang kotoran kelelawar dan burung laut, serta menghabiskan energi dan waktu untuk menambang belerang di puncak gunung dengan jumlah besar ketimbang mengaisnya yang sedikit jumlah nya di garam yang ditambang. Maka lihatlah senjata baru pelindung negeri ini bekerja,” ujar Udin.
“Kita akan memutar meriam ke arah belakang panggung. nun jauh di sana adalah bukit dimana orang-orang kita setiap hari menambang batu yang digunakan setiap hari memperkokoh dinding istana dan membatasi kota. Mereka sudah diperintahkan tidak meninggalkan bukit sebelum uji coba senjata dilakukan," sebut Udin.
“Di hamparan menuju bukit telah kami siapkan 8 Sasaran tembak. Siapkan sasaran pertama.” Perintah Udin kepada pasukan berkuda yang segera mendirikan tembok kayu kokoh yang sudah disiapkan pada jarak 2 km.
__ADS_1
Kini giliran Zayn bicara, ”tembakan pertama akan menembakkan peluru bulat, gunanya untuk menembus pintu benteng pertahanan dan jika di laut dapat menghancurkan lambung kapal musuh agar tenggelam. Jarak efektifnya 2.4 km standar ukur Alamut dan target di depan kami taruh di jarak 2 km.”
“Siapkan elevasi untuk mendapat jarak 2km. Masukkan peluru dan siapkan pemantik. Tembak, duaar,” suara yang memekikkan telinga terdengar dari dua meriam yang segera mengirim peluru mengenai sasaran yang memberi efek dentuman menggelegar yang terdengar hingga bukit tambang batu dimana para pekerja tetap terus bekerja.
“Pasukan berkuda siapkan target berikutnya di jarak yang sama dan bawa target yang tertembak dengan gerobak kemari setelahnya,” Udin giliran memberi perintah.
Usai target di dirikan, Udin memberi aba-aba, kini targetnya adalah tembok yang lebih tebal dan berlapis.
“Buka tungku, siapkan peluru dan pemantik, tembak, door,” kali ini target terbakar setelah terkena dentuman peluru panas.
Udin sebetulnya ingin menyiapkan peluru Carcass, namun bahan peledak isian untuk membakar sasaran belum bisa didapatkan semuanya sekarang, sehingga menurutnya cukup fungsinya dengan cara tembakan red hot shot dengan peluru bulat dari besi yang dipanaskan membara.
“Prajurit dirikan target ke 3 pada jarak 350 meter,” perintah Udin. Usai prajurit kembali membawa target yang terbakar dan mendirikan target berupa tembok papan panjang selebar 25 meter, Udin kembali memberi aba-aba, “Penembak atur ulang elevasi, siapkan peluru canister dan pemantik, tembak, door,” sasaran berlubang di banyak sisi karena peluru bulat kecil dari besi yang ditembakkan dari peluru menyebar dan melaju ke arah target setelah canister terpecah di udara akibat momentum tembakan.
“Prajurit dirikan target ke 4 pada jarak 180 meter,” kini Zayn memberi perintah agar prajurit mendirikan batang-batang kayu yang disusun seakan sebagai tembok. “Atur elevasi. Siapkan peluru anggur dan pemantik, tembakkk, doorrr,” peluru meluncur menghantam sasaran dan merusak berat susunannya hingga akhirnya sasaran roboh.
“Prajurit dirikan target ke 5 pada jarak 50 meter,” Udin kembali memberi perintah dan target berupa tiang layar dan tali temali aneh yang tersusun miring ke arah depan layar dipasang dengan pasak. “Atur elevasi, siapkan peluru rantai dan pemantik, tembak, dooorrr, bruakkk layar berantakan dan tali temali tercerabut dari pasaknya.
“Bagaimana masih terbengong takjub atas kekuatan meriam Alamut? Jangan bubar dulu kami masih punya beberapa kejutan,” ujar Udin sambil membuka kain hitam yang menyelubungi dua buah benda aneh. “Perkenalkan Hwacha yang mampu menembakkan 200 tombak sejauh 100 meter dan dapat mencapai 150 meter dengan panah khusus,” ujar Zayn.
“Ok sekarang kita sampai ke kejutan ketiga, perkenalkan sekaligus langsung beberapa senjata arquebus, musket, cetbang, chu ko nu dan terakul. Kali ini tidak kami pamerkan ke publik penggunaannya. Dalam 5 hari lagi beberapa prajurit terpilih akan mengujicoba dan berlatih menggunakan senjata ini di area antara Timbuktu dan Kawah Ijen. Sekarang nikmati makan siang yang telah disediakan dapur umum dan disajikan khusus untuk acara ini. Selanjutnya kalian bisa melihat lebih dekat senjata yang hari ini kami pamerkan beserta target tembakannya. Jayalah Alamut,” ujar Zayn menutup uji coba senjata.
Para pengrajin anak buah Jumanji dalam 7 hari mampu membuat 1 tungku api, 2 buah meriam dan 4 jenis peluru masing-masing 10 buah peluru, 2 buah hwacha, 2 buah cetbang dan masing-masing 5 buah chu ko nu, arquebus, musket dan terakul dengan 300 peluru timah. Saat perang meletus diharapkan jumlah itu sudah semakin meningkat.
Sore hari di kota Ajojing, ibukota Ferris Indah di hari yang sama Alamut melakukan uji coba senjata.
Putera mahkota Juki telah menunggu di ruang tahta kedatangan Raja Lamet penguasa Ferris Indah yang akan segera tiba di singgasana dari kamarnya.
Melihat raja memasuki ruang tahta, Juki segera berlutut memberi hormat. “Berdirilah putera mahkota dari negeri saudara semoyangku,” ucap Raja Lamet.
“Hormat kepada yang mulia raja Lamet yang bertahta di Ferris Indah,” ujar Juki.
“Ada apa gerangan engkau menemuiku. Ku dengar akhirnya kerajaan Suleka di utara kita juga memutuskan hubungan dengan negerimu (Faranina). Apa kiranya penyebab mereka bertindak congkak dan pongah kepada dua kerajaan yang dulunya sebagai Fantastica pernah menguasai mereka,” ujar raja Lamet mengeluh.
“Jadi hamba sebagai penerus berikutnya dari tahta Faranina telah menjalin kerjasama dengan mereka yang membuat semua ini terjadi. Fantastica telah kami dirikan lagi dan dengan kedatangan hamba bermaksud mengajak Ferris Indah beraliansi didalamnya,” ujar Juki yang kemudian dipotong Lamet, “maksudmu?”
__ADS_1
“Raja Lamet, Suleka menutup diri dari Ferris Indah karena anda dianggap menampung buronan yang ada sangkut pautnya dengan pemberontakan disana,” ujarnya yang kemudian dipotong lagi oleh Lamet. “Oh gara-gara Karsimin kabur ke sini ternyata. Aku menerimanya disini, begitu-begitu dia masih keponakanku. Dia adalah anak dari sepupu perempuanku dan suaminya. Demi harga diri keluarga apapun yang dia perbuat akan didukung Ferris Indah. Dan menurut pengakuannya sendiri dia tidak terlibat pemberontakan yang kau sebut tadi. Lantas sekarang jelaskan alasan yang membuat mereka menutup diri dari Faranina.”
“Itulah yang kami maksud. Alamut yang didukung 2 kerajaan benua merebut sedikit wilayah Suleka dan menyokong pangeran Johnny anak bungsu Raja Siffredi untuk mengambil alih tahta. Melihat potensi yang baik, saya sebagai penerus Faranina memutuskan bergabung dengan Alamut membentuk Fantastica yang baru. Dan kini di hadapan anda saya mengajak anda bergabung,” ujarnya tegas.
“Hahaha apa keuntungannya untuk Ferris Indah jika bergabung,” ujar Lamet tiba-tiba tertawa.
“Ferris Indah akan mendapat seluruh pulau milik Suleka kecuali Grand Papalepap dan pulau-pulau kecil di muara Sungai Kalideres,” jawab Juki.
“Tawaran yang menarik. Tapi mohon maaf terakhir kali benua mencampuri politik di kepulauan adalah mendirikan Nobuhara yang kemudian mengacaukan banyak hal di kepulauan. Dan pihak yang sekarang berkuasa di Nobuhara sendiri sebetulnya hanya ibarat duri yang menyakiti mereka para penguasa benua dan dibuang untuk menggila di kepulauan. Tidak ada yang spesial sebetulnya. Hanya saja Fantastica yang dulu sedang tidak siap dan terlebih kita bertikai karena rebutan tahta dan akhirnya terpecah menjadi Faranina dan Ferris Indah,” ucap Lamet.
NB: Fantastica bubar menjadi 2 ketika kakak mendiang raja yang seharusnya naik tahta bukan raja yang kemudian meninggal hilang kabar setelah lama berpetualang ke benua. Saat putra mahkota naik tahta, kakak mendiang raja pulang dan menagih tahta yang seharusnya miliknya dan akhirnya secara inlkonstitusional mendirikan Ferris Indah di timur. Putra mahkota raja kemudian bertahta di Faranina. Kedua kerajaan sempat berperang 10 tahun sebelum akhirnya berdamai dalam satu aliansi yang rumit.
“Bagiku Fantastica itu ya aliansi dua kerajaan kita yang sudah terjalin mau dinamai Fantastica atau tidak dan ada pemimpin tunggal atau tidak tak masalah. Haram bagi kami di Ferris Indah jika orang luar menjadi bagian kepemimpinan Fantastica. Sehingga aku sama sekali tidak tertarik bergabung dengan kalian. Salamkan saja aku dengan penguasa Alamut. Pesanku padamu jangan bubarkan aliansi di antara kedua kerajaan kita meskipun kamu sudah beraliansi dengan kekuatan lain atas nama Faranina,” ujar Lamet.
“Setelah permintaanmu kutolak, apa rencanamu berikutnya disini putera mahkota. Jangan buru-buru kembali habiskan uangmu untuk belanja dan bersenang-senang di sini,” ucap Lamet.
“Tentu saja raja, aku akan berbelanja budak untuk Alamut dan kuharap kau memberiku diskon untuk menambah keuntunganku,” seloroh Juki yang kemudian dijawab Lamet dengan tertawa, “hahaha tenang, semua bisa diatur.”
Di sisi lain Johnny kemungkinan besar baru keesokan hari berlabuh di kota Final Fantasy ibukota Faranina. Sedangkan Jumanji serta Giman masih butuh hampir 2 pekan lagi untuk mendarat di benua.
Sementara itu di Kebon Gede
Saat Alamut memperingati 1 bulan berdirinya, Suleka sedang mempersiapkan serangan besar ke Alamut. Mereka telah mendapat informasi 5 hari lalu dari 5 prajurit Danny yang selamat dan bisa berjuang mencapai Sumberurip via hutan terlarang tentang kondisi Alamut, jumlah kapal dan keterlibatan Faranina dan pangeran Johnny jika dilihat dari kapalnya.
Istana bergerak cepat dengan menyita asset Johnny dan mengaudit serta menginvestigasi pejabat kementrian luar negeri.
Angkatan laut segera mengirim instruksi ke semua pangkalan, sehingga Puluhan kapal perang datang dan pergi silih berganti di muara Kalideres tempat Markas Besar Angkatan Laut Suleka berada. Suleka sebelumnya memiliki 60 kapal perang dan telah kehilangan 12 kapal perang dalam pemberontakan.
Kapal mata-mata milik Alamut yang ditempatkan di Kebon Gede secara tidak terduga mendapat order untuk memobilisasi prajurit Angkatan Darat ke Sumberurip.
Suleka mengerahkan 36 kapal perang untuk menyerang Alamut yang mereka perkirakan memiliki 18 kapal berbagai jenis. Dari perbincangan agen dengan pengorder dari Angkatan Darat diketahui bahwa Angkatan Laut akan menyerang dari arah timur dan barat. Serangan dari arah timur telah berangkat 2 hari yang lalu dengan 20 kapal niaga tipe A sewaan untuk mengangkut pasukan Angkatan Darat ke pantai-pantai yang berjarak sekitar ukuran 10 dupa perjalanan kaki dari muara sungai Tabuan Lasi. Sedangkan dari arah barat baru akan berlayar besok pagi dan akan tiba di sekitar 10 dupa sebelum muara. Setelah Angkatan Darat diturunkan, kapal sewa akan diminta menunggu perintah berikutnya di Sumberurip maupun Tegalwangi.
Agen Kebon Gede dengan beruntung mendapat informasi ini karena di detik-detik terakhir penyerangan, ternyata Angkatan Darat masih kehabisan kapal niaga tipe A yang bisa disewa yang ada di Kebon Gede dan beralih mulai menyewa kapal niaga tipe B yang lebih kecil. Beruntungnya para mata-mata mendapatkan order mengangkut 30 prajurit Angkatan Darat Suleka.
Diperkirakan pasukan Suleka akan berkonsolidasi di Sumberurip dan Tegalwangi pada 22 September dan akan menyerang Alamut pada 23 September atau 4 hari lagi.
__ADS_1
Mendapat informasi berharga agen segera menggunakan pertama kali jejaring merpati pos hadiah dari Pangeran Juki untuk Alamut yang belum sempat mereka gunakan sebelumnya untuk mengirimkan informasi berharga.