Membangun Peradaban Di Planet Primitif

Membangun Peradaban Di Planet Primitif
6. Berkomunikasi dengan penghuni planet primitif


__ADS_3

Sekitar jam 9 pagi, Rihlah telah berhasil menarik kapal aneh itu ke daratan, Zayn memerintahkan Udin untuk menurunkan semua orang yang ada dikapal bajak laut. Kini mereka ada 20 orang, 2 dari pihak Rihlah dan 18 orang dari kapal bajak laut.


Di daratan seluruh orang tadi diborgol oleh Udin di kakinya agar tidak lari, dalam persediaan Rihlah terdapat 2 lusin borgol yang lebih dari cukup untuk mengamankan seisi kapal bajak laut yang tersisa. 7 orang pendayung sudah mereka lepaskan dari rantai yang membelenggu di kaki-kakinya dan kini terganti borgol.


Udin setelahnya mengobservasi daratan sekitar dan tak lama kemudian segera menyiapkan sarapan, sementara Zayn terus berusaha untuk melakukan komunikasi dengan tawanan yang diperoleh dari kapal bajak laut. Zayn mencoba menggunakan kata-kata dasar diikuti aba-aba dan gerakan tubuh sambil menunjukkan benda-benda seperti buku dan barang-barang yang umum seperti hape dan lainnya. Di sisi lain Udin sudah selesai membuat masakan sederhana yakni sebaskom besar spaghetti dan sosis goreng. Dengan cepat udin lalu membagi-bagikan makanan kepada mereka.


Orang-orang yang mereka tawan terkejut dengan sensasi yang muncul di lidah mereka dari makanan aneh yang baru pertama kali mereka makan. Sensasi lada dan rasa tomat dalam saus bolognese serta lembut kenyalnya daging sosis terlihat lezat dan membuat para tawanan menghabiskan makanan dengan cepat.

__ADS_1


Usai acara makan sarapan pagi Zayn dan Udin sambil tetap siaga sembari menenteng senjata dan terus berusaha melakukan interogasi. Mereka juga menemukan fakta orang-orang aneh ini tidak mengerti teknologi, abjad latin dan arab bahkan mereka memiliki aksara yang aneh.


Pelan-pelan akhirnya mereka bisa mulai komunikasi dan berkat kejeniusan keduanya sebelum petang mereka sudah bisa menguasai bahasa baru yang aneh itu disertai dengan isyarat badan.


“Jadi namamu adalah Pangeran Johnny dari Kerajaan Suleka yang menguasai seluruh pulau Papalepap ini ya,” Zayn berbincang dengan sisa komplotan yang ternyata seorang Pangeran. “Benar tuan Zayn saya adalah seorang Pangeran yang berbisnis jual beli budak untuk diperdagangkan di kerajaan-kerajaan tetangga, wilayah ini adalah bagian ujung selatan pulau Papalepap yang konon masih banyak berisi binatang buas, maka daripada itu izinkanlah kami di malam hari untuk tidur diatas kapal kami saja,” ujar Johnny.


Johnny adalah pedagang budak elit, dagangannya adalah budak dari golongan orang-orang yang terbuang dari kelasnya seperti anggota keluarga bangsawan pengkhianat kerajaan, anggota keluarga dari orang kaya yang kalah judi dan jatuh miskin hingga hasil tawanan dari kerajaannya yang rutin menyerbu musuh bebuyutan terutama budak tawanan dari kerajaan Samiam yang menguasai seluruh pulau Nexian yang ada di sebelah barat Kepulauan Papalepap.

__ADS_1


“Captain apa rencanamu terhadap Johnny sialan dan para budaknya itu, lalu kemudian dalam pemikiranmu dimana kita sekarang. Apakah mungkin kita terlempar di masa lampau?” Udin memulai pembicaraan. “Din nampaknya kita bukan ke masa lalu, tak ada peradaban yang lumayan seperti itu pada zaman kuno dengan nama-nama kerajaan dan pulau yang aneh itu. Apa kamu tidak merasa matahari terlalu lembut dan teduh saat cuaca terik dan ukurannya pun lebih besar? Ku rasa kita malah terlempar ke planet lain, kita bisa melihatnya dengan melihat letak bintang-bintang nanti malam yang pasti berbeda dari langit manapun di bumi, ngomong-ngomong di mana kucing sialanmu itu aku tidak melihatnya sejak kita ke daratan?” balas Zayn.


“Aku sudah membuang kucing-kucingku sebelum memasak tadi, mereka kubuang sejauh ratusan meter dari tempat kita makan saat aku melakukan observasi daratan tadi pagi, dengan posisi kita dilaut mereka tidak akan bisa kembali ke kita. Btw aku sudah sedikit menduga kita berada di planet lain. Jawabanmu sudah cukup menjadi konfirmasi bagiku Capt, namun yang kupikirkan mau kita apakan orang-orang itu. Terlebih Johnny yang kita tawan menurut pengakuannya bahwa dia seorang pangeran. Ini akan menjadi seperti sisi koin bagi kita, tinggal kita menjadikan ini keberuntungan atau kesialan.” jawab Udin.


“Maksudku dengan kita menawan Johnny otomatis kita menjadi musuh kerajaan Suleka, di sisi lain dia menjadi tawanan berharga jika kita bisa memanfaatkannya. Namun perlu diingat meski energi kelistrikan Rihlah bisa menyala mungkin lebih panjang dari umur kita, namun kita tidak tahu kekuatan bahan kapal ini dapat bertahan berapa lama, kita juga tidak bisa selamanya di lautan, logistik kita terbatas dan akan segera habis pada suatu hari nanti, jadi apa rencanamu capt?” cecar Udin.


“Apakah kau setuju jika 18 orang itu kita jadikan budak dan dibagi masing-masing 9 orang untuk kita? Johnny akan menjadi budakku dan 3 pendayung itu menjadi tentaraku sedangkan kau mendapat 4 pendayung sisanya. Karena aku sudah mendapat Johnny kamu bisa memilih mana untukmu dan mana yang kau sisakan untukku. Masing-masing kita mendapat 1 wanita dewasa, 2 anak perempuan remaja, 1 balita laki dan perempuan. Ini juga kesempatan kita untuk melepas keperjakaan secara sah dan tidak melanggar norma apapun.” Terang Zayn.

__ADS_1


“Please dong Zayn, kita sedang di antah berantah dan kau malah memikirkan bagi-bagi budak dan segs? Ada apa di otakmu itu, come on lah!!” ujar Udin yang segera dibalas Zayn, “Din tenang dulu, kita gak tau bakal berapa lama berada di planet dengan peradaban terbelakang ini, mesin teleportasi rusak dan kita gak tau bagaimana bisa membuat komponen pengganti dengan kondisi yang ada. Yang paling realistis hari ini budak segera kita bagi dan kita segera menyusun kekuatan. Kemudian Rihlah harus kita bawa ke daratan ke sebuah tempat terlindungi yang mungkin kita harus membuat sebuah benteng. Jadi bagaimana menurutmu?” Jawab Zayn.


“Kalau budak itu kita bagi maka nanti ada kepemimpinan ganda disini capt? Apa kau mau kita hidup sendiri-sendiri di planet antah berantah ini, no way! tegas Udin. “Jangan terlalu cepat ambil kesimpulan Din. Aku tetap captainmu, cuma mereka bukan orang merdeka dan kepemilikannya harus dibagi sebelum memutuskan hal lain menurut hematku, aku sudah lelah berpikir lebih baik kita segera tidur dan bangun di akhir malam untuk mempersiapkan rencana kita besok pagi." tutur Zayn menutup pembicaraan sambil memasuki kabin yang terdapat tempat tidur bersusun tingkat.


__ADS_2