
Siang hari 22 Agustus 2022 pukul 14.23 diadakan upacara pelepasan SS Valhalla yang akan melakukan pelayaran menuju Kerajaan Faranina. Sebelumnya pada sore hari kemarinnya telah dilakukan pengorganisasian orang-orang di Alamut.
Johnny secara sepihak diangkat menjadi Duta Besar Luar Biasa Alamut Berkuasa Penuh. Militer menggunakan kepangkatan ala TNI namun pengoganisasian dan doktrin kedepannya akan mengikuti gaya Amerika.
Sena yang hari sebelumnya dilantik sebagai panglima perang dengan pangkat Laksamana bintang 4 dijadikan Menteri Angkatan Laut yang membawahi Korps Pelaut dan Korps Marinir. Angkatan Darat, Kepolisian dan Gendarmarie direncanakan akan dibentuk kemudian
Hal ini didasari pada diskusi yang setelahnya dilakukan Zayn dan Udin untuk memecah angkatan bersenjata dalam berbagai kementrian untuk mencegah kepemimpinan keprajuritan tunggal di bawah satu panglima yang mereka anggap beresiko kedepannya.
Sean diangkat sebagai Kepala Staf Korps Pelaut dan Rio dijadikan Kepala Staf Korps Marinir dengan keduanya hanya diberikan pangkat Mayor dengan alasan mengingat jumlah personel masih sedikit dan mereka sesungguhnya belum punya unit pasukan hari ini.
Sementara Danu dan Andi menjadi Komandan Pangkalan dan Komandan Armada Pelaut dengan pangkat Kapten. Untuk Korps Marinir Wawan dan Sugeng didapuk menjadi Komandan Markas dan Komandan Pertempuran Korps Marinir Alamut juga dengan pangkat Mayor.
Upacara pelepasan Valhalla dilakukan dengan singkat dan setengah jam kemudian Valhalla sudah meninggalkan perairan Alamut meninggalkan Zayn dan Udin bersama para wanita dan anak-anak yang akan tinggal di Alamut hingga kembalinya Valhalla.
Setelah Valhalla sudah terlihat mulai jauh berlayar, Rena budak perempuan milik Udin yang tertua diantara lainnya membuka sebuah pertanyaan.
“Tuan-tuan yang bijaksana, sejak kemarin kami melihat kebajikan dan kebijaksanaan tuan berdua melakukan pengaturan dan memberi kebebasan untuk para pria dengan memberi mereka kedudukan. Kami sendiri menyadari posisi kami sebelum menjadi budak anda, juga bernasib yang amat buruk dengan menjadi budak dagangan Pangeran Johnny, pun kedudukan kami yang hanya kumpulan wanita dan anak-anak yang mungkin tiada artinya. Namun kiranya tuan berdua memiliki kebijaksanaan tentang status kami, kami juga ingin dimerdekakan dan meski begitu selamanya kami berjanji tetap menjadi pelayan tuan-tuan yang aetia, kami juga selalu siap melaksanakan titah apapun yang diberikan dan siap melayani dan memuaskan tuan kami masing-masing sesuai pengaturan beberapa hari lalu. Tentu kami berdua tidak ingin dianggap meminta terlalu lebih, dan bahkan kami sangat bersyukur tuan berdua yang memiliki kami hingga kini tidak memperlakukan kami sebagaimana budak umumnya diperlakukan, dan belum pernah meminta hal yang belum pernah kami lakukan bersama sosok pria yang itu juga sebetulnya merupakan hak tuan-tuan kepada kami sebagai pemilik sah kemerdekaan jiwa kami,” ujar Rena dengan perkataan tegas namun diucapkan dengan intonasi lembut dan tidak mengeraskan suara sesuai standard kesopanan masyarakat Suleka.
“Jadi begini gadis-gadis dan anak-anak, sebetulnya memperbudak orang lain adalah hal asing bagi kami, di kehidupan dan kebudayaan kami sudah tidak ada lagi budaya memperbudak orang lain, bahkan itu sudah ratusan tahun sejak sebelum kami dilahirkan. Kami juga memahami mungkin kalian memiliki rasa iri dengan para lelaki yang sementara ini sudah memiliki kemampuan-kemampuan tertentu di bidangnya sehingga mudah bagi kami mengarahkan mereka untuk menjadi apa. Selain itu sebetulnya kami sangat ingin memperistri masing-masing 1 diantara kalian, karena dalam agama yang kami anut dilarang memperistri beberapa wanita yang memiliki status saudara. Meski begitu masih ada kendala lain, agama kami melarang menikahi orang yang menyembah banyak tuhan dan dewa. Tentunya hal itu tidak sesuai bagi kalian kan. Maka sementara baiknya jalani dulu status kalian hari ini, kami tidak akan tutup mata dan bakal mendidik kalian agar berguna bagi kami sebelum pada akhirnya semua dimerdekakan dari status budak,” Zayn memberi jawaban.
__ADS_1
Para budak pun menangis, namun kini Anna berdiri dan menjawab, “Baik tuan-tuan, kami siap menerima apapun yang akan diajarkan tuan berdua dan akan kami buktikan kami layak, selain itu tuan-tuan jangan merasa sungkan untuk meminta hak tuan kepada tubuh kami masing-masing sesuai pembagian sebelumnya.” ucap Anna penuh kepasrahan.
“Ayolah sudahi rasa sedih kalian, aku tahu kalian terutama yang sudah besar adalah kalangan yang terdidik, maka pelajaran pertama hari ini adalah membaca dan mengenal angka dan huruf. Kalian akan mengajarkan kami aksara Fantastica dan kami akan menuliskan padanannya dengan aksara yang akan digunakan sebagai Aksara Alamut untuk kalian hafalkan dan gunakan,” sela Udin.
Akhirnya hari itu pendidikan untuk para gadis dimulai hingga sore hari matahari terbenam, untuk tempat tinggal sementara, karena didaratan hanya ada 1 tenda maka ditetapkan bergantian. Malam ini Udin dan para budaknya tinggal di daratan, sedangkan Zayn dan 5 budaknya tidur di dalam Rihlah. Zayn tidur di ruang kemudi sedangkan 5 budaknya menempati kamar.
Keesokan harinya Udin mengumumkan rancangan kompetisi bagi dua tim budak yang sempat mereka diskusikan sebelumnya.
“Siap berdiri, memberi salam (disambut jawaban “Selamat pagi, kami siap menerima pengajaran”) duduk siap,” Udin membuka kelas pertama tentang baca tulis didampingi Zayn yang nanti melanjutkan tugas di kelas kedua mengajarkan norma-norma kehidupan ala Alamut.
“Kami memiliki kompetisi untuk dua kelompok yang ada disini, untuk kelompok yang lulus lebih awal untuk dapat membaca dan menulis menggunakan aksara Alamut maka kecuali anggota anak-anak akan mendapat kesempatan berlayar bersama Rihlah menemani tuannya untuk melaksanakan misi Alamut selanjutnya. Kelas kedua tentang norma kehidupan Alamut akan tetap diajarkan selama pelayaran. Pelayaran akan dilakukan menuju ibukota Suleka di kota Kebon Gede secara rahasia yang membuat kalian bisa melihat sebentar kampung halaman kalian, sedangkan yang kalah tetap belajar disini dan bertugas mempertahankan area ini. Sedangkan anak-anak dari golongan pemenang meski tidak ikut berlayar tetap akan mendapat hadiah spesial. Waktu kompetisi hanya hingga 2 hari kedepan. Jika tidak ada pemenang maka terpaksa kalian semua akan kami tinggal sementara waktu di reruntuhan benteng di hutan terlarang ini, sedangkan kami berdua yang berlayar. Maka semuanya berjuanglah!” Udin memberi arahan.
Zayn dan Udin telah sepakat memanfaatkan situasi dimana sementara Johnny dan para pria berlayar menuju Faranina dan membutuhkan waktu 10 hari untuk pelayaran pulang pergi dan melakukan misi disana.
Rihlah akan melakukan misi pelayaran pulang pergi rahasia ke ibukota Suleka hanya dalam waktu 2 hari saja.
Tak sampai 2 hari berselang, keesokan harinya ternyata tim budak milik Udin berhasil memenangkan kompetisi membaca dan menulis, maka disepakati mereka bersama Udin yang akan berjalan malam hari setelah kelas selesai menuju Kebon Gede melalui jalur barat Pulau Grand Papalepap yang berhadapan dengan selat yang memisahkan pulau ini dengan Pulau Sam Brody di wilayah kerajaan Samiam yang berjarak sekitar 180 km untuk titik terdekatnya. Mereka berdua sengaja ingin melintasi jalur ini untuk memetakan alur laut perairan barat Grand Papalepap dan bagaimana keramaian pelayaran serta kekuatan angkatan laut Suleka di bagian barat pulau utama yang tentunya paling kuat karena berhadapan langsung dengan musuh bebuyutan mereka, Kerajaan Samiam di ufuk seberang.
Waktu pelayaran dipilih malam hari untuk memudahkan menerobos segala kemungkinan yang dihadapi. Pelayaran juga dilakukan secara otomatis yang canggih, dimana di dunia pada umumnya autopilot kapal dilakukan dengan membuat rute koordinat perjalanan yang dihubungkan dengan peta satelit, namun Rihlah yang sudah dipermak abis memiliki kemampuan deteksi yang membuat autopilot canggih yang dapat dilakukan dengan membaca jarak perairan dan kapal melalui sensor tanpa perlu memasukkan koordinat yang terhubung dengan gps.
__ADS_1
Rihlah akan berlayar dengan kecepatan 44knot (79 km/jam) dan berlayar sejauh 4 km dari pantai, mereka bakal berlayar tak jauh dari pantai, karena radar mereka tanpa bantuan satelit hanya mampu memetakan maksimal sejauh horizon atau maksimal dengan jarak 5 km seperti jangkauan terjauh mata manusia untuk melihat lengkung bumi di titik datar seperti lautan.
Pelayaran diperkirakan akan memakan waktu 10 jam dengan tujuan gugusan pulau kecil yang diselimuti hutan bakau di selatan ibukota Kebon Gede tepatnya pulau-pulau yang berada di delta muara Sungai Kalideres, sungai terbesar di pulau ini.
Dengan pelayaran berkecepatan penuh tentunya ada kemungkinan suara dan pergerakan Rihlah akan menarik perhatian orang-orang di daratan, namun Zayn dan Udin telah memutuskan mengambil segala resiko yang ada.
Bagi yang penasaran bentuk Rihlah, maka sedikit informasi Rihlah menggunakan basic OTAM 45 GTS Millenium Restyled bikinan dari OTAM, pabrikan yacht cepat asal Italia. Rihlah memiliki panjang 13,5 meter dan sebetulnya memiliki kecepatan maksimum dari pabrikan hingga 54 knot dengan cruising speed 48 knot, namun adanya modifikasi serta perubahan sumber energi penggerak mesin yang telah dilakukan Udin dan Zayn hingga mampu menggunakan mini reactor dengan baterai cadangan, maka kecepatan maksimum Rihlah berkurang menjadi 50 knot saja dengan cruising speed menjadi 44 knot, 1 knot sendiri setar 1.8 km/jam.
Ilustrasi wilayah kekuasaan kerajaan Suleka, dimana Alamut dibangun di kawasan hutan terlarang
Ilustrasi SS Rihlah
Ilustrasi SS Valhalla
__ADS_1