
Sebelumnya setelah serangan di pagi hari
Zayn hanya iya-iya saja ketika Pendeta Agung Hulagu mengajaknya melakukan meditasi di seberang muara. Dengan langkah gontai dia berjalan menyusuri jalan setapak yang dibuat pekerja pembangun tambak garam.
2 km di timur laut Tambak Garam, pendeta agung Hulagu telah diizinkan membuka kuil agung Alamut yang sementara masih digunakan sebagai tempat meditasi segelintir penganut Sang Esa diluar waktu kerja.
“Batu besar dengan bagian atas datar di bawah rerindangan pohon di depan kita adalah tempat yang paling cocok untuk bermeditasi tuan Padishah, rencananya di sini akan kami jadikan altar ibadah kuil agung,” nasehat Hulagu.
“Bolehkah aku bermeditasi dengan caraku sendiri pendeta,” tanya Zayn. “Silakan pencerah,” akhirnya Hulagu menggunakan istilah pencerah.
Zayn kemudian melakukan gerakan berdiri, menunduk dan merendahkan muka sebanyak 2 kali, usai melakukannya dia bangkit berdiri dan mengulangi sekali lagi. Kemudian setelah mengulangi dia merapal mantra-mantra dalam bahasa yang tidak bisa dipahami Hulagu selama 1 dupa. Dalam setiap gerakan dan mantra yang dirapalkan nampak gesture kepasrahan dan linangan air mata.
Usai selesai bermeditasi dengan caranya Zayn kemudian merebahkan badan di atas batu itu.
“Apakah anda sudah selesai meditasi pencerah, bukanlah itu terlalu singkat, total hanya sekitar dua dupa saja anda bermeditasi. Sedangkan kami terbiasa bermeditasi sepanjang setengah hari jika mendapat masalah sulit,” tanya Hulagu.
“Ya soalnya begitu caraku dan juga Udin bermeditasi,” jawab Zayn. “Mohon maaf hamba lancang berusaha mencuri dengar bacaan mantra yang tuan Padishah lantunkan sedari tadi. Dan hamba sama
sekali tidak mengerti cara tuan bermeditasi, sebetulnya apa sekte yang anda anut pencerah,” tanya Hulagu.
“Hulagu percayakah kamu jika ku bilang di langit sana ada kehidupan seperti di duniamu ini?” tanya Zayn.
“Maksudnya bagaimana tuan,” tanya Hulagu. “Jawab saja ada atau tidak menurutmu kehidupan di langit yang luas di luar dunia kita berpijak,” tanya Zayn lagi.
“Tentu saja hamba percaya ada alam setelah kehidupan dunia, dan alam ilahiah tuan pencerah. Keyakinan lain mungkin menganggap dewa-dewa pelindung berbagai tempat di dunia ini memiliki istana di langit, tetapi kan kita tidak meyakini itu,” jawab Hulagu.
“Percaya kah kamu jika aku dan Udin berasal dari bintang yang jauh?” tanya Zayn.
“Maksudnya tuan? Hamba tidak bisa bilang percaya dan tidak percaya saat ini, tetapi melihat cara tuan berpikir, bersikap dan segala peralatan aneh dan menu masakan yang belum pernah ada hamba hanya menyimpulkan tuan berasal dari negeri yang jauh yang lebih kuat dari segala negeri yang pernah hamba tahu,” jawab Hulagu.
“Okelah anggap begitu juga tidak apa-apa, untuk pertanyaanmu mengenai caraku meditasi ya karena cara kami begitu disana untuk memuja tuhan yang maha esa,” jawab Zayn.
“Lantas mengapa kalian menganggap aku dan Udin sebagai para pencerah dalam keyakinan kalian,” tanya Zayn.
“Karena segala ramalan hanya cocok ke kalian berdua tuan. Tidak pernah dikenal sebelumnya, menguasai bahasa yang belum pernah di dengar orang, berkuasa atas benteng di pulau yang memiliki banyak gunung dan harimau. Belum ada lagi dalam beberapa waktu belakangan yang cocok dengan ciri-ciri ramalan selain pada diri tuan berdua,” jawab Hulagu.
“Lantas apa yang harus pencerah lakukan kepada kalian untuk mewujudkan ramalan, belum tentu loh yang dimaksud tuhan dalam keyakinanmu sama dengan tuhan dalam ajaranku.” tanya Zayn.
“Selama tuhan anda satu apapun sekte anda, dengan ramalan yang muncul sejauh ini kuanggap kalian bagian dari kami. Para pencerah datang memberikan penyadaran, meruntuhkan tirani dan menyebarkan keyakinan kami ke seluruh wilayah,” ujar Hulagu.
“Baiklah mungkin bisa disebut aku dan Udin berasal dari sekte yang jauh sama sekali berbeda dengan kalian. Aku tak berminat mengikuti cara dan adat sekte kalian. Aku pun juga tidak akan mengajarkan bagaimana hubungan manusia dan tuhan menurut keyakinanku kepada kalian, gampangnya tidak ingin menyebarkan keyakinan versi sekte kami. Lantas jika aku mampu memberikan pendidikan hingga membuat keturunan kalian cerdas, mengganti tiran dengan pemimpin yang lebih baik dan membantu sekte kalian mendirikan kuil di seluruh kota yang ada di Fantastica itu semua sudah memenuhi semua unsur ramalan?” tanya Zayn.
“Bukankah itu yang dilakukan para pencerah yang sebelum-sebelumnya tuan, meskipun hamba tidak pernah mendengar dua pencerah sebelumnya berasal dari sekte lain seperti anda-anda tetapi mereka melakukan yang semua tuan Padishah katakan barusan,” ujar Hulagu.
“Ya karena mereka pencerah-pencerah sebelumnya berasal dari bangsa yang sama dengan kami tidak seperti tuan Padishah dan Wazir Akbar. Nabi yang diutus membawa risalah kami belum bisa berhasil menyebarkan keyakinan keluar negeri kecil bernama Gula-Gula. Namun ia memberi kabar gembira ada para pencerah tiap 2 abad sekali yang mampu menyebarkan ajarannya lebih luas kepada umat manusia. Para pencerah yang darang pertama meski belum mampu membawa benua Jayamas dan Jayati sepenuhnya mengimani Sang Esa tetapi mereka mampu menyebarkannya ke seluruh kota di Benua Jayamas dan Jayati sebagai raja Gula-Gula Utara dan Selatan yang ekspansif. Kemudian para pencerah yang datang 2 abad setelahnya mampu menghapus dominasi kepercayaan lain terutama yang berasal dari kepulauan Fantastica ini yang sebelumnya mendominasi benua. Mereka berhasil menegakkan hukum Illahi dan mulai menyokong pergolakan politik di kepulauan yang akhirnya memerdekakan kerajaan Nobuhara dari Fantastica dan disusul kemerdekaan seluruh kerajaan di kepulauan yang berujung bubarnya Fantastica . Para pencerah dari utara berhasil memperkuat kembali posisi Gula-Gula di utara dan selatan yang mulai digoyang politik dagang Fantastica. Mereka mengajarkan cara hidup praktis dan pengajaran taktis militer yang unik. Pada akhirnya pembesar penganut kepercayaan lain dijadikan pemimpin-pemimpin boneka di Kerajaan Nobuhara yang memiliki wilayah paling luas di kepulauan. Sehingga penganut Sang Esa mendominasi penuh benua Jayamas dan Jayati,” tambah Hulagu.
__ADS_1
Zayn kemudian memejamkan mata sejenak dan mengucapkan beberapa kalimat yang tidak dipahami hulagu dan kemudian kembali berbicara.
“Namun Hulagu bukankah hadirnya kami di kepulauan malah membuat kekacauan. Mulai dari membuat kerusuhan di Suleka. Kalian terusir dari tempat baru kalian tinggal. Dan kini bahkan kita di ambang perang besar dengan Suleka dan mungkin dengan beberapa kerajaan lain,” tanya Zayn.
“Sekarang kita mulai dari gerakan penyadaran tuan. Dari pengalaman tuan di negeri tuan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memberikan kesadaran berpikir untuk mencapai level tuan Padishah,” tanya Hulagu.
“TK 2 tahun, SD 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, S1 4 tahun, S2 3 tahun, S3 3 tahun totalnya jadi 24 tahun dan aku memulainya dari usia 4 tahun. Bahkan jaman sekarang di negerinya Udin ada pendidikan pra TK untuk usia 2-4 tahun itu artinya butuh 26 tahun,” jawab Zayn.
“Aa apa selama itu 24-26 tahun pantas saja maju sekali kehidupan kalian. Sungguh tak bisa kubayangkan selama itu,” Hulagu menggumam.
“Lalu mau berbicara apa kamu Hulagu bukankah aku sudah mengatakannya padamu,” tanya Zayn.
“Begini Padishah di negeri kami pendidikan itu hanya 10 tahun saja. Kalau di kepulauan selain di Nobuhara mereka di didik hanya 3 tahun saja sebelum kemudian pendidikan khusus seperti prajurit, seniman, pengrajin dan lainnya. Itu saja sudah membuat perbedaan yang makin jauh selama 2 abad terakhir. Maksud hamba itulah waktu yang dibutuhkan tuan untuk mewujudkan ramalan yakni 24-26 tahun lagi. Jangan berkecil hati akan peristiwa serangan tadi pagi. Musuh memiliki dampak yang lebih buruk dari kita yang tadi memenangkan pertempuran.
“Baiklah Hulagu, bagaimana jika kita membuat kesepakatan”, tanya Zayn. “Apa maksudnya padishah?” Hulagu bertanya balik.
“Sebelum aku menawarkan kesepakatan aku memiliki sebuah pertanyaan berapa penduduk Gula-Gula Utara dan Selatan, dan seberapa banyak penganut kepercayaan kalan?” tanya Zayn.
“Negeri selatan memiliki 50 kota yang tersebar di dua benua dan negeri utara memiliki 40 kota. Setiap kota paling sedikit memiliki 10.000 penduduk dan ibukota memiliki setidaknya 30.000 jiwa yang tinggal. Tentu 2 kali rata-rata yang ada di kepulauan. Penganut keyakinan kami sendiri mungkin setiap ada 10 orang 9 yang merupakan saudara seiman kami,” sebut Hulagu.
“Hemm menarik, kesepakatanku adalah dalam waktu 10 tahun kujanjikan seluruh kuil peribadatan sektemu akan berdiri di seluruh kota yang ada di Fantastica. Di 7 kerajaan yang ada di kepulauan. Selanjutnya setelah 26 tahun aku menjanjikan kuil mu juga mulai didirikan di wilayah di luar Fantastica maupun 2 benua. Kemudian untuk kami, tolong minta kan pengakuan kepada Gula-Gula Utara dan Selatan terhadap kedaulatan Alamut dan minta dikirimkan dari masing-masing kerajaan 1000 prajurit dan 5000 keluarganya lengkap dengan kapal dan logistiknya. Supaya kita mendapatkan 12.000 warga baru untuk mendukung rencanaku,” ujar Zayn.
"Kemudian berhentilah menebar isu para pencerah dan membicarakannya dengan warga di sini, mungkin hanya Johnny yang perlu tahu hal itu nanti jika dia menanyakan dukungan kalian terhadap kami berdua," tambahnya.
“Wahh itu sih kesepakatan yang mudah tuan. Namun sesuai keyakinan kami dalam memutuskan suatu hal besar yang levelnya nyawa, kenegaraan dan nasib harta benda, maka aku tetap harus bermeditasi dulu paling tidak setengah hari. Izinkan ganti hamba yang bermeditasi dan tuan menunggu,” tandasnya.
Hingga kemudian setelah ibadah sore, Zayn tak kuat menahan kantuk dan tertidur. Hulagu yang selesai bermeditasi menjelang petang akhirnya membangunkan Zayn.
“Tuan hamba sudah selesai bermeditasi, bangunlah,” ujar Hulagu.
“Maaf aku tertidur, jadi apa keputusanmu dan adakah isyarat yang ditunjukkan sang Esa padamu?” tanya Zayn.
“Keputusan hamba mantap untuk melaksanakan titah yang mulia padishah, hamba siap jika di utus bernegosiasi dengan kerajaan di Utara dan untuk Selatan hamba sarankan Tuan Jumanji yang berangkat,” jelas Hulagu.
“Baiklah sekarang giliran diriku yang bermeditasi petang,” ujar Zayn yang kemudian nampak menurut Hulagu dirinya melakukan gerakan seperti tadi saat bayangan matahari setinggi tombak dengan pengulangan 3 kali dan 2 kali duduk di saat pengulangan kedua dan ketiga.
Hulagu melihat Zayn mengakhiri meditasinya dengan menoleh ke kanan dan ke kiri sambil mengacungkan telunjuk saat duduk. Setelahnya Hulagu melihat Zayn menengadahkan tangan dan membaca mantra-mantra yang sama sekali tidak ia ketahui.
“Baiklah aku sudah selesai bermeditasi, yuk kita segera kembali. Orang-orang pasti mencemaskan diriku,” ujar Zayn kepedean.
Saat mereka berjalan Hulagu terkaget ada cahaya sinar terang mengarah kepada mereka.
“Tuan cahaya aneh apa itu, mari bersembunyi,” sebut Hulagu.
“Haha ada ada saja kau Hulagu itu pasti Udin yang datang menjemput kita,” jawab Zayn.
__ADS_1
Dan benar beberapa detik kemudian Udin dan Juki jalan berdua menghampiri Zayn.
“Apa kau sudah tenang anak gurun, padahal aku hendak menjemputmu tapi rupanya kau sedang berjalan pulang,” ujar Udin.
“Terima kasih kamu kesini membawakan senter mari kita segera pulang,” ujar Zayn.
“Sebaiknya kita tidak langsung pulang Padishah, ada beberapa hal yang perlu kita bicarakan.” kata Juki.
“Kalau gitu kita bicarakan di Rihlah,” sebut Zayn. “Jangan di Rihlah disana sedang dijadikan tempat penahanan,” ujar Udin.
“Mengapa harus menggunakan Rihlah. Baiklah kita akan berdiskusi di pondok istirahat pekerja pembangun tambak yang kulihat ada sebelum muara dari sini. Kalian berdua punya hutang penjelasan padaku,” jelas Zayn.
Setibanya di pondok mereka akhirnya memulai pembicaraan hingga pada titik Udin menjelaskan hal utama.
“Jadi Zayn yang menyerang kita di lautan tadi pagi adalah Panglima Angkatan Laut, kakaknya Johnny dan dia bersama prajurit penting gugur. Ada 121 orang tertawan termasuk wanita dan anak-anak istri kakak Johnny dan senopati yang jumlahnya ada 10, 11 budak dan 100 prajurit. Kami juga menguburkan 59 jasad. Tapi masih ada 20 orang yang belum diketahui nasibnya. Rihlah sudah kami amankan. Istri kakak Johnny sudah kami interogasi. Rihlah sementara digunakan untuk menahan wanita dan anak-anak hingga esok pagi,” sebut Udin.
“Baik jadi masih ada 20 orang yang bisa jadi masih hidup ya.. maka dari pagi kita akan mengutus tim darat dan tim laut patroli. 30 orang ke sisi barat, 30 orang ke sisi timur. Mereka baru boleh kembali dari patroli di sore hari. 12 kapal yang masih sehat, cukup 3 kapal patroli ke sisi barat dan 3 ke timur. Esoknya lagi kurangi menjadi masing-masing sisi 20 orang di darat dan 2 kapal di tiap sisi. Esoknya lagi menjadi hari terakhir patroli dengan masing-masing 10 orang dan 1 kapal agar pekerjaan dapat dilakukan lagi,” sebut Zayn.
“Setelah misi pencarian, setiap hari untuk mencegah hal yang tidak diinginkan kita akan mengirim 2 kapal berpatroli di lautan. Oh iya kira-kira bagaimana Johnny mengetahui kakaknya tewas. Terlebih kakaknya gugur di tanganku. Apakah kalian ada ide?” tanya Zayn.
“Sebaiknya segera setelah ini tuan langsung menemui Johnny. Bilang jika anda menyendiri tadi karena alasan yang ingin anda sampaikan. Lalu sampaikan rasa belasungkawa. Sampaikan tidak ada niatan secara khusus untuk membunuh kakaknya. Jelaskan yang anda lakukan adalah demi melindungi seribuan nyawa di Alamut. Tentang Johnny itu saja saran saya kepada anda. Untuk yang lain saya sepakat. Namun pertanyaannya, apa pertanggungjawaban Alamut terhadap kapal kami?” ujar Juki yang mengakhiri idenya dengan pertanyaan.
“Hemm iya kapalmu tidak bisa lagi digunakan pangeran, bagaimana sebagai gantinya aku memberikan sebuah kapal berukuran A yang kami namai Ragnarok, eks Si Kepiting Galak,” tawar Zayn.
“Tidak bisa sesimpel itu Padishah, kapalku khusus di desain sebagai kapal calon raja meski memiliki ukuran yang sama dengan Ragnarok. Lagipula ada kerugian non materi yang kudapat dengan hilangnya kapalku. Bagaimana cara aku menjelaskan kepada rakyat, angkatan laut dan rajaku?” Juki mencoba menaikkan tawaran.
“Ayolah jadi apa ganti rugi yang kau minta,” tanya Zayn.
“Sebetulnya aku ingin meminta 2 kapal perang, tapi melihat Alamut yang butuh banyak kapal untuk bertahan aku tak tega. Sebelumnya aku kan menghibahkan 1 kapal niaga berukuran A kepada kalian maka aku akan meminta itu kembali… kapalnya saja… isinya tetap kuhibahkan. Permintaan ketiga, kalian tidak berhak menambah budak untuk pekerjaan tambang dan setelah masa kerja budak kalian habis penggantinya adalah orang-orang dari negeriku sehingga tambang akan dikerjakan dan dipimpin orang-orang Faranina seutuhnya, namun kalian tetap mengawasi sebagai konsultan. Masalah bagi hasil dan pajak tak masalah bagiku. Cuma mungkin aku akan menambah pekerja lagi disana untuk menambang,” minta Juki.
“Hemm permintaan yang berat… seluruh pekerja ya.. padahal nantinya aku juga butuh pekerjaan untuk rakyat-rakyat kami juga. Bagaimana menurutmu Din?” tanya Zayn.
“Up to you, kurasa yang diminta Juki wajar untuk ukuran investor besar,” jawab Udin.
“Baiklah, aku sepakat jika kau menerima poin-poin yang kuminta,” sebut Zayn. “Apa poin-poin permintaanmu Padishah,” tanya Juki lagi
“Pertama seluruh petugas pengamanan tambang akan berasal dari warga Alamut. Rasionya setidaknya setiap 14 penambang ada 1 petugas pengamanan. Kedua kami berhak mendirikan kota di luar area pertambangan dan pemimpin kota nanti akan adil membagi prosentase 1 persen antara kota dan penambang. Pembentukan kota akan dilakukan jika total seluruh pekerja dibawah perusahaan termasuk petugas pengamanan sudah mencapai 300 orang dan membutuhkan kota kecil yang memberi daya dukung tambang. Ketiga semua residu atau limbah atau bocoran kandungan emas yang sudah diluar wilayah pertambangan hingga muara bukan merupakan hak perusahaan,” bagaimana penawaranku.
“Itu sih cuan di Alamut, tapi cukup adil. Ok lah aku sepakat,” jawab Juki.
“Sebelum kita kembali aku ingin membuat beberapa permintaan. Aku sudah memutuskan Hulagu dan Jumanji pergi ke 2 kerajaan yang ada di Benua untuk diplomasi dan meminta bantuan. Selanjutnya aku ingin meminta bantuan serupa kepada pangeran Juki dan Johnny misal dia memungkinkan. Pertama aku mohon pangeran Juki dapat membuka komunikasi kepada Ferris Indah untuk masalah krisis Alamut-Suleka. Minta agar mereka mengirim 10 kapal perang tipe A dengan logistiknya lengkap. Johnny akan kumintakan untuk menegosiasikan hal sama kepada ayahanda pangeran Juki di Faranina jika itu memungkinkan,” bagaimana menurutmu Tuan Juki.
“Padishah, bukankah sebelumnya Padishah menjanjikan Ferris Indah untuk kami kuasai lantas mengapa kami harus mengajak mereka bekerja sama. Meskipun hari ini Faranina memiliki kesepakatan dengan mereka,” sebut Juki.
“Lantas ayahku dan Raja Siffredi sebetulnya merupakan sahabat. Meskipun ada berita misal Faranina mendukung pemberontakan, apa yang membuat anda ayahku rela mencederai persahabatannya. Alih-alih begitu bisa jadi malah aku yang dianggap anak durhaka dan kepemimpinan selanjutnya akan diberikan kepada 1 diantara 3 adik perempuanku. Meskipun belum ada ceritanya negeri kami dipimpin perempuan sebelumnya,” ujar Juki.
__ADS_1
bersambung...