Membangun Peradaban Di Planet Primitif

Membangun Peradaban Di Planet Primitif
9. Kendala Dalam Rencana


__ADS_3

Pagi hari 20 Agustus 2022 pukul 09.00, 20 orang dari Rihlah dan Valhalla sudah berada di muara sekitar Tanjung Pagar. Sebelumnya Udin dan Zayn menghabiskan waktu lebih dari 3 jam untuk membersihkan muara dari buaya dan mengusirnya. Keberadaan buaya meski jumlahnya hanya belasan ekor di muara mengejutkan Udin, karena semalam saat dirinya menerbangkan drone dan melakukan pemantauan sekitar Tanjung Pagar tidak terlihat pancaran panas dari tubuh buaya. Kemungkinan besar hewan yang aktif di malam hari ini berburu di tengah malam di kejauhan dan kembali ketika fajar menjelang. Tentu saja adanya buaya, potensi kemunculan harimau dan penyakit tropis adalah kendala utama yang harus mereka atasi di benteng yang akan mereka namai sebagai Alamut. Satu jam setelahnya mereka selesai menyisir 100 meter kanan dan kiri muara, mereka berhasil menemukan beberapa sarang dan kemudian membakar sarang-sarang buaya itu. Pada dua buah sarang diantaranya mereka menemukan 112 telur yang sepertinya masih baru. Mereka menyimpan telur itu untuk persediaan pangan orang-orang di Valhalla. Dari 14 buaya yang sempat mereka lihat di muara, 9 ekor berhasil mereka bunuh dimana kulitnya akan mereka manfaatkan dan dagingnya akan dimakan juga oleh orang-orang Valhalla nantinya.


Satu jam pembersihan sarang buaya selesai dilakukan, pukul 10.00 mereka mulai menyantap sarapan kesiangan mereka dengan menu rawon. Awalnya orang-orang di Valhalla bergidik dan tidak berselera melihat Rawon yang nampak sebagai sup dengan kuah gelap dan keruh seperti air kotor. Namun setelah menyantapnya mereka tertegun sejenak dan menyantapnya dengan lahap. “Tuan-tuan makanan apa yang tuan masak ini bagian daging sapi yang biasa-biasa bisa terasa sangat istimewa?” tanya Johnny.


“Apakah pulau ini memiliki pohon semacam ini dengan buah yang isinya kecil-kecil macam kerang dengan jumlah banyak didalamnya seperti ini?” ujar Zayn memperlihatkan gambar dari pohon dan buah Keluwak/Kepayang. “Ini kan buah Keluwak (kita anggap ini pengucapan ala planetnya ya) yang sangat beracun dan mematikan tuan, apakah anda tidak sedang bercanda, dan alat apakah ini yang bisa memunculkan lukisan yang nampak sangat nyata?” tanya Johnny lagi. “Keluwak memang beracun dan mematikan jika tidak diolah dengan baik. Kebudayaan kami bisa mengolah hal ini menjadi bumbu masakan yang luar biasa setelah proses sekian bulan fermentasi yang suatu saat akan kami jelaskan. Alat yang tadi keperlihatkan padamu namanya Smartphone,” ujar Zayn. “Ibarat batu komunikasi yang bisa menghubungi orang lain di tempat yang jauh untuk berbicara dan saling menatap wajah, mengambil gambar sebagai lukisan nyata, dan menyimpan berbagai pengetahuan ibarat perpustakaan yang lengkap,” tambah Udin memotong pembicaraan.


“Wah anda benar-benar berasal dari kerajaan yang berperadaban jauh lebih maju. Ternyata dunia ini sangat luas. Saya pernah mendengar bahwa masih banyak benua diluar benua Jayamas dan Jayati namun saya belum pernah pergi selainnya, paling jauh dua benua itu,” kagum Johnny kepada Zayn dan Udin yang pada 2 hari sebelumnya mengenalkan diri mereka dari Negeri yang mereka sebut Amerika.

__ADS_1


“Jadi Johnny apakah manusia disini menggunakan energi Mana ataupun berolah tubuh menggunakan energi Qi untuk mengendalikan elemen air, api, tanah, api dan cahaya?” tanya Udin kepada Johnny. “Apa itu Mana dan Qi tuan? Kami tidak memiliki pengetahuan akan hal itu, dan bukankah mustahil manusia mengendalikan gerak air, api, tanah, api dan cahaya?” ujar Johnny yang kebingungan.


“Sudahi omong kosongmu Din! Kamu terlalu imajinatif dan kebanyakan membaca novel fantasi,” tegas Zayn. “Tapi John tidak berarti manusia tidak bisa mengendalikan elemen apapun, memang tidak dengan ilmu yang tidak masuk akal tapi dengan teknologi seperti ini yang menggerakkan angin dengan kekuatannya!” ucap Zayn menunjukkan kipas angin mini portabelnya dan mengedarkannya bergiliran kepada yang lain hingga kemudian disambut Johnny dan yang lain dengan takjub. “Tak bisa dipercaya, angin bisa berhembus tanpa ada kipas yang dilambaikan sungguh membuat segar,” ujar Rena budak Udin yang akhirnya terdengar mengeluarkan suara setelah sekian hari.


“Jadi percayalah dengan yang kami lakukan dan kami perintahkan kepada kalian, kita akan menciptakan kerajaan bahkan dunia baru yang luar biasa” tegas Udin. “Oleh karena itu kami ingin kalian benar-benar mendukung kami dimulai dari pembangunan kembali Tanjung Pagar, oh iya kami menamakan benteng ini nantinya sebagai Alamut,” terang Udin.


“Namun melihat rancangan ini sepemahaman kami tidak akan mungkin bisa meratakan bukit batu dengan orang-orang yang ada disini dan dengan hal itu membangunnya pun butuh lebih dari 10 tahun pastinya. Dan lagi butuh energi ekstra menghadapi ancaman yang mungkin muncul seperti harimau, buaya, dan penyakit-penyakit seperti malaria,” Johnny mengungkapan keraguannya.

__ADS_1


“Berapa harta kekayaan yang kamu miliki Johnny?” tanya Zayn. “Aku memiliki simpanan 1.000.000 keping emas di rumah ku selain uang yang ku bawa sehari-hari, “ jawab Johnny. “Bagaimana bila kau berikan seluruhnya kepadaku dan kau berikan aku budak dari golongan mantan prajurit perwira, maka kau kubebaskan dari status budak dan kita akan berstatus mitra sejajar. Lalu izinkan Alamut menguasai Sumberurip, Tegalwangi dan Kalikucing, untuk wilayah Suleka yang lain akan kami bantu memenangkannya menjadi bagianmu dengan kami sebagai penyokongnya. Kemudian kau membantuku mencarikan 200 budak dari kalangan prajurit dan 50 orang dari pengrajin logam, kayu dan batu untuk membangun Alamut. Apakah dengan hartamu hal itu cukup?”


“Tawaranmu sungguh menggiurkan tuan Zayn dan aku tidak bisa menolaknya,” Jawab Zayn dengan mata yang berbinar-binar. Tapi tetap saja mencari 200 budak prajurit itu sangat sulit. Tiap 1 orang di kepulauan ini hanya diperbolehkan untuk memiliki 10 orang budak saja, selain itu mendatangkan budak dalam jumlah besar akan menjadi pembicaraan yang mudah sekali menyebar di berbagai kerajaan kepulauan. Memang saya memiliki 10 orang budak dan semuanya prajurit termasuk 7 orang ini, tapi bukan berarti mudah untuk memiliki 200 budak prajurit, kita harus menawan musuh dalam peperangan yang jarang terjadi, apalagi pengrajin, mustahil bagi kami untuk mencari 50 pengrajin, terlebih hampir tidak ada pengrajin yang jadi budak. Jika ada pun biasanya mereka menjadi budak milik istana dan orang-orang tertentu jika ada. Ayahku saja hanya memiliki 3 orang pengrajin logam khusus sebagai budak yang ia peroleh lebih dari 15 tahun lalu,” Johnny mengungkapkan kendala berat dari rencana pembangunan Alamut.


“Apakah kamu tidak bisa mencari budak prajurit di benua Johnny, jika bisa berapa biaya yang kau butuhkan dan apakah bisa kau lakukan secara rahasia?” tanya Udin. “Benar-benar tak pernah terpikirkan olehku tuan Udin, hamba mohon maaf sebesar-besarnya tentu saja lebih mudah mendapatkan budak di benua dan tentu saja mudah untuk merahasiakan dengan membuat perdagangan seolah-olah dilakukan oleh banyak pihak dan kemudian melakukan beberapa pelayaran rahasia. Tapi untuk sekali berpergian kesana sekali jalan dengan kapal yang lebih besar membutukan biaya perjalanan yang cukup besar. Dibutuhkan biaya sebesar 25.000 keping emas untuk sekali jalan sebagai ongkos kru yang dibutuhkan. Kemudian budak mantan prajurit yang sudah dilatih memiliki harga yang mahal prajurit biasa dihargai 2000 keping emas, untuk perwira bahkan setara harga mantan pejabat seharga 3500 keping emas sedangkan harga mantan bangsawan pasaran harganya paling murah 4000 keping emas. Jika kita mencari 200 prajurit biasa maka kita membutuhkan 425.000 keping emas biaya yang dibutuhkan dan mungkin ada biaya pengeluaran tidak terduga sebanyak 25.000 keping emas sehingga dibutuhkan 450.000 keping emas dan masih ada sisa 550.000 keping emas untuk anda miliki. Namun nominal itu tentunya diluar para pengrajin, hamba belum menemukan solusi untuk itu. Untuk hadiah seorang mantan perwira satu budak lagi di kediaman hamba akan hamba tukarkan untuk kemerdekaan hamba ini tuan.” Ujar Johnny. “Zayn bagaimana menurutmu apabila kita meniru cara Korea Utara? Kita menculik para pengrajin dan keluarganya melalui operasi rahasia untuk dipaksa bekerja disini?” Udin menyeringai licik. “Not bad idea Din, okelah aku sepakat,” jawab Zayn sambil tertawa.


“Tapi tuan dengan membeli budak di benua tentunya akan sulit mencari budak dengan kemampuan bahasa Fantastica apakah itu tidak menjadi masalah, rata-rata orang di Benua hanya menggunakan bahasa Jaya kecuali para pedagang, pejabat dan perwira yang terkadang bisa menguasai bahasa Fantastica. Lalu tadi sedikit mendengar ada rencana penculikan rahasia terhadap para pengrajin, apa maksud anda kita akan menculik pengrajin dari beberapa kerajaan sekitar?” Johnny mengungkapkan sedikit keraguannya.

__ADS_1


__ADS_2