Membangun Peradaban Di Planet Primitif

Membangun Peradaban Di Planet Primitif
8. Merencanakan Pembangunan Ulang Benteng


__ADS_3

Nyaris hingga tengah malam Udin menerbangkan drone canggih yang dilengkapi night vision dan aneka sensor untuk memetakan wilayah daratan hingga radius 5 km dari sekeliling reruntuhan Benteng Tanjung Pagar, hal ini dimaksudkan untuk menyesuaikan jangkauan antenna control yang hanya terbatas hingga 7 km tanpa bantuan sinyal seluler. Selanjutnya hingga pukul 01.00 pada 20 Agustus 2022 dimana waktunya ganti Zayn berjaga Udin memutuskan segera tidur dan akan mendiskusikannya esok pagi lebih lanjut.


__ADS_1


(Reruntuhan Benteng Tanjung Pagar)


04.00 Zayn membangunkan Udin untuk ibadah pagi dan kemudian memintanya menjelaskan rencana tentang Tanjung Pagar, sementara dirinya ingin memasakkan makanan untuk hari ini. “Zadi begini Zayn aku menemukan fakta di sebelah barat laut benteng ada sebuah bukit yang sepertinya memiliki banyak batu padas. Bukit itu dapat kita tambang untuk material pasir dan batu untuk membangun. Di muara bagian utara benteng aku menemukan sedimen lumpur yang nampaknya lumayan jika diambil untuk membuat batu bata dan genteng kualitas sedang. Setelah sedimen diambil kita memiliki muara yang cukup dalam untuk bersandar kapal. Kita juga perlu merubah desain Tanjung Pagar secara total dengan bahan-bahan yang tadi telah aku sebutkan.

__ADS_1



Benteng baru akan memiliki 8 Bastion dimana ada 2 Bastion berbentuk menara di titik no 2 dan 3 tinggi benteng keseluruhan akan dibangun setinggi 4 meter dari permukaan laut yang artinya akan nampak sedikit lebih tinggi dari benteng lama yang kecil itu. lalu ada 3 pintu masuk dimana pintu utama ke arah Sumberurip diapit 2 menara setinggi 6 meter dari permukaan laut dan satu pintu masuk mengarah ke pantai juga dermaga sandar serta 1 pintu masuk diantara Bastion no 4 dan 5 yang dapat diangkat ketika ditutup dan diturunkan sekaligus sebagai jembatan untuk melintasi sungai Tabuan Lasi, tentunya pada bagian pintu ini akan lebih tinggi dari benteng. Nanti mungkin kita bangun dari susunan papan kayu sepanjang 5 meter dan di seberangnya akan kita bangun sesuatu agar pintu dapat tertambat menjadi jembatan. Di titik itu kulihat lebarnya sekitar 4 meter saja sungainya. Untuk bahan kayu dan rotan sendiri berlimpah di bagian planet yang nyaris tidak ada bedanya dengan bumi ini,” jelas Udin kepada Zayn yang sedang memperhatikan sketsa bikinannya secara seksama.

__ADS_1


“Ide bagus Udin, perkara tenaga kerja aku yakin Johnny bisa dengan mudah mencarikan budak untuk kita. Kurasa desainmu membutuhkan 200 orang budak. Akan sangat baik jika kita mendapat budak dari golongan mantan prajurit yang setelahnya bisa kita kembalikan lagi fungsinya sebagai prajurit yang akan menghuni benteng ini dengan 800 orang keluarganya, kurasa benteng ini mampu untuk menampung hingga 2000 orang, mengingat Tanjung Pagar yang tinggal reruntuhan itu katanya dipertahankan 150 prajurit dulunya. Terpenting selain masalah pertahanan dan barak pemukiman serta fasum kita harus membuat 2 istana kecil di dalamnya untuk kita masing-masing. juga kita perlu semacam gedung pemerintahan bersama, kemudian pendopo pertemuan macam yang ada di alun-alun kota-kota di Jawa. Kita juga perlu membangun fasilitas pendidikan untuk anak-anak dan juga laboratorium khusus untuk mengembangkan ilmu pengetahuan yang didalamnya kita bisa menyembunyikan Rihlah serta memperbaikinya lebih lanjut, meski tipis harapan kembali ke bumi masih ada, aku tidak ingin mati dikuburkan di planet antah berantah ini. Di dekat dermaga spot kosong itu bisa digunakan untuk membangun galangan yang kulihat bisa menampung pembuatan 2 buah kapal phinisi sekaligus. Kita juga perlu mendatangkan 50 pengrajin logam dan besi beserta keluarganya mungkin totalnya 250 orang mereka dan keluarganya untuk membuat perkakas dan mengerjakan teknologi-teknologi dasar yang dapat mulai kita kerjakan untuk memulai superioritas kita di planet aneh ini. Oh iya tanjung pagar kurasa nama yang terlalu aneh Din, aku minta izinmu untuk menamakan Benteng ini nantinya sebagai Alamut biar keren dikit.”


“Ok Alamut, Persia banget ya hehe. Jadi mari kita bangun ulang Tanjung Pagar menjadi Alamut. Aku akan segera menarik Valhalla dengan rihlah ke pesisir muara. Lanjutkan memasakmu Zayn. Kedepan kurasa kita tidak bisa memasakkan mereka semua. Dan tidak selamanya kita akan menjadi manusia perahu. Beberapa hari selanjutnya di Alamut kurasa 7 prajurit bersama Johnny harus tinggal di daratan sementara budak yang lain tidur di Valhalla di malam hari. Kemudian di siang hari kita bersepuluh akan berburu sambil memetakan lahan yang cocok untuk pertanian dan mengeksplorasi kekayaan alam baik itu tambang, flora dan fauna yang bisa kita manfaatkan untuk kejayaan Alamut. Mungkin tak sampai sepekan Johnny sudah bisa kita minta bersama 7 prajurit untuk pergi menambah perbekalan disini dan mencari budak dari kalangan pengrajin dan tentara. Kita juga perlu mendalami lebih lanjut darinya apakah di planet ini ada energi mana atau qi dan apakah berkembang sihir ataupun ilmu kultivasi yang menyerap elemen alam. Aku rasa ketika Johnny pergi keluar nantinya kita sudah bisa tinggal siang dan malam di daratan tanpa khawatir hewan buas bersama 10 budak yang ada untuk kesenangan kita. Jadi Segera selesaikan masakanmu kita akan segera berlabuh di muara!” Udin dengan riang mengakhiri pembicaraannya.

__ADS_1


__ADS_2