Menantu Pilihan

Menantu Pilihan
*MP Episode 15


__ADS_3

"I-- ini ... ini adalah mimpi, bukan? Aku salah lihat, kan sekarang? Dia bukan Irvan. Dia memang bukan Irvan. Karena Irvan .... "


Tapi pada kenyataannya, pria itu memang pacar Zery. Zery masih bisa mengenali pria itu dengan baik meskipun saat ini, matanya sedang buram akibat air mata yang jatuh akibat rasa sakit yang ada dalam hatinya saat ini.


Untuk beberapa saat, Zery masih larut dalam tangisan dan kesedihan. Meskipun mobil sang pacar sudah meninggalkan toko bunga tempat di mana ia dan selingkuhannya bermesraan tanpa tahu diri.


Sementara Zery yang masih larut dalam kesedihan langsung ingat akan Zaki. Tanpa pikir panjang lagi, Zery langsung menghubungi Zaki dengan cepat. Panggilan langsung tersambung. Dan tidak menunggu waktu lama, Zaki langsung menjawab panggilan dari Zery.


"Ya, Ze. Ada apa?" Terdengar suara tenang yang membuat hati Zery ikut merasakan ketenangan dari suara itu.


"Hiks- hiks ... hiks. Zaki .... "


Sontak, isak tangis yang Zaki dengar langsung membuat Zaki merasa panik. Respon cepat, yang sama sekali tidak Zaki pahami kenapa bisa seperti ini. Tapi yang jelas, hatinya langsung merasa cemas dan panik saat ia dengan suara tangisan dari Zery.


"Zer, ada apa? Apa yang terjadi? Kamu di mana sekarang? Kenapa kamu bisa menangis?" Zery pun langsung menerima hujan pertanyaan dari Zaki yang sedang cemas akan keadaan Zery.


"Zak, aku ... aku di depan toko bunga."

__ADS_1


"Iya. Apa yang terjadi sekarang? Kenapa kamu bisa menangis?"


"Zaki apa yang kamu katakan tentang Irvan itu benar. Dia ... bukan pria yang aku harapkan ternyata. Zaki .... "


"Ya Tuhan, Zery. Sekarang, coba tenangkan dirimu. Jangan menangis lagi. Aku akan datang ke toko bungamu sekarang juga."


"Gak perlu, Zak. Maaf udah bikin kamu cemas dan panik. Tapi, aku baik-baik saja sekarang. Kamu gak perlu meninggalkan pekerjaanmu hanya untuk menemui aku."


Tapi, pada akhirnya, Zaki tetap saja memilih untuk datang ke toko bunga buat menenangkan Zery. Karena sesungguh, Zaki tahu apa yang hati perempuan inginkan. Jika ia bilang tidak perlu, maka sejujurnya, hatinya sangat menginginkan. Karena itu, Zaki langsung meninggalkan rapat yang sedang berlangsung hanya untuk menemui Zery.


Di sisi lain, Irvan sedang berbicara lewat telepon dengan karyawan alias selingkuhannya. Karyawan kepercayaan Zery yang bernama Lena. Yang tidak tahu diri dan tidak tahu balas budi atas kebaikan yang sudah Zery berikan untuknya.


"Iya, kak Irvan. Tapi ... bukan di depan toko sih tepatnya, melainkan, di seberang jalan yang ada di depan toko." Lena berucap dengan nada agak takut.


"Gimana ini, kak? Aku takut banget sekarang. Gimana kalo kita ketahuan? Aku gak bisa bayangin semarah apa mbak Zery sama aku jika dia tahu, aku telah menjadi selingkuhan pacarnya. Kak .... "


"Tenang, Lena. Tenang. Ini bukan salah kamu kok. Jadi, kenapa kamu sebegitu takutnya sama Zery. Kita ini saling mencintai. Lagian, aku juga sebenarnya tidak terlalu serius menjalin hubungan dengan dia. Hanya dia yang terlalu berharap. Jika bukan karena kamu, aku pasti udah putusin Zery sejak lama."

__ADS_1


"Jangan dong, kak Irvan. Jika kaka putuskan kam Zery, terus kakak ketahuan pacaran sama aku. Bisa gawat aku, kak. Kak Zery bisa ngusir aku dari toko ini. Aku gak akan punya tempat tinggal lagi. Dan, kedua orang tuaku di kampung akan sangat marah padaku jika tahu aku sudah bikin ulah. Kak Zery akan melaporkan aku pada kedua orang tuaku, kak."


Iya. Lena memang datang dari kampung. Dia dipekerjakan oleh Zery di toko bunga karena orang tua Lena yang cukup dekat dengan Zery.


Orang tua Lena begitu bahagia saat tahu Zery mengajak anaknya buat bekerja. Yang mana pekerjaan itu mereka anggap sangat baik. Karena semua fasilitasnya, Zery yang tanggung. Seperti tempat tinggal, juga semua yang Lena butuhkan. Bahkan, akan ada bonus untuk setiap bulannya seperempat dari gaji yang Lena terima untuk setiap bulannya.


Begitulah kebaikan dan kemurahan hati Zery pada Lena yang hanya seorang gadis desa. Ia begitu baik sampai tidak sadar jika gadis desa juga manusia. Yang bisa menusuk dari belakang. Dan bisa bertingkah lebih jahat dari pada serigala berbulu domba.


....


Setelah Zaki menjemput Zery untuk ia bawa pulang ke rumah, Zaki masih berusaha keras membujuk Zery. Sampai, dia tidak punya waktu untuk kembali ke kantor lagi hanya untuk menghibur juga menemani Zery.


"Zer, tidak perlu kamu sesali apa yang sudah terjadi. Anggap ini adalah anugerah yang Tuhan tunjukkan padamu. Karena jika kamu terus bersamanya hingga ke jenjang yang lebih jauh lagi. Maka penyesalan kamu akan semakin besar lagi, bukan?"


Zery langsung melirik Zaki yang ada di sampingnya. Dengan air mata yang masih jatuh, ia tatap lekat wajah Zaki.


"Zak, katakan padaku dengan jujur! Apa sebelumnya, kamu sudah tahu soal pacarku yang telah mengkhianati aku? Kamu tahu kalau dia sudah berselingkuh dengan orang terdekatku. Karena itu kamu bisa menjelekkan dia tadi malam?"

__ADS_1


Zaki terdiam. Tangannya pun langsung ringan ia gerakkan untuk menyeka air mata yang jatuh di pipi Zery.


"Jangan menangis lagi jika kamu ingin bicara dengan aku. Karena pria seperti itu, tidak pantas untuk kamu tangisi."


__ADS_2