
Ucapan itu terdengar cukup sedih. Zery yang mendengar itu, bukan merasa kasihan dan ikut merasakan apa yang Zaki rasakan. Eh, malah merasa lucu dengan apa yang Zaki tunjukkan.
"Zery ... kenapa malah tersenyum? Aku sedang sangat serius ini," ucap Zaki dengan nada kesal karena melihat Zery tersenyum lepas.
"Ya ampun. Aku pikir seorang Muzaki tidak bisa serius jika sedang bicara dengan aku. Karena itu, aku merasa hal ini sedikit lucu."
"Zery .... "
Beberapa waktu bercanda, akhirnya suasana serius kembali tercipta. "Jadi, apa jawabanmu atas pernyataan cinta yang aku berikan, Zery?"
"Aku ... aku ... aku menerimanya dengan hati terbuka. Karena aku juga merasakan hal yang sama. Aku suka kamu."
Mendengar ucapan itu, Zaky langsung menarik Zery ke dalan pelukannya. "Sungguh, hal yang paling membahagiakan buat aku, Zery."
"Selanjutnya ... apa kita bisa ... menikmati malam bersama setelah ini?" Zaki berucap dengan rasa gugup dan nada malu-malu.
__ADS_1
Tentu saja Zery juga merasakan hal yang sama. Ia langsung menyentuh pelan pipi Zaki dengan tangannya. "Dasar mesum. Apa sih yang kamu pikirkan sekarang? Jangan mikir hal yang jauh dulu."
"Ah, iya ya. Aku terlalu terburu-buru. Ih, jadi malu sekarang."
Begitulah malam hangat yang pada akhirnya mereka habiskan dengan sangat romantis. Yang penolakan Zery sebelumnya hanya sebuah basa basi belaka. Karena setelah beberapa waktu menghabiskan keromantisan di taman restoran, mereka pun memilih kembali ke rumah.
Mereka melanjutkan malam hangat yang penuh cinta di rumah mereka pula. Kamar Zery kini menjadi saksi atas bersatunya dua anak manusia yang berdasarkan sama-sama suka. Bukan karena terpaksa. Mereka menjalin hubungan sebagai suami istri yang sesungguhnya atas dasar cinta.
Seperti itulah menantu pilihan yang membuat Zaki dan Zery sama-sama bersyukur atas pilihan kedua orang tua masing-masing. Karena menantu pilihan orang tua memang yang terbaik buat mereka.
Seperti itulah hubungan Zery dan Zaki sekarang. Hubungan kerja sama, kini sudah berubah menjadi hidup bersama. Ketika kembali ke rumah orang tua, mereka tidak lagi bersandiwara. Melainkan, sudah benar-benar menunjukkan cinta yang sebenarnya. Begitu pula sebaliknya. Saat orang tua mereka datang ke rumah, mereka akan sangat bahagia karena tidak harus menjalani peran masing-masing.
Rumah tangga yang harmonis pun terlihat dengan sangat jelas. Mereka sama-sama saling melengkapi satu sama lain. Hingga sebuah pelengkap akhirnya tiba. Rumah tangga Zery dan Zaki semakin terasa di atas kebahagiaan yang sesungguhnya.
Pelengkap itu adalah kabar kehamilan Zery yang membuat semua keluarga bahagia. Bukan hanya keluarga, para karyawan yang mendengar kabar ini pun ikut bahagia. Karena sebentar lagi, mereka akan mendapatkan bos kecil yang akan membuat tawa dan keributan semakin terasa nyata.
__ADS_1
Beberapa bulan berlalu dengan pahit manis yang luar biasa. Terutama bagi Zery yang sedang mengandung anak pertamanya. Tapi, beratnya menjadi ibu hamil tidak terlalu ia rasakan karena dukungan orang terdekat. Terutama, sang suami yang begitu telaten dalam menjaga juga memenuhi semua yang ia inginkan.
Zaki yang tidak akan pernah menomor duakan Zery dari dirinya membuat Zery merasa sangat beruntung. Semuanya Zaki berikan. Waktu yang cukup, kasih sayang yang berlimpah, dan perhatian yang penuh. Semua ia curahkan untuk istri tercintanya.
Seperti saat ini, dia tidak akan pernah mendahulukan pekerjaan dari pada Zery. Jika jadwal periksa kehamilan Zery bertabrakan dengan rapat kantor, maka ia tetap akan meninggalkan rapat hanya untuk menemani Zery periksa ke dokter.
Saat itulah, Zery berpas-pasan dengan Lena yang baru keluar dari rumah sakit. Mata Lena langsung menatap lekat ke arah Zery yang Zaki bantu saat turun dari mobil. Ketika itulah, ia merasa sangat sedih melihat kemesraan Zery yang begitu diperhatikan.
Karena dia tidak sedikitpun mendapatkan perhatian dari Irvan. Jangankan menemaninya ke dokter, menanyakan apa dia baik-baik saja tidak pernah sama kali.
Lena pun sadar diri kalau itu adalah karma. Karma yang ia dapatkan dari hasil perebut apa yang Zery miliki. Karena itu, ia merasa sangat malu dengan Zery. Ia pun langsung memilih untuk menghindar dari pandangan Zery karena rasa malu itu.
Air mata tidak bisa Lena sembunyikan. Penyesalan yang terlambat membuat ia mengutuk diri sendiri karena tidak tahu balas budi pada Zery waktu itu. Kini, ia pun tidak punya tempat untuk mengadu. Mau pulang, ia sudah tidak diterima di keluarga.
Satu-satu jalan yang Lena punya hanyalah tetap bertahan dengan Irvan. Bertahan meskipun sangat tersiksa karena tidak punya tempat lain untuk pergi dan mengadu.
__ADS_1