
Sebaliknya, yang kesal akan kata-kata yang Lena ucapkan malah karyawan yang ada di dekat Zery. Terutama Seno yang cukup paham bagaimana Lena di perlakukan dengan sangat baik oleh Zery.
"Dasar perempuan tidak tahu malu. Mbak Zery gak akan menyesal karena telah mengusir ular berbisa seperti kamu. Tapi dia malah akan sangat senang dan bersyukur karena tidak ada perempuan berhati buruk yang tidak tahu balas budi seperti kamu." Seno bicara dengan suara lantang.
"Udah, Sen. Gak perlu di tanggapi lagi. Aku malahan sangat senang karena mereka sudah pergi dari hadapanku sekarang."
"Tapi mbak Zery beneran gak papa, kan?" Lili pula angkat bicara.
"Iya, Li. Aku beneran gak papa kok. Karena aku tau sejak lama hubungan mereka. Jadi sekarang, aku sudah bisa menguasai hati dengan baik. Kalian semua gak perlu cemas yah."
"Ayo sekarang kita fokus sama-sama membangun toko bunga ini agar jadi toko terbaik yang sangat terkenal di kota ini. Dengan begitu, kita bisa buktikan sama mereka berdua, kalau tanpa mereka, toko ini bisa bangkit dan jadi lebih baik." Zery langsung berucap dengan penuh semangat.
Ucapan itu pun membakar semangat para karyawan yang kini sepenuhnya mendukung Zery dengan sepenuh hati. Mereka pun semakin giat melakukan tugas masing-masing untuk membantu Zery membangun toko agar lebih baik lagi.
......
Sementara itu, keadaan di rumah Zery masih sama seperti sebelumnya. Mereka masih tinggal di satu kamar yang sama. Tapi, malam selanjutnya, mereka sudah tidak tidur di satu kasur lagi. Karena Zery sudah menyiapkan selimut juga alas tidur untuk Zaki.
__ADS_1
"Kapan mama papa pulang dari rumah kita ya?" Zery berucap pelan saat mereka sama-sama sudah berbaring di tempat tidur masing-masing.
"Lho, kok ngomongnya gitu sih? Kamu gak senang mama papa ada di sini? Bukannya bagus lho mereka nginap di rumah kita. Lagian, mereka juga baru beberapa hari tinggal di sini."
"Aku bukannya gak senang, Zak. Hanya saja ... merasa sedikit terbebani dengan hubungan kita yang harus selalu berpura-pura manis di depan mama papa."
"Ya ... nikmati aja. Baru juga beberapa hari," ucap Zaki santai seperti tanpa beban.
"Apa!? Nikmati? Yang benar aja kamu bisa menikmati peran ini dengan lapang dada. Aku malah merasa sangat terbebani oleh semua ini." Zery berucap dengan nada kesal.
Zaki tidak menjawab lagi. Ia hanya tersenyum kecil mendengarkan ocehan Zery barusan. Sepertinya, ia begini menikmati peran yang mereka mainkan. Dan sekarang, ia pun sangat menikmati perannya sebagai penganggu bagi Zery.
Beberapa hari berlalu dengan berat buat Zery.
Hingga tepat hari ini, sudah lima hari kedua orang tuanya menginap di rumahnya. Sekarang, papa dan mamanya baru mengatakan kalau mereka akan pulang nanti siang.
"Apa, Ma? Pulang? Kok cepat banget?" Zaki berucap dengan wajah yang sedikit kaget. Zery yang melihat hal itu tentu langsung merasa kesal.
__ADS_1
"Iya, Nak. Kami udah lama di sini." Mama Zery berucap dengan sedih.
"Kami udah lima hari nginap di sini, Zaki. Kalau dituruti keinginan mama kamu ini, mana mau dia pulang besok. Dia masih ingin nginap di sini sampai minggu depan lho." Papa Zery pula angkat bicara.
"Apa? Minggu depan, Ma?" Zery langsung memperlihatkan wajah kaget.
"Iya, Zer. Kamu tau lah mama kamu seperti apa."
"Kenapa kamu terlihat begitu kaget dengan apa yang papa katakan? Kamu gak suka kalo mama nginap di rumah kamu lama-lama?" Si mama langsung memasang wajah sedih karena ekspresi yang Zery perlihatkan barusan.
"Ah, bukan gak suka, Mama. Zery hanya kaget aja. Kalo mama ingin bertahan sampai minggu depan, Zery bahkan sangat bahagia. Ada mama setiap Zery pulang dari kerja. Itu rasanya seperti Zery masih gadis saja. Tidak punya beban apapun." Zery langsung bicara dengan semua kejujuran yang ia rasakan saat ini.
Sontak, tatapan semuanya langsung tertuju pada Zery seketika. Dia pun hanya bisa ngenggir kuda akibat di perhatikan oleh semua yang ada di dekatnya.
Siang itupun Zery memutuskan untuk tidak masuk kerja. Karena ia ingin melepaskan kedua orang tuanya pulang dari rumah. Sementara Zaki, ia tetap sibuk dengan dunianya. Meskipun senenarnya, Zaki juga ingin melepas kedua mertuanya kembali ke rumah mereka. Tapi, ada Rika yang tidak bisa ia nomor duakan. Karena Rika akan selalu membutuhkannya setiap saat.
Rumah terasa sepi setelah kedua orang tuanya kembali. Mereka yang selama lima hari memperlihatkan kemesraan sebagai pasangan suami istri, kini tidak akan pernah bersikap romantis lagi. Karena kehidupan, sudah kembali seperti semula.
__ADS_1
Zaki kembali pulang malam karena sibuk menjadi asisten pacarnya. Entah hubungan seperti apa yang sedang Zaki jalani. Tapi, semakin lama, hubungan itu semakin terlihat tidak sehat. Karena Zaki semakin tidak dianggap sebagai pacar oleh Rika.