Menantu Pilihan

Menantu Pilihan
*MP Episode 31


__ADS_3

Zaki kembali pulang malam karena sibuk menjadi asisten pacarnya. Entah hubungan seperti apa yang sedang Zaki jalani. Tapi, semakin lama, hubungan itu semakin terlihat tidak sehat. Karena Zaki semakin tidak dianggap sebagai pacar oleh Rika.


Sementara itu, Zery terlihat cukup bahagia dengan kehidupannya yang sekarang. Ia bisa menikmati kesendirian dan terus fokus untuk memajukan toko bunga yang sepertinya sudah mulai berkembang pesat.


Sebelum waktu tenang itu, Zery sempat di datangi oleh Irvan. Ia meminta Zery untuk mengembalikan uang tabungan yang sudah ia pinjam kemarin. Tapi sayangnya, permintaan itu tidak Zery indahkan.


"Uang itu aku anggap sebagai ganti dari perselingkuhan kamu dengan Lena. Karena selama ini, aku sudah membiayai Lena, bukan?"


Tentu saja ucapan Zery itu tidak bisa Irvan terima. Tapi, karena dia cukup tahu kalau Zery tidak akan merubah apa yang sudah ia katakan, maka mau tidak mau, Irvan terpaksa memilih mengalah.


"Baiklah. Jika kamu benar-benar tidak ingin mengembalikan uang yang sudah kamu pinjam, maka aku akan berikan saja padamu. Anggap kamu tidak akan bisa membangun toko mu tanpa uang dari aku. Dasar perempuan yang tidak tahu malu."


Panas juga kuping Zery dengan apa yang Irvan katakan. Tapi, setelah ingat kalau tidak ada gunanya berdebat dengan pria yang tidak punya malu seperti Irvan ini, maka Zery memilih diam. Dan ia hanya menangapi ucapan Irvan dengan senyum kecil saja.

__ADS_1


Kemudian, Zery pun menerima kabar dari bibinya lewat Dinda. Ternyata, Lena sempat kembali ke kampung bersama Irvan kemarin. Ceritanya, Irvan datang untuk meminta restu buat menikahi Lena. Tapi sepertinya, tanggapan kedua orang tua Lena jauh dari yang Irvan dan Lena harapkan.


Kabarnya, orang tua Lena menolak Irvan karena mereka tahu, Lena sudah merebut Irvan dari Zery. Gadis baik yang selama ini sudah banyak membantu perekonomian keluarga mereka yang tergolong sangat tidak mampu.


Dinda juga mengabarkan kalau Lena dihadiahkan sebuah tamparan oleh bundanya. Dan, malam hari itu juga, Lena di suruh pergi bersama Irvan oleh sang bunda jika Lena ingin tetap memilih bersama Irvan.


Sepertinya, bunda Lena benar-benar kecewa dengan sikap yang sudah Lena lakukan terhadap Zery. Bunda Lena juga tidak ingin mendengarkan penjelasan dari anaknya. Sebenarnya, bukan tidak ingin mendengarkan. Tapi, karena sudah terlalu kecewa dan malu akan ulah si anak. Sang bunda tentu tidak akan bisa terima penjelasan seperti apapun.


"Mereka cocok kok. Jadi, sangat baik jika mereka bersama." Zery memberikan tanggapan dengan hati tenang setelah mendengar cerita Adinda, si sepupu yang selalu membuat ia ingin banyak belajar arti dari sebuah kepatuhan akan perintah orang tua.


Begitulah cerita itu Zery tanggapi dengan hati yang tenang. Karena memang, sudah tidak ada lagi rasa cinta dalam hatinya untuk Irvan. Ia bahkan sangat bersyukur karena sudah mengetahui seburuk apa Irvan sebagai seorang pria. Dia merasa sangat beruntung karena mengetahui keburukan itu lebih awal. Jika ia tahu tentang keburukan Irvan setelah menikah, maka akibatnya akan sangat tidak bisa Zery bayangkan.


Berbeda dengan hidup Zery yang tenang dan bahagia. Zaki malah merasa sebaliknya. Dia yang penasaran akan sikap Rika yang semakin lama semakin berubah, langsung menyelidiki si pacar secara diam-diam.

__ADS_1


Hal yang sangat mengejutkan pun ia dapatkan dari hasil penyelidikan itu. Ternyata, Rika sudah punya pria lain di belakang Zaki. Ia dekat dengan Zaki hanya untuk dia manfaatkan saja.


Zaki juga baru mengetahui kalau saat Rika mengatakan dia tidak jadi pulang dari luar negeri waktu itu adalah sebuah kebohongan belaka. Karena ternyata, kenyataannya adalah, Rika pulang dan langsung bermalam di hotel bersama pria simpanannya.


Luar biasa sakitnya hati Zaki saat mengetahui semua kebenaran itu. Dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ia pun langsung melabrak Rika yang kini sedang berada di apartemennya.


"Memang benar aku sudah punya pria lain. Jadi sekarang, kamu mau apa, hah?" Rika malah berucap dengan kata-kata penuh tantangan.


"Rika ... aku sungguh tidak percaya kamu begitu jahat padaku. Perempuan yang aku cintai dengan tulus, ternyata adalah perempuan jahat yang hanya memanfaatkan aku sebagai sopir saja."


"Kenapa tidak percaya? Itu adalah kenyataan yang telah kamu ketahui dengan jelas, bukan? Lagian, aku juga sudah lama merasa bosan dengan hubungan yang datar ini, Zaki. Kau tidak bisa membawa aku ke kedua orang tua kamu. Jadi, untuk apa aku bertahan?"


"Sudah aku katakan, Rik. Beri aku waktu satu tahun agar aku bisa mengubah pandangan kedua orang tuaku padamu. Tapi apa yang kamu lakukan, hah? Kamu malah membuat aku merasa kecewa seperti ini sekarang."

__ADS_1


__ADS_2