
"Sebelumnya, kamu adalah orang kepercayaan ku. Tapi ternyata, aku telah salah besar memilih kamu menjadi orang kepercayaan ku, Lena. Kamu tak lebih dari ular berbisa yang langsung memangsa saat ada kesempatan. Kamu adalah musuh dalan selimut yang paling berbahaya. Aku menyesal karena telah membawa kamu ke kota ini bersamaku."
"Mbak Zery, aku .... "
"Zery. Dia tidak salah sedikitpun. Kamu jangan bersikap terlalu keras padanya." Tiba-tiba saja, Irvan yang sedari tadi memilih bungkam, kini langsung angkat bicara.
Entah karena terlalu kasihan pada perempuan selingkuhannya. Atau, merasa bersalah atas kesalahan yang ia buat pada Zery. Jangan pasti , Irvan terlihat langsung mencampuri urusan Zery sekarang.
Sementara itu, ucapan Irvan barusan langsung mengalihkan perhatian semua yang ada di sana. Termasuk, Zery yang sudah sangat menantikan pembelaan Irvan untuk Lena.
"Ah, kamu bilang gak salah, Van? Gak salahnya di mana, hm? Dia datang aku yang bawa. Tapi, udah enakkan aku kasih semuanya, malah dia menusuk aku dari belakang. Merebut apa yang tidak seharusnya ia miliki."
"Itu bukan salah dia. Kami saling mencintai satu sama lain. Karena itu .... "
"Kak Irvan cukup! Jangan bicara lagi, kak."
__ADS_1
Dengan wajah takut, Lena langsung membentak Irvan dengan nada tinggi.
"Kenapa, Len? Kamu takut untuk bicara sekarang? Jangan takut, Lena. Karena aku akan selalu ada di sisi kamu," ucap Irvan sambil memegang kedua bahu Lena dengan lembut.
"Kak Irvan ngomong apa sih? Kita ini sedang membahas soal pekerjaan. Jadi jangan ikut campur, kak."
Irvan pun langsung terlihat gugup dan bingung. Lalu, Zery yang tidak sabar lagi untuk membongkar kebusukan kedua manusia yang ada di hadapannya ini pun langsung bertepuk tangan.
Prok prok prok. "Bagus sekali, Irvan. Sangat bagus. Akhirnya, kamu sendiri yang membongkar perselingkuhan kalian di depan semua orang." Zery berucap dengan nada tenang.
"Zery ...!" Irvan berucap sambil mengertak gigi. Ia sangat kesal sekarang. Tapi, ada Lena yang terus memegang lengannya saat ini membuat geraknya langsung terhalang.
"Kenapa? Gak terima dengan hadiah tamparan yang aku berikan, Irvan? Huh! Hadiah itu masih belum sebanding dengan pengkhianatan yang kamu berikan untuk aku. Karena apa yang kamu lakukan, sudah sepantasnya kamu mendapatkan hal yang lebih menyakitkan dari sebuah tamparan saja."
"Sementara untuk kamu, gadis desa. Mulai sekarang, tidak ada tempat lagi buat kamu di toko bunga aku ini? Toko bunga beserta hatiku sudah tertutup buat kamu. Jadi, pergilah dari sini sekarang juga." Zery bicara dengan nada tegas, tapi terlihat sangat santai seolah tidak ada beban sedikitpun dalam hatinya saat ini.
__ADS_1
Sementara Lena yang mendengarkan perkataan Zery barusan langsung menjatuhkan air mata. Ia sepertinya sangat tidak terima dengan perkataan Zery barusan. Dengan cepat Lena melepaskan lengan Irvan dan beralih memegang tangan Zery yang kini sedang melipat tangannya ke perut.
"Mbak Zery, tolong jangan usir aku dari toko ini, mbak. Aku ingin tetap bekerja di tempat mbak. Aku mohon, mbak. Maafkan aku. Tolong, mbak." Dengan penuh penyesalan, Lena berucap kata-kata itu.
Tapi sayang, hati Zery yang sudah terlanjur kecewa tidak akan pernah bisa menerima Lena lagi. Jika untuk memaafkan, mungkin akan dia lakukan. Tapi tidak dengan menerima Lena untuk tetap bekerja dan tinggal di tokonya lagi.
"Maaf? Kamu bilang maaf padaku sekarang, Lena?"
"Kenapa minta maaf sekarang? Setelah aku mengetahui perselingkuhan kamu dengan pacarku? Aku mungkin tidak akan sekejam ini padamu jika kamu tidak tahu jika dia itu adalah pacarku. Tapi kenyataanya, kamu tahu betul siapa dia. Tapi masih saja kamu mau dia ajak selingkuh. Sungguh, Lena. Aku sungguh salut akan sikapmu yang tidak tahu malu itu."
"Aku salah, mbak. Mohon maafkan aku." Lena hanya bisa berucap kata-kata itu di sela-sela tangisannya.
"Aku mungkin bisa memaafkan mu, Lena. Tapi tidak dengan menerima kamu untuk tetap tinggal di dekatku. Karena apa yang sudah kamu lakukan setelah semua kebaikan yang aku berikan, sungguh sangat menyakitkan buat aku."
"Lena sudahlah. Jangan meminta ia memaafkan kamu. Karena dia itu perempuan yang sangat keras. Dia tidak akan pernah bisa luluh hanya dengan kata maaf," ucap Irvan dengan nada kesal.
__ADS_1
"Kau tahu, Zery. Aku sudah lama tidak suka padamu. Kau sungguh tidak seperti perempuan yang aku dambakan. Kamu tidak tahu bagaimana caranya romantis. Kau tidak tahu bagaimana caranya membahagiakan pasanganmu. Kau tidak tahu bagaimana membuat pasanganmu betah dengan sikap manis dan manja layaknya seorang wanita pada umumnya. Yang kau tau hanya mengejar mimpimu sekuat mungkin tanpa memikirkan kebahagiaan pasanganmu."