Menantu Pilihan

Menantu Pilihan
*MP Episode 35


__ADS_3

Tapi seperti biasa, mereka akan berbaikan atau bahkan semakin memperbesar perdebatan di saat mereka bersama. Namun, keduanya pun terlihat semakin akrab saja sekarang.


Sambil melahap bubur yang Zery berikan, Zaki pun tanpa Zery mintai langsung bercerita prihal kisah cintanya yang hancur berantakan. Zery pun memasang wajah prihatin saat mendengarkan cerita Zaki barusan.


"Jadi, hubungan kalian berdua juga sudah berakhir sekarang, Zak?"


"Iya, Ze. Sudah berakhir. Sama seperti kamu dengan pacarmu kemarin. Tapi sayangnya, aku tidak bisa bersikap kek kamu, Ze. Kamu yang kuat, yang mampu melawan perasaan dengan mudah. Sementara aku, malah menyakiti diri sendiri dan juga membuat kamu susah."


"Ah, sudahlah. Lupakan saja. Mungkin kita memang tidak berjodoh dengan pacar kita masing-masing. Lagian, aku juga tidak sekuat yang kamu bayangkan kok, Zak."


Zaki pun tidak menanggapi ucapan Zery dengan kata-kata. Karena sekarang, dia malah menatap Zery dengan tatapan lekat. Yang membuat Zery langsung merasa serba salah akibat tatapan itu.


"Ze ... kamu ngerasa ada yang aneh gak sih dengan kita ini?" Zaki langsung berucap tanpa mengalihkan pandangannya dari Zery.

__ADS_1


"Mak-- maksud kamu?" Tentu saja Zery langsung jadi gelagapan. Karena saat ini, dia sedang sangat gugup.


"Ya maksud aku ... jangan-jangan kita ini memang berjodoh, Ze. Kita ditakdirkan bersama sebagai pasangan yang sesungguhnya. Bukan hanya pasangan sandiwara yang sudah kita sepakati sebelumnya."


Sontak, ucapan itu membuat Zery langsung terpaku. Tangan dan kakinya terasa membeku akibat ucapan Zaki barusan. Tapi, entah kenapa ia malah merasa cukup bahagia akan ucapan Zaki barusan. Meskipun ia tahu, kalo Zaki itu terlahir sebagai pria yang usil. Yang suka mengusili nya di setiap ada kesempatan.


"Zery, bagaimana jika kita mencoba?" Zaki sengaja bicara sepotong-sepotong untuk membuat Zery semakin memikirkan apa yang ia katakan.


"Mencoba menjalani hidup layaknya pasangan suami istri pada umumnya. Seperti ... mereka yang menikah dengan cinta. Karena mungkin, kita memang ditakdirkan untuk bersama, Ze."


Hal yang tidak bisa Zery sembunyikan lagi sekarang adalah hatinya yang sangat gugup akibat kata-kata Zaki barusan. Sangking gugupnya Zery, ia bahkan tidak bisa bicara satu patah katapun.


Namun, dari sorot mata juga raut wajahnya. Zaki bisa melihat kalau Zery sangat setuju dengan apa yang ia katakan. Karena itu, Zaki langsung berubah menjadi pria agresif yang langsung menarik Zery ke dalam pelukannya. Ia juga langsung menjatuhkan ciuman hangat nan mesra ke bibir Zery dengan cepat.

__ADS_1


Tentu saja Zery langsung kaget bukan kepalang. Tapi, tubuhnya tidak bisa menolak perlakuan itu. Malahan, Zery sangat menikmati apa yang Zaki lakukan.


Ciuman bibir yang mesra terjadi beberapa saat. Hingga akhirnya Zery bisa menguasai diri dan berhasil melepaskan diri dari Zaki.


"Apa-apaan sih kamu, Zak? Kurang ajar banget!" Zery berucap dengan nada ringan. Sama sekali tidak terlihat seperti dia yang sedang marah ataupun kesal.


Zaki tidak menjawab ucapan itu. Sementara Zery, ia yang merasa sangat gugup dan malu langsung meninggalkan kamar Zaki secepat yang ia bisa.


Hal itu membuat Zaki tersenyum kecil.


"Aku tahu kamu gak marah sama aku, Ze. Apa yang kamu tunjukkan barusan akan aku anggap sebagai sinyal persetujuan dari kamu. Aku akan memulai hidup baru bersama kamu yang sudah jelas adalah istriku yang sah."


Begitulah hari berlalu dengan cepat. Zaki dan Zery pun mengalami banyak perubahan hidup. Meskipun kamar mereka masih terpisah, tapi keduanya terlihat cukup romantis saat bersama. Yah, meskipun perdebatan tidak pernah mereka lupakan jika saling berdekatan. Tapi setidaknya, keduanya sudah mulai menyadari jika hati mereka mungkin bisa saling memiliki.

__ADS_1


__ADS_2