
Sementara di sisi lain, setelah usai pemeriksaan kehamilan Zery, mereka langsung ingin meninggalkan rumah sakit. Tapi, Zaki pun tertahan akibat pertemuan dengan mantan kekasihnya.
"Zaki."
"Rika."
Saat itu, Zery sedang berada di kamar mandi, dan pertemuan mereka pun di depan kamar mandi rumah sakit tersebut.
"Kenapa kamu ada di sini?" Rika bertanya dengan nada yang sangat bahagia.
"Aku .... " Tapi, belum sempat Zaku menjawab, Rika malah langsung nyerobot lagi.
"Aku bahagia banget saat bertemu dengan kamu, Ki. Sangat-sangat bahagia. Aku ingin minta maaf padamu sekarang. Karena aku telah sadar akan .... "
__ADS_1
"Tunggu, Rik. Kamu kok bisa ada di sini sih? Emangnya, kamu lagi apa?"
"Aku lagi ... berobat, Zaki. Hiks- hiks." Si Rika malah langsung menangis sekarang.
Sementara itu, Zery yang bersembunyi sedang menahan perasaannya. Tapi, dia bisa melihat akan ketidak nyaman nya Zaki saat ini. Namun, Zery ingin memastikan kalau Zaki tidak akan mengecewakan kepercayaan yang sudah ia berikan untuk Zaki selama ini. Karena itu, ia ingin menguji, apakah Zaki akan goyah atau tidak peduli dengan masa lalunya lagi.
"Kenapa kamu malah menangis, Rika? Apa yang salah dengan kamu sekarang?"
"Maksud kamu apa sih, Rik? Kenapa hidup kamu hanya tinggal beberapa bulan saja? Emangnya, kamu sakit apa?"
"Aku ... aku sakit parah, Zaki. Dokter bilang, kalau hidupku tidak akan lama. Karena itu, aku sadar, aku butuh kamu sekarang. Kamu yang sanggup menemani aku selama sisa hidupku. Aku mohon, temani aku Zaki. Hanya beberapa bulan saja."
"Maaf, Rika. Aku tidak bisa. Jangankan beberapa bulan. Beberapa minggu, atau bahkan satu hari saja aku tidak bisa. Karena sekarang, aku bukan Zaki yang dulu lagi. Yang mengejar cinta kamu dengan sepenuh hati. Karena sekarang, aku adalah seorang suami dari perempuan yang siap menerima aku apa adanya. Yang mau berbagi suka duka dengan aku, bukan hanya sebatas dimanfaatkan karena cinta."
__ADS_1
"Ap- apa? Kamu ... sudah menikah? Nggak mungkin. Aku nggak percaya ini, Zaki. Kamu pasti bohong karena kamu tahu aku sakit parah, bukan? Kamu sama seperti pria lain yang langsung pergi setelah tahu aku tidak bisa kalian manfaatkan."
Ucapan itu langsung membangkitkan rasa kesal dalam hati Zery. Ia yang awalnya bersembunyi, langsung memilih keluar dari persembunyiannya.
"Bicara apa sih, mbak? Kata-katanya kok aku rasa seperti agak kebalik ya? Bukannya mbak yang suka memanfaatkan orang sebelumnya?"
Ucapan itu membuat Zaki langsung menghampiri Zery. "Sayang, udah selesai kok gak bilang sama aku sih? Kan aku bisa jemput kamu ke dalam. Lantai kamar mandi itu licin lho setelah digunakan. Kamu ini yah. Bikin aku cemas aja."
Keromantisan dan kepedulian Zaki terhadap Zery menampar keras wajah Rika secara tidak langsung. Ia yang telah berucap kata-kata barusan, langsung merasa sangat malu dengan apa yang sudah ia katakan. Karena ternyata, Zaki benar dengan apa yang ia katakan. Zaki sudah punya istri. Bahkan sekarang, sudah punya calon anak.
Rika yang merasa tidak kuat untuk melihat kemesraan itu langsung berlari pergi. Dengan membawa semua penyesalan, ia langsung menjauh. Satu orang lain yang merasa begitu menyesali nasib yang sudah terjadi. Sebelumnya Irvan, kemudian Lena. Dan sekarang, tiba giliran Rika. Mereka sangat menyesali kesalahan yang telah mereka perbuat. Karena kesalahan itu telah mengantarkan mereka ke jalan kehancuran.
Sementara orang yang mereka sakiti malah hidup dengan sangat bahagia dan bergelimagan kasih sayang juga penuh cinta. Kini, mereka bisa menyadari kalau hukum dan karma itu benar-benar nyata.
__ADS_1