
"Mikir hal yang tidak-tidak? Mm ... maksud kamu seperti .... " Zaki sengaja tidak mendengarkan apa yang Zery katakan. Ia tetap menggoda Zery dengan nakal.
"Zaki!"
Zery pun tidak bisa menahan rasa kesalnya lagi. Langsung saja dia berteriak dengan suara tinggi yang membuat Zaki langsung menutup mulutnya.
"Ya Tuhan. Jangan teriak-teriak. Nanti .... "
Belum juga kata-kata selesai Zaki ucapkan, suara panggilan langsung terdengar dari luar sana. Suara itu adalah milik papa Zery yang merasa langsung terpanggil akibat teriakan Zery.
"Zery. Kalian baik-baik aja, bukan? Gak ada hal buruk yang terjadi, kan Zer?"
"Eh, he he he. Kami baik-baik aja kok, Pah. Gak kok, gak ada hal buruk. Kami sedang bersiap-siap untuk turun ke bawah."
Zaki yang berucap sambil tersenyum di ambang pintu.
"Oh, maafkan papa. Papa udah ganggu kalian. Lanjutkan." Si papa yang awalnya cemas, kini malah mikir lain. Dia pun tersenyum kecil sambil berlalu pergi.
__ADS_1
Kembali ke kamar, Zaki langsung dapat tatapan tajam yang menakutkan. "Puas kamu!? Udah bikin papa salah paham lagi sekarang."
"Lho kok malah nyalahin aku lagi sih? Kamu tuh yang bikin ulah. Masa teriak-teriak seenaknya. Gak ingat apa kalo ada papa dan mama di rumah ini?"
"Ya emang gak ingat. Kalo ingat, tentu saja aku gak akan teriak seperti tadi."
Seperti itulah tom and jerry yang selalu bertengkar ketika bersama. Tapi pada akhirnya, pertengkaran itu akan berakhir dengan damai. Meskipun tidak ada yang mau mengalah, tapi pada akhirnya, mereka sama-sama akan mundur dari perdebatan tersebut.
.....
Usai makan malam dengan hangat, juga ngobrol keluarga dengan kedua orang tua Zery, Zaki dan Zery pun kembali ke kamar. Sekali lagi, dua anak manusia ini kalo bertemu pasti akan terjadi perdebatan yang panjang.
Beberapa jam berlalu, Zery yang merasa kehausan pun langsung bangun dari baringnya. Setelah meneguk beberapa teguk air, dia ingin ke kamar mandi. Saat itulah, ketika kaki ia jejak kan, dia pun tanpa sengaja menginjak tangan Zaki.
Sontak, Zery langsung kaget akan apa yang baru saja ia lakukan. Dia pun langsung terdiam sambil duduk manis di atas ranjang dengan kaki ia lipat dengan baik. Mata Zery fokus memperhatikan Zaki yang kini masih hanyut di alam bawah sadar.
Perlahan tapi pasti, ia terus memperhatikan wajah yang kini sedang terlelap dengan indah. Wajah itu cukup membuat Zery terpaku untuk beberapa saat sampai ia sadar, apa yang ia lakukan tidak seharusnya ia lakukan.
__ADS_1
'Ssst! Zery-Zery. Apa sih yang kamu lakukan. Kalian hanya menikah selama satu tahun. Jadi, jangan coba-coba memikirkan hal lain. Pernikahan kalian hanya karena orang tua masing-masing. Tidak ada yang lebih dari itu. Jadi, lupakan masalah lain dan tetaplah fokus sama tujuan kalian.' Zery bicara dalam hati sambil memukul pelan dahinya dengan tangan.
Usai menyakinkan hati akan apa yang ia lakukan itu salah, Zery pun langsung melanjutkan niat yang sempat tertunda. Namun, baru juga ia berjalan beberapa langkah, ia kembali memutar arah.
Hal itu terjadi karena ia merasa kasihan dengan Zaki yang kini sepertinya sedang kedinginan akibat tidur di bawah tanpa selimut. Zery pun langsung mengambil selimutnya yang ada di atas ranjang. Lalu, ia selimut kan tubuh Zaki dengan pelan.
Beberapa waktu pun berlalu. Zaki tiba-tiba sadar dari tidurnya. Ia sedikit bingung ketika melihat selimut yang menyelimuti sebagian dari tubuhnya saat ini.
"Selimut? Siapa yang menyelimuti aku? Apa jangan-jangan .... " Zaki tidak melanjutkan kata-katanya. Tapi, ia langsung bangun untuk memastikan sendiri kebenaran dari apa yang ia pikirkan.
Saat ia bangun dan melihat Zery yang kini terbaring di atas ranjang tanpa selimut. Zaki pun merasakan hal yang sama dengan yang Zery rasakan.
"Ya ampun. Bisa-bisanya ia memberikan aku selimut. Padahal, dia sendiri kelihatan sangat tidak nyaman tidur tanpa selimut." Zaki berucap sambil memperhatikan Zery yang sedang terlelap.
"Mm ... mau ambil selimut di kamarku, takut ketahuan mama papa. Maklum, waspada itu harus. Tapi ... kasihan Zery jika gak aku ambil."
Zaki pun terlihat sedang mempertimbangkan segala kemungkinan yang bisa terjadi. Hingga akhirnya, satu ide muncul dalam benak Zaki.
__ADS_1
"Semoga dia gak marah sama aku saat dia bangun. Orang kita juga udah halal, kan? Cuma tidur satu selimut aja gak papa dong."
Zaki pun langsung memantapkan hati untuk tidur satu ranjang dengan Zery. Meskipun sejujurnya, ia masih sangat ragu dan terlalu was-was untuk melakukan hal tersebut. Namun, keinginan langsung mengalahkan rasa ragu yang ada dalam hatinya.