Mencintai calon ipar

Mencintai calon ipar
12.AKHIR dan AWAL tidak bisa dipisahkan


__ADS_3

Enam bulan berlalu kondisi Rey masih belum sadarkan diri,


Sementara Marsya mengalami kebutaan dan keguguran yang membuaat keluarga Anggana dan dua sahabat Rey terkejut mengingat kemalangan yang bertubi-tubi pada Marsya.


Tak terkecuali Mba lilis pun ikut merasa sedih dengan kondisi Marsya Ditambah meninggalNya ibu wati yang membuat Marsya lebih sering mengurung diri dikamar.


Mba lilis menemani Marsya dan merawatNya selama ini , Dia juga menceritakan bagaimana kondisi mereka dinegara N, dan


menceritaka Roy, saudara kembarNya Rey dan Arka balita umur satu tahunan yang sudah menjadi yatim.


Dan Roy sendiri Setelah kembali ke negara Kelahiran Nya, Roy semakin sibuk dengan pekerjaan dikantor dan bergantian menjaga Rey yang masih koma ditambah Ana meiminta Roy untuk menjaga Marsya.


Semetara Ana dan Angga sebagai orang tua mereka menjaga Rey dirumah sakit, kalo pun mereka pulang hanya sebentar dan Ana selalu menemui Marsya yang lebih sering diam dikamar.


Dan Angga sendiri masih dirumah sakit menjaga Rey.


Roy yang baru pulang dari kantor langsung menemui Ana dikala mereka berdialog tentang kondisi Rey dan masalah kerjaan, tiba--tiba handpone Roy berbunyi.


Roy melihat handpone milikNya teryata penjaga yang ditugaskan Roy menjaga Rey dirumah sakit.


"Ada Apa.?"tanpa basa basi Roy langsung mengangkat panggilan telponNya meminta penjelasaan.


"Maaf Tuan Roy..sa,,saya ingin memberitahukan kalo sebaiknya anda kemari karena Tu,,Tuan Rey tadi kejang-kejang sekarang sedang ditangani oleh dokter." Penjaga yang mendengar suara Roy seperti terintimidasi menjadi gugup untuk mengabarkan kondisi Rey.


Tuuutttt.....


"Ada apa Roy,,?Kenapa..dengan Rey.?"tanya Ana dengan raut wajah cemas dan penasaran.


"Kita harus cepat kerumah sakit sekang,!" Tegas Roy.


Dari arah tangga, Mba lilis dan Marsya berjalan mendekati Rey dan mommy Ana yang terlihat gusar.


"Ada apa dengan Rey.!?"Tanya marsya yang mendengar pembicaraan mereka dan marsya ikut panik."


"Aku G'tau, tapi sebaikNya kita segera pergi saja.!" Tukas Rey sembari berjalan kearah luar yang sudah mobil siap dengan supir mereka.


"Aku ikut.!" suara Marsya yang menghentikan langkah Ana.


"Tidak usah sayang,sebaikNya kamu istirahat saja."Tolak Ana.


"Tidak Momm,Aku ingin ikut.!" paksa Marsya.


Suara klakson mobil berbunyi mengisyarat kan mereka agar cepat masuk mobil.


"Baik Lahh.."singkat Ana yang mendengar bunyi klakson dan segera masuk bersama Marsya ditemani mba lilis kedalam mobil.


🏥🏥🏥


Setibanya dirumah sakit mereka dengan cepat melangkah ke ruangan Rey dirawat.


saat mereka sudah didalam kamar yang mereka lihat tubuh Rey sudah ditutup kain putih dan Angga sudah terisak menangis.


Ana yang melihat itu menghampiri dokter yang tidak jauh berdiri dari mereka untuk meminta penjelasan..


"Dok,kenapa anak saya Dok,,?kenapa kalian tutup badan anak saya dok.?"Teriak Ana sambil mengoncangkan badan sidokter.

__ADS_1


"Maaf,kami sudah berusaha sebisa kami.


"Tidak kalian belum berusaha,,saya yakin kalian bisa membangunkan Rey,.!berapa pun biayayaNya saya akan bayar, saya mohon.!! Sarkar Ana.


Angga melihat IstriNya yang berteriak mencaci maki doter langsung memeluk tubuh istriNya mencoba menenangkan.


"Tenang lah sayang,,kamu tidak boleh begini," biarkan Rey tenang, ujar Angga sembari memeluk istriNya.


Angga dan Rey pun menangis tapi mereka tau mereka harus lebih kuat walaupun sebenarNya mereka sama terpukulNya atas kepergian Rey.


Sementara Marsya yang mendengar isakan tagis dan suara tiggi mommy Ana , marsya mengerti atmosfir ruangan yang dapat dia rasaka tanpa melihat.


Dengan keadaanNya yang terbatas, Marsya mencoba melangkah mendekati kearah Rey yang sudah tebaring tak bernyawa,


"Rey hiks,,,kenapa kamu juga meninggalkan aKu Rey,,!


Aku tidak sanggup Rey jika kamu hiks,hiks,,pergi.!


Setelah mama dan anak kita kenapa kamu juga meninggal kan aku,.Rey,, !!?


Aku mohon bangun lah temani aku, hikssss,,aku mohon Rey,!!


Isakan tangis Marsya tidak bisa Ia tahan, sampai Ana dan Angga melihat Marsya jatuh pingsan yang langsung ditangkap Roy yang sedari tadi tidak jauh dariNya.


.


.


.


.


.


.


.


Sudah sepuluh hari berlalu namun suasana duka masih terasa di kediaman anngana.


Terlebih Marsya lebih memilih menyendiri dikamar dan membuat Ana mengkhawatirkan Nya.


"Sayang,,kamu kenapa melamun,?"suara Angga menyadarkan istrinya yang sedang memikirkan Marsya.


"Aku G'ngelamun sayang,tapi aku mkirin Marsya ..betapa Malang nasibNya."Ujar Ana dengan wajah yang sayu.


"Tuhan punya rencana sendiri untuk umatNya,dan lagi Marsya tidak sendiri selain lilis yang selalu menemaniNya kamu dan aku serta Roy akan menjaga dia,,menggantikan ibu wati dan Rey." Ucap angga sambil mendekap bahu istriNya.


"Menggantikaann..."ucap Ana datar sembari memalingkan wajah menatap suamiNya.


"Yaa ,,kita bisa anggap marsya sebagai putri kita, kalo perlu kita angkat dan berikan nama kita padaNya."sahut serius angga,


"Tidak-Tidak, Aku memang menganggap Marsya menjadi putri kita tapi klo untuk mengangkat dia jadi anak kita, aku tidak setuju.!tukas Ana.


"Terserah kamu saja.."

__ADS_1


"Benarkah..!"tukas ana.


"Hmm"sahut angga sambil mengerjap kan mata,


"Bagai mana kalo Marsya kita jodoh kan dengan Rey saja..?


"Apa,! aku tidak setuju..maksud ku,! Aku tidak keberatan tapi bagaimana pun mereka berdua yang menjalani, jadi biarkan mereka yang memutuskan, apa lagi Kondisi marsya yang sekarang ditambah Rey yang baru saja pergi!" Tolak Angga kepada istirinya mencoba mengingatkan kondisi sekarang.


"kalo soal kondisi marsya, kita tinggal menunngu operasi Marsya dan mommy yakin Rey tidak keberatan klo KakakNya yang akan menggantikan posisi Rey untuk menjaga marsya dan mommy berharap Rey dan Marsya membuka hati mereka mommy percaya kalo Marsya wanita yang cocok untuk Roy dan Arka.Jelas Ana meyakinkan suamiNya.


"Aku tau niatan Mu baik sayang,, tapi biarkan mereka menjalani kehidupan yang mereka inginkan." Ucap Angga sembari duduk diranjang mereka dan mengecup kening istriNya untuk mengajak tidur karena hari sudah larut malam dan angga pun sudah mengantuk.


Aku bakal jadikan dia mantuku..(Batin Ana)


〰〰〰


ELROY


Semenjak pemakaman Rey aku sudah tidak pernah keMansion Orang tua ku.


Sering kali mommy menelpon untuk meminta ku datang.


"Hallo Roy,,mommy kangen Arka.?"


"Aku bakal suruh supir ngantarkan Arka dan baby sistter nanti mom."


"Mommy juga pengen ketemu kamu Roy.!"


"Sorry mom, Roy sibuk klo ada waktu Roy pasti jalan kesana."


"Tapi Roy..."


"Mom aku masih ada meeting nanti telpon lagi."


Entahlah mengapa aku merasa Mommy sedikit berbeda, karena akhir-akhir ini aku sering sekali dihubungi.


Mukin pikir ku, Mommy merasa kehilangan sosok Rey yang selalu menemaniNya oleh sebab itu mommy mencari perhatian ku.


Sementara Aku menyibukan diri seperti biasa dengan kerjaan Ku, bagi ku ini adalah cara ter-Ampuh mengalihkan suasana hati yang buruk.


Sama seperti saat istri ku pergi meninggal kan Ku setelah melahirkan Arka.


SepeninggalNya ibu arka sampai saat ini aku sendiri tidak pernah ada wanita dekat dengan ku selain Yuna assistant ku.


Yaa,,,yuna dekat dengan ku, juga bisa dibilang dekat dengan putraku bahkan yuna bebas keluar masuk penthouse, seperti kediamanNya sendiri.


Saat ada ataupun tidak ada kerjaan, yuna akan datang menemani Arka atau sekedar mampir.


Sempat terpikir oleh Ku, ntuk memiliki hubungan selain pekerjaan denganNya karena melihat Yuna yang begitu memperhatikan Arka.


Tapi Aku tidak bisa karena hati-Ku benar-benar pemilih, walaupun penilaian pikiran dan penglihatan ku tak ada yang kurang, tetap saja perasaa ku tidak bisa menerima.


SebenarNya yuna pernah sekali menyelamatkan yawa ku dari bahaya..saat itu hujan lebat dan aku dikepung oleh Orang-orang mikael(Rival) Ku dan yuna memasang badanya menahan satu tembakan yang seharusNya aku yang mendapatkan tembakan itu.


karena tembakan itu yuna harus dirawat sepuluh harian dan aku merawat dan menjaga sampai dia boleh kan pulang.

__ADS_1


semenjak itulah aku mulai dekat dengan yuna dan yuna mulai dekat dengan arka.


__ADS_2