Mencintai calon ipar

Mencintai calon ipar
7 HARI YANG ANEH


__ADS_3

MARSYA


Cahaya diluar menembus kaca kamar dan membangunkan ku dari tidur,


aku mencoba bangun untuk duduk dengan mata yang masih terpejam,tubuh dan kepalaku terasa sakit,


Saat telingaku mendengar pintu kamar mandi tebuka.


Denang cepat mata ku mencari asal suara, sampai kulihat pria menggunakan handuk ukuran sedang yang melingkar pada bagian pinggang dengan rambut masih terlihat basah,berdiri didepan kamar mandi.


"Rey.,kenapa kamu ada disini?dan apa yang kamu lakuk.u.k.a.n.?


Saat aku bertanya kepada Rey,saat itu juga ingatan ku yang seperti puzzle berhambur mulai tersusun dikepala ku yang masih terasa sakit.


"Apa kau sedang menggoda ku lagi,.?


Rey melangkah mendekati ku yang masih mematung diranjang dan aku sendiri masih tidak percaya dengan ingatan ku, soal kejadian semalam dimana aku begitu agresif.


Aku harus menjelaskan kejadian tadi malam agar dia tidak berpikir macam-macam tentang ku,Yaa,,harus,(batin Ku)


"Aku tidak bermaksud menggoda siapa-siapa, Ulahku yang semalam ,Murni karena reaksi minuman yang sudah diberi obat oleh seseorang pria brengsek!! ucap ku mencoba memberi penjelasan.


"Apa yang sudah kamu laku kan bukan masalah,kamu hanya harus bertanggung jawab pada Ku."ucapNyaya


DEG


Apa yang barusan kudengar.! Tanggung jawab,apa aku tidak salah dengar. (pikir ku.)


"Tanggung Jawab seperti apa yang seperti apa yang harus aku lakukan..?!!!


"kamu harus menikahi dengan Ku Etssss... Jangan lupa kamu yang harus melamar Ku terlebih dahulu."


DEG


Mata ku membulat sempurna dan mulut ku terbuka seperti O terlebih lagi Jantung Ku seakan meloncat mendengar ucapanNya yang tidak masuk akal.


"MENIKAH,!Apa aku tidak salah dengar,!?tatap Ku dengan tajam.


"Lihat lah perbuatan Mu"ucapNya sambil menunjuk bekas seperti gigitan dan cakaran di tubuh atasNya.


DEG


Mata benar-benar membulat sempurna dan mulutku sekarang terbuka seperti 0,belum lagi JantungKu ,seakan ingin melocat keluar melihat tubuhNya dengan penuh cakar dan gigitan.


(*Dan apa itu berwarna merah keungu-unguan,,Aah,,**,,apa itu perbuatan ku ..!Aah tidak mukin,,aku tidak mukin melakukan itu.(pikir ku yang coba meyakinkan dkeraguan ku sendiri*)


"Kamu lagi bercanda kan Rey,?


"......"Rey hanya diam dan menujukan wajah yang serius.


"Oke,Aku minta maaf,yang sudah Ku lakukan pada Mu,Tapi,Melamar Mu dan menikahi mu.Ayooolaah...itu tugas seorang pria bukan wanita."


"Baiklah aku yang akan melamar mu dan menikahi mu."Jawab Nya dengan nada enteng.


Tubuh ku terasa panas,,benar-benar panas, dan jantungku sudah berdetak Abnormal,Mukin Aku yang akan lebih dahulu mati karena serangan jantung,


Tunggu ada yang salah pikir ku,


Dan aku memberanikan untuk menatap Nya.

__ADS_1


"Apa kau sakit atau kau salah minum obat Rey ??? Apa malam tadi kau mabuk,,?


"Tidak..Marsyaa,, aku sehat dan tidak dalam pengaruh obat seperti Mu malam tadi."ucapNya sambil mencubit pipi ku dengan sedikit kuat.


"Jadi apa tadi malam kau mabuk ." tanya ku penuh penekanan disetiap kata.


"Aku tidak minum jadi bagaimana aku mabuk."


"Benar kaahhhh???


"Iyaaa Marsya,,,Aku tidak minum dan mabuk,aku tidak sakit jadi aku tak perlu minum obat."


Aku mendengar suara Ny sedikit geram.


"Jadi kau tak dalam pengaruh apa pun juga, kenapa kau tak menolak Ku." ucap ku dengan suara sedikit keras.


"Aku Lelaki normal yang Terangsang Karena ciuman,rabaan,pelukan dengan sedikit gesekan dada mu...


Mendengar dia mengatakan hal-hal yang membuat badan ku memanas terutama kedua pipi ku,yang kuyakin sudah memerah seperti buah cherry rasa Nya aku ingin menggali kubur untuk pemakaman ku sendiri.


"Sudah hentikan aku mengerti ucapan mu." pinta ku sambil menutup mulutNya dengan sebelah tangan ku.


"Apa kau seorang perjaka, jadi aku harus bertanggung jawab pada mu,?


"....."dia diam seakan apa yang aku ucapkan benar.


"Apa kau ingin mencoba ku lagi,agar kau percaya atau harus kita ke dokter agar kau mendengar sendiri hasil pemeriksaan..dari mulut dokter langsung."


"Daebak.." ucap ku tak percaya.


Benar-Benar menggali kubur sendiri.


Belum selesai perkataan ku..sudah dipotong Nya.


"Jadi kita akan menikah bulan depan."


"Bukan itu maksud ku, biarkan aku selesai bicara dulu."Teriak ku karena sudah hampir gila bicara dengan Nya.


Suasana sesaat menjadi hening dan aku mulai mengatakan apa yang ingin aku katakan tadi.


" kau perjaka dan aku seorang perawan jadi anggap saja kita impas..oke..tidak perlu ada pertanggung jawaban untuk pihak kita berdua.!!!


"ucapan dengan penuh tekanan disetiak kata.


Suasana menjadi hening kembali sampai bunyi perut ku yang demo minta diisi makanan, benar-benar membuat ku malu dan Rey menertawakan ku pelan tapi aku masih bisa mendengar.


"Mandilah, aku akan tunggu kau kdibawah untuk maka siang." senyuman mengejek .


Saat aku ingin berdiri melangkah kekamar mandi terasa sakit dibgian ****.


"Awhh.."


"Sakit Ya,perlu aku gendong atau sekalian aku yang mandikan."(tawar Nya)


"Tidak perlu aku bisa sendiri.!!"sambil berjalan pelan kekamar mandi


๐Ÿ›๐Ÿ›๐Ÿ›


40 menit berlalu yang kuhabiska dengan mandi dan berpaikan baru yang disiapkan rey tak lupa mengeringkan rambut.

__ADS_1


Sekarang aku dan Rey sedang makan siang berdua,ini bukan kali pertama ku makan denganNya tapi bedanya ini ditempat tinggalnya.


"Rumah kamu sepi banget,Apa kau tinggal sendiri..? Oia Dimana pakaian ku ,?


"Aku sendiridi apartemen, aku tinggal sementara disini karena ada yang harus aku urus dan aku akan kembali saat urusan ku selesai,Kamu mau ikut.?


"Gak,makasih.!pakaian ku mana?


"sudah ku buang,jangan pake baju yang model kaya gitu lagi,aku gak suka.!jawab Nya dengan enteng.


"Buang,,dibuang dimana?itu baju teman ku,harus aku kembalikan."


"....."dia makan tidak menjawab petanyaan ku.


"Aku udah kenyang sekarang mau pulang."


"Aku anterin, sekalian biar tau rumah calon istri ku dan kenalan sama camer."


"Gak usah repot-repot aku bisa pulang sendiri"


"Aku gak repot,klo gak mau diantar gak boleh pulang."


"Gak boleh pulang,!yang ada aku gak boleh tinggal disini bareng kamu ,tanpa ikatan yang jelas.!"


"Makanya nikah sama aku biar ada ikatan jelas.!


"Oke,antar aku pulang.!


malas ngelawanin ucapan dia gak ada abisNya jadi lebih baik ngalah.


๐Ÿก๐Ÿก๐Ÿก


Sampai dirumah aku masuk dengan mengendap-endap dan celuingukan kekiri- kanan, takut akan terkena marah dengan seribu pertanyaan.


Syukur aja Rey G'jadi mampir klo G'tambah berabe.


"kamu baru pulang Sya.?aku melihat ke arah suara mama, yang turu dari atas tangga sambil menuju dapur dan memakan pisang yang ada diatas dimeja .


"Eh mama,,i.iya ma, semalam Marsya tidur ditempat winda,Maaf ya ma gak ngasih kabar."wajah ku sudah menunduk takut akan kena marah.


Mati aku mati mati *Mama pasti bakal marah karena terlalu khwatir.(ยนpikir ku)


"OHH*,,kamu udah makan atau mau pisang."


Kepala ku yang menunduk kuangkat dengan Mata membulat.


"Mama G'Marah/khatirin Marsya, gitu ma.?"


"Yaa mama khawatir lah Marsya,,khwatir klo anak gadis mama G'laku, atau bermasalah..habisnya, mama G'pernah liat kamu sama cowok,yang ada juga winda bareng kamu terus dan buku dikamar kamu itu, udah kaya bus perpus aja."


"G'sebanyak itu juga kali buku aku dikamar, mama ini mama kandung aku bukan sih, kok G'marahin anak gadis semata wayang Nya G'pulang semalaman, malah dimarain gara-gara buku sih mah?! ku pasang wajah memelas beharap mama bakal marah.


"Kamu meragukan KK Dan akte kelahiran kamu,Mata hidung kamu mirip papa kulit putih dan tinggi kamu mirip mama,masa kamu nyadar.!?


"Iya ma,maaf..yaudah aku mau kekamar istirhat dulu."


(OH TUHAN, kehidupan apa yang kujalani kenapa terasa tidak normal .)


l

__ADS_1


__ADS_2