Mencintai calon ipar

Mencintai calon ipar
SUKA CITA


__ADS_3

Hari yang dinantikan akhirNya tiba dimana Marsya wiranto sah menjadi istri dari pria bernama Elroy anggana seorang triliuner muda yang diseganai dikalangan pembisnis mau pun para bangsawan.


Elroy yang dikenal dengan pria muda tampan dan mapan,namun begitu angkuh membuat orang yang menerima undangan pernikahan Elroy menjadi panasaran dengan sosok wanita yang berhasil menaklukan hati Elroy.


Resepsi akan diadakan di hotel bintang lima milik Roy yang dikelola oleh SahabatNya.Resepsi yang diadakan dari keluarga Anggana mengundang Seribu undangan yang sebagian besar kolega dan bangsawan juga keluarga Anggana sendiri.


Menjadikan acara berlangsung tertutup dan dijaga ketat dengan seratus penjaga menggunakan setelan jas hitam seragam dan setiap undangan diperiksa saat tamu memasuki hotel harus melewati walk through metal detector.


Setelah undangan melewati pemeriksaan, para tamu akan melewati lorong dan melihat Photo² Marsya bersama Elroy yang terlihat begitu Romantis dengan ukuran besar terpasang dinding lorong, dengan flapon dihiasi bunga berjuntai dan diterangi lampu 3D sepanjang jalan sampai ke ruang acara diadakan.


Ruang acara begitu luas walaupun puluhan meja yang sudah tertata rapi dengan dekorasi ribuang bunga dan lampu kristal menerangi ruang ditambah panggung pelaminan dan tak jauh dari pelaminan wedding Cake yang berbentuk kastil.


Dan Panggung hiburan tak menjadikan terlihat sempit yang ada adalah kesen Glamor nan mewah.



Sebagian tamu sudah berada di ruang acara tak Lama Elroy yang menjadi raja dihari bahagiaNya menampakan diri dengan setelan tuxedo putih gading dan brewok yang terlihat maskulin



Sementara Marsya dengan make up tebal tak menjadikanNya aneh malah terlihat cantik dengan menggunakan gaun putih gading dengan ekor panjang nan luas berhias ratusan mutiara dan swarovski ditambah mahkota yang terbuat dari emas putih full diamonds yang marsya gunakan menjadikanNya seperti putri dalam dongeng.



Elroy dan Marsya memasuki ruangan dengan bergandandengan tangan diiringi Musik klasik dan romantis, ratusan mata yang melihat terkesima namun ada juga yang melihat tak suka dengan mempelai wanita.


Marsya merasa begitu gugup terlebih dengan gaun yang bagi Nya cukup merepotkan, gaun cukub berat dikarenan berlapis² dan ratusan mutiara juga swarovski. beruntung Elroy begitu mengerti sehingga mengimbangi dalam langkah Marsya dan mengajak bicara.


"Apa kau ingin aku mengendong Mu,,sayang.?"Ucap Roy pelan.


"Tidak perlu,!kau hanya perlu tersenyum jangan memasang wajah datar Mu itu dihari ini,karena aku tidak ingin mereka mengaatakan aku yang memaksamu."Gumam Marsya karena Roy yang tak menujukan sedikit senyum dihari bahagia mereka.


"Senyum Ku hanya untuk Mu sayang apalagi saat kau mendesah dibawah Ku..Aku sangat bahagia"Racau Roy.


AkhirNya mereka sampai di tengah lantai dansa dan Roy sedikit membungkuk sembari sebelah tangan ke belakang dan sebelah tangan memegang tangan marsya dan mengecup pudak telapak tangan lalu kembali berdiri dengan meletakan kedua tanganNya kepingang Marsya semenatara kedua tangan Marsya memegang pundak Roy.

__ADS_1


Mereka berdansa dengan iringan musik romantis Sampai suara musik berhenti lalu mereka duduk di panggung pelaminan.


Panggung cukup luas nan megah diisi oleh beberapa artis ternama memeriahkan Acara Mommy Ana mengenakan dress merah panjang dengan lengan sesiku terlihat sangat anggun dan elegand dan Daddy Angga mengenajan setelan jas tuxedo hitam terlihat begitu berkarisma, mereka bahkan menyanyikan beberapa buah lagu.


"Apa kau tak menyayikan sebuah lagu atau apa Kek gitu,,buat Aku ,biar romantiss gitu.!"Pinta Marsya


"Kau ingin Romantis,nanti malam akan kuberikan."goda Roy sembari memperhatikan Marsya yang tak henti²Nya tersenyum.


"Cihh..dasar mesum.!"dengus Marsya lalu kembali memperlihatkan senyum.


"Kenapa tidak Kau saja yang menyanyikan Sebuah lagu untuk Ku..?"Gumam Roy.


"Kau tidak tau betapa repot dengan gaun ini dan untuk tampil keatas panggung apa lagi beryanyi sayangNya Aku tak punya kepercayaan diri lebih..sepertiMu.!"sahut Marsya sambil memperhatikan Arka yang duduk bersama mereka dipelaminan.


Sementara Arka tak mau kalah dengan setelan tuxedo putih menyesuaikan ukuranNya menjadi terlihat tampan dan menggemaskan.,,duduk bersama di pelaminan,bahkan Marsya masih sempat mengendong Arka sampai waktu sudah menujukan jam 11 malam dan Mommy Ana membawa Arka pulang bersama Daddy Angga.


Sementara undangan sudah mulai berkurang Rico baru tiba dan menghampiri pengantin.


"Selamat untuk kalian akhirNya kalian resmi juga jadi PaSuTri.!"Ujar Rico sambil menyalami Roy.


"Dimana Bang Key, G'Keliatan..?"Tegur Marsya karena sedari tadi dua sahabatNya Roy ini tak terlihat.


"Sejak kapan kau panggil Key,,abang?!"Geram Roy.


Namun beda denga Rico justru tertawa..


"Hahaha..Cocok dipanggil BangKey kaya wajahNya.!"Tukas Riko.


Saat mereka berbincang di pelaminan,panggung bundar tiba² yang berada pas ditengah panggung Menurun kebawah dan dari atas,panggung bundar yang sudah lengkap dengan alat dj dengan seseorang berdiri tegap turun perlahan menutup panggung yang sempat berlubang.


"Bang key..!"Tukas Marsya dengan melirik ke Roy dan Rico bergantian.


"WaktuNya party sayang."Ucap Roy sambil mengapai tangan Marsya mencoba menarikNya pelan.


"Gaun ini terlalu merepot kan untuk mengikuti Mu.!"Gerutu Marsa yang menahan tanganNya ditarik Roy.

__ADS_1


Sementara Rico melangkah pergi menghampiri Key ,Roy berusaha menolong Marsya dengan melepaskan pinggang gaun yang teryata bisa dilepas pasang.


"Kenapa kau tak bilang dari tadi klo bisa dilepas,!?"gerutu Marsya yang baru tahu gaun yang membuatNya repot karena panjang luas dan berat ternyata bisa dilepas dan jauh lebih nyaman mengunakan gaun pendek selutut menjadikanNya jauh kebih leluasa untuk bergerak.


"Aku juga G'tau klo bukan Mommy yang bilang..saat mau pulang Mommy bilang ini gaun pernikahan Mereka."Sahut Roy sambil meletakan ekor Gaun Marsya ke pelaminan.


"jadi ini Gaun pernikahan Mommy.."Ucap Marsya mengulang.


"Hmm."


"Tapi kenapa undangan yang tersisa hampir semua wanita.?"Tukas Marsya setelah menyadari .


"Ini semua karena Bangkey Mu itu yang sudah mengatur.!"Sahut Roy.


Suara hentakan musik sudah berubah dari kata romantis yang ada adalah kebisingan dan kerlap kerlip lampu diiringi Dj.


Roy yang menyadari Marsya kurang menyukai suasana yang berubah segera Roy membawa Marsya untuk melangkah keluar dan Mobil limosin nan mewah sudah terparkir di depan hotel.


Belum sempat Marsya menghitung berapa banyak pintu pada mobil,keburu Roy menarik Marsya masuk kedalam mobil.


Marsya tertegun melihat kemewahan mobil yang dia naiki sementara Roy mengambil kesempatan.


"Apa yang kau lakukan Roy.?"Tegur Marsya sambil menjauhkan diri.


"Apa lagi kalo bukan ..


Belum Roy menuntaskan ucapanNya Marsya sudah menimpali pertanyaan kembali.


"Kemana Kau akan membawa Ku.?"Tukas Marsya karena pikir Marsya mereka akan menginap dihotel tempat acara diadakan.


"Kita akan berangkat untuk Bulan Madu sayang.."Ucap Roy sembari mencoba mendekatkan diri dengan tatapan nakal.


"Tapi pakaian Ku belum ganti dan Aku juga tidak ada persiapan..apapun..!! Kita harus kembali untuk menganti pakain dan mengepack pakaian kita..!"Tukas Marsya memasang wajah serius.


"Mommy sudah menyiapkan semuNya."jelas Roy.

__ADS_1


Selama mereka asyik berbincang,AkhirNya Mobil yang dinaiki mereka berhenti di area private airport dimana sebuah jet berwarna hitam sudah menunggu tidak jauh dari mobil terparkir.


Marsya yang keluar dan melihat Itu tak henti² Nya tertegun sampai Roy mengangkat Marsya memasuki jet pribadi.


__ADS_2