
Saat makan malam divilla mikeael seorang wanita yang sangat mirip dengan Marsya masuk ke ruang makan dimana saat itu Marsya sedang menjewer telinga mikeael dan Roy.
"Jangan sakiti Paman mike.!"Ucap siwanita takut² menegur Marsya.
Marsya melihat seseorang wanita yang mirip denganNya, sedang menghampiri Mikeael dan menundukan kepala disamping mikeael berdiri, yang tak jauh dari Marsya sedang tertegun heran.
"Segitu Kau meng-inginkan Marsya sampai Kau meng operasi wanita agar mirip istriKu.!" Tukas Roy dengan pemikiranNya sembari memperhatikan si wanita.
"Ini alasan Ku mengundang Kalian kemari,Nama Nya Bulan,Dia ditemukan Emely saat liburan ke pulau tempat kalian bulan madu,saat itu Bulan sedang dikejar² seseorang dan tak sengaja mobil Emely menabrak Nya sampai bulan jatuh tak sadar kan diri,Emely membawa Bulan ke rumah sakit terdekat yang berada diluar pulau, Bulan mengatakan bahwa Dia tinggal di panti asuhan karena kedua orang tuaNya sudah tiada.
Tapi dengan tubuh Bulan yang sudah dewasa Dia bertingkah seperti anak berumur 6 tahun.
kemudian Emely membawa Bulan kemari.
Aku sama terkejut Nya seperti kalian saat pertama kali melihat Bulan dan Aku meminta orang Ku untuk mencari informasi tentang Bulan semua data²Nya terlalu sempurna."
Jelas Si mikeael sambil berdiri.
"Lalu Kau berpikir Dia kembaran Ku.?"Ucap Marsya melihat Mikeael dan Bulan sementara Roy memperhatikan mereka dan mencerna Ucapan mikeael.
"Tidak,!Dari data yang Aku terima Dia mempunyai keluarga sendiri,,dan Aku juga sudah melakuan tes dna kalian,,hasilNya negative.Atau biasa disebut Doppelganger seseorang yang mirip tanpa ada hubungan.!"Ujar Mikeael masih berdiri didekat Bulan.
"Tes Dna tapi bagai mana bisa Kau melakukanNya."Tukas Marsya dengan kening mengkerut.
"Apa kau lupa Marsya Kita pernah bersama,Kau menggunakan sisir yang tak seorang pun Ku ijin kan menggunakan Nya karena itu milik Mu,bahkan kita tidur seranjang bersama sa~ saat Mikeael ingin melanjutkan ucapanNya Roy sudah dulu mencoba memukul mikeael namun Mikeael dapat menghindar.
"Jaga ucapan Mu Dia istri Ku sekarang!"Dengus Roy Marah dengan meeratkan gigi dan tangan mengepal.
"Mike Tolong jangan membuat keruh suasana!"Tukas Marsya nenatap tajam ke Mikeael.
__ADS_1
Sementara Bulan sudah gemetaran karena melihat Roy yang tampak ingin memakan Mikeael sampai Mikeael mengisyarat kan seorang pelayan untuk membawa Bulan kembali kekamar.
SebaikNya kita bicara sambil menikmati makanan yang sudah disiapkan..Dan tak usah takut karena Aku tak akan meracuni Mu Roy karena itu bukan sifat Ku, klo Aku ingin membunuh Mu Aku akan menggunakan tangan Ku sendi~(terpotong Marsya)
"Mike..hentikan..!!"Tegur Marsya tegas.
Mikeael kembali melanjutkan ucapan Nya sembari melihat Marsya dan Roy yang menahan emosi diubun² kepala.
"Aku tak ingin membuat Marsya bersedih karena kematian Mu.!"Tukas Mikeael dengan senyum tipis.
"KAU.."perkataan Roy terpotong oleh Marsya
"Kita pulang saja!"Ketus Marsya mencoba mengambil tangan Roy yang sedari tadi mengepal.
"Baiklaah,,Aku akan serius,,!"Tukas Mikeal dan Roy mengajak istriNya duduk dikursi dimana meja sudah penuh dengan hidangan tersaji.
"Jadi Apa Mau Mu?"Tukas Roy menatap tajam ke arah Mikeael.
"Aku ingin Kau membantu Ku mencari tahu tentang Bulan!"Sahut Mikeael balik menatap tajam ke Roy.
"Cihh, kau tak mampu untuk menyelesaikan masalah sekecil ini!!"Cibir Roy memandang remeh Mikeael.
"Aku bisa saja melakukan Nya tapi karena Aku tak ingin Marsya menjadi terluka jika Bulan memang ada hubungan dengan Marsya,dan Kau akan menyakiti Marsya Karena Mengira Bulan bersama Ku adalah Marsya!"jelas Mikeael serius.
"Apa yang kudapat dari membantuMu?"Tukas Roy.
"Kau sendiri yang mencari alasan Nya kenapa Kau bersedia membantu Ku?"Tukas Mikeael.
Marsya merasa pusing dengan pembicaran dua pria yang duduk berhadapan.
__ADS_1
"Bukan kah semua informasi tentang Bulan sudah jelas,lalu kenapa Kau masih ingin Roy membantu Mu?"Tukas Marsya menyela pembicaraan mereka.
"Aku berpikir Ada seseorang yang sengaja menciptaka bulan ditengah kita!"Sahut Mikeael melihat Marsya duduk bersampingan dengan Roy.
"Atau Kau yang sengaja memanipulasi agar bisa menghancur kan rumah tangga Ku..!"Tukas Roy menyeringai.
"Dasar Pria angkuh yang Bodoh..jika kakak Ku menginginkan Marsya lalu kenapa Dia harus merelakan Marsya Untuk mu dinikahi!!"Ketus Emely yang memasuki ruang makan dan duduk dihadapan Marsya.
"Marelakann Marsya Cihh..kakak Mu yang brengsek ini masih menyukai istri ku..!"Dengus Roy menatap Emely.
"Heyy hentikan kau belum menjawab pertanyaan Ku?"Tegur Marsya ambigu.
"Kau bertanya kepada siapa dan apa yang kau tanyakan?!"Ucap Emely melihat Marsya.
"Kenapa harus repot² menyelidiki Bulan klo informasi tentangNya sudah jelas?!"Tukas Marsya.
"Informasi yang terlalu jelas adalah sebuah kesalaha sayaang,,"Ucap Roy. mengelus dagu Marsya.
"Kesalahan,,Mak-sud-Nya,!?"Marsya benar² tak mengerti.
"Terlalu mencurigakan keberadan Bulan yang ada,tepat dipulau dimana kalian memutuskan untuk bulan madu dan kemiripan Nya dengan Mu serta pertemuan Ku ditambah Bulan bertingkah tak sesuai dengan umurNya..!"jelas Emely dengan santai.
"Maksud Kalian..ada seseorang yang merencanakan sesuatu..?"Tukas Marsya memperhatikan mereka.
"Mukin sibrengsek ini yang merencanakan Nya!"Tukas Roy.
"Terserah Mu percaya atau tidak pada Ku.!"Sahut Mikeael malas menyangkal.
"Itu yang harus kalian selidiki sendiri!!"Ucap Emely mulai menikmati hidangan diatas meja.
__ADS_1