
Semenjak pertemuan antara Rey dan Mama,semenjak itu pula Rey sering berkujung kerumah dan terlihat semakin akrab dengan mama dan mba lilis, bahkan Rey tak segan keluar masuk rumah.
Datang dipagi hari untuk sarapan dan makan malam bersama kami,contohNya saja seperti sekarang diruang tamu mereka dengan asyikNya nonton Tv seusai makan malam padahal sudah lewat jam sembilan malam.
"Rey,kamu G'pulang ini udah malam.?"Tegur Marsya.
"Marsya G"sopan ngomong gitu..ke tamu!dia kan cowok pulang malam dikit kan G'papa lah, klo perlu nginap sini aja,
kan ada kamar tamu. Kamu mau kan nak Rey nginap disini?
Rey sendiri yang mendengar perkataan mama menjawab dengan anggukan dan senyum yang lebar,membuat Ku kesal.
"What the heel..?
Marsya langsung mendekati mamaNya yang duduk disofa dan nenarik pelan tangan mamaNya melangkah menaiki tangga dan langung masuk kekamar Marsya."
"Mama ,apa yang terjadi dengan mama? kenapa mama begitu mudahNya mengijinkan pria yang baru kita kenal begitu saja."Tukas Marsya.
"Marsya,,,Mama liat Rey pria yang baik dan di terlihat tulus denganMu, Apa lagi Rey, pria yang tampan dan bertanggung jawab.!
kalimat bertanggung jawab mengingat kan Ku dengan kejadian berapa pekan lalu.
"Mak_sud mama dengan kata bertanggung jawab..seperrti apa ya ma.?ucap marsya dengan suara sedikit gugup.
"Rey udah cerita semua dan dia akan bertanggung jawab atas ke khilaf panNya.
Dan kamu..Marsya,, kenapa G'cerita apa-apa ke mama?
Bagaimana mukin aku cerita ke mama.(pikir marsya.)
__ADS_1
Mama yang melihat marsya terdiam dengan kepala menunduk langsung memeluk tubuh putri tunggal Nya itu dengan pelan dan perasaan campur aduk.diiringi dengan mata berkaca-kaca menahan butiran air yang ingin keluar.
"Maaf mama tidak bisa menjadi orang tua yang baik seperti kamu inginkan tapi mama sangat menyayangi Mu dan Mama ingin sebelum mama meninggalkan Mu mama bisa melihat kamu bersama dengan orang yang menyangi kamu dan menjaga kamu, agar mama tenang dalam tidur panjang mama."
Merasakan pelukan hangat dan mendengar perkataan mama membuat Marsya mengis.
"Mama G'boleh ngomong gitu Marsya G'izinin mama buat ninggalin Marsya..seperti papa yang ninggalin marsya..G'boleh..G'boleh ninggalin Marsya sendiri."hiks..hikss.hiks.
"tidak ada yag bisa menolak atau menghalangi ataupun menunda kematian yang sudah ditetapkan TUHAN kepada siapapun yang hidup.
Jadi Mama pinta ke kamu, untuk buka hati kamu dan rasakan bagaimana Rey terhadap Mu, Mama yakin Rey bisa membuatMu mencintaiNya.
melihat putriNya yang masih terisak-isak menangis muncul pikiran untuk menggoda putriNya.
"SeandaiNya saja Mama masih muda dan Rey meyukai mama,nama G'akan ragu untuk menerima Rey, apalagi Rey pria yang tampan tinggi,hidung Nya mancung,TatapanNyA,rambutNya,bibir yang terlihat sexy,,Tu---
Marsya yang masih memeluk tubuh mamaNya dan mendengar ucapan mamaNya, yang didengar Marsya menggelikan,membuat Marsya memotong ucapan,, sambil melepas kan pelukan dengan dahi mengkerut.
"Mama kan bilang SEANDAINYA, Lagi pula papa kamu tau, betapa besar mama mencintai papa dan mama G'akan tergoda dengan pria manapun."sanggah mama padahal baru saja mama memuji Rey dan mengatakan tak akan menolak Rey.
"Lagi pula hal itu tak kan terjadi karena saat mama muda Rey masih kecil atau mukin belum lahir "Tukas Marsya.
💐💐💐
Mama Marsya/Wati
keluaga kecil ku yang bahagia sampai Marsya sekolah menengah pertama,
Papa Marsya meninggal kan kami karena kecelakaan saat harus bekerja keluar kota.
__ADS_1
Saat itu aku yang mendengar kan kabar yang dibawa oleh teman sekantor suami ku begiutu shock, sampai pingsan dan dibawa kerumah sakit karena aku mempunyai riwayat jantung lemah.
Saat aku sadar yang kulihat pertama adalah wajah kesedihan putri ku, yang bisa aku lihat begitu rapuh saat itu dan aku mengerti bagaimana perasaanNya, dari situlah aku berpikir aku harus terlihat lebih kuat untuk Marsya.
Selama kuarang lebih delapan tahunan ini aku pergunakan pesangon dan Uang bela sungkawa yang diberikan dari kantor suami ku bekerja, ditambah uang ansuransi kematian suamiku dan menjual beberapa properti rumah yang suamiKu beli saat dia masih hidup dan tabungan yang cukup buat bertahan hidup.
Tapi karena kelainan jantung ku, jadi aku sering dirawat dirumah sakit dan Mba lilis yang sering menjaga ku sementara Marsya ku pinta untuk konsentrasi pada pendidikanNya.
Tapi semejak Marsya SMK dan diharuskan PKL, semenjak itu kulihat Marsya sering mencari pekerjaan diwaktu luang Nya etah berapa banyak pekerjaan yang sudah pernah dia kerjakan dan sekarang dia magang diperusahaan besar yang baru beroperasi sekitar satu tahunan .
Jujur saja sebagai orang tua, aku sangat bangga dengan putri ku karena saat anak-anak seumuran dia berjalan-jalan untuk bersenang-senang dan berkumpul mengadakan pesta, putri ku justru sibuk belajar dan bekerja karena itulah aku selalu percaya dengan putriku tapi juga ada rasa khawatir, karena putri ku Marsya belum mempunyai seseorang pria yang akan menyangi dan menjagaNya, mebuat aku sempat berpikir untuk menjodohkanNya.
Sekarang yang aku inginkan saat ini hanya menemukan seseorang yang bisa menjaga dan membahagiakan putriKu Marsya disaat aku sudah tiada untuk mengantikan Ku.
Sampai dimana aku membuka pintu rumah dan melihat pria tinggi yang terlihat tampan berdiri dibelakang Marsya,
Pria itu memperkenal kan diriNya bahkan dihari itu juga dia mencoba meyakinkan Ku dengan niat Nya akan membawa kedua orang tua nya datang menemuiku tentu saja membuat aku terkejut tapi aku coba agar aku bisa tenang dan mengendalikan detak jantungku.
Dengan sikap Nya yang terang terus dan dia bahkan berani menceritakan kejadian dimana malam itu dia dan putri ku menghabiskan malam bersama ,sontak mendengar itu membuat ku tak percaya dan langsung menamparNy Dengan kuat sambil menahan dada ku yang terasa sakit..
Aku tak percaya dengan ucapan pria baru aku temui yang memperkenal kan diriNya yang bernama Rey, sampai aku mengingat dimalam Marsya tidak pulang dan winda mencari Marsya di tengah malam saat siang Marsya yang ku dapat mengendap-endap masuk bahkan dia berbohong dengan mengatakan dia tidur ditempat Winda, membuat aku sesak namun ku coba menahan perasaan ku disaat itu.
Sekarang pria bernama Rey masih terduduk dihadapan ku mengatakan akan bertanggung jawab karena kekhilafan perbuatanYa dan Rey berjanji dalam minggu ini kedua orang tuaNya akan dipastiikan datang menemuiKu.
Aku pun menerima niat baikNya dan yang kupikir sudah saatNya Melepaskan putri semata wayangKu untuk membangun keluarga Nya sendiri.
Tapi karena aku baru mengenal Rey dan tidak tau apa-apa tentang Nya dan keluarga Nya dia meminta ijin ku untuk sering berkunjung dan meminta ku untuk menilai diriNya sendiri.
Sedikit rasa kagum melihat Rey karena dia berani mengakui kesalahan dan bertanggung jawab ditambah lagi dengan kedatangan kedua orang tuaNya yang bisa kulihat mereka keluarga yang ramah bahkan aku baru tau setelah kepulangan mereka, teryata keluarga mereka salah satu orang terkaya dinegara N dari Negara -negara kaya lainNYa. informasi tentang keluarga Rey dan orang tuaNya aku temukan diMbah Google.
__ADS_1
Ditambah dengan Rey yang sering berkunjung dan menghabiskan waktu bersama membuat ku semakin mengenal diriNya dan cara Rey menghadapi sifat kekanak-kanakan Marsya membuat ku yakin dengan Rey ,
Serta PembawaanNya yang hangat membuat kami cepat akrab tapi tidak dengan Marsya yang terlihat kurang menyukai keakraban kami,.entah cemburu pada Rey karena aku terlalu akrab dengan calon menantuku atau Marsya tidak menyuaki Rey sebagai calon suami.