
Penthouse Roy.
Tinggal sebulan lagi Marsya akan menjadi Nyonya Elroy.
Entah kenapa Elroy Malah semakin sibuk dengan pekerjaanNya bahkan Marsya merasa tak dihiraukan akhir-akhir Ini.
Seperti tadi pagi saat Marsya keluar Kamar untuk sarapan bersama, tapi Roy sudah berangkat kerja dan saat malam Roy pulang, Marsya sudah tertidur.
Marsya yang merasa sikap Roy kembali dingin denganNya dan bahkan menghindari Marsya, Membuat Marsya menjadi cemas.
Terbesit pikiran bahwa Roy sudah tidak menginginkaNya lagi, jadi Marsya menghubungi Yuna untuk datang ke penthouse agar bisa bercerita.
"Yuna,,apa kerjaan dikantor sangat banyak sampai Roy terlihat sangat sibuk.?"Ujar Marsya dengan wajah memandangi Yuna
yang duduk disofa depan TV.
"Tidak juga,tapi Memang perusahaan Roy sedang mejalin kerja sama dengan perusahaan luar untuk proyek baru.MemangNya kenapa?"tanya Yuna memperhatikan wajah gusar Marsya.
"Aku merasa Roy berubah,padahal pernikahan kami tinggal sebulan lagi.!!"ucap Marsya cemberut.
"Me-Nikah-,!! kau serius dengan perkataanMu?"Tukas Yuna menoleh melihat tajam ke Marsya.
"Yaa,,Aku serius, Yuna!"jawab balik Marsya disebelah Yuna.
"Tapi Roy tidak mengatakan,Apa pun tentang pernikahan, kalian.!Selidik Yuna dengan tangan meremas bantal sofa yang diletakan Yuna diatas pahaNya.
"Iya,Roy sengaja menutupi persiapan pernikahan kami agar mike tak membuat masalah .!"Jelas Marsya.
"Ohh begitu,,tapi aku tak tahu apa-apa,,tapi kau tak usah khawatir,Aku akan membantuMu.!"Ucap Yuna sambil mengambil tangan Marsya dan menepuk pelan pundak Marsya.
Yuna yang baru mengetahui bahwa Marsya dan Roy sedang mempersipakan pernikahan mereka menjadi Terkejut, namun Yuna tetap harus mrnyemangati Marsya walau hatinya sendiri sebenarNya sakit.
Setelah Yuna mengetahui akan ada pernikahan,Yuna lebih sering berkunjung atau sekedar menelpon Marsya.
Sampai suatu Malam Marsya mendapat pesan dari Nomor tak dikenal memberitahukan bahwa Roy berada di club malam.
Namun marsya hanya menyangka orang iseng yang sedang mempermaikanNya. sampai ada sebuah Foto Roy bersama seorang wanita yang mencium Roy.
Foto itu seperti duri dihatiNya yang tak terlihat namun bisa marsya rasakan begitu sakit .
__ADS_1
Marsya yang melihat Foto itu tanpa dia tahu si pengiri,Dia langsung mencoba menelpon Nomor yang tak dikenalNya,Tapi No sudah tidak aktif.
Marsya begegas mengambil tas yang berada dikamarNya dan pergi tanpa berpamitan dengan pelayan dan Arka.
.
.
.
Marsya menaiki taxi menuju Club Malam yang diberitahukan oleh No tak dikenalNya untuk membuktikan sediri.
SesampaiNya Marsya diclub malam,Marsya begegas masuk Namun Marsya sedikit bingung karena Club terlalu ramai.
Tapi tak menghentikan keinginan Marsya, untuk membuktikan bahwa Roy tidak akan melakukan separti yang Ada difoto yang sedang dipegang..Marsya.
Sampai mata Marsya melihat Key dari jarak tak terlalu jauh dan mencoba mengikuti Key tanpa Key sadar.
Key melangkah kan kakiNya keruang yang dijaga dua pegawal didepan pintu, Marsya tetap mengikuti Key dan para penjaga yang mengira Marsya adalah wanita penghibur malam ini untuk Bos mereka,Menjadikan Marsya begitu mudah melewati para penjaga.
Semakin Marsya mengikuti Key, Marsya merasa ruang yang akan dia datangi begitu memusingkan akibat lampu yang berkelap-kelip sepanjang jalan.
Marsya menjadi bingung dengan perasaanNya melihat Roy yang begitu menikmati digoda wanita penghibur.
Tak terasa air mata marsya keluar tanpa izin,
Marsya yang melihat kelakuan Roy menjadi jijik dan berbalik pergi tanpa sengaja Marsya menabrak pelayan yang sedang membawa minuman,sampai si pelayan terjatuh.
Namun Marsya tetap melangkah kan kakiNya Menjauh tanpa memperdulikan sipelayan.
" Kenapa lama sekali,Dimana minuman Nya?"Tukas Key membentak pelayan yang berada diruang.
"Maaf Tuan,Minuman Nya sedang diambil kembali, karena Tadi pelayan saya cerobah tak sengaja ditabrak seorang wanita yang saat berpapasan keluar Ruang ini."jawab pelayan ramah.
Roy,Rico dan Key saling tatap dan Key langsung beranjak pergi ke ruang cctv memeriksa Siapa wanita yang keluar ruangan mereka.
Mereka tidak ingin kecolongan klo sampai ada penyusup yang mencari informasi bisnis ilegal mereka.
Tak lama Key kembali dengan tergesa-gesa mendatangi Roy.
__ADS_1
"Apa ada peyusup..?"Tukas Rico melihat Key datang tegesa-gesa.
Sementara Roy masih bersikp tenang sembari meminum wine dipegangNya.
"Penyusup Nya Marsya.!"Sahut Key sambil melihat Roy.
"Marsya yang mana,siapa.?"Tukas Roy.karena pikir Roy, calon istriNya tak akan tahu mendatangiNya ke club.
"Wanita Mu Roy..!"Geram key melihat Roy dengan suara agak keras.
Roy dan Rico yang mendengar key malah tertawa karena tak sekali ini Key sering mencoba mempermaikan Mereka.
"Hentikan bercanda Mu key !!"Tegur Rico dan dan Roy bersamaan.
"Kenapa kalian tak percaya pada Ku ,?Saat ini aku jujur..Ayolah Apa kalian tak melihat keseriusan tampangKu.!"Geram Key sambil berdengus kesal.
"Berhentilah memasang wajah bodoh Mu itu.!"Ucap Rico sambil menahan tawa.
"Aku katakan sekali lagi, Terserah kalian percaya atau tidak, tapi Marsya yang aku lihat dicctv keluar dari ruang ini..!!"Tukas Key dan beranjak pergi.
"Dia benar-benar pembohong yang buruk.!"Ucap Rico meoleh ke arah Roy.
Sementara Roy merasa Key kali ini terlalu berlebihan,Japi Roy mengambil handphone dan mencoba menghubungi Marsya namun tak diangkat, lalu Roy menghubungi kediamanNya dan yang mengangkat teryata Baby sitter.
"Hallo"Ucap baby sitter di telpon.
"Mana marsya !?" Tukas Roy tanpa basa basi.
"Mukin Non Marsya sudah tidur tuan, apa mau saya panggilkan.?" Jawab sibaby sitter.
"Tidak usah,,biarkan saja.!"Tukas Roy dan langsung mematikan sambungan telpon.
.
.
.
Disisi lain Marsya yang sedang berjalan tak tentu arah sambil batinya mengumat Roy .
__ADS_1
Tak lama mobil hitam Stop di didepaNya dan turun seseorang membekap mulut Marsya dan membawa paksa kedalam mobil.