
Mikeael yang baru membaca pesan dari Emely begitu marah.
dan semua yang berada disekitarNya merasakan kemarahan mikeael.
tok,,tok
"Masuk "Tukas Mikeael.
Sekretaris Nya pun masuk memberi kan rantang yang dititipkan oleh Marsya.
"Bos tadi seorang wanita bersama Nona Emely kemari, tapi karena anda sedang tidak berada ditempat, wanita itu meninggalkan ini untuk Anda."Jelas si sekretarisNya sambil meletakan dimeja sofa yang tak jauh dari Meja kerja mikeael.
"Kenapa Kau memakai Baju Merah sangat tidak cocok dengan kulitM itu,,!besok kalo.Ku lihat, kau masih memakai apapun yang berwarna Merah,Akan Ku pecat kau."Ujar Mikeael dengan berteriak.
"Ba,,Ba,,iik Bos.."Jawab si sekretaris terbata-bata karena takut.
"PERGILAH!!"Tukas mikeael mengusir .
Lalu mikeael melangkah ke sofa melihat rantang berisi masakan yang dibuat Marsya.
Sementara mikeael memperhatikan makanan, handphone milik Nya berbunyi,saat dia lihat teryata Emely.
"Ada,,Apa setan,,!!"Kenapa kau selalu merusak kesenangan Ku,!! Tunggu Aku kembali kau akan Kupastikan mendapat siksaan dariKu.!!"Sarkar Mikeael memaki dan mengancam adikNya ditelpon.
"Maaf,!kakak Ku tersayang, kau harus menunggu untuk itu,,karena Aku sedang dalam perjalanan untuk liburan,, bye-bye,,Muah,,muah."Jawab Emely enteng dan langsung mematikan Handphone.
Tutt.
Mikeael semakin Marah lalu beranjak pergi untuk kembali kemansion, Agar bisa memukul samsak diruang khusus.
Tak lupa Mikeael meminta Sekretaris membatalkan semua kerjaanNya.Dan menelpon Assitant Nya untuk menghandle semua pekerjaan untuk seminggu kedepan.
.
.
Penthouse Roy
Marsya berdiri dibalkon kamar memandangi cicin Heart cut diamond yang melingkar di jari manis Marsya.
Flashback on
Marsya terbangun melihat Roy yang sedang tertidur disamping Nya, Marsya merasa panas pada wajah karena mengingat bagaimana Dia dan Roy menghabiskan malam bersama setelah berapa hari tak bertemu.
Marsya teringat apa yang dikatakan Mendiang Rey,bagaimana Rey mencintai Marsya.
Saat jauh kau merasa rindu,saat bersama tak mau berpisah,selalu ingin bersama, bahagia melihat senyumNya dan sakit melihat KesedihanNya,(ingatan Marsya)
"Yaa,Rey AkhirNya Aku mengerti apa yang kau katakan karena sekarang Aku merasakan kepada sosok pria yang sedang tertidur disebelah Ku..Dia Roy saudara kembarMu. (Batin)
__ADS_1
Roy yang sedang tertidur, dengan dipandangi Marsya mengerjapkan mata dan tanganNya memeluk melingkar ditubuh marsya yang hanya tertutup selimut tebal.
"Aku mencinta Mu Marsya dan Aku akan membuat Mu menjadi istriku."Ucap Roy sambil menguatkan pelukanNya.
Marsya hanya diam dan merasakan dada bidang Roy yang tersentuh dengan dua bukitNya, Dia dapat merasakan detak jantung Roy lebih cepat dari biasa.
Roy yang tidak mendengar jawaban Dari Marsya langsung mendorong pelan pundak Marsya dan bangkit mengabil kotak kaca yang berisi cincin Heart cut diamond di saku blazer hitam diatas nakas.
Roy kembali menaiki ranjang, mendekati Marsya yang masih berbaring memperhatikan Nya.
Roy langsung mengambil tangan Marsya dan memasangkan cincin ke jari manis Marsya.
"Kau akan menjadi istriKu dan menjadi ibu dari Arka dan anak-anak kita." Tukas Roy sambil kembali berbaring dan langsung memeluk Marsya erat.
"Apa kau sedang melamar Ku.?"Geram Marsya sambil melihat Roy.
"Hm"
"Kau benar-benar tak romantis Roy..!"Ucap Marsya sambil merengut.
"Kau ingin Aku romantis seperti semalam.?"Ucap Roy menggoda marsya sambil tanganNya men-geranyangi tubuh marsya.
"Kau Mesum Roy..!"Tukas Marsya semakin merengut.
"Bukan kah Kau suka, buktiNya kau juga menggoyankan pingulMu dan mendesah.."Ucap Roy tersenyum Menggoda Marsya.
Wajah Marsya memerah mendengar ucapan Roy dan Marsya langsung membungkus seluruh tubuhNya dengan selimut.
Marsya yang sedang mengingat bagai mana Roy melamarNya menjadi sedikit kesal dan mengumpat Roy.
"Dasar Roy beruang kutub tak romantis, berdarah dingin tak punya perasaan,punya otak gak dipake.
Tanpa Marsya sadari Roy sudah berada dibelakangNya dan melingkarkan tanganNYa sambil meremas bukit Marsya dari belakang.
sembari mencium telinga Marsya dan menjilat Nya.
Marsya terkejut dengan seseorang yang tiba-tiba memelukNya dari belakang dan melumat telingaNya tapi marsya sangat mengenal Aroma maskulin ini.
"Roy Apa yang kau lakukan?"Tukas Marsya mencoba melepaskan diri.
"Ini adalah hukuman karena kau mengataiKu.!"bisik Roy ditelinga Marsya.
Sementara Marsya yang mendapakan perlakuan mesum Roy mencoba melepaskan Diri namun karena pergerakan Marsya.
Malah membuat pantat marsya menggesek di milik Roy sehinga menegang.
"Kau harus menidurkan adik Ku kembali Sayang.!"Bisik Roy lalu mengendong Marsya keranjangNya dan melakukan sesuatu yang erotis.
.
__ADS_1
.
.
Mansion Anggana.
Angga dan Ana sudah kembali setelah mendapatkan telpon dari Roy yang mengabarkan bahwa dia dan Marsya akan segera menikah.
Ana yang mendengar kabar yang dia harapkan menjadi sangat senang dan segera meminta kembali ke negara N.
Diruang keluarga,sepasang suami istri itu menanti kedatangan anak dan calon menantuNya.
Cukup lama mereka menunggu terutama Ana yang sudah tak sabar melihat Arka dan Marsya sampai AkhirNya yang ditunggu memasuki ruang.
Ana melihat Marsya yang menggendong Arka dan Roy berjalan bersamaa memasuki ruang keluarga.
Ana menyambut dengan Senyum dan segera bangkit menghampiri Marsya
"Mommy Beridukan kalian sayang.."Sambil memeluk Marsya lalu mengambil Arka dari gendongan Marsya.
"Bagai mana perjalanan Mommy dan Daddy.?"
Tukas Roy menyapa Sambil mendekati Angga yang duduk disofa.
"Tidak ada yang istimewa,! Jadi tidak usah membahas pekerjaan, Sekarang Yang terpenting kita bahas rencana pernikahan kalian..tidak perlu tunangan, langsung saja menikah dan Mommy akan mengundang tiga ribu orang.
Aakh,,tidak-tidak,,!" Tak kan cukup klo tiga ribu saja, kolega dan dan sahabat terutama para bangsawan..le~
Angga yang mendengar istriNya terus mencerocos tak henti langsung memotong..
"Sayang tenang lahhh dulu,,, kita bicarakan ini setelah makan malam saja.!" Ucap Angga memotong perkataan Ana sembari mengajak Marsya dan Roy ke ruang makan.
Ana menghentikan perkataanNya dan mengikuti keruang makan.
.
.
.
Setelah Dua jaman selesai Makan dan dan mendiskusikan rencana pernikahan AkhirNya.
Ana yang akan mengatur Semua yang dibutuhkan dibantu Wedding organizer.
Sementara Marsya hanya mengutarakan sedikit pendapatNya untuk Resepsi pernikahan yang akan diadakan empat bulan kedepan.
Kareana Roy tidak mengizinkan Marsya keluar rumah untuk alasan apapun dikarenakan Mikeael,yang Roy tahu sedang mengawasi mereka.
Namun Marsya tak mempermasalahkan itu karena bagi marsya menikah secara hukum saja sudah cukup tanpa harus ada resepsi besar-besaran.
__ADS_1
Tapi walau Bagai mana pun, Marsya harus keluar untuk melakukan Fitting wedding dress dan photo preweding bersama Roy yang tentuNya dikawal Empat bodyguard.