
Setelah sebulan mereka AkhirNya kembali dari honeymoon dan Didalam mobil Roy menutup mata Marsya,
SesampaiNya Mereka di mansion Roy membuka penghalang mata Marsya.
"Dimana ini?"Ucap Marsya memperhatikan Mansion lalu kembali melihat Roy.
"Ini akan menjadi kediaman Kita."Tukas Roy sambil menarik Marsya Masuk kedalam.
Puluhan penjaga dan maid menyambut mereka dengan seragam khusus, mereka berjajar berdiri sambil membungkuk.
Roy membawa Marsya berkeliling Mansion, Ke Ruang gym,ruang bioskop,karaoke dan laiNya sampai ke kamar utama yang akan menjadi tempat istirahat mereka sekaligus tempat mereka bercinta.
Marsya tidak terlalu heran dengan semua kemewahan yang tersedia diMansion karena Marsya juga lama tingal dimansion Anggana bahkan Marsya pernah di mansion Mikeael.
"Kau tidak senang.?"Ucap Roy melihat wajah datar istriNya .
"Aku senang tapi dimana Arka?"Sahut Marsya menanyakan keberadaan Arka.
"Arka bersama Mommy,mereka akan kemari malam ini"Jawab Roy berbaring di bed king size beristirahat disusul Marsya.
.
.
.
Malam hari Marsya bersip² dikamar dan Roy memandangi istriNya yang sedang berias.
"Cepat Lahh mereka sudah menunggu kita" Tukas Roy sedang berbaring dengan tangan memegang wajah nya dan siku menjadi tompangan.
"Baik lah ini juga sudah siap"sahut Marsya sembari berdiri.
Dan Roy langsung bangkit dari ranjang bersama Dengan Marsya berjalan menuju ke taman belakang yang sudah siap dengan pesta barbeque.
SetibaNya di taman belakang, meja dengan ukuran persegi empat sama sisi cukup besar Daddy Angga dan Mommy Ana sedang duduk dikursi menikmati hidangan barbeque diatas meja.
Riko dan Key pun berada ditaman namun yang membuat Marsya menghilangkan senyum adalah kehadiran Yuna.
Mereka Asik bercerita sembari tertawa.
Marsya lebih memilih mengambil Arka yang digendong Mba lilis sementara Roy ke meja menghampiri Angga dan Ana.
Sampai akhirNya Ana memanggil mereka untuk duduk bersama menikmati makanan yang baru diangkat chef.
Marsya berjalan dengan mengendong Arka
__ADS_1
"Mommy Aku merindukan Mu."Ucap Marsya sambil cipika-cipiki Ana.
"Mommy pikir Kamu terlalu Asik dengan Roy sampai lupa dengan kami.?"Sahut Ana dengan senyum dibuat².
"Mana mukin Aku melupakan kalian terutama Mommy, Aku bahkan sudah menyiap kan oleh² untuk kalian."Sanggah Marsya.
Obrolan dimeja makan disela dengan tawa menjadikan suasana keharmonisan keluarga Kecil Roy menambah keakrab pan dengan sahabatNya.
Saat hari sudah Malam Marsya menawari Angga dan Ana beserta Rico dan Key untuk menginap, tentu saja mereka menolak karena Mereka tak Mau mengganggu Marsya dan Roy yang masih pengantin baru.
"Menginap lah disini Mom,Dady dan Rico juga Bang key .!" Ujar Marsya
"Berhentilah memangil Ku Bang Key karena Aku masih hidup.!"Sahut Key sambil menerima oleh² dari Marsya.
"Nikmati saja waktu berdua kalian saat ini, Aku akan pulang bersama Key"Sela Rico.
"Apa maksud Mu waktu saat ini..!"Tukas Roy.
"Tentu saja kalian masih pengantin baru saat ini, Nanti kalo Kalian Punya Anak Marsya Akan lebih sibuk memperhatikan Anak kalian ketimbang Bapak Nya.!Tukas Key tersenyum.
"Itu Mudah Aku tinggal mempekerjakan Baby sitter saja."sahut Roy.
"Wah Roy,Kau harus mengalah dengan Anak Mu."ejek Key.
"Sama seperti Daddy Nya..!"Tukas Ana menyela obrolan mereka.
"Tentu saja Aku lebih baik dari Daddy"Sahut Roy.
"Kalian Sama Bibit dan bobot tak akan ada yang berbeda."Tukas Ana.
Sementara Marsya melihat Yuna dengan senyum Nya menjadi tak tahan.
"Yuna Oleh² Mu sepertiNya tertinggal di kamar."Ujar Marsya melihat kan wajah sedikit bersalah.
"Tidak apa² Aku sudah senang Kau mengingat Ku."Ucap Yuna.
"Kau memang teman yang baik Yuna,Tapi bisakah kau temani Aku ke kamar untuk mengambil oleh² Mu.!"Pinta Marsya.
Sementara Mba lilis dan baby sitter Arka akan tinggal bersama Marsya,dan Yuna Marsya menahan Kepulangan Yuna dengan Alasan memintaNya menemaniNya mengambil oleh² buat Yuna.
SesampaiNya di kamar Yuna memberikan sebotol Parfum untuk Yuna.
"Apa kau suka dengan Wangi Nya?"Ucap Marsya.
"iya ini enak BauNya,,,tapi Aku tidak terbiasa dengan wangiNya."Ucap Yuna sambil memasukan botol parfum ke KotakNya.
__ADS_1
"Jadi kau sudah sejak lama menggunakan parfum Mu itu.?"Kata Marsya dengan senyum tipis.
"iya,,Aku sudah sejak lama dan AkhirNya selalu mengunakan parfum yang ku pakai."Ujar Yuna.
"Kau tahu kalo Parfum itu seperti identitas seseorang,karena dengan memcium Aroma saja, kita bisa mengetahui Nya,Contoh Nya Roy dengan Aroma Mint tercium begitu maskulin..Dan Seseorang yang Ku yakin Otak dari penculikan Ku, Seperti Aroma Parfum Mu yang sekarang.!"Sindir Marsya dengan senyum tipis.
"Maksud Mu yang menculik Mu juga mengunakan parfum yang sama dengan Ku.?"sergah Yuna dengann kening mengkerut melihat Marsya.
"Aku pernah buta Selama satu tahunan, indra pencium dan perasa Ku menjadi lebih tajam setelah itu dan Aku menjadi yakin Dengan kecurigaan Ku, karena tempat Ku disekap sangat apek jadi saat seseorang mendekati Ku mengunakan Parfum,BauNya akan lebih mendominisasi."Ucap Marsya sambil mengelilingi Yuna sedang duduk disofa kamar Nya dan berhenti di belakang Yuna sambil berkata pelan.
"Atau memang Kau yang menjadi dalang dari penculikan Ku.
"Apa Kau menuduh Ku.?"Tukas Yuna memperhatikan Marsya.
"......"Marsya hanya diam dengan senyum tak bisa diartikan.
"Aku tidak punya alasan untuk menculik Mu..!"Tukas Yuna berang.
"Kau Mencintai Roy..itu bisa menjadi Alasan Utama Mu.."ujar Marsya lalu duduk disamping Yuna.
"Aku ti.."belum sempat Yuna bicara Marsya keburu menimpal perkatan Nya kembali.
"Jangan bilang Kau tak menyukai Roy..upss salah Suami Ku ..."Ucap Marsya sambil menutup mulut Nya pelan dan menekan kata suami Ku.
Marsya dapat melihat berangNya Yuna dengan tingkahNya.
"Sebaik Nya Aku pergi.."Tukas Yuna sambil berangkat berdiri untuk pergi.
Namun Marsya belum sampai disitu dengan cepat Marsya menarik Tangan Yuna dan mendorong Yuna hinga terjatuh.
"Upss,, Aku sengaja..!"Ucap Marsya dengan senyum tipis.
Tak lama Roy Masuk dan melihat Yuna yang terjatuh ulah Marsya.
"Apa yang terjadi..?"Tukas Roy melihat Mereka.
"Tidak apa-pa Roy,Aku tidak sengaja terjatuh."Ujar Yuna mencoba bangkit.
Marsya yang melihat Yuna memcoba bangkit mendekatiNya Mencoba membantu.
"Benar kau tak Apa-apa Yuna.?"Ucap Marsya dengan wajah khawatir.
"ya,,Aku tidak apa-apa.."sahut Yuna dibantu Marsya berdiri.
"Kau salah bermain dengan Ku "Bisik yuna dengan senyum licik, yang dapat Marsya dengar.
__ADS_1
'Kita lihat Saja siapa yang lebih baik bermain.!"Balas Marsya.