Mencintai calon ipar

Mencintai calon ipar
YUNA 1


__ADS_3

Roy dan Marsya keluar dari kamar dan menuju ruang makan Namun Yuna sudah berada diruang sambil menyiap kan sarapan.


"Untuk apa Dia datang sepagi ini.!?"Ketus Marsya.


Mendengar istriNy nampak cemburu Roy tersenyum


"Aku yang meminta Dia kemari membawa Dokumen agar bisa Ku periksa diperjalanan menuju Kantor."Jelas Roy.


"Pagi Roy,Marsya, Kalian terlihat sangat bahagia."Sapa Yuna.


"Tentu saja kami bahagi..!"Sahut Marsya dengan senyum palsu.


Lalu mereka duduk dan menikmati sarapan bersama, Tapi telinga Marsya cukup bising dengan suara Yuna yang menerang kan Soal pekerjaan di kantor.


Setelah Sarapan Marsya mengantar Roy ke depan,Di depan mobil sudah siap menunggu Roy untuk berangkat.


Marsya sengaja merapikan Dasi Roy untuk memanasi Yuna, walaupun sebenar Nya dasi Roy tidak kenapa².


Dan Roy membalas dengan ciuman, Kesempatan Itu dimanfaat kan Marsya sehingga Mereka cukup lama bercumbu mesra.


Sementara para maid dan penjaga bahkan supir yang melihat menunduk karena malu sendiri, beda hal Nya dengan Yuna harus Menahan emosiNya.


"Kita lanjut kan setelah Aku pulang sayang."Bisik Roy lalu membersihkan Saliva di bibir Marsya mengunakan ujung jari jempolNya.


Setelah keberangkatan Roy, Marsya mendatangi Arka di kamar, lalu bermain dengan Arka sampai tak terasa sudah siang..


Merasa hari sudah siang,Marsya menidur kan Arka lalu bersiap² untuk mendatangi Roy. memberi kejutan ke kantor Roy.


.


.

__ADS_1


.


SetibaNya Marsya di diperusahaan Anggana,Marsya mendekati meja resepsionis untuk bertanya Ruangan Roy.


"Permisi, Ruang Roy di Mana Ya?"Tanya Marsya.


"Maaf Mba,Roy yang Mana Ya.?Kata Wanita yang berdiri didalam meja resepsionis.


"Roy Anggana"perjelas Marsya.


"Maksud anda Bos Roy,!Apa anda sudah buat Janji ketemu.?"ucap wanita resepsionis "


"Saya istriNya!"Tukas Marsya dengan senyum.


BukanNya memberi tahu Resepsions itu malah memperhatikan Marsya tidak sopan,karena tidak sedikit Wanita yang mengaku-ngaku pacar,istri bahkan sedang hamil anak dari Roy,membuat Wanita itu harus berwaspada.


Marsya yang diperhatikan resepsionis itu sedikit kesal sampai akhir Nya Dia mengambil Handphone Nya didalam Tas lalu menghubungi Roy..


"Hallo sayang,,Apa kau Sudah merindukan Ku.?" ucap Roy disambungan telpon.


"kenapa Kau tak memberitahu Ku kalo mau keperusahaan,baik lah Aku akan meminta Yuna menjemput Mu dilobyy.!"Gumam Roy di sambungan telpon.


"Cepat Lah Aku lelah berdiri.!!:Tukas Marsya.


Sementara dua wanita yang berdiri masih mengira Marsya hanya Menggeretak dengan telpon bohong. sampai Yuna datang menjemput Marsya diLobyy.


.


.


Marsya mengekori Yuna sampai melewati meja sekretaris Roy dan masuk ke ruang Roy yang sangat luas.

__ADS_1


"Roy sedang ada Meeting di luar bersama sekretaris Nya,tunggu saja sebentar lagi Dia akan kembali."Ujar Yuna tersenyum.


"Bisa kah kau tak usah tersenyum karena disini hanya kita berdua jadi kau tak perlu berpura².!"Ketus Marsya sambil menyilang kan tangan.


"......"Raut wajah Yuna langsung berubah dan melangkah pelan.


Tap..tap..langkah Yuna.


"Apa yang ingin lakukan..Apa kau berniat menculik Ku lagi atau membunuh Ku.!"Tukas Marsya dengan lantang, walau sebenarNya Marsya takut².


"Aku masih memberi Mu Waktu untuk pergi sendiri tapi Kau menguji kesebaran Ku,! Jadi jangan salah kan Aku yang akan membuat Mu pergi dari kehidupan Roy.!!"Sarkas Yuna dengan tatapan seperti ingin menelan hidup² Marsya.


"Kalo pun Aku tidak bersama Roy, Apa kau pikir Roy Mau bersama Mu,!?Kau hanya sebatas pekerja Nya Tak lebih.!!"Sinis Marsya.


"Jika Aku tak bisa,maka kau, mau pun wanita lain tak akan ada yang bisa bersama Roy..!!"Tukas Yuna ketus dengan seringai dan tatapan tajam.


Lalu Yuna mengacak² rambutNya dan menampar kuat pipiNya sendiri menjatuh diri Nya kelantai


"Apa yang kau coba lakukan,,dasar wanita Bodoh.!"Ketus Marsya melihat kelakuan Yuna.


Tak lama Roy datang bersama sekretaris Nya masuk ke ruangan.


Marsya duduk disofa dengan santai dan Yuna memasang wajah memar mencoba mendapat kan perhatian Roy.


"Apa yang kau laku kan Marsya ?"Ucap Roy pelan menghampiri Marsya yang duduk disofa.


"...."Marsya hanya mengangkat kedua pundak Nya.


"Kenapa dengan wajahMu dan untuk apa kau belum berdiri.?"Tukas Roy yang melihat Yuna.


Yuna yang mendengar Roy mencoba berdiri pelan dan berpura² Meringkih sakit.

__ADS_1


"Aku tak tau Roy tiba² Marsya menarik rambut Ku dan menampar ku tanpa alasan."Ucap Yuna dengan mata sendu.


Roy melihat Marsya dan Marsya hanya diam sembari menggangkat pundak Nya kembali.


__ADS_2