Mencintai calon ipar

Mencintai calon ipar
MENGHILNG.


__ADS_3

Roy yang baru kembali dijam tiga malam,langsung masuk ke kamarNya,dia tidak ingin mengganggu Marsya yang Dia pikir sedang lelap tertidur.


Roy tersenyum sendiri membayangkan hari pernikahan mereka, Pasti Marsya akan terlihat sangat cantik, pikir Roy.


Selama berapa bulan ini, Roy sengaja bekerja keras menyelesaikan proyek yang sedang bermasalah agar Dia nantiNya, bisa ambil cuti panjang menikmati bulan madu bersama Marsya dan itu menjadikan Roy terlalu sibuk, bahkan waktu dengan Marsya mejadi tak ada.


Dan saat Roy ingin pulang menemui Marsya lebih awal,Rico Menghubungi Roy karena ada masalah dimarkas yang harus Roy sendiri turun menangani.


⛅⛅⛅


Roy terbangun seperti biasa dipagi hari dan beranjak kekamar mandi lalu bersiap-siap untuk ke kantor Kemudian keluar menuju meja makan.


Karena Roy Melihat tak ada Marsya cukup lama, Roy tetap menunggu dimeja makan sambil menikmati sarapan pagiNya, Namun Marsya tak kujung turun untuk sarapan.


AkhirNya Roy beranjak mendatangi kamar Marsya.


Cukup lama Roy mengetuk pintu namun tak ada terdengar suara Marsya dari dalam.


Roy berpikir mukin Marsya sedang dikamar mandi, jadi Roy yang merindukan Marsya masuk kekamar dan melihat ranjang Marsya masih terlihat sedikit berantakan.


Lalu Roy mengetuk pintu kamar mandi tapi sekali lagi Roy tak mendengar apa pun dari dalam, Roy lagsung membuka pintu kamar mandi dan tak mendapati marsya dimana pun.


Sampai pelayan dan baby sittet tak ada yang tau keberadaan Marsya,membuat Roy teringat apa yang dikatakan Key semalam di club.


Bergegas Roy menuju mobil sambil menghubungi Key untuk bertemu diMarkas.


SetibaNya Roy di Club, Roy langsung keruang cctv memeriksa siapa saja yang keluar masuk ruang Khusus mereka semalam.


Tak lama Roy langsung melihat sosok wanita yang di cari-cariNya dan merutuki kebodohan Nya karena tak percaya kepada Key.


"Sialan.!!!" Roy mengumpat diriNya sendiri.


Yang tak lama Rico dan Key datang masuk keruang cctv .

__ADS_1


Melihat Roy yang sedang dalam mode Marah Rico lebih memilih diam menunggu Roy sedikit Reda, Sementara Key mengerti sikap Roy yang baru melihat cctv.


Paling pikir Key Marsya marah dan merajuk karena calon suamiNya teryata hoby ketempat yang dipenuhi wanita.


"Tenanglaah Roy..Ceritakan pada kami,,!Apa Marsya marah karena melihatMu semalam.?"Ujar Key sambil mencoba mendekati Roy.


"Marsya menghilang..!!"Tukas Roy dengan rahang mengeras dan menatap Key.


"Apa mikeael lagi yang menculikNya.?"Ujar Key sambil melihat Roy dan Rico bargantian.


"Pasti sibrengsek itu,!!karena hanya Dia yang berani membuat masalah dengan Ku.!!"Tukas Roy Sambil mengepalkan telapak tangan.


"Mikeael membeli sebuah Rumah disini mukin dia membawa Marsya kesana.!"Ujar Rico .


"Kumpul kan semua Orang-orang kita,dalam satu jam,Kita sudah harus Memberi pelajaran kepada brengsek itu,karena berani bermain dengan Ku.!!"Titah Roy dengan menekan setiap kata.


Rico dan Key pun langsung menghubungi anak buah mereka, melakukan persiapan untuk menyerang kediaman Mikeael.


Satu jam lebih AkhirNya Dua ratus orang berkumpul dan langsung menuju kekediaman Mikeael.


Mikeael menyambut Mereka dengan Anak buah yang tak kalah banyak dengan Roy dan mempersiapkan Anak buah Nya dengan sejata api.


"Senang mendapat tamu tak diharap kan datang..!!"Tukas mikeael tersenyum sinis.


"Kembalikan Marsya sekarang..!!!"Teriak Roy.


Mikeael yang mendengar ucapan Roy dan melihat kemarahan Roy, sedang menuduhNya menculik Marsya menjadi Emosi karena mikeael sendiri tak tau keberadaan Marsya sekarang.


Roy melangkah pelan dan langsung memberikan bogeman metah Nya untuk Roy.


Namun Roy langsung menangkis dan terjadilah perkelahian antara dua pria dewasa itu.


Sementara anak buah Roy masih ditahan Oleh Rico,begitu juga dengan anak buah Mikeael masih ditahan dengan orang kepercayaan Nya. Mereka semua masih menjadi penonton.

__ADS_1


"Kembalikan Marsya..Brengsek!!"Teriak Roy sambil meninju mikeael yang berhasil mendarat diwajah mikeael.


"Bagai mana kau menjaga Marsya,,BODOH!!? Sampai dia bisa hilang,dasar BODOH.!!??"Teriak balik Mikeael sambil menendang Kaki Roy disertai bogeman mentah mendarat diwajah Roy.


"Jika Aku yang membawa Marsya kau tak perlu khawatir karena Aku akan menjaga Nya lebih baik,,!dari Mu yang bodoh..!!!"Tukas mikeael sambil berkelahi dengan Roy.


.


.


.


Disisi lain Marsya sedang duduk dikursi, dengan tangan terikat kebelakang dan mata Marsya tertutup kain tebal dengan mulut di lakban hitam.


Seseorang datang membuka pintu ruang dan mendekati Marsya tanpa bicara dan berputar-putar mengelilingi Marsya, lalu pergi.


.


.


.


Kembali antara Dua orang yang sedang berkelahi, sekarang menjadi bebak belur.


"Baiklaah,,Aku percaya pada Mu,!Tapi jika sampai Marsya Kau yang menculikNya Maka aku tak akan memberi ampun lagi.."Tukas Roy dengan nafas ngos-ngosan akibat baku hantam mereka.


"Ciihh,,,!! Siapa yang perlu pengampunan Mu,! Aku bisa menghabisi Mu sekarang juga, tapi Aku tak mau membunuh Mu begitu mudah.!!"Sarkas Mikeal menatap tajam Roy.


"Baiklahh jika kalian sudah selesai dengan Baku hantam kalian,!bisa kah sekarang kita


fokus mencari Marsya..!?"Suara Key Berteriak mengalihkan semua perhatian orang.


Roy pun kembali ke anak buah Nya yang sedang berdiri, Dan Roy mendekati Key langsung memukul kepala key cukup kuat.

__ADS_1


"Awww,,,Musuh Mu itu Dia kenapa juga memukul Ku.!!?"Rintih Kesakitan Key .


"Karena Kau Berisik.!!"Tukas Roy sambil melangkah pergi yang diikuti anak buahNya


__ADS_2