
"Aku harus Membujuk Roy.!"Gumam Marsya berdiri dibalkon kamar.
.
.
.
Roy sengaja pulang agak malam agar bisa langsung istirahat menghindari Marsya,karena berapa hari ini pertahanan Roy sudah mulai goyah akibat istrinya.
Benar saja Saat Roy masuk ke kamar teryata Marsya sengaja memakai lingerie putih transparan melihat kan bentuk tubuhNya yang semakin berisi walau perut Marsya sudah buncit tapi tak mengurangi ke seksi an Marsya.
"Glukk"Roy menelan saliva melihat istriNya yang sedang memakan pisang cukup besar sedikit demi sedikit dengan hanya menggunakan Lingerie putih transparan.
Uh tahan tahan(Batin Roy)
Roy memasang wajah datar langsung melangkah ke kamar mandi dan berendam di iair dingin.
Aku harus kuat tidak boleh menjadi lemah (batin Roy)
Selesai mandi Roy memasang wajah datar kembali tak menghiraukan istriNya yang sengaja berbaring tak memakai selimut melihat kan tubuh mulusNya.
Roy segera ke Ruang kerja menghindari Marsya dan berniat tidur disana.
"Gagal lagi!"Kesal Marsya pada diri sendiri.
Tengah Malam Marsya bangun memasak untuk Roy dan mengantarkan ke ruang kerja saat pintu dibuka Marsya melihat Roy tertidur disofa dengan selimut tebal menutupi tubuhNya.
"Daddy,,banguuun Aku udah masakin kesukaan Kamu"Ucap Marsya lembut namun Roy tetap terlelap tidur.
"Baik laah Aku akan kembali ke kamar tapi kamu makan Yaaa"Ucap Marsya kembali dengan wajah sedih Marsya keluar dari ruang kerja.
Saat Marsya pergi,Roy bangun dan melihat hidangan yang dibawa Marsya,dengan lahab Roy memakan sampai tak tersisa.
Dibalik pintu Marsya mengintip Roy yang sedang meniknati hidangan yang Dia Masak,setelah Roy selesai makan Marsya kembali Masuk keruang kerja.
"Lapar Tuan, sampai bersih gituu piring!" Tegur Marsya tiba² dan mendekati Roy.
Sementara Roy sudah ketangkap basah tetap memasang wajah datar dan kembali berbaring di sofa.
Marsya melihat Roy tetap mendiamkanNya Lalu Marsya membuka kimono tidur dan hanya menggunakan lingerie putih transparan.
__ADS_1
Sampai dimana kau bisa menolak Ku(Batin Marsya)
Marsya ikut bersempitan disofa berbaring mengambil tangan Roy agar memeluk perut nya yang buncit.
AkhirNya Marsya bisa tidur bareng Roy,tapi tidak dengan Roy Dia tidak bisa tidur kalo Marsya terlalu dekat denganNya karena harus menahan hasrat sebagai lelaki normal.
Roy melihat Marsya sudah terlelap tidur lalu mengangkat IstriNya kembali ke kamar mereka dan menyelimuti Tubuh Marsya sampai leher.
Roy berbaring di samping istriNya sambil membelakangi Marsya tapi saat Roy berbalik Dia melihat wajah cantik istriNya walau tanpa riasan sedikit pun.
Roy nenarik Selimut menutupi wajah Marsya..tapi rambut Marsya masih terlihat, Roy kembali menarik selimut menutupi keseluruhan badan Marsya.
Sekarang Sudah aman(pikir Roy)
Saat Roy mencoba memejam kan mata,kaki Marsya menindih kakiNya dan tangan Marsya mengelus dada bidang Roy.
Roy mencoba menyingkir kan tangan dan kaki Marsya namun Marsya malah meerat kan pelukanNya dan lebih parah lagi marsya mengigau.
"Ahkkk Daddy emmm.. ahh."Desah Marsya.
Sialan bahkan saat tidur saja Marsya sangat menggoda(Batin Roy)
Roy melepas kan pelukan Marsya pelan dan bangkit dari ranjang kembali Ke ruang kerja.Saat Roy keluar kamar Marsya tersenyum kecil.
"Sayang"Tegur Marsya manja.
"Mata kamu Kok panda!"Ucap Marsya memperhatikan Roy duduk dan menikmati sarapan setelah sarapan Roy beranjak keluar segera masuk mobil tak memberi Marsya sedikit pun kesempatan menggodaNya.
"Gagal lagi!"Gerutu Marsya melihat mobil Roy pergi.
Perusahaan Anggana
Roy begitu senang dengan Marsya yang terus²san mecari perhatianNya tapi juga kesal karena tidak bisa melakukan lebih seperti yang Dia inginkan,karena pikir Roy Marsya harus merasakan kemarahan Nya dengan cara mendiam kan Marsya,G'mungkin kan Roy memukul atau mecaci maki wanita yang dia cinta apa lagi Marsya saat ini sedang hamil.
Rico yang berada diruang Roy melihat Wajah Roy yang tersenyum-senyum sendiri hanya menggelengkan kepala.
Benar kata Key Roy menjadi bodoh setelah menikah(Batin Rico)
Sementara Roy sibuk memeriksa dokumen yang harus Dia tandatangani dan Rico menjelaskan tentang pekerjaan,tiba-tiba Marsya masuk ke Ruangang Roy.
Rico yang menyadari kedatangan Marsya, tertegun melihat karena terpesona dengan ibu hamil yang begitu cantik bahkan bisa membangkit kan gairahNya.
__ADS_1
Kenapa bisa wanita sedang hamil secantik Ini(Batin Rico)
"Sayaangg"Panggil Marsya Manja dan langsung duduk di pangkuan Roy.
Rico langsung undur diri pergi dari ruang Roy.
"'Batalkan pertemuan Bos untuk hari ini!"Ucap Rico kepada sekretaris Roy.
"Dan jangan biarkan ada yang menggangu Bos!!"Tukas Rico Menambah peringatan tegas.Rico berjalan ke ruang kerjaNya sambil melonggarkan dasi.
Sekretaris Roy berdiri dan mengangukan kepala pelan sebagai jawaban.
Sementara didalam Ruang Marsya duduk dipangkuan Roy mengambil sebelah tangan SuamiNya dan meletakan di perut BuncitNya.
"Eluss!"Ucap Marsya Manja.
Pertahanan Roy semakin melemah bahkan Marsya merasa milik Roy sudah tegang.
"Apa Kau merasa !"Ujar Marsya memegang tangan Roy mengelus perutNya.
"....."
"Anak Mu menendang dari dalam"Ucap Marsya kembali karena tak juga mendapat jawaban dari Roy.
Marsya mengalukan tangan keleher Roy dan mencium bibir Roy.sebelah Tangan Marsya meraba membuka dasi dan kancing kemeja Roy lalu memasukan tangan ke dada bidang Roy.
Tak sampai disitu tangan Marsya meraba semakin dalam,Roy mencoba menjauh kan diri tapi Marsya meeratkan kalungan dileher Roy.
"Kau mencoba merayuku!"Tukas Roy datar.
"Anggap saja seperti itu."Sahut Marsya kembali melumat bibir Roy dengan memaikan lidah Nya.
Roy Masih mencoba bertahan Namun Marsya begitu lihay dengan tanganNya yang meraba memasuki area utama Roy.
"Aku akan memaaf Kan Mu dengan Lima syarat!"Ucap Roy hampir hilang kendali.
"Katakan!"Ucap Marsya.
"Jangan pernah Menghubungi Zero lagi terutama si brengsek itu, ke2 Kau tak boleh keluar tanpa izin dari Ku,,saat ini hanya itu, ketiga syarat Akan menyusul.!"Tukas Roy serius.
"Baik lah jadi kita sudah berdamai..!"Ujar Marsya mencoba bangkit dari pangkuan Roy, Namun Roy menahan Marsya dan mengendong Marsya keruang istirahat yang berada di pojok ruang.
__ADS_1
'Kau Harus bertanggung jawab setelah membuat adik Ku terbangun.!"Ucap Roy sembari membaringkan Marsya diranjang.
Kkn