
MARSYA
Semakin hari Yuna menjadi semakin sering berkunjung entah sebelum kerja atau sepulang kerja.
Seperti Malam ini,Dia beralasan meridukan Arka dan juga ingin menemui Ku.
Semenjak kejadian penculikan itu Aku merasa Curiga karena Bagi Ku Sebagai seorang assistant,Yuna terlalu berlebihan.
Entah membuat sarapan atau lain Nya.
Dia bahkan lebih tahu mana yang disuka, atau tidak disuka Roy, mulai dari warna,makanan,kebiasaan dan laiNya.
G'Sekalian Celana dalam Roy,,(pikir Ku.)
Tapi malam ini Roy mengajak Ku keluar dan juga memberikan Ku dress merah panjang dengan belahan sepaha tanpa lengan.
Aku menurut aja, sekalian mau lihat ekspresi Yuna dan setelah Aku selesai bersiap-siap Roy mengetok pintu kamar Ku.
Betapa gagah ku lihat Roy dengan toxedo hitam dan sepertiNya Roy juga terpesona dengan belahan dada Ku
Dasar otak mesum(batin Ku)
Kami pun berjalan menuruni tangga dan dapat kulihat Yuna sedang mengendong Arka.
Aku mennghampiri Yuna dan mengendong sebentar Arka.
"Cayang tante jalan dulu Arka jangan nakal sama Tante Yuna..!"Ucap ku sambil mencium seluruh wajah Embul Arka.
"Cepat nanti kita terlambat.!"Tukas Roy melihat Ku.
Lalu Aku kembalikan Arka ke baby sitter
"Mba tolong ajak Arka tidur karena udah malam juga.!"Ujar Ku sambil menyerahkan Arka.
"Yuna Kami mau dinner, Kamu mau sekalian turun bareng Kami,!G'mukin dong, Kau mau nginep disini,Ahk,,tapi klo Kau mau, Kau bisa tidur dikamar Ku dan Aku bisa ke kamar Roy."Ujar Ku tersenyum klise sembari melingkarkan tangan kelengan Roy.
"Iya Aku juga sudah mau pulang kok.!"Sahut Yuna dengan senyum.
.
__ADS_1
.
.
Didalam Mobil Aku dan Roy duduk dikursi belakang driver.
"Kau Cemburu dengan Yuna.!?"Ucap Roy yang memecah kesunyian.
"Tidak!"ucap Ku santai.
"Benar kah,,,!lalu Kenapa kau begitu ketus dengaNya.?"Ucap Roy melihat Ku.
Ingin sekali Aku bilang tetang kecurigaan Ku terhadap Yuna, Tapi Ku urungkan,karena selain tidak ada bukti, Yuna juga termasuk orang kepercayaan Roy.
Sekarang yang bisa Aku lakuan hanya Waspada dan memperhatikan gerak-gerik Yuna.
"Kamu tahu klo dinegara Ku, orang yang akan menikah itu harus dipingit.?"Ucap Ku mengalihkan pembicaraan.
"Bukan kah kamu selalu diRumah lalu apa bedaNya.?"Ujar Roy masih melihat Ku.
Begitulah kami menghabiskan waktu didalam mobil sampai akhirNya mobil berhenti disuatu gedung yang luas kali lebar sangat.
Sambil melihat Gedung besar (Diamonds Home)
"Apa kau tak bisa baca.!?"Tukas Roy mengambil lengan ku untuk melingkar ditangan Roy.
"Aku pikir kita bakal dinner sampai Aku tidak makan tadi,Klo tau gini kan Aku makan dulu.!!"Gerutu Ku.
Apa lahh daya Ku, hanya bisa mengikuti kemana Roy melangkah,sampai tiba keruangan cukup luas yang teryata adalah tempat dimana lelang akan segera berlangsung.
Apa ini lelang perhiasan?"(Pikir Ku)
Sebab sepanjang jalan Aku melihat perhiasan yang dipajang dikotak-kotak kaca..tapi jika Ku ingat lagi Nama gedung ini Diamonds Home.
Aku yang tak pernah punya pengalam seperti ini menjadi bingung sendiri.
Lalu Roy mengajak Ku, duduk di salah satu bangku dan tak lama lampu menjadi redup.
Apa mukin belum bayar lampu kali(Batin Ku)
__ADS_1
Tak lama berapa orang datang membawa kotak kaca dan teryata yang dilelang itu berlian.
Aku menoleh melihat Roy yang memegang papan berNo 63.
Satu persatu berlian dilelang dan terjual dengan Harga..WAU..fantastic.
Sampai AkhirNya Roy mengangkat papan memulai menawar Diamond .
Jumlah Yang disebut holang kaya sekarang terus meningkat, bahkan Roy pun tak mau mengalah,
Dia terus mengangkat Papan No63 Nya sampai AkhirNya Roy Membuat yang lain tak mengangkat No Mereka.
Roy AkhirNya mendapat kan "Pink Star Diamond". dengan berat 19 carat dengan harga 670 milyar .
.
.
.
Selesai Roy dengan urusanNya,yang tak Aku mengerti.
AkhirNya Roy membawa Ku makan malam, dengan Sesorang memaikan alunan merdu biola.
Tanpa malu Aku menghabiskan makanan yang sudah tersedia karena perut Ku lapar.
Sehabis Itu Roy mengajak Ku berdiri melihat langit dan tak lama kembang Api terlihat begitu indah sementara Aku fokus melihat kembang api.
Roy menekuk kaki Nya sebelah dilantai dan mengeluarkan "Pink star Diamon ring"
'Aku tahu ini terlambat tapi Aku ingin memperbaiki lamaran Ku yang buruk tempo hari.Dan aku berusaha menyiapkan makan malam disini dan mendapat kan berlian yang cocok untuk Mu.Aku ingin bahagia bersamaan Mu sampai akhir nafas Ku.
Will You marry Me..Oh bukan..You must marry me.."Ucap Nya sambil memasangkan cincin berlian di jari manis ku.
Aku tak bisa berkata-kata dan air mata ku keluar begitu saja karena bahagia.
Roy kembali berdiri memeluk Ku Erat dan mencium kening Ku lembut
"Kau harus memakaiNya,tak ku izinkan utuk melepas seperti cincin sebelumnya!"Bisik Roy.
__ADS_1