
Marsya yang masih dikediaman mikeael begitu nyaman dikarenan sikap mikeal yang begitu baik bahkan Marsya sudah mengenal Emely.
Disaat pertama kali Marsya bertemu Emely adalah kesalah pahaman, dalam pertemuan kedua mereka pun, Marsya masih tidak tau bahwa emely adalah adik mikeael.
Saat itu Marsya mersa lapar, jadi Marsya berniat untuk kedapur yang kebetulan Emely berada dimini bar tidak jauh dari ruang makan dan dapur.
"Kamu kan yang diRestaurant bereng mike, kenapa ada disini ?!"Ujar Marsya saat melihat Emely yang duduk dimini bar.
"SeharusNya Aku yang bertanya kenapa kau disini dan Apa hubungan Mu dengan Mikeael.?"Tukas Emely melihat Marsya.
"Itu,,Aku,ee,,disini karena mike yang Membawa Ku kemari,,tapi Aku tidak ada apa-apa dengan mike,,Jadi kamu tidak usah Khawatir aku tidak akan merusak hubungan kalian.!"Ujar Marsya memberi penjesalan.
Emely sedikit bingung dengan perkataan Marsya sampai dia ingat,Marsya yang salah paham saat pertemuan mereka direstaurarant.
"Kau sudah merusak Nya,INGAT,! kau menendang Nya sangaat kuat,lalu bagiamana aku bisa bahagia dengan benda rusak milik mikeael.!"Tukas Emely memperhatikan Raut wajah Marsya.
Apa separah itu (batin Marsya)
Tapi Marsya mengingat saat mikeael yang begitu dekat denganNya,Marsya bisa merasakan Bahwa mikeael dalam kondisi sehat.
"Tidak,,kau tak perlu khawatir Mike dalam kondisi sehat..dan tidak ada kerusakan dibendaNya..!!"Sahut Marsya meyakinKan Emely.
"Bagamana kau bisa begitu yakin,Apa kau pernah mencoba Benda berkarat mikeael?" Tukas Emely menggoda Marsya.
"TIDAK,!!! Aku tidak pernah mencobaNya.!!"Jawab Spontan Marsya.
Dan Emely yang yang melihat Reaksi Marsya membuatNya tak tahan untuk tertawa.
"Hahahaha,,Dasar bodoh,Klo kau tak pernah mencoba benda berkaratNya, lalu bagai mana kau bisa tau..!!"Tukas Emely memojokan Marsya.
Marsya yang tak terima dikatai bodoh dan diketawai Emely, mencoba membela diri, tapi sebelum Marsya ingin bicara Mereka mendengar Suara Mikeael yang baru memasuki ruangan.
"Apa yang berkarat.?"Tukas Mikeael kepada mereka dan sambil berjalan mendekati Marsya.
"Apa lagi,klo bukan pusaka Mu yang sudah berkarat, Akibat wanita yang kau bawa kemari Hahahaha!!"Jawab Emely dengan gelak tawaNya.
Sementara Mikeael saling tatap dengan Marsya dan kembali melihat Emely yang duduk dikursi mini bar sambil tertawa.
.
.
.
Sementara Disi Lain ,Roy dan dua sahabatNya dikelilingi wanita-wanita cantik yang memakai pakaian kurang bahan.
Sedang disalah satu Club milik Roy.
Dan club ini juga adalah Markas sekaligus tempat transaksi mereka menjual senjata api.
Tentu saja tak sembarangan bisa membeli senjata api dari mereka ,karena usaha ilegal mereka harus berhati-hati memilih pembeli.
"Jadi apa rencaMu untuk menyelamatkan Marsya dari Mikeal..?"Ucap Rico sambil menikmati sebatang rokok duduk dengan wanita yang menggoda Riko.
"Aku sudah menyusupkan orang Ku yang akan menjaga Marsya dan Mengawasi keadaan Mansion Si brengsek itu,! Tinggal menunggu waktu yang tepat ,Dia Akan mengabari ku.!!"Tukass Roy memberitahukan rencanaNya lalu meminum satu gelas Wine yang dipegangNya.
"Kau sih ter-la-lu lambat menyatakan cintaMu kepada Marsya, Kalo dia keburu suka sama mikeael,,patah hati kau!"Ucap Key sambil tersemyum mengejek Roy.
"Aku Akan menjadikan Dia milikKu bagai manapun caraNya!!"Sambil menatap tajam ke arah key yang duduk tidak jauh dariNya.
Sementara Key dan Rico menganguk mendengar penjelasan Roy..lalu kembali dengan kesenangan Mereka yang digapit wanita cantik.
.
.
__ADS_1
Kota Zero
Saat ini Emely mengajak Marsya ke perusahan mikeael dengan membawa makanan yang sudah Marsya masak sendiri.
SesampaiNya di diperusahaan Emely langsung mengajak Marsya ke ruangan Mikeael,yang berada dilantai dua puluh lima.
Saat mereka memasuki ruangan mikeal, terlihat kosong dan Emely kembali kemeja sekretaris mikeael bertanya Tentang keberadaan Kakak Nya.
"Mikeael kemana..?"Tukas emely.
"Bos sedang meeting diluar, Nona Emely.?"Jawab Sekretaris mikeael sambil berdiri.
"Kenapa G'bilang sih, dari tadi.?"Tukas Emely kesal.
"Tadi saya sudah mau kasih tahu tapi anda keburu masuk keruang Bos.?"Jawab Si sekretaris menundukan kepala.
Marsya yang keluar dari ruangan mikeael segera menghampiri Emely .
"Sudah lahh,sebaikNya kita tunggu mike aja didalam!"Ujar Marsya menarik pelan tangan Emely kedalam ruangan.
"Aku G'mau nunggu Dia,! SebaikNya kita Shopping aja.!!"Tukas Emely sambil menarik tangan Marsya dengan paksa.
"Tapi Aku tidak ingin berbelanja.?"Tolak marsya yang tanganNya ditarik Emely.
"Cukup temani Aku aja,Ayoolaah...!!"Ujar Emely membujuk Marsya yang mendapat jawaban seperti yang Emely harapkan.
.
.
.
Disalah satu Mall terbesar di kota zero.
Emely asyik memilh-milih pakaian yang menjadi model terbaru yang tentuNya branded disalah satu toko yang mereka masuki.
"Mau Ku temani.?"tawar Emely sambil menggantung kembali pakaia yang ditanganNya dan menoleh melihat Marsya.
"G'Usah..Aku bisa sendiri.!" Sahut Marsya menolak, lalu berbalik melangkah pergi.
Sementara Emely kembali melilihat aksesoris dan mencoba pakaian laiNya.
Sesudah Marsya selesai dari kamar kecil Dia berniat kembali mendatangi Emely,
Namun seaeorang yang tak dikenal Marsya menarik Marsya.
"Aw,,sakit,,Kamu siapa,,Lepasin Aku.!!"Tukas Marsya dengan Suara keras.
"Tenanglahh,,Aku akan membawa Mu kembali ke Roy.!"Jelas orang itu,panggil saja Ana.
"Jadi kamu anak buahNya Roy..?"Tukas Marsya memastikan,sementara tanganNya masih ditarik oleh Ana.
"Benar,,Nanti Aku jelaskan, yang terpenting kita harus segera keluar dari kota zero klo tidak, kita akan tertangkap.!"Ujar Ana sambil berjala cepat bersama Marsya menuju Mobil yang sudah Menunggu didepan mall.
Sementara Emely yang merasa Marsya tak kunjung kembali dan menyusul Marsya ke kamar kecil, dan tak mendapat kan Marsya dimana-mana ,menjadi panik sendiri.
AkhirNya Emely mencoba menghubungi Mikeael Namun Mikeael yang sedang metting malah mematikan handphone Nya.
Lalu Emely kembali Mencari Marsya sambil mengirimkan pesan untuk mikeael.
.
.
.
__ADS_1
Disisi lain Roy yang mendapkan kabar dari Ana menjadi sangat senang dan menanti Kedatangan mereka diperbatasan kota.
Roy menyewa kediaman diperbatasan untuk menanti Marsya dan sepuluh bodyguard menemaniNya berjaga-jaga.
Jam Tiga malam, AkhirNya seseorang yang ditunggu Roy berada di depaNya dan saat itu juga, Roy memeluk Marsya dan membawa Nya Kelamar.
Rasa Khawatir karena kehilangan Marsya dan Rindu membuat Roy kalap mata.
SesampaiNya di kamar Roy melempar tubuh Marsya di ranjang dan mendekati marsya.
"Apa yang kau lakukan Roy.?"Tukas Marsya takut melihat Roy.
Roy tak meperdulikan Ketakutan marsya, Dia melepas kemeja hitam dan pakaian laianya yang menutupi tubuh kekar Roy.
Marsya yang melihat tubuh polos Roy tanpa sehelai benang pun memalingkan Muka.
Sementara Roy naik keranjang dan mendekati Marsya menagkap tangan Marsya.
"Lihat Aku Marsya.!"Tukas Roy yang memegang kuat rahang Marsya agar melihatNya.
Dengan terpaksa Marsya memalingkan wajahNya menghadap Roy namun Marsya menutup MataNya karena malu melihat tubuh telanjang Roy.
Sementara Roy yang melihat Marsya menutup mataNya, langsung melumat bibir Marsya dengan rakus.
Marsya yang mendapatkan perlakuan buruk Roy, tentu saja mencoba berontak, namun tenaga Marsya kalah dengan Roy.
Roy melumat bibir Marsya dengan rakus dan sebelah tanganNya memengangi kedua tangan Marsya meletakan di atas kepala marsya dan sebelaNya tangan Roy m*re**s kuat gundukan marsya.
Dan Roy berada diatas tubuh Marsya yang masih menggunakan pakaian,
Dengan kasar Roy membuka pakain yang menghalangiNya, melihat kemolekan tubuh Marsya, sampai Marsya tak memakai apa pun.
Teriakan dan tangisan Marsya tak didengar Roy, Dia sibuk melumat sebelah dada Marsya dan lidah Roy bermai dengan p****g s**u Marsya .
Entah kenapa Marsya yang tadiNya menolak dan meronta minta dilepaskan sekarang tubuhNya seperti menghiyanati kewarasan pikiranNya.
TubuhNya sepeti menginginkan sesuatu yang lebih dari Roy dan mulutNya yang terkena gigitan Roy pun, seperti berhianat dengan pikiranNya .
"Emmm Ahh... suara desahan lolos dari mulut Marsya.
Roy yang Merasa berhasil membangkitkan gairah Marsya, mulai melepas Sebelah tanganNya yang memegang kuat tangan Marsya.
Tangan Marsya yang sudah terlepas. memeganngi kepala Roy lalu menggengam kuat rambut dikepala Roy dengan desahan, akibat gesekan sesutu yang menegang diselangkangan Marsya.
"Aaahh,,,Aaahhh,,,,Eeemm,,
Roy yang sudah menegang mencoba meyatukan milik mereka, walau susah tapi Roy terus Memaksa tak perduli dengan sakit yang Marsya rasakan.
"Ah,,sakit,,,,,Roy,,pelan pelan Roy..."suara desahan Marsya bercampur dengan ringisan sakit.
"Tenanglah sayang sakitNya takan lama.." Ucap Roy.
Benar saja saat Milik Roy masuk dan menggoyangkaNya pelan Marsya masih merasa sakit.
Tapi rasa sakit itu tak bertahan lama, sampai akhirNya marsya kembali menikmati kejantanan Roy.
Diiringi suara desahan mereka memenuhi ruang kamar..
"Aahhh,,,,,Akhhhh,,Rooyyy,,,
"Marsya,,AHhh,,aku mencintaiMu,,Ahh,,ahk,,aHHH,,,Marsya,,,Aaahhh marsya..AAhhh
Sampai akhinya tubuh Marsya Menggelinjang akan mencapai puncak kenikmatan.
Roy yang tahu reaksi Marsya mempercepat ritme Nya,sampai meraka berdua mencapai klimaks bersamaan.
__ADS_1
keringat, nafas dan detak jantung Mereka yang saling memburu. mereka berdua terkulai lemas akibat permainan mereka dan terlelap tidur karena lelah.