
Lima bulan setelah sepeninggalNya ReY.
Mommy Ana dikabari oleh pihak medis, bahwa Marsya bisa menjalani Transplantasi kornea, Dan mengharuskan Marsya menjalani Pemeriksaan Mata menyeluruh dll.
Setelah semua persiapan yang dibutuhkan untuk operasi Terpenuhi.
Operasi pun dilakukan sesuai jadwal yang ditetap kan dan tidak butuh waktu lama. operasi pun selesai dan dalam berapa hari kemudian akan melepasan perban.
Sekarang Marsya berada diruang Vip rumah sakit, menunngu dokter untuk membuka perban pada mataNya.
Tak lama dokter pun datang dengan beberapa perawat yang menemani dan melakukan pekerjaan mereka.
"Sekarang coba anda buka mata anda perlahan " Ujar sidokter memberi pengarahan kepada Marsya.
"Aww.."Suara Marsya meringis dengan kedua tangan mencoba menghalangi sinar yang menusuk mataNya sembari masih mencoba membuka mata.
"Mommy, Daddy ,Mba lilis,"Ucap Marsya setelah mataNya bisa melihat dengan jelas kearah sepasang suami istri dan mba lilis yang berdiri di dekatNya,
"Bagaimana, Apa anda masih merasakan sakit atau hal lainNya.?"Ujar dokter memastikan.
"Tidak dok, hanya saja Saya merasa Silau diawal. " jawab Marsa sembari senyum tipis.
" Tak perlu khawati, itu biasa terjadi dan anda bisa langsung pulang hari ini, Saya akan memberi obat tetes mata dan Obat untuk anda bawa pulang." Ujar dokter memberi penjelasaan.
"Apa tidak apa-apa dok, dengan kondisi Marsya kalo pulang sekarang.?"suara Ana menginterupsi.
"Tidak apa-apa Bu Ana, karena sebagian besar pasien saya yang menjalani operasi mata bisa langsung pulang setelah membuka perban, tapi jika anda merasa khawatir, putri ibu bisa pulang besok.
Dan pastikan kembali untuk check up setiap tahun, Agar mendapatkan pengobatan jikalau ada resiko komplikasi dan penolakan kornea.
Dan sebaiknya tidak berenang atau mengangkat barang berat jika putri anda ingin berOlah raga sebaiknya jangan dulu."Ujar dokter memberi penjelasan dan pengarahan.
"OH,," ucap mommy Ana dan mba lilis yang mendengar sementara Daddy Hanya mengangguk pelan.
"Terimakasih dok," Ucap Marsya dengan senyuman tidak hilang dari wajah.
.
.
*Mansion Anggana*
Tujuh hari berlalu dengan penglihatan baru ku..
Aku dan mba lilis duduk di ruang keluarga bersama Mommy Ana..Berdialog ringan sembari meminum teh.
"Saya pikir mata kamu bakal berubah warna atau lainya."ujar lilis
"Iya mommy juga nyangka Gitu.!Ana menimpali ucapan lilis sembari meletakan cangkir berisi teh setelah meminum sedikit.
"Kata dokter yang dioperasi itu kornea mata, bukan bola mataNya jadi tidak terlalu mengubah mata itu sendiri." jawab Marsya menjelaskan sedikit yang dia tau.
__ADS_1
"Apa beda Nya..sama-sama mata."sela Lilis dengan kerutan kening dan tatapan ingin tau.
"kornea mata adalah bagian luar mata yang bening(transparan) dan fungsi kornea mata sendiri adalah membiaskan sinar saat memasuki mata,
Juga sebagai pelindung dari benda asing dan DLL.
Sedangkan Bola mata adalah keseluruhan. bagian〰
Sementara mereka asik bercerita, Roy yang sudah diminta datang oleh Ana pun ikut mendengar celotehNya Marsya sampai Ana menyadari kedatangan Roy dan arka.
"Arka akhirNya datang, sini sayang sama grandma."
Ucap Ana menyela Marsya yang masih berbicara, sambil berjalan mengambil Arka yang digendong baby sitter.
Marsya yang baru menyadari kedatangan Roy langsung menoleh kearah Roy.
Marsya terdiam melihat Roy yang baru kali pertama dia lihat karena selama dia buta lilis memang pernah menceritakan Tentang Roy dan Arka,
Dan saat pertama dia bisa melihat kembali, Roy sibuk dengan pekerjaan.
Walau Marsya pernah melihat photo Keluaga mereka tetap saja Marsya terpaku melihat Pria yang sanggat mirip dengan Alrey hanya saja rambut Roy panjang sebahu.
"Kamu udah datang Roy.?" Terdengar suara berat pria paruh baya yang baru memasuki ruang keluarga.
"Iya Daddy..Baru aja sampe."jawab Roy mendekati Angga yang sudah duduk disofa.
Lilis melihat Marsya yang Bengong mencoba menyadarkanNya,
Namun Marsya masih terpaku melihat Roy dan tidak bisa mendengar siapapun diruang itu karena Otak Nya hanya ada ingatan tentang Rey.
Ana melihat Marsya dan lilis pergi, hanya mendiamkan saja dan Ana memotong pembicaraan dua pria yang sedang membicarakan soal pekerjaan.
"Roy, mommy bakal ikut daddy Mu untuk perjalanan bisnis dan mukin akan lama, jadi mommy minta, kamu jaga Marsya untuk mommy."Ucap Ana.
Sementara Angga mengerti niat istriNya ikut menimpali
"Kamu tau kan Marsya itu sangat asing disini, walaupun ada pekerja disini yang bersama dia, juga rasaNya tak akan sama seperti keluaga sendiri menjaga.
"Aku tak keberatan sooal ini, tapi bagai mana dengan Marsya,?Apa dia mau ke penthouse ku.?" Roy tak bisa menolak klo sudah Daddy Nya angkat bicara.
"Itu bukan masalah, mommy bakal ngomong sama dia.!" Sahut Ana semringah.
Ana langsung bangkit dari sofa dan berjalan menjauh dari mereka dengan semangat.
Wanita itu klo sudah ada mauNya sampe lupa umur dan encokanya.(batin Angga)
Angga mengeleng-geleng kan pelan kepala sembari memperhatikan istriNya melangkah menjauh.
Tok Tok Tok
.
__ADS_1
.
.
"Masuk " Ujar Marsya memberi izin.
Teryata Ana yang mengetuk pintu dan langsung masuk setelah mendapat izin dari Marsya.
Ana melangkah kearah Marsya dan duduk diranjang bersama Marsya sementara lilis memasukan lipatan pakaian milik Marsya ke dalam lemari.
"Mommy mau bicara sama kamu."terang Ana.
"Bicara apa Mom,?Sahut Marsya
"Daddy bakal ada pekerjaan diluar kota dan mukin akan lama jadi Mommy akan ikut
Daddy,,
Mommy mau kamu ikut Roy ketempat tinggalNya biar Mommy tidak terlalu khawatir saat kamu disini,,,
Bukan Mommy G'percaya klo kamu bisa jaga diri sendiri,! Tapiiii,,, Mommy G'bisa kalo,,
G'akan tenang,,,pokok Nya perasaan Mommy." Jelas Ana dengan memasang wajah sedih.
Marsya mendengar perkataan Ana yang begitu mencemas kan diriNya menjadi terharu.
Karena Marsya mengingat Mama dan papaNya sendiri tidak pernah menginterogasi diriNya, walau saat itu dia mendapat SP dari sekolah atau pulang malam.
Kedua orang tuaNya tetap dengan tatapan dan suara datar.
Berbeda dengan sekarang Mommy Ana yang begitu mecemaskan dirinya bahkan selalu mencari tahu tentang Marsya dari lilis agar menceritakan kehidupanNya yang dulu.
Marsya Memeluk erat Ana,bahkan air mataNya keluar begitu saja.
"Iya mom aku mau."jawab Marsya masih dengan pelukan.
Ana juga merasa senang bisa merasakan wanita yang sedang memelukNya erat begitu tulus, bahkan kedua putraNya tidak begitu dengan Ana.
Jujur saja Ana sangat ingin anak perempuan. Tapi saat melahirkan justru dua bayi menggemaskan berkelamin laki-laki.
Bahkan saat dia berharap istri Roy akan melahirkan bayi perempuan,,sekali lagi Ana kecewa.
Bukan tak bersyukur tapi perasaan Ana menginginkan Bayi perempuan.
Penjelasan atau sekedar mengingatkan.
kedua orang tua Marsya sangat menyangi Marsya, tapi dengan cara mereka mereka sendiri..
kedua orang tua Marsya melihat sifat Marsya dan keseharian Marsya yang sibuk belajar dan membaca buku dikamar sampai tidak mempunyai teman,
Beruntung saat Marsya SMK marsya bertemu dengan winda dan mejadi sahabat.
__ADS_1
sementara dengan Surat Peringatan dari sekolah, orang tua marsya tidak mempertanyakan Nya karena tau Marsya menjaga Mama Nya yang sering sakit.
*Selalu ada alasan dibalik sikap seseorang terlebih kedua orang tua sendiri *